Berapa kali Anda mengucapkan kalimat itu kepada istri Anda dalam sehari? Saya jelas tidak bisa menebaknya. Tapi beberapa orang suami atau istri mungkin bertanya: perlukah kata itu diucapkan setiap hari? Apa yang mungkin ‘dilakukan’ kalimat itu, dalam hati seorang istri, bila itu diucapkan seorang suami, pada saat anak ketiganya menangis karena susunya habis? Ada juga anggapan seperti ini, kalimat itu hanya dibutuhkan oleh mereka yang romantis dan sedang jatuh cinta, dan itu biasanya ada sebelum atau pada awal-awal pernikahan. Setelah usia nikah memasuki tahun ketujuh, realita dan rutinitas serta perasaan bahwa kita sudah tua membuat kita tidak membutuhkannya lagi.
Saya juga hampir percaya bahwa romantika itu tidak akan akan bertahan di depan gelombang realitas atau bertahan untuk tetap berjalan bersama usia pernikahan. Tapi kemudian saya menemukan ada satu fitrah yang lekat kuat dalam din manusia bahwa sifat kekanak kanakan —dan tentu dengan segala kebutuhan psikologisnya—tidak akan pernah lenyap sama sekali dan kepribadian seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Kebutuhan anak-anak akan ungkapan ungkapan verbal yang sederhana dan lugas dan ekspresi rasa cinta itu sama-sama dibutuhkan dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa yang satu Iebih dibutuhkan dan yang lain.
Read the rest of this entry »

akhir-akhir ini banyak diskusi yang membahas tentang rokok. Rokok adalah barang haram yang tidak bisa lepas dari lingkungan kita (setidaknya sampai saat ini). Orang yang mengecam rokok dan mengkampanyekan hidup sehat justru dikecam balik, padahal, itu justru menyelamatkannya. buat teman-teman, saudara-saudaraku yang masih merokok, mari renungkan lagi kemanfaatannya… semoga hidup kita lebih indah tanpa rokok..
Dahlan Iskan: Usul untuk Memfokuskan Kinerja Menko-Menko Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat
Dalam otobiografi yang diterbitkan setiap tahunnya oleh para miliuner/pengusaha/bintang rock/bintang pop/selebriti/olahragawan/negarawan, benang merah ceritanya selalu sama, pahlawan kita dilahirkan dalam kehidupan yang sederhana dan karena kegigihan serta bakatnya, dia kemudian mampu meraih kesuksesan.
Pertanian, Sektor Sensitif
Isu teroris sungguh memojokkan umat Islam. Apalagi di Kota Batu, yang pernah menjadi
Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.
PRASYARAT
“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”
Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
Madinah murung.
Konsep ini diperkenalkan oleh Francis Keppel yang merupakan komisioner pendidikan di era Presiden Kennedy. Pada tahun 1950-an, Frank diangkat menjadi dekan fakultas pendidikan di Harvard. Pada waktu itu, fakultas yang dipimpinnya tidak lebih dari rata-rata. Para staf pengajar cenderung menambah mata kuliah untuk mendongkrak nilai penting dan upah mereka. Untuk memperkuat kurikulum, Frank menetapkan aturan baru: Tidak boleh menambah mata kuliah tanpa mengurangi mata kuliah lainnya. Aturan itu dirancang untuk membuat staf pengajar berpikir dua kali mengenai kualitas dan relevansi suatu mata kuliah baru dan mengenai mata kuliah mana yang menurut mereka lebih jelek dan bisa dihapus,
Baru-baru ini kami menyempatkan untuk berkumpul untuk Futsal yang sudah dilakukan setidaknya dua kali bersama temen-temen alumni SMA 1 Jogja, mayoritas pernah aktif di KSAI Al Uswah. Kalo adik-adik pengurus KSAI sekarang sering futsal, bahkan ada klubnya, kami yang sedikit lebih senior tidak mau kalah. Mbentuk tim juga. Walau tidak mudah karena mayoritas temen-teman sudah melanglang buana, kerjanya tidak di Jogja.
Banyak orang suka film, tapi banyak pula yang berhenti hanya pada sekedar rasa suka itu. Padahal, kalau dikemas dalam sebuah kegiatan yang lebih tertata (terkoordinasi), misalnya dalam wadah klub film, rasa suka itu berbuah kemanfaatan yang lebih.
Banyak niat baik tidak bisa terlaksana karena tidak ada yang mau muncul sebagai penggerak atau penghubung yang mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan sebuah rencana kegiatan. Misalnya saja, sering di beberapa kesempatan beberapa senior seperti pak Ardianto, pak Syafi’i, pak Rosyid, pak Idam, dll ingin silaturrahmi ke guru-guru SMA dulu. Tapi mungkin karena tidak ada yang muncul sebagai penggerak, akhirnya niat itu lama diwujudkan. Beruntung kemarin mas Salim mangajak banyak pihak untuk silaturrahim lagi, termasuk senior-senior kami. Dimulai dari rumah pak Muhammad Zar’an.
Hidup kita memang tidak akan pernah lepas dari masalah, seperti yang sudah kita maklumi. Bahkan, tidak jarang keceriaan yang kita nikmati dalam waktu yang sesaat, justru meninggalkan luka berkepanjangan. Namun, hidup tentu tidak hanya kumpulan masalah.
Di surga yang tanpa lapar dan tanpa ketelanjangan, pada mulanya Adam hidup damai dan tenteram. Ditemani istrinya, yang diciptakan untuk mengusir sepi dan membuat hidupnya tidak sendiri.
Agar tidak Terjebak pada Masalah yang Sama
OOT, sekedar untuk refreshing saja, jangan terlalu dipikir serius
Beberapa waktu kita (Aku, Tyas dan Shofwan+istri) menyempatkan silaturrahmi ke SMA 1 Jogja, Sekolah kami tercinta. Berawal dari sebuah acara di Masjid Al Falah yang menyelenggarakan penggalangan dana Palestina se-Nopela (Nologaten, Tempel dan Ambarrukumo), sosok akrab dan besar itu (hehe), ternyata ikut juga dalam acara di masjid utara Ambarrukmo Plaza ini, dia adalah Shofwan yang datang dengan mas Fanni Pro U dan ayahnya, Pak Jazir.
Ada 5 hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia.