Dakwah adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam laki-laki dan perempuan mukallaf. Akan tetapi dijumpai banyak fenomena ketidakteguhan para da’i dalam menunaikan amanah dakwah, sehingga banyak yang berguguran di sepanjang jalan dakwah. Salah satu sebab pokok fenomena ketidaktegaran da’i adalah kurang atau bahkan tidak adanya persiapan  yang memadai.

            Ada enam persiapan yang harus dilakukan oleh para da’i agar  bisa tegar di jalan dakwah. Pertama, persiapan ruhiyah (spiritual), dengan pendekatan yang kontinyu kepada Allah melalui kegiatan ubudiyah. Kedua, persiapan karakter, yaitu membentuk kepribadian dan moralitas da’i agar bisa menjadi teladan bagi umat. Ketiga, persiapan tsaqafah (intelektual) agar para da’i memiliki cukup ilmu dan wawasan yang diperlukan bagi kegiatan dakwahnya.

            Keempat, persiapan jasadiyah (fisik) agar para da’i memiliki daya tahan tubuh yang prima, tidak sakit-sakitan. Kelima, persiapan maliyah (material) dengan kemandirian da’i secara ekonomi sehingga bisa memperlancar dakwahnya. Keenam, persiapan kompetensi, agar para da’i memiliki keunggulan spesifik di berbagai bidang sehingga mampu menjadi contoh teladan.

            Pada kenyataannya di medan dakwah para da’i memang banyak mengalami kendala. Di antaranya adalah kelemahan tsaqafah atau ilmu pengetahuan, masalah gejolak kejiwaan, kejenuhan aktivitas, masalah latar belakang dan masa lalu da’i, serta friksi internal di tubuh aktivis dakwah.

            Agar kendala tersebut tidak menyebabkan kelemahan, maka harus diantisipasi dengan memperkuat daya tahan di medan dakwah. Ada empat hal yang akan memperkuat daya tahan para da’i. Yaitu memperbaiki persiapan, menggapai janji-janji Allah, melipatgandakan kesabaran serta memperkuat ukhuwah.

            Da’i harus bisa tegar di jalan dakwah, menghadapi berbagai macam gangguan internal maupun eksternal. Da’i harus tegar menghadapi ejekan, menghadapi gelombang fitnah, menghadapi manisnya rayuan, teror fisik, serta tegar dalam kondisi kekurangan. Dengan sikap kokoh dalam berbagai kondisi itu ia akan menjadi da’i yang sukses mengemban amanah dakwah. <