Al Ma’tsurat
Al-Ma’tsurat adalah rangkaian bacaan ayat Al-Quran Al-Kariem, zikir dan doa yang disusun sedemikian rupa oleh Hasan Al-Banna sebagai kumpulan bahan untuk zikir yang membasahi lidah pagi dan sore hari.
Sumbernya jelas dari ayat Al-Quran Al-Kariem yang dalam kitab tafsir sering disebutkan bahwa ayat-ayat itu telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk sering dibaca.
Begitu juga lafaz-lafaz zikir yang sepenuhnya diambil dari hadits-hadits Rasulullah SAW, lepas dari derajat hadits tersebut. Namun paling tidak, memang ada keterangan yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah menganjurkan ummatnya berzikir dengan lafaz-lafaz itu.
Selain ayat dan hadits itu, ada juga doa yang digubah oleh beliau sendiri yaitu doa rabithah. Doa ini terkait dengan masalah issu paling besar dalam tragedi umat Islam hari ini yaitu masalah ta’liful qulub atau penyatuan hati dalam iman kepada-Nya. Dan sejujurnya, hukum berdoa dengan menggunakan gubahan sendiri adalah boleh. Sebab Allah SWT tidak pernah mewajibkan doa itu harus sesuai dengan ayat Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Setiap orang berhak untuk berdoa dengan bahasa dan ungkapannya sendiri asal sesuai dengan etika dan adab dalam berdoa.
Sedangkan penyusunan letak ayat dan hadits sedemikian rupa sehingga menjadi seperti urutan dalam ma’tsurat itu, tentu saja bukan dari Rasulullah SAW melainkan dari penyusunnya.
Kalau dipahami bahwa wujud al-Matsurat dengan pilihan ayat dan susunannya itulah yang dahulu dibaca Rasulullah SAW pagi dan petang, tentu pemahaman ini adalah pemahaman yang keliru. Yang benar adalah bahwa ayat dan lafaz zikir itu secara umum memang sering diucapkan oleh Rasulullah SAW dalam zikir-zikir beliau.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.
Tag: al ma'tsurat, hasan al banna
Mei 14, 2008 pukul 2:00 am
tapi saya lebih mantep kalo nyebutnya “dzikir pagi petang”. biar semua orang merasa memiliki..