Sie Kerohanian Islam yang selanjutnya disingkat ROHIS adalah wadah yang menampung siswa-siswi muslim di SMA 1 Teladan Yogyakarta. Sehingga dari segi kuantitas Rohis mempunyai ‘bolo’ yang besar, hal inilah yang menantang bagaimana agar mampu mengerahkan dan mengarahkan segenap potensi yang ada.
Adalah memang demikian kalau dikatakan bahwa pada dasarnya anak-anak SMA 1 Jogja itu baik, pintar-pintar dan bahkan punya semangat beagama yang tinggi. Namun, sangat disayangkan jika potensi tersebut sia-sia. Hal inilah yang melatarbelakangi pembentukan suatu alternatif pilihan diantara sekian banyak pilihan yang berupaya meniti jalan kebenaran (baca = Islam). Dari pemikiran itu pula kiranya fungsi dan peran Rohis digariskan dalam Dwi Fungsi Rohis, yaitu :
1. Pembinaan Syakhsiyah Islamiyah
Syakhsiyah Islamiyah adalah pribadi-pribadi yang Islami. Jadi Rohis berfungsi untuk membina muslim Teladan menjadi peribadi-pribadi yang unggul, baik dalam kapasitas keilmuannya maupun keimanannya. Karena Syaksiyah Islamiyah adalah dasar pembentukan keluarga yang sakinah, keluarga ini menjadi pilar masyarakat yang baik yang selanjutnya menciptakan kondisi negara yang thayyib dan rabbun ghaffur.
2. Pembentukan Jamiatul Muslimin
Maksudnya adalah bahwa Rohis dapat berfungsi sebagai ’base camp’ dari siswa-siswi muslim SMA 1 Yogyakarta untuk menjadikan pribadi maupun komunitas yang Islami. Dari sini maka tekad untuk membumisasikan Islam di SMA 1 akan mudah tercapai. Apalagi sekitar tahun 1990, Rohis telah mempunyai motto ”Isyhadu Bianna Muslimun” (Saksikanlah bahwa kami orang-orang Islam).
Perjalanan Al Uswah dalam rentang waktu yang belum terlalu lama ini sudah cukup untuk membuktikan kebenaran firman Allah dalam surat Muhammad (47) ayat 7 : ”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Kisah ini dimulai pertengahan tahun 1986. Sebelum itu yang dinamakan Sie Kerohanian Islam masih dianggap relatif kecil, kalau tidak bisa dikatakan hanya sekadar hitam di atas putih. Al Uswah dulu adalah nama musholla dekat WC yang layaknya disebut gudang. Kemudian muncul ide yang merebak untuk memberi nama sekaligus memberi identitas terhadap muslim Teladan. Mula pertama ketika Rohis dipimpin oleh Hamdan Handoko yang dengan tiba-tiba mencantumkan ”Al Uswah” dalam sebuah dekorasi PHBI. Untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Unit Komunitas Islam di SMA 1 pada masa kepemimpinan Munif Ridwan. Sedangkan logo yang saat itu muncul adalah karya Sunardi yang telah memenangkan lomba pada waktu itu. Di masa ini pula Rohis pertama kali ikut PTB WDP dan sekaligus menciptakan tekad ”Membumisasikan Islam di SMA 1”.
Masjid Al Uswah sekarang yang jauh lebih indah dan lebih nyaman daripada musholla sebelumnya bukanlah mudah untuk mewujudkannya, tetapi butuh perjuangan dan pengorbanan. Musholla Al Uswah, tempat yang penuh keteduhan itu berdiri pada hari Jum’at 3 Agustus, tinggal satu perjuangannya, yaitu memakmurkannya.
Jilbab yang menjadi dambaan dan identitas siswi muslim mulai muncul tahun 1990-1991. Ketika itu masih terlalu banyak tantangan dan hambatan yang menghadang, namun itu semua tidak menyruutkan semangat para jilbaber perintis.
Hingga akhirnya datang masa bahagia seiring turunnya SK Mendikbud no 100 yang membolehkan pemakaian pakaian khas itu di lingkungan pendidikan. Tahun-tahun berikutnya jilbab seakan terus merebak di kampus cemara, melambai-lmbai mengajak siswi muslimah untuk turut mengamalkan perintah wajib yang satu ini.
Di masa kepemimpinan Anton Rahmat Widodo ini juga lahir Jamaah Pelajar Muslim yang menjelma menjadi Forum Komunikasi Pelajar Muslim (FKPM) sebagai hasil dari pembicaraan ketua Rohis SMA 1, SMA 3, SMA 4 dan SMA 10. Di masa ini juga digariskannya adanya Dwi Fungsi Rohis yaitu pembinaan Syakhsiyah Islamiyah (pribadi muslim yang baik) dan pembentukan Jamiatul Muslimin.
Masa selanjutnya bukanlah masa yang ringan bagi pengurusnya, disamping harus menjaga peran dan fungsi Rohis pada tempatnya juga beban warisan ”nama besar” yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Disamping harus melakukan pembenahan dalam upaya pembinaan kedalam maupun keluar. Rohis juga dituntut untuk mampu mengenali dan memahami kebutuhan ’umat’ kalau tidak ingin ditinggalkannya.
Tercatat sekarang ini agenda-agenda yang telah ada sebagai upaya melengkapi peran Rohis diantaranya Gema Ramadhan Teladan (GRT), Forum Kajian Islam (FKI), Rohis Shop, Bulan Al Qur’an, Gelar Muharram Teladan (GMT), dan sederet agenda lainnya yang semua itu tidak lain sebagai realisasi untuk membumisasikan Islam di SMA 1 Jogja. Dan rupaya gayung pun bersambut, ketika mantan aktivis itu telah meninggalkan kampus tercinta, mereka alumni-alumni –muslim teladan- merasa dipertemukan kembali oleh ”jari-jari” Allah. Dibentuklah KSAI Al Uswah pada 9 Agustus 1991 dan pada 14 November 1993 digalar Muktamar KSAI Al Uswah untuk pertama kalinya. ■ Hnf


11 comments
Comments feed for this article
June 7, 2008 at 4:50 am
abu arkan
logonya mbok diganti..
sekilas mirip lambang yahudi sepertinya..
June 7, 2008 at 10:30 pm
hanif
lha kan udah diganti akh.. tuh, gambar yang bawah
July 7, 2008 at 3:19 am
anang
salut.. buat yang nulis..
bis alintas generasi.. sekarang gimana KSAI?
Alunus teladan ‘92
eks Rohis dan KSAI
July 10, 2008 at 1:46 am
hanif
Alhamdulillah, KSAI insya Allah senantiasa berbenah dan berkembang… http://www.ksai-aluswah.org
September 14, 2008 at 5:44 pm
Abu Aufa
Mmmh, subhanallah. Kalo tidak salah ingat, tulisan ini pernah termuat di majalah Uswah warna ijo tua..di era tahun 94-an deh
Btw, itulah Mas Anang (kalo gak salah yang dulu badannya subur..) Risalah Muhammad SAW akan sinambung sampai akhir zaman, dengan generasi yang senantiasa bertautan untuk menjadi penghasungnya.
Barokallahufik u Brother Hanif yang telah menuliskannya untuk kita
September 27, 2008 at 3:16 am
hanif
mas Yuli… senang bisa berjumpa lagi… ^_^
Iya, saya rangkum dari beberapa majalah dan sumber di aluswah, beberapa masih dalam proses olah… banyak yang tercecer… sedang merangkai lagi kebaikan-kebaikan itu…
December 13, 2008 at 2:30 pm
wong
hm . .
aluswah ya .?
Assalamu’alaikum..
salam kenal,, btw KSAI itu apa ya kalo boleh tau?
thx ya bagi seseorang yg mau jwb ptnyaan saya ini ^o^
December 23, 2008 at 12:19 am
Hanif Abu Hanif
Bismillah…
Assalamu’alaikum
Kabar bagus buat kawula muda, temen-temen SMA/SMK Se-Eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya. Di musim liburan ini, kamu-kamu diundang buat ikutan acara seru dan bermanfaat, Insya Allah. Daripada waktu liburan kamu, kamu habiskan buat sesuatu yang nggak ada manfaatnya alias sia-sia, mending ikutan acara ini. Dan temukan kesegaran hidupmu di sini!!!
Hadirilah, dengan mengharap wajah Allah semata!
DAUROH SMU/SMK SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA
Tema : “INDAHNYA BERMANHAJ SALAF”
Materi : Aqidah, Akhlak, Manhaj, Fiqih, dan Siroh
Waktu Pelaksanaan : Jum’at-Senin/26-29 Desember 2008
NB : Peserta diharapkan untuk shalat Jum’at di Masjid Ibnu Taimiyyah
Tempat Pelaksanaan : Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran, Sanggrahan, Grogol, SKH
Pemateri : Asatidzah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Surakarta dan sekitarnya.
Perlengkapan yang harus dibawa :
1. Mushaf Al-Quran
2. Alat Tulis
3. Alat Mandi
4. Alat Tidur
5. Busana Muslim
ACARA INI GRATIS; KONSUMSI & PENGINAPAN!!!!!
KHUSUS PUTRA!!!!
Oh iya, Info yang ana dapat dari panitianya langsung bahwasanya jika ada ikhwah SMA/Mahasiswa (luar Surakarta) yang berkeinginan untuk ikut serta, diperbolehkan ikut dauroh.
Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi bagian Info & Pendaftaran :
0812 2720 5719
0858 6744 8815
Insya Allah dauroh ini dapat Anda simak pula mellaui gelombang radio 88,2 FM.
January 29, 2009 at 8:46 am
Ridlo sman1pati
Assalamualaikum wr wb
February 21, 2009 at 7:14 pm
Muhammad Husein B.
Akhi,jazakallaahu khair u/ membuat tulisan sejarah Al Uswah ini. Saya alumni 1991, & membaca tulisan antum ini jadi teringat saat saya mulai jadi anggota Al Uswah di tahun 1989 & kemudian mulai ikut jadi salah satu pengurus saat kepengurusan Al Uswah di jaman M. Arif Rahman (lulus 1991). Salam ukhuwah dari saya.
May 23, 2009 at 7:34 am
niQ
CaEeo….
wLo cMa cLon nAgh TELADAN….( mCii SMP gToo…)
tPi tE2p nGacHii cMangAdh….
cAeeeOw