Maturitas

Berbicara mengenai maturitas atau kematangan memang seyogyanya dimiliki oleh semua orang, terutama para pemimpin. Pemimpin yang matang bertindak dengan logika berpikir yang baik. Kematangan ini tidak diturunkan, bukan bawaan sejak lahir, tetapi dipelajari dan berlatih. Orang yang punya pengalaman hidup menantang yang banyak cenderung lebih matang. Kematangan dan ketidakmatangan bisa terkikis dan menular.

Bagi kebanyakan orang, kematangan ditandai dengan kedewasaan yang diindikasikan dengan keberanian memasuki jenjang perkawinan, punya penghasilan sendiri serta lepas dari bimbingan (ketergantungan) orang tua. Experd melihat bahwa kematangan pribadi dijadikan kriteria utama dalam pemilihan calon pemimpin. “Kita di lembaga ini pintar-pintar semua, namun justru yang sedang dicari adalah pemimpin yang punya ciri kematangan yang, yaitu berpikir objektif, berpikir positif, mampu mengendalikan dan menyalurkan emosi, bertanggung jawab, dna mampu membina hubungan interpersonal yang harmonis dan konsisten dalam waktu yang relatif panjang.”

Ciri kematangan tersebut di atas dapat kita jadikan pegangan dalam memilih pemimpin yang pantas diharapkan membawa bangsa ini dalam kebangkitan. Sekarang kita marak menggaungkan kembali 100 tahun kebangkitan nasional sebagai penyemangat dalam mencapai harapan. Ya, harapan itu masih ada! Selama kita juga memberi kontribusi, dalam level sekecil apapun.

Sosok pemimpin yang mutungan (gampang marah), nyletukan (gampang nerocos), minder, ragu-ragu menunjukkan bahwa sebetulnya dia tidak cocok menjadi pemimpin. Cepat mengambil keputusan baik, namun jika ternyata salah maka meralat dan meminta maaf menjadi hal yang lebih baik lagi. Karena masalah kita terlalu banyak. Harus diselesaikan dengan segera dan komprehensif.

Ditanya dari mana kita bisa bangkit? Maka kita memang harus memulai dari pendidikan diiringi dengan stabilitas politik dan ekonomi. Pemimpin yang matang harus berani mengambil langkah strategis, walau tidak populis. Justru dengan betindak tepat, maka  ke depan, masyarakat akan semakin percaya dan patuh pada pimpinannya. Tidak ada perubahan ekstrim di dunia ini yang terjadi tanpa melalui tantangan. Orang yang visioner, lepas dari paradaigma umum itulah adalah orang-orang yang matang dan terpilih. < Hnf

Tag: ,

2 Tanggapan ke “Maturitas”

  1. tegalrejo Berkata:

    Nif, Antum saiki lagi nang warnet yo?? Karo aku tho?

  2. tegalrejo Berkata:

    Nif, nulis neh. Lagi ajar kiy..

Tinggalkan Balasan