WARNING : Syahwat Lawan Jenis !!!

Mei 13, 2008

Tulisan seperti ini sekarang semakin langka di tengah fenomena masalah kader. Tidak hanya masalah pergaulan saja, tetapi tulisan ustadz kita yang mengomentari dan memberi solusi mengenai fenomena problematika kader ditunggu-tunggu. Baik masalah ekonomi, sosial kemasyarakatan, manajemen, dll. Memang semakin banyak kader, semakin beragam pula masalah yang ada. Dulu ada berbagai majalah, Saksi, Dakwatuna, Tarbiyah. Namun sekarang majalah itu bergururan. Bahkan ustadz Anis Matta pun jarang menulis di serial cinta Tarbawi, mungkin karena kesibukannya. Alhamdulillah sudah ada serial pembelajaran yang akan terbit. Harapannya beliau-beliau tetap menulis. Saya yakin beliau semua memperhatikan fenomena kader dan sudah pula memberikan solusinya, hanya belum sampai kita saja.

Bagi remaja-pemuda, memang masalah Cinta sangat pelik. Kalau salah penyikapannya, bisa jadi bangunan dakwah yang disangga oleh banyak orang akan goyah, bahkan hancur karena aktivis-aktivisnya tidak bisa mengelola cinta dengan baik. Mari senantiasa belajar dan belajar. Tulisan ini sangat baik untuk disimak. Sehingga Cinta yang kita punya justru menjadi penyokong dakwah yang kuat dan keberkahan Allah terlimpah atas kita.

______________________

WARNING : Syahwat Lawan Jenis !!!

Oleh : Ustd. Mahfuz Sidik

Belakangan ini saya banyak diskusi dengan istri tentang gejala ” syahwat lawan jenis”. Istri saya termasuk akhwat yang cukup “cerewet” soal gejala-gejala tidak sehat mengenai perilaku hubungan antara ikhwan dan akhwat. “Jangan sampai menjadi perusak masa depan dakwah kita..!”, demikian hujjah balighah yang kerap meluncur dari dirinya kepada saya. Dan ketika saya meresponnya dengan kalem, pressure pun muncul. “Abi kan mas’ul kaderisasi. Abi tanggung jawab kalau nanti terjadi apa-apa pada dakwah ini …!!”

Sesaat saya akan menulis kolom ini, istri saya baru melontarkan serangan barunya, Abi denger nih.. Ummi dapet berita shahih kalau ada mas’ul dakwah kampus pacarin 11 akhwat, dan 4 diantaranya ternyata hamil…!! ” Saya mencoba merespon dengan santai - karena sedang mikir tema apa yang harus ditulis - dengan mengatakan agar berita itu ditabayyun (cros check) dulu. Tetapi justru saya disergah : “Ya tugas abi dong yang harus men-tabayyun ! Abi kan punya akses dan kewenangan !”. Saya mencoba mulai menulis. Tetapi belum lagi ketemu tema tulisan, saya dibombardir oleh pertanyaan lain :”Bi emang bener ustadz Fulan nikah lagi, dan sebelumnya pake pacaran segala?”

Baca entri selengkapnya »


Parade 1000 Becak

Mei 13, 2008

Lomba dan Kreativitas Becak

Ada yang menarik ketika Ahad, 11 Mei kemarin kita melewati jalan sepanjang Kantor Pos Jogja sampai Balai Kota Timoho. Jalan itu meriah karena dilewati rombongan ratusan pengemudi becak. Acara Lomba dan kreativitas becak ini adalah rangkaian milad 10 tahun PKS yang diselenggarakan oleh DPD PKS Kota Jogja.

Dengan adanya acara ini, menunjukkan bahwa PKS peduli pada wong cilik. PKS juga peduli pada pariwisata Jogja, yang becak menjadi salah satu iconnya. Acara ini juga merupakan kado istimewa bagi Hidayat Nur Wahid yang disaat bersamaan sedang melangsungkan pernikahan di Jakarta. Pada acara puncak Milad PKS di alun-alun utara, pengemudi becak ini memberikan kado istimewa buat Hidayat Nur Wahid.

Baca entri selengkapnya »


Ngomentari Hoax

Mei 13, 2008

Saya termasuk yang sering malas baca hoax, apalagi kalau nggak mutu (emang hoax ada yang mutu? :p ). Tapi saya seneng mbaca orang yang ngomentari hoax. Lucu dan lugu-lugu. Nah, disini saya lampirkan komentar Rois Ibnu Abdul Hakim yang ngomentari “hoax larangan” (lha isinya melarang-melarang nggak jelas!), diambil dari milis alumni, KSAI Al Uswah. Komentarnya logis, namun renyah, he..he..he.. kayak roti saja ^_^ enak dibaca dan dijadikan hiburan. Nah, dibawah ini saya cuplikkan apa isi hoaxnya, saya beri nama Hoax larangan, he..he..he.. lha banyak melarang.

Pemberitahuan penting kesehatan

Kurangi TEH yang kamu konsumsi. Jangan membiasakan memakan roti yang telah dipanggang. Jaga jarakmu dari telepon genggam DALAM KONDISI DI CHARGE. minum banyak AIR pagi hari, kurangi minum pada malam hari. Jangan meminum kopi DUA KALI satu hari. Kurangi makanan BERMINYAK yang kamu konsumsi. Waktu tidur terbaik dari 10pm pada malam hari ke 6am pagi-pagi. Jangan makan BESAR setelah 5pm. Jangan mengambil alkohol lebih dari satu gelas / cangkir satu hari. Jangan meminum pil dengan air DINGIN. Jangan langsung berbaring setelah minum obat disaat sebelum tidur. tidur KURANG dari 8 jam dapat mempengaruhi kesehatanmu. Orang-orang yang terbiasa tidur sebentar tidak akan mudah menjadi tua. Ketika baterai LOW , jangan menjawab telpon, radiasi yang dihasilkan bisa 1000 kali. Jawab telpon dengan telinga KIRI. Ini akan merusak otakmu secara langsung jika mempergunakan telinga kanan. Jangan mempergunakan headphone / penyuara kuping dalam jangka waktu yang LAMA. Rehatkan telingamu sebentar setelah 1 jam.

Forward ini ke rekan kamu, jika kau sayang padanya. (khas hoax, sebarkan! ^_^)

Ibnu Rois :

Saya memang bukan ahli kesehatan, tapi ada beberapa hal perlu saya kemukakan. Mungkin imel ini dikatakan hoax, dan ada juga yang mempertanyakan sejauh mana kebenaran isi imel ini. Jadi saya akan membahas beberapa poin dari imel ini sepengetahuan saya. Mohon jika memang ada yang lebih tahu agar memberikan masukan.

Baca entri selengkapnya »


Merajut Cinta di Bawah Ancaman Kematian

Mei 13, 2008

Edisi 162 Th. 8/Sa’ban 142811/31 Austus 2007 M
Tarbawi hal 19 -23

Dia ramah dan energik. Begitu memasuki ruang cuci darah, ia sibuk menyapa perawat dan beberapa pasien. Sepintas, dia Iebih mirip seorang pengantar daripada penderita gagal ginjal. Padahal, ia telah memasuki tahun ketujuh, menjalani kehidupan yang tergantung pada mesin cuci darah. Selain ceria, secara fisik ia juga nampak segar, bahkan kulitnya pun masih kuning langsat. Boleh dibilang, kondisi seperti itu langka. Proses cuci darah secara terus menerus akan meninggalkan zat-zat tertentu yang menyebabkan kulit menjadi gelap.

Seperti hampir semua pasien lainnya, ia juga stres berat ketika divonis gagal ginjal tujuh tahun silam. “Dua tahun pertama harus cuci darah saya stres, belum bisa menerima kenyataan. Dunia terasa gelap, sempit. Tuhan tidak adil. Saya punya rencana, semua gagal karena sakit. Saya putus asa,” tutur Roslinawati pada Tarbawi.
Baca entri selengkapnya »


Maturitas

Mei 12, 2008

Berbicara mengenai maturitas atau kematangan memang seyogyanya dimiliki oleh semua orang, terutama para pemimpin. Pemimpin yang matang bertindak dengan logika berpikir yang baik. Kematangan ini tidak diturunkan, bukan bawaan sejak lahir, tetapi dipelajari dan berlatih. Orang yang punya pengalaman hidup menantang yang banyak cenderung lebih matang. Kematangan dan ketidakmatangan bisa terkikis dan menular.

Bagi kebanyakan orang, kematangan ditandai dengan kedewasaan yang diindikasikan dengan keberanian memasuki jenjang perkawinan, punya penghasilan sendiri serta lepas dari bimbingan (ketergantungan) orang tua. Experd melihat bahwa kematangan pribadi dijadikan kriteria utama dalam pemilihan calon pemimpin. “Kita di lembaga ini pintar-pintar semua, namun justru yang sedang dicari adalah pemimpin yang punya ciri kematangan yang, yaitu berpikir objektif, berpikir positif, mampu mengendalikan dan menyalurkan emosi, bertanggung jawab, dna mampu membina hubungan interpersonal yang harmonis dan konsisten dalam waktu yang relatif panjang.”
Baca entri selengkapnya »


Al Ma’tsurat

Mei 12, 2008

Al-Ma’tsurat adalah rangkaian bacaan ayat Al-Quran Al-Kariem, zikir dan doa yang disusun sedemikian rupa oleh Hasan Al-Banna sebagai kumpulan bahan untuk zikir yang membasahi lidah pagi dan sore hari.

Sumbernya jelas dari ayat Al-Quran Al-Kariem yang dalam kitab tafsir sering disebutkan bahwa ayat-ayat itu telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk sering dibaca.

Begitu juga lafaz-lafaz zikir yang sepenuhnya diambil dari hadits-hadits Rasulullah SAW, lepas dari derajat hadits tersebut. Namun paling tidak, memang ada keterangan yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah menganjurkan ummatnya berzikir dengan lafaz-lafaz itu.

Selain ayat dan hadits itu, ada juga doa yang digubah oleh beliau sendiri yaitu doa rabithah. Doa ini terkait dengan masalah issu paling besar dalam tragedi umat Islam hari ini yaitu masalah ta’liful qulub atau penyatuan hati dalam iman kepada-Nya. Dan sejujurnya, hukum berdoa dengan menggunakan gubahan sendiri adalah boleh. Sebab Allah SWT tidak pernah mewajibkan doa itu harus sesuai dengan ayat Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Setiap orang berhak untuk berdoa dengan bahasa dan ungkapannya sendiri asal sesuai dengan etika dan adab dalam berdoa.

Sedangkan penyusunan letak ayat dan hadits sedemikian rupa sehingga menjadi seperti urutan dalam ma’tsurat itu, tentu saja bukan dari Rasulullah SAW melainkan dari penyusunnya.

Kalau dipahami bahwa wujud al-Matsurat dengan pilihan ayat dan susunannya itulah yang dahulu dibaca Rasulullah SAW pagi dan petang, tentu pemahaman ini adalah pemahaman yang keliru. Yang benar adalah bahwa ayat dan lafaz zikir itu secara umum memang sering diucapkan oleh Rasulullah SAW dalam zikir-zikir beliau.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.


Kepopuleran Hidayat Nur Wahid Mengalahkan PKS

Mei 10, 2008

Salah satu hal yang bisa dipetik dari PKS Mendengar yang sudah dilaksanakan di DIY bahwa Pak Hidayat lebih dikenal daripada PKS. Warga ketika ditanya tahu mengenai Pak Hidayat, tapi tidak begitu tahu mengenai PKS. Ada juga ketika ditanya, bapak-ibu tahu PKS? Wah yang mana ya mas? Tapi ketika ditunjukkan brosur PKS bergambar pak Hidayat sontak menjawab, wah kalo yang ini saya kenal mas!

Peristiwa yang cukup menarik ketika Zuhrif Hudaya (Ketua BAPPILU DPW PKS DIY) mengisi sebuah forum pertemuan (pengajian) ibu-ibu. Mencoba lebih interaktif beliau melontarkan beberapa pertanyaan ke forum.

Ibu-ibu, Presiden PKS sekarang siapa? Dengan kompak, ibu-ibu menjawab : “Hidayat Nur Wahid.” Salah! Yang benar adalah Tifatul Sembiring.

Kalo calon istri pak Hidayat siapa? Bu dr. Diana Abbas Thalib, jawab sang ibu-ibu serempak. Ternyata ibu-ibu kita rajin nonton infotaintmen. ^_^

Nah, kalo PKS sekarang ulang tahun (MILAD) ke berapa? Ke-16! Jawab ibu-ibu serempak. Bukan! PKS sekarang MILAD ke 10. Lho Bukan pak! Ke-16. Di kaos-kaos kan PKS itu nomornya 16. Nah lho???#$$


Reuni Gratis

Mei 10, 2008

Sabtu, 10 Mei 2008 kemarin ada kesempatan reuni gratis. Ya, banyak teman-teman SMA 1 Jogja, alumni 2003 (lulus 2003) yang ke Jogja berkumpul menghadiri walimahan Joko dan Arum yang keduanya adalah teman satu angkatan saya. Ada yang jauh-jauh dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan kota lainnya dating untuk silaturrahim. Kalo tidak pas ada yang walimahan dan syawalan, tentu kumpul-kumpul kayak gini sulit untuk direalisasikan.

Banyak yang berubah. Lima tahun sudah kita lepas dari bangku SMA. Banyak yang semakin dewasa, namun masih saja ada yang tidak berubah. Masih ada yang konyol, dan suka usil. Cerita masa SMA pun banyak yang meluncur kembali. Masa itu memang terasa indah karena begitu banyak kesan yang mendalam.

Seorang teman saya Tyas Ikhsan Hikmawan yang punya ciri khas, energik, sm@rt tapi juga konyol punya pengalaman menarik ketika kelas 2 dulu (sekarang istilahnya kelas XI) di 2.4 dulu. Hari itu ada ulangan kimia bu Mawar. Karena belum belajar (tepatnya tidak belajar ^_^ ), dia mengajak beberapa teman, termasuk si Endu dan Rafi untuk ijin keluar sekolah dengan alasan mengurus kepanitiaan organisasi OSIS. Ngurus ijin administrasi ke instansi pemerintah. Yah begitulah caranya agar terhindar dari ulangan.

Nah, ketika 90 menit sudah berlalu, si Tyas dkk segera kembali ke kelas dengan kemenangannya. “Yes, kita nggak ulangan hari ini! Sambil membuka pintu kelas dan ketawa. Betapa terkejutnya ketika mau duduk, temen-temen masih mengerjakan ulangan dan bu Mawar masih di depan kelas menunggu dan memberi waktu beberapa menit lagi sebelum ganti pelajaran. Jreng-jreng…. Mereka tertangkap basah! Pencuri di siang bolong! ^_^ Akhirnya ditanyai macem-macem dan ulangan sendiri di kantor guru. Eee, ternyata sama juga, nggak bisa ngerjain soal ulangan.

Sampai sekarang kalau ketemu, bu Mawar masih ingat sama anak-anak tadi. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Sekarang masih nakal ndak?” Ternyata guru sangat ingat pada 3 jenis muridnya. Yang pintar atau bodoh banget, yang anteng banget (alim) dan yang nakal alias bandel. Kalo yang biasa-biasa saja, sulit diingat karena tidak ada ciri khas yang melekat padanya. Nah, kita termasuk tipe yang mana?


Dahlan Iskan bos Jawa Pos

Mei 9, 2008

Siapa saja yang aktivitas dan profesinya bergerak di bidang media tentu mengenal sosok Dahlan Iskan. Ia adalah bos Jawa Pos yang masih aktif menulis. Suatu hal yang bos-bos media besar lainnya tidak melakukannya. Tulisannya ketika mengalami transplatasi hati muncul di media Jawa Pos-nya selama beberapa episode bersambung. Puncaknya etika kisahnya dibedah di acara Kick Andy.

Baru-baru ini Dahlan Iskan antara Senin, 28 April sampai Rabu 29 April 2008 menulis serial lagi yaitu tujuh tahun JPIP (The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomy) yang menurut saya idenya segar, menggugah dan inovatif. Saya baru tahu juga bahwa Jawa Pos memiliki tim litbang yang sangat kreatif. Selama ini media nasional yang tim Litbangnya berjalan dengan baik adalah Kompas (setidaknya menurutku). Ternyata Jawa Pos juga punya yang tidak kalah bagusnya dalam perannya membangun bangsa.

JPIP yang sepenuhnya dibiayai oleh Jawa Pos ini sudah tujuh tahun menyelenggarakan riset, supervisi, monitoring secara kontinu penerapan otonomi daerah di 38 kota dan Kabupaten se-Jawa Timur.

Baca entri selengkapnya »


Cinta Di Atas Cinta

Mei 9, 2008

M Anis Matta Lc.

Sumber : Tarbawi 55/4/Muharram 1424H

Perempuan oh perempuan ! Pengalaman bathin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan? Keagungan!

Itulah, misalnya, pengalaman bathin Umar bin Abdul Aziz. Sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. Tapi ia dibesarkan di lingkungan istana Bani Umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulama. Ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. Shalat jamaah kadang ditunda karena ia masih sedang menyisir rambutnya.

Tapi, begitu ia menjadi khalifah, tiba-tiba kesadaran spiritualnya justru tumbuh mendadak pada detik inagurasi nya. Iapun bertaubat. Sejak itu ia bertekad untuk berubah dan merubah dinasti Bani Umayyah. Aku takut pada neraka katanya menjelaskan rahasia perubahan itu kepada seorang ulama terbesar zamannya, pionir kodifikasi hadits, yang duduk di sampingnya, Al Zuhri.

Ia memulai perubahan besar itu dari dari dalam dirinya sendiri, istri, anak-anaknya, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyatnya. Kerja keras ini membuahkan hasil; walaupun hanya memerintah dalam 2 tahun 5 bulan, tapi ia berhasil menggelar keadilan, kemakmuran dan kejayaan serta nuansa kehidupan zaman Khulafa Rasyidin. Maka iapun digelari Khalifah Rasyidin kelima.

Baca entri selengkapnya »


Akhir Sejarah Cinta Kita

Mei 9, 2008

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita tidur saling memunggungi
Tapi jiwa berpeluk-peluk
Senyum mendekap senyum

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Raga tak lagi saling membutuhkan
Hanya Jiwa Kita sudah lekat menyatu
Rindu mengelus rindu

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita hanya mengisi waktu dengan cerita kita
Mengenang dan hanya itu
Yang kita punya

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
Kita mengenang masa depan kebersamaan
Kemana cinta kan berakhir
Disaat tak ada akhir

(M.Anis Matta, Lc)

Yaaa… Teruslah merayakan cinta hingga sejarah cinta kita, dimana cinta kan berakhir disaat tak ada akhir.
Baarakallahu laka, wa Baarakallahu ‘alaika wa Jama’a bainakumaa fii khaiir…

diambil dari blog Retna Andriani


Berbagi Kisah dengan SMS

Mei 5, 2008

Kita sering SMS dengan teman, namun apakah SMS itu bermanfaat, kita sendiri yang bisa menilai. Saya termasuk yang senang menggunakan SMS sebagai media silturrahmi. Bahkan teman-teman yang sudah berpisah jauh karena tuntuntan kerja seperti Ratio dan Hifni masih sering SMS-an. Bahkan minta dikabari kalau ada berita mengenai temen-temen di Jogja maupun hal menarik lainnya.

Saya menyimpan SMS menarik dari mas Salim (Arif Nur Salim) saat beliau ke Aceh saat menjadi Relawan PKS Jogja untuk Tsunami Aceh awal 2005 yang lalu. Hampir setiap hari selalu ada SMS panjang, dan saya senang mendapat pengalamannya. Salah satu SMSnya adalah :

Mahar nikah Aceh Rata-rata 20-30 mayan (1 mayan : 435 ribu). Makanya banyak ikhwan yang telat nikah. Nah, kalo Banten punya cerita!

  1. Salah satu relawan Banten Sabtu besok akan merangkum 3 hal besar dalam 1 hari : ta’aruf, khitbah dan nikahDengan akhwat Medan. Ketemunya baru 5 hari yang lalu dan mahar dllnya diambil dari barang bantuan untuk relawan
  2. Seorang anak usia 10 tahun ditanya relawan Malaysia apa cita-citanya? Jadi PKS jawabnya. Gimana kalo ikut ke Malaysia saja. Katanya, tidak bisa pak, sudah terdaftar sebagai anggota PKS. Ikhwah dari Malaysia itu melirik ust. Sumedi, Lc (Banten), Ini Karomah Antum yang luar biasa.


Ayo Menulis! Nyicil ke Surga dengan Tulisan

Mei 5, 2008

Ada tiga cara untuk tetap berhubungan dengan dunia saat kita tidak lagi menghuninya : pertama, menjadi orang tua yang baik sehingga anak shalih yang kita miliki akan berdoa bagi kita. Kedua, menjadi seorang hartawan yang dermawan sehingga amal jariahnya mengalir dalam rekening amal kita. Ketiga, mengajarkan ilmu yang bermanfaat sehingga diamalkan oleh orang-orang yang bahkan tidak mengenal kita, maka alir pahalanya memenuhi pundi-pundi amal kita.

Berbicara, mengajar, membimbing adalah cara yang banyak ditempuh untuk beramal. Namun, diantara cara mengajar menulis adalah yang paling efektif. Kekuatan lisan sangat terbatas pada ruang dan waktu. Menulis dapat menembus ruang dan waktu. Menulis berarti menembus batas sejarah, usia, geografis, bahkan dalam rentang waktu yang tidak terukur jika manuskripnya terus dicetak ulang. Oleh karena itu, bersyukurlah bagi mereka yang mampu menuliskan pengalaman hidupnya sehingga bias diambil manfaat bagi orang lain.

Baca entri selengkapnya »


Orang-orang Romantis

Mei 5, 2008

Oleh Anis Matta

Qais sebenarnya tidak harus bunuh diri. Hidup tetap bisa dilanjutkan tanpa Layla. Tapi itulah masalahnya. Ia tidak sanggup. Ia menyerah. Hidup tidak lagi berarti baginya tanpa layla. Ia memang tidak minum racun. Atau gantung diri. Atau memutus urat nadinya. Tapi ia membiarkan dirinya tenggelam dalam duka sampai napas berakhir. Tidak bunuh diri. Tapi jalannya seperti itu.

Orang-orang romantis selalu begitu : rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar. Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur. Kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama. Qais lelaki yang halus. Sekaligus lemah.

Kombinasi begini banyak membuat orang-orang romantis jadi sangat rapuh. Apalagi saat-saat menghadapi badai kehidupan. Misalnya ketika mereka harus berpisah untuk sebuah pertempuran. Maka cinta dan perang selalu hadir sebagai momen paling melankolik bagi orang-orang romantis. Mengerikan. Tapi tak terhindarkan. Berdarah-darah. Tapi tak terelakkan. Itu dunia orang-orang jahat. Dan orang-orang romantis datang kesana sebagai korban.

Baca entri selengkapnya »


Politik Pangan Yusuf

Mei 5, 2008

Alkisah, firaun bermimpi. Ia sedang berdiri di tepi Sungai Nil, sungai terpanjang kedua di dunia. Tiba-tiba muncul tujuh sapi gemuk dari dalam sungai dan memakan rumput di tepinya. Lalu, muncul tujuh sapi kurus dan memakan sapi-sapi gemuk itu. Kemudian, ia bermimpi lagi. Tujuh bulir gandum yang kering menelan tujuh bulir gandum yang berisi. Ketika terjaga, raja Mesir itu gelisah. Bukan mimpi biasa. Semua orang pintar dipanggil untuk memberi tafsir mimpi. Namun, tak satu pun mampu.


Jika pengetahuan adalah kekuasaan, kegagalan orang pintar di istana pertanda melemahnya pamor penguasa. Ketika statistik dan institusi resmi tidak mampu mengantisipasi datangnya krisis pangan, mimpi menerobos birokrasi istana. Ketika bawahan selalu datang membawa laporan asal raja senang, mimpi adalah peringatan dari atas. Penguasa segala penguasa mengingatkan datangnya bencana.

Baca entri selengkapnya »


Mengapa Kita Harus Punya Binaan?

Mei 5, 2008

Dalam setiap halaqoh (liqo), semangat membina terus ditumbuhkan agar organisasi dan jamaah tersebut tumbuh dan terus berkembang. Baik itu Tarbiyah maupun jamaah lainnya. Dari sisi manfaat, tentunya pelaku atau si orang yang membina tadi juga mendapat kebaikan.

Teman-teman saya ada yang sudah liqo 6 tahun, tapi sekarang tidak punya binaan. Mereka sebelumnya punya, tapi karena kelompoknya yang dibinanya dulu bubar, juga mritili satu per satu, akhirnya dia sekarang nganggur dari membina. Pernah diminta menjadi pengganti murobbi selama sebulan lebih, tapi juga tidak bertahan lama. Selain memang diminta sama empunya halaqoh, juga selama ini tampak kurang begitu nyaman dalam membina.

Baca entri selengkapnya »


Liqo kok ditarget?

Mei 5, 2008

Pernah, bahkan sering mutarobbi mendapatkan target liqo. Bahwa dalam melakukan pembinaan secara rutin ada penugasan, baik bacaan Qur’an maupun buku, hafalan, tugas amanah kepanitiaan dan juga jumlah binaan (baik kelompok maupun jumlah pesertanya).

Nah, target-target lain tidak masalah. Namun menjadi pertanyaan menarik ketika mereka kita minta tambah halaqoh, banyak dan ada saja alasannya untuk menghindar. Secara kualitas dia mampu memegang lebih dari satu halaqoh. Apalagi masih juga ada adik-adik lain (mad’u) yang belum tersentuh dakwah. Ditambah temannya yang lain, masih kurang semangat dalam membina sehingga potensi dakwah belum tergarap optimal. Dan ia dengan semangat, waktu luang dan mobilitas tinggi, seharusnya mampu lebih dari satu kelompok.

Baca entri selengkapnya »


Kita Samma Dong!

April 24, 2008

Pak Parjo tampak sedang menuntun kerbaunya pagi itu. Rencananya, mereka akan bekerja sama membajak sawah. Sebelum bekerja, Pak Parjo terlebih dahulu sarapan. Tak lupa ia memberi rumput segar kepada kerbaunya.
“Ayo kamu butuh tenaga untuk bekerja hari ini,” kata Pak Parjo. Kerbaunya bertanya, “Bapak sarapan karena butuh tenaga juga?”
Pak Parjo mengiakan.
Kerbaunya lalu bergumam, “Sama, ya?”
Mereka berdua kemudian bahu-membahu bekerja membajak sawah. Sampai sekitar pukul sepuluh pagi, saat mulai merasa lelah, Pak Parjo mengajak kerbaunya untuk beristirahat.
“Mengapa kita berhenti bekerja Pak?” tanya si Kerbau. “Oh itu karena kita butuh istirahat. Kalau kita merasa lelah, kita tidak akan bekerja secara optimal, begitu…” jelas Pak Parjo sok ilmiah.
‘Hmm…, Bapak istirahat, saya juga. Berarti, sama!” Setelah merasa cukup, kemudian mereka bekerja kembali. Hari beranjak siang, matahari tergellincir ke arah barat. Terdengar kumandang adzan Dhuhur dari perkampungan.
“Apa itu, Pak?” si kerbau bertanya.
“Ehm…, itu namanya suara adzan. Maksudnya untuk mengajak orang-orang menjalankan shalat.”
Bapak nggak shalat? tanya si Kerbau lagi.
Pak Parjo mengakui.
“Saya juga! Berarti…, kita samma, dong!” cetus si Kerbau Pe-De. Pak Parjo melongo.  (karimma)


“Teladan Daarussalaam” inilah jalannya!

April 24, 2008

Pernahkah anda mempunyai cita-cita? Insya-Allah pernah, apapun itu. Cita-cita ini dalam bahasa manajemen disebut visi : ‘sebuah kondisi yang diinginkan untuk dicapai’. Tanpa visi, segala sesuatu akan berjalan begitu saja, tanpa makna.

Namun, cita-cita –atau visi- akan tetap hanya cita-cita jika tidak ada usaha untuk mewujudkannya. Usaha dan hasil adalah grafik yang searah. Seperti kata rasulullaah SAW kepada Aisyah ra : “Ajruki ‘ala qadri nashabiki” (ganjaranmu tergantung kadar lelahmu)”.

Sebagaimana uraian di Bab terdahulu, Da’wah adalah usaha untuk mewujudkan cita-cita –visi- menjayakan kembali ummat Islam. Membawa ummat ini dari kegelapan kepada cahaya kebenaran.

Baca entri selengkapnya »


Bergabunglah dengan Barisan Ini!

April 24, 2008

Jadilah Bagian dari Da’wah Sekolah

Saudaraku, ketika ketika melihat kondisi riil ummat ini sekarang, kita akan merasakan betapa kepedihan tengah mencabik-cabik, merobek izzah ummat terbaik ini. Jika tidak, mungkin keislaman kita patut dipertanyakan. Bukankah semua muslim bersaudara? [QS Al-hujuraat : 10] Bukankah kaum muslimin itu seperti satu tubuh, jika satu bagian merasa sakit, maka bagian yang lain akan merasakannya pula?

Saudaraku, ketika anda menyaksikan kaum muslimin terenggut nyawanya serta terusir dari tanah kelahirannya, apa yang anda rasakan? Ketika kita menyaksikan uman ini semakin terasing dari agamanya, rusak aqidahnya, hancur akhlaqnya, terbelakang pendidikannya, apa yang anda rasakan? Marah, sedih, atau mungkin sekedar dongkol? Kadang kita hanya merasa ikut menderita, tanpa mencoba sedikitpun untuk memadamkan api yang tengah berkobar itu. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Bukankah kita hanya seorang pelajar saja?

Baca entri selengkapnya »