i love youBerapa kali Anda mengucapkan kalimat itu kepada istri Anda dalam sehari? Saya jelas tidak bisa menebaknya. Tapi beberapa orang suami atau istri mungkin bertanya: perlukah kata itu diucapkan setiap hari? Apa yang mungkin ‘dilakukan’ kalimat itu, dalam hati seorang istri, bila itu diucapkan seorang suami, pada saat anak ketiganya menangis karena susunya habis? Ada juga anggapan seperti ini, kalimat itu hanya dibutuhkan oleh mereka yang romantis dan sedang jatuh cinta, dan itu biasanya ada sebelum atau pada awal-awal pernikahan. Setelah usia nikah memasuki tahun ketujuh, realita dan rutinitas serta perasaan bahwa kita sudah tua membuat kita tidak membutuhkannya lagi.

Saya juga hampir percaya bahwa romantika itu tidak akan akan bertahan di depan gelombang realitas atau bertahan untuk tetap berjalan bersama usia pernikahan. Tapi kemudian saya menemukan ada satu fitrah yang lekat kuat dalam din manusia bahwa sifat kekanak kanakan —dan tentu dengan segala kebutuhan psikologisnya—tidak akan pernah lenyap sama sekali dan kepribadian seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Kebutuhan anak-anak akan ungkapan ungkapan verbal yang sederhana dan lugas dan ekspresi rasa cinta itu sama-sama dibutuhkan dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa yang satu Iebih dibutuhkan dan yang lain.
Read the rest of this entry »

tokoh muda inspiratifDari pengalaman berpartai sejak gemuruh reformasi 1998, Anis Matta berpendapat, memimpin bangsa jauh lebih berat dari sekadar memenangi pemilihan umum. Ketika kemenangan tidak disertai kapasitas memimpin, distribusi kekuasaan politik harus dilakukan sehingga ide besar untuk kesejahteraan rakyat tak dapat diwujudkan.

Anis Matta, yang turut membidani kelahiran Partai Keadilan, kini bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memandang gerakan dakwah perlu menjadi perjuangan yang melembaga dalam struktur politik karena inti dari gerakan itu adalah penyadaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Read the rest of this entry »

Puisi Taufikakhir-akhir ini banyak diskusi yang membahas tentang rokok. Rokok adalah barang haram yang tidak bisa lepas dari lingkungan kita (setidaknya sampai saat ini). Orang yang mengecam rokok dan mengkampanyekan hidup sehat justru dikecam balik, padahal, itu justru menyelamatkannya. buat teman-teman, saudara-saudaraku yang masih merokok, mari renungkan lagi kemanfaatannya… semoga hidup kita lebih indah tanpa rokok..

 

Tuhan Sembilan Senti oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Read the rest of this entry »

hari ini, Dahlan Iskan menulis sebuah artikel menarik di headline Jawa Pos. Seperti biasa bos Jawa Pos ini menulis artikel lepas yang lugas, berbobot dan brilian. Barangkali ini juga bisa kita ambil manfaatnya, selamat membaca…..

dahlan iskan bos jawa posDahlan Iskan: Usul untuk Memfokuskan Kinerja Menko-Menko Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat
SIAPA pun menterinya, keluhan terbesar selama lima tahun terakhir ini se­benarnya adalah: bagaimana para men­teri itu bisa menggerakkan eselon I (Dirjen) dan eselon II (direktur) di se­tiap kementeriannya. Menterinya bo­leh baru, tapi birokrasinya barang la­ma. Lengkap dengan berbagai peraturan yang menghambat. Termasuk, per­aturan untuk mengganti para pembuat konsep peraturan itu.

Sehebat apa pun seorang menteri, dia langsung terkerangkeng oleh bawa­hannya. Apalagi, sang bawahan sudah be­gitu ahli menggunakan kerangkeng­nya itu selama berpuluh tahun. Apalagi, sang menteri sendiri tidak bisa be­gitu saja mengganti mereka. Ada pro­sedur yang sulit, lambat, berbelit, dan lama untuk membuat seorang men­teri bisa memilih Dirjen dan direktur yang kecepatan serta kecerdasannya se­suai dengan yang dia inginkan.

Read the rest of this entry »

outliersDalam otobiografi yang diterbitkan setiap tahunnya oleh para miliuner/pengusaha/bintang rock/bintang pop/selebriti/olahragawan/negarawan, benang merah ceritanya selalu sama, pahlawan kita dilahirkan dalam kehidupan yang sederhana dan karena kegigihan serta bakatnya, dia kemudian mampu meraih kesuksesan.

Pada saat peresmian patung pahlawan kemerdekaan Amerika, Benjamin Franklin, Robert Winthrop mengatakan kepada khalayak, “Angkat kepalamu, dan lihatlah gambaran orang yang bangkit dari nol, yang kesuksesannya bukan didapatkan dari orang tua atau dukungan orang lain, yang tidak menikmati keuntungan akan pendidikan ratusan kali terbuka bagi kalian, yang banyak melakukan pekerjaan kasar dalam berbagai bisnis yang dijalaninya, tetapi hidup untuk menantang para Raja dan gugur dengan meninggalkan nama yang tidak akan dilupakan dunia.”

Read the rest of this entry »

11Pertanian, Sektor Sensitif

Beberapa waktu yang lalu dalam kesempatan Book Fair di Malang, saya mendapatkan buklet menarik dari Dompet Dhuafa. Meskipun merupakan edisi lama (tahun lalu) beberapa isinya masih relevan dan menarik untuk dijadikan sumber penambah khasanah. Bahasannya mengenai program Dompet Dhuafa unggulan untuk petani dhuafa di beberapa propinsi di ndonesia meliputi Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, Brebes, Sukabumi, Bogor dan Banyuasin Sumatera Selatan. Hal yang menarik bagi kita yang sedang bersemangatnya melakukan pembangunan utamanya di sektor pertanian. Saya jadi teringat awal 2009, Badan Litbang Deptan pernah membuat kajian tentang perlunya Bank Pertanian berdiri yang nantinya akan memudahkan petani dalam mengakses modal untuk mengambangkan lahan pertaniannya. Namun, saat itu, Menko Perekonimian melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi mengangap masih belum waktunya karena  instrument dan SDM yang menanganinya belum ada. Apalagi definisi Bank Pertanian belum jelas.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Deptan, Gatot Irianto, “Potensi pembentukan bank pertanian sudah ada. Begitu juga dengan calon nasabah, karena ada 25 juta petani di Indonesia. Tapi, ternyata yang hanya dibutuhkan adalah kemauan politik, mau tidak Presiden (SBY) membentuk segera, karena memang sudah dibutuhkan petani.”

Read the rest of this entry »

teroris screamIsu teroris sungguh memojokkan umat Islam. Apalagi di Kota Batu, yang pernah menjadi tempat digrebeknya Dr. Azahari (disini, dan disini), kewaspadaan itu masih terasa. Beruntung aku mendapatkan kost yang lingkungannya bagus dan di samping pak RT. Jadi tidak bermasalah.Apalagi memang komunikasi selama ini terjalin bagus, bahkan sangat bagus.

Nah, ada kejadian menarik. Beberapa waktu yang lalu ketika sholat maghrib di sebuah masjid di Kota Batu (dekat alun-alun), sehabis sholat saat hendak pulang, saya menyempatkan ngobrol sebentar dengan salah seorang jamaah. Ia seorang pemuda, yah kira-kira 30-an tahun umurnya. Ia adalah warga setempat yang sejak sebelum Ramadhan 1430 H yang lalu rajin ke masjid, termasuk sholat Subuh. Setidaknya katanya ada 2 orang lagi yang mulai rajin setelah selama ini jarang mampir ke masjid. Biasanya, sebelumnya mereka memang sering lalai sama sholatnya.

Read the rest of this entry »

jalan cinta para pejuang Salim A FillahAda sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.

Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.

Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.

Read the rest of this entry »

Gedung DPR MPRPRASYARAT

Pemahaman terhadap rasam  tentang Abu Yusuf ini insyaallah akan lebih baik jika para pembaca tercinta terlebih dahulu membaca rasam kami yang berjudul “Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah”. Tulisan tersebut terdapat dalam arsip CATATAN FB beberapa waktu lalu,  juga kami muatkan di halaman www.fillah.co.cc

HadaanaLlaahu wa iyyakum ajma’iin.

KERAJAAN: DARI ‘UMAYYAH KE ‘ABBASIYAH

Awal-awal, agar pembaca tercinta tak musykil lagi dengan penyebutan ‘kerajaan’ untuk daulah setelah masa Khulafaur Rasyidiin, mari sejenak mengingat kembali hadits Safinah, Maula Rasulillah. Beliau ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Khilafah sepeninggalku tigapuluh tahun lamanya.” Ini lafazh yang diriwayatkan Ibnu Hibban (15/35/6657). Dalam riwayat Ahmad (5/221/21937), At Tirmidzi (4/503/2226), dan Abu Ya’la ada tambahan lafazh “Setelah itu adalah kerajaan.”

Dalam riwayat Abu Dawud (4646, 4647), dicantumkan keterangan Safinah yang berkata, “Mari kita hitung; Abu Bakr memegang urusan selama 2 tahun, ‘Umar selama 10 tahun, ‘Utsman selama 12 tahun, dan ‘Ali selama 6 tahun. Maka genaplah 30 tahun.” Adapun Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah (9/153, 169, dan 210) menegaskan periode Khilafah berakhir ketika Al Hasan ibn ‘Ali menyatukan kaum muslimin dalam kepemimpinan Mu’awiyah ibn Abi Sufyan pada bulan Rabi’ul Awwal 41 H, benar-benar tepat 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah pada Rabi’ul Awwal thn 11 H.

Read the rest of this entry »

Standbeeld_Saladin_Damascus“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”

-Sa’d ibn Abi Waqqash, ketika membai’at Mu’awiyah ibn Abi Sufyan-

Al Imam Ibnul Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 3/405 merekam adegan pembai’atan Mu’awiyah oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ini. Awalnya Mu’awiyah marah. “Apa salahnya Anda memanggilku Amirul Mukminin?”, katanya. “Demi Allah”, kata Sa’d, “Aku tidak suka memperoleh apa yang kau dapat dengan cara yang kau gunakan!”

Ya, wajar bagi Sa’d mengatakan demikian. Beberapa hari sebelumnya, sang keponakan, Hasyim ibn ‘Utbah ibn Abi Waqqash menghadapnya disertai perwakilan berbagai kabilah. “Demi Allah wahai Paman”, kata Hasyim, “Ada seratus ribu pedang terhunus yang berpendapat bahwa engkaulah yang paling berhak memegang kepemimpinan kaum muslimin!” Sang keponakan mungkin benar. Dari kesepuluh sahabat Rasulullah yang beliau jamin ke surga, tinggal Sa’d ibn Abi Waqqash yang kini masih hidup.

Ketika itu, Sa’d menunduk dan menitikkan air mata. “Demi Allah Ananda”, jawabnya sambil menatap lekat mereka yang hadir dengan mata berkaca-kaca, “Aku hanya menginginkan satu saja dari seratus ribu pedang itu; yang jika kupukulkan pada seorang mukmin pedang itu takkan berdaya; tapi jika kupukulkan pada musuh Allah maka ia akan membelah dengan ketajamannya.” Kata-kata Sa’d, paman kebanggaan Sang Nabi ini, diabadikan oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah 8/72.

Read the rest of this entry »

Balitjestro1

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Posisi Balitjestro berada pada 4 km dari Kota Batu dan pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Berdasarkan Surat Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 13/Permentan/OT.140/3/2006 Loka Penelitian Jeruk dan Hortikultura Subtropik mengalami peningkatan eselonisasi dari Eselon IV ke Eselon III dengan nama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

Balitjestro adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) penelitian dan pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

TUGAS POKOK

Melaksanakan kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika seperti apel, anggur, lengkeng, stawbery dan buah subtropika lain. Komoditas Mandat Balitjestro adalah komoditas prioritas : jeruk, apel dan anggur dan komoditas prospektif: lengkeng.

Read the rest of this entry »

oleh : salim-a-fillah


kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,

maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,

pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:

selamanya memberi yang bisa kita berikan,

selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.

-M. Anis Matta-

CN-102Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

Read the rest of this entry »

untukusamah_310_230Madinah murung.

Mendung tebal serasa menyelimuti seluruh Kota Madinah. Suasana itu hadir di hati seluruh shahabat. Tanpa terkecuali. Semua menundukkan kepalanya. Semua meneteskan air matanya. Semua tersayat hatinya. Dunia kehilangan sumber cahayanya. Rasulullah mulia dipanggil oleh Rabnya.

Pemakaman Nabi menjadi klimaks kesedihan yang tak mampu diurai oleh kata-kata. Saat timbunan tanah, sedikit demi sedikit mengubur jasad mulia itu.

Dunia Islam berkabung.

Read the rest of this entry »

Pengguna internet di Indonesia dalam waktu dekat akan mencapai 25 juta orang, bila program sistem informasi aplikasi pendidikan (SIAP) diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Menurut General Manajer Unit Enterprise Regional (UNER) II PT Telkom (dalam Tempointeraktif), Ace, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 20 juta orang atau masuk kelompok pengguna besar di Asia setelah Cina (210 juta), diikuti Jepang, India, dan Korea kemudian Indonesia.

Nah, salah satu pengguna tersebut tentunya adalah mereka yang bekerja di kantoran, baik itu swasta maupun pegawai pemerintah alias PNS. Beberapa kantor teman saya yang merupakan perusahaan swasta memblokir internet untuk email, milis, YM, FB, dan fasilitas pribadi lainnya. Yang lain justru membuka selebar-lebarnya fasilitas itu untuk kepentingan kerja dan kenyamanan bekerja karyawannya bahkan ditambah telepon gratis dari kantor.

Read the rest of this entry »

Sebagian besar ahli dan praktisi pembangunan Indonesia tampaknya sepakat, reformasi birokrasi merupakan hal pokok untuk memperbaiki kesejahteraan.

Masalahnya, bagaimana menghasilkan birokrasi yang kompeten, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun pelayanan penyediaan? Prinsip apa yang harus diambil, mulai dari mana?

Perbaikan birokrasi tidak hanya upaya mencari sistem yang efisien. Upaya ini harus dilihat dalam konteks strategi pembangunan, dengan masalah tarikan ekonomi politik. Reformasi birokrasi selalu harus memperhitungkan ketersediaan sumber daya untuk melakukannya.

Read the rest of this entry »

Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.

Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:

Read the rest of this entry »

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.

Read the rest of this entry »

Semangat penanggungan dan naluri keulungan adalah gelora moral dan jiwa sekaligus yang hanya mungkin metahirkan bunyi cinta yang nyaring kalau ia menggaung dalam ruang kepribadian yang ulet.

Ulet. Pribadi yang ulet. Itu semua tentang daya tahan untuk terus memberi dan kemampuan untuk terus bertumbuh. Keuletan adalah ciri pribadi yang kuat dan kokoh. Kerja-kerja batin dalam suatu tindakan cinta seperti memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi hanya mungkin dilakukan oleh jiwa-jiwa yang ulet: jiwa-jiwa yang selalu mampu menembus ketidakmungkinan, jiwa-jiwa yang selalu sanggup melawan kebosanan, jiwa-jiwa yang selalu bisa memecahkan kebekuan dan kemalasan, jiwa-jiwa yang selalu dapat mengalahkan kelelahannya sendiri.

Read the rest of this entry »

John Lennon adalah trauma. Lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: “If God in our side, He’ll stop the next war.”

Sejarah perang moderen adalah mimpi buruk terpanjang umat manusia. Api. Debu. Darah. Air mata. Terlalu mengerikan. Perang moderen jadi tragedi kemanusiaan karena ia lahir dari dendam, keserakahan, megalomania dan kesunyian.

Read the rest of this entry »

plus minusKonsep ini diperkenalkan oleh Francis Keppel yang merupakan komisioner pendidikan di era Presiden Kennedy. Pada tahun 1950-an, Frank diangkat menjadi dekan fakultas pendidikan di Harvard. Pada waktu itu, fakultas yang dipimpinnya tidak lebih dari rata-rata. Para staf pengajar cenderung menambah mata kuliah untuk mendongkrak nilai penting dan upah mereka. Untuk memperkuat kurikulum, Frank menetapkan aturan baru: Tidak boleh menambah mata kuliah tanpa mengurangi mata kuliah lainnya. Aturan itu dirancang untuk membuat staf pengajar berpikir dua kali mengenai kualitas dan relevansi suatu mata kuliah baru dan mengenai mata kuliah mana yang menurut mereka lebih jelek dan bisa dihapus,

Aturan Keppel ini berlaku pada semua bidang. Dalam kehidupan kita juga mengalami hal tersebut. Dalam bentuk fisik khususnya, kita dibenturkan dengan pilihan ketika menambah harus mengurangi yang sudah dipunyai. Tempat menyimpan barang kita terbatas, oleh karena itu barang lama harus dikurangi. Misalnya karena setiap hari koran langganan di rumah senantiasa bertambah, pada akhirnya yang lama harus dijual. Begitu pula dengan pengalaman kemarin ketika hardisk eksternal 160 Gg yang saya punya penuh dengan file pemberian teman, pilihannya adalah menambah (beli lagi) atau mengurangi yang sudah ada. Karena memang tidak semua file yang ada itu penting, maka pilihan terbaik adalah menghapus yang tidak penting daripada membeli. Setelah ditonton habis, beberapa serial film favorit seperti Heroes, Prison Break dan film2 action harus dihapus yang totalnya bisa mencapai 80 Gg, jadi saya masih menyisakan 80 Gg untuk hal lainnya.

Untuk kasus yang non fisik, John Naisbitt dalam bukunya Mind Sett menceritakan bahwa dalam proses menulis bukunya ia memulai dengan 27 pola pikir yang selama bertahun-tahun membantunya berpikir tentang masa depan. Jumlah itu rasanya terlalu banyak. Jadi ia berpikir ulang, pola pikir mana saja yang paling membantunya. Akhirnya ia memilih 10 dan mulai menulis tentang mereka. Dalam prosesnya akhirnya ia menambahkan pola pikir yang ke-11 yang setelah dikaji tidak kalah penting dengan yang lainnya. Akhirnya buku yang ditulisnya ketika saya baca kemarin, penilaian saya adalah sangat lugas, fokus dan berbobot. Fakta-fakta masa lalu dan sekarang yang digunakan untuk memprediksikan masa depan adalah fakta yang terpilih yang mampu membuat pembaca mengolahnya tanpa banyak ‘beban’ data.

Dalam olahraga prinsip ini senantiasa berlaku. Bola basket membatasi 12 pemain aktif dalam tiap tim di daftarnya. Sepakbola membatasi 11 pemain setiap tim yang bermain di lapangan. Jika sebuah tim menambah pemain, tim itu senantiasa harus berpikir keras siapa yang akan dilepas. Sedangkan Jack Welch memiliki aturan di GE bahwa setiap tahun, setiap unit harus menyingkirkan 10% karyawan yang berada di deret bawah yang dapat diganti dengan para kandidat yang lebih menjanjikan. Pola pikir ini membantu GE tetap konsisten dan berlaku di banyak bidang agar tetap fokus.

Sebagai seorang yang suka tantangan, sekian target hidup telah dicanangkan. Dan untuk meraihnya sebaiknya memang lakukan sekian target terlebih dahulu, fokus dan konsekuen dalam menjalankannya. Kebanyakan orang ingin melakukan banyak hal sekaligus. Namun pada akhirnya ia kewalahan dalam menjalani setiap proses untuk mencapai target yang juga harus diperjuangkan secara bersamaan.

futsalBaru-baru ini kami menyempatkan untuk berkumpul untuk Futsal yang sudah dilakukan setidaknya dua kali bersama temen-temen alumni SMA 1 Jogja, mayoritas pernah aktif di KSAI Al Uswah. Kalo adik-adik pengurus KSAI sekarang sering futsal, bahkan ada klubnya, kami yang sedikit lebih senior tidak mau kalah. Mbentuk tim juga. Walau tidak mudah karena mayoritas temen-teman sudah melanglang buana, kerjanya tidak di Jogja.

Alhamdulillah, ada kesempatan di waktu-waktu rehat ketika sebulan sekali pulang ke Jogja kita bisa berkumpul dengan menyamakan waktu pulangnya (ke Jogja). Olahraga yang dilakukan pun akhirnya plus-plus, selain sehat, kita juga mengeratkan lagi tali silaturrahim, membuat teman bisa beramal karena mentraktir (hehehe :) , berbagi informasi, pengalaman kerja dan dunia baru.

Di pertemuan pertama, tanggal 10 April 2009, lumayan banyak yang ikut. Sayang, saat itu pas kebetulan ndak bisa hadir. Katanya hampir 20-an orang. Ada mas Rois, Igun, Hifni, Ratio, Riza, Rafie, Tyas, dan banyak adik-adik 2006. Kalau yang kemarin 3 Mei 2009 juga lumayan, bisa mendatangkan alumni yang pertemuan sebelumnya tidak bisa ikut. Kebetulan sebagian besar baru pekan depan pulang ke Jogja. Ahad kemarin ada mas Chanief, Igun, Jaya, Rafie, Iqbal, Hananto, Nuri, Pugo, dll. Beberapa seperti mas Agung, Aldi, Fauzan, Denis, Duo Imam, dll ijin karena terlanjur sudah ada agenda lain… Semoga lain kali lebih rame lagi.

Kagiatan yang mungkin sepele, tetapi banyak manfaatnya. Sekarang memang ada sebuah trend baru. Dimana banyak hal bisa dibisniska. Termasuk lapangan futsal ini. Menyewa selama 2 jam tidak murah. Bayangin dulu waktu kecil sering sepakbola berjam-jam gratis. Sekarang lapangan sudah jarang kalau tidak mau diakatakan tidak ada. Kalau di Jogja, masih lumayan (menurut temenku yang kerja di Jakarta). Di sini masih Rp 100-an ribu perjamnya untuk lapangan rumput sintetis.. Di Jakarta yang bagus antara Rp 200-250an ribu perjam. Memang, peluang bisnis yang menggiurkan. Tak heran jika dimana-mana menjamur.

filmBanyak orang suka film, tapi banyak pula yang berhenti hanya pada sekedar rasa suka itu. Padahal, kalau dikemas dalam sebuah kegiatan yang lebih tertata (terkoordinasi), misalnya dalam wadah klub film, rasa suka itu berbuah kemanfaatan yang lebih.

Berawal dari klub pecinta filmnya Pro U, masSalim, Denis, Zudi, dkk mengembangkannya menjadi lebih terbuka untuk umum dengan bedah film di Edmart Boocafe yang lokasinya tepat di depan rumah mas Denis, Karangwaru Lor, Tegalrejo. Belajar teamworking, nilai-nilai persaudaraan dari film terasa lebih asyik dan mengena. Film yang terakhir kemarin dibedah adalah Warriors of Heaven & Eeart. Di ruang yang sudah di-setting ala bioskop, kami menonton dengan ditemani berbagai suguhan tuan rumah.

Sabtu, 3 Mei 2009, Acara di mulai tepat pukul 16.00 sesuai undangan. Film yang durasinya hampir dua jam dipending ketika adzan maghrib hendak berkumandang. Acara dilanjutkan kembali dan diteruskan dengan diskusi. Sayang kemarin pas Mahgrib saya dan Tyas keburu cabut karena ada agenda lain dengan teman-teman remaja masjid, jadi tidak bisa cerita lebih banyak lagi, maaf… hehehe J

bunga-bungaanBanyak niat baik tidak bisa terlaksana karena tidak ada yang mau muncul sebagai penggerak atau penghubung yang mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan sebuah rencana kegiatan. Misalnya saja, sering di beberapa kesempatan beberapa senior seperti pak Ardianto, pak Syafi’i, pak Rosyid, pak Idam, dll ingin silaturrahmi ke guru-guru SMA dulu. Tapi mungkin karena tidak ada yang muncul sebagai penggerak, akhirnya niat itu lama diwujudkan. Beruntung kemarin mas Salim mangajak banyak pihak untuk silaturrahim lagi, termasuk senior-senior kami. Dimulai dari rumah pak Muhammad Zar’an.

Menjadi penggerak sebetulnya tidak begitu sulit. Kalau sekarang sih paling cuma berkorban sedikit pulsa, semua beres. Hanya saja sedikit orang yang mau mengambil peran ini dengan berbagai alasan. Kalau niat baik untuk kumpul melakukan suatu hal yang bermanfaat itu sudah ada, sebenarnya semua lebih mudah untuk diatur.

retakanHidup kita memang tidak akan pernah lepas dari masalah, seperti yang sudah kita maklumi. Bahkan, tidak jarang keceriaan yang kita nikmati dalam waktu yang sesaat, justru meninggalkan luka berkepanjangan. Namun, hidup tentu tidak hanya kumpulan masalah. Karena kita hidup hanya sebentar, dan untuk itu ia harus dinikmati. Keceriaan dan kebahagiaan harus lebih mendominasi hidup ini daripada masalah yang hanya memangkas jatah usia. Dan untuk menghilangkan masalah itu, kadang kita perlu dan harus melupakannya. Bagaimana cara melupakannya?

Melupakan dengan Membiarkan Hari-hari terus Berputar

Yakinlah bahwa zaman tak akan berada pada kondisi yang sama terus menerus. Hari-hari pasti berganti. Kegagalan akan segera berganti dengan keberhasilan, begitu juga keberhasilan tidak selamanya bersama kita., sebab Allah SWT berfirman, ”Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia.” (QS. Ali Imran : 140)

Read the rest of this entry »

adik bayiDi surga yang tanpa lapar dan tanpa ketelanjangan, pada mulanya Adam hidup damai dan tenteram. Ditemani istrinya, yang diciptakan untuk mengusir sepi dan membuat hidupnya tidak sendiri. Adam benar-benar dalam puncak kebahagiaan, “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.” (QS. Thoha: 118-119).

Tetapi sesudah itu, Adam, bapak kita dan pemula seluruh umat manusia megawali sejarah penting kehadirannya di bumi dengan lupa. Allah berfirman, ”Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (QS. Thoha: 115). Jadi lupa adalah salah satu identitas terpenting kemanusiaan kita. Kita manusia maka kita lupa. Kita lupa maka kita manusia.

Read the rest of this entry »

alam indahAgar tidak Terjebak pada Masalah yang Sama

Jalan licin sehabis diguyur hujan seringkali menyebabkan kita tergelincir dan terjatuh lebih dari satu kali. Kenapa itu terjadi? Sebabnya karena seringkali kita selalu menoleh ke tempat kita terjatuh, kemudian lalai memperhatikan jalan licin yang masih panjang, yang terbentang di hadapan kita. Seharusnya kita tidak lagi terus menoleh ke tempat itu, melainkan melangkah lebih berhati-hati karena penyebab kita terjatuh masih ada jalan yang licin.

Mengingat Masalah hanya Akan Mengacaukan Hidup Kita, Maka Biarkan Ia Berlalu

Dengan selalu mengingat-ingat masalah serta tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya, maka kita akan mengalami kegoncangan jiwa, penyakit yang akan menghancurkan kekuatan kita untuk tetap bertahan hidup. Lilitan hutang, tanggung jawab memberi nafkah, tagihan-tagihan yang harus dibayar, misalnya, semua berperan menjadi penyebab kesedihan dan kekhawatiran, yang jika kita terus mengingatnya akan membuat hidup kita semakin kacau. Padahal, orang-orang yang memiliki tujuan yang kuat dalam hidupnya, mereka telah berhasil melampaui masalahnya dan melupakan kejadian apapun yang menimpanya, kemarin dan saat ini, dan tidak mau menoleh pada cahanyanya yang temaram. Sebab dengan terus mengingat masalah itu, hanya akan menciptakan ruang yang gelap di dalam hati.

Read the rest of this entry »

golongan darahOOT, sekedar untuk refreshing saja, jangan terlalu dipikir serius :)

Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?

SIFAT SECARA UMUM
A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin orang mudah sebel,kecenderungan politik: “destra”
B : nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: “sinistra”
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderungan politik: “centro”
AB : unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik

Read the rest of this entry »

guru sma 1 jogjaBeberapa waktu kita (Aku, Tyas dan Shofwan+istri) menyempatkan silaturrahmi ke SMA 1 Jogja, Sekolah kami tercinta. Berawal dari sebuah acara di Masjid Al Falah yang menyelenggarakan penggalangan dana Palestina se-Nopela (Nologaten, Tempel dan Ambarrukumo), sosok akrab dan besar itu (hehe), ternyata ikut juga dalam acara di masjid utara Ambarrukmo Plaza ini, dia adalah Shofwan yang datang dengan mas Fanni Pro U dan ayahnya, Pak Jazir. Segera saja kukabari akh Tyas yang ternyata langsung meluncur juga ke lokasi. Subhanallah, sigap juga nih anak. Singkat cerita, esok paginya kami berencana ke sekolah dan guru-guru untuk silaturrahim.

Sudah lama kami tidak menginjak sekolah ini. Sudah banyak pula perubahan yang terjadi, mulai kantin barat yang sudah menjadi tempat parkir motor, karena saking banyaknya siswa sekarang yang naik motor, gedung bahasa yang ditingkat di dekat lapangan basket dan ruang-ruang kelas yang sudah tidak sama lagi ketika kami masih menjadi siswa SMA dulu. Banyak yang sudah berubah!

Read the rest of this entry »

kue bahagiaAda 5 hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia.

Pertama, adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai. Anda sudah memiliki pekerjaan tetap, dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi masih saja merasa kurang. Anda merasa bahagia jika memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil bagus, berbagai tempat yang sudah dijelajahi, koleksi barang antik lengkap, dan lain sebagainya. Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda. Padahal, Anda tidak akan bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dna bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang ini.

Read the rest of this entry »

marahKetika ada anak kecil sedang bermain dan tiba-tiba tanpa diduga terjadi kecelakaan, misalnya jatuh hingga berdarah, memecahkan kaca jendela sehingga pecah, kaki atau tangan terjepit, lantas siapa yang disalahkan? Anak kecil itukah? Tentu saja tidak! Tentu kita semua sepakat menunjuk hidung orang tuanyalah yang kurang mengawasi. Jadi apapun yang terjadi dengan anak kecil, orang tuanyalah yang salah. “Kenapa anak ini sakit dan kurus? Kenapa kurang gizi? Kenapa giginya hitam dan keropos? Kenapa anaknya nakal?” Bukan sang anak yang salah, tapi orang tuanya. Orang tuanya tidak bisa mendidik dan merawat dengan baik.

Read the rest of this entry »