Ahad, 29 Juni 2008 yang lalu, diadakan wisuda purna siswa SMP 5 Yogyakarta. Kebetulan, aku berangkat bersama Ibu mengantikan bapak yang tidak bisa ikut untuk wisuda adikku. Biasanya kalo ada acara buat kami di sekolah, selalu Bapak dan Ibu yang berangkat. Sudah 8 tahun aku tidak main ke SMP 5 Jogja. Ternyata bangunan dan suasananya tidak jauh berubah. Yang membedakan masjid (dulu musholla) yang sudah tidak di selatan kamar mandi dan ruang IT di sebelah timur perpus. Masjidnya sekarang lebih bagus, ada di lantai 2 sebelah barat perpus.

Berbeda dengan wisuda yang diselenggarakan SMA/Sarjana pada umumnya, wisuda SMP ini tidak ada fotografer khusus. Sehingga mengakibatkan banyak tukang foto dadakan selama acara wisuda (termasuk aku tentunya ^_^ ). Rata-rata orang tua, bapak/ibu berjalan-jalan untuk mendokumentasikan acara putra/i kesayangannya. Terutama saat sang anak disalami di panggung oleh wali kelas masing-masing.

Nah, dalam acara ini sempat berbincang sebentar dengan beberapa guru yang pernah mengajar dulu. Ternyata mereka masih ingat. Ada yang ingat nama, tapi lebih banyak yang ingat wajah saja. Bu Evi, guru Geografi menjadi guru yang paling akrab karena beliaulah wali kelas kita dulu di kelas E. Kelas yang kompak dan menjadi jawara LIGA PAWITIKRA, hehehe narsis (jadi ingat watu bantai kelas IIA sampai 18-1 ^_^ ). Nggak enak juga ketika ditanya bu Evi, “Gimana, masih sering ikutan kumpul dengan temen-temen kelas E?”… ^_^. Terakhir katanya kumpul pas nikahnya Ulfah, termasuk bu Evi. Ternyata bu Evi masih mengikuti perkembangan anak didiknya. Ya, gimana lagi, seringnya tahu infonya telat, jadi nggak bisa kumpul. Kadang juga pas nggak bisa juga. Beberapa kali diberitahu temen kelas E sekampus, “Nif, ikut kumpul-kumpul kelas E ndak?” “Kapan?” Tanyaku. Temenku pun menjawab,“Kemarin”. Duh, telatnya…

Alhamdulillah bisa ngobrol juga dengan pak Tri, dulu ngajak MULOK Elektronika yang terkenal dengan decoder dan soldernya, kalo pelajaran kita saat itu disuruh nggambar IC (padahal kebanyakan nggak donk ^_^ ). Ada juga pak Edi yang menjadi langganan MC, pak Saridjo yang menjadi pembina organisasi, khususnya OSIS, MPK dan Pramuka, pak Pri yang suka mewajibkan renang, bu Madyaningsih guru bahasa Inggris, pak Mudji guru bahasa Indonesia yang katanya sekarang jadi guru seni rupa, dll.

Main ke SMP 5 banyak mengingatkan kenangan SMP dulu… unik, nyentrik, konyol. Ketika SMP aku jarang banget mau difoto, sehingga dirumah tidak punya kenangan. Ada tower air dekat musholla dulu yang menjadi saksi beberapa anak Rohis Ikhwan SMP 5 Jogja kelas II dan III yang nginep dan ngobrol-ngobrol sambil lihat bintang-bintang di langit sambil cerita-cerita. Biasanya kalo paginya ada Isra Mi’raj Atau Maulud Nabi, malam sebelumnya kita nginep untuk dekor, persiapan kursi, dll. Sekarang masih ada nggak ya?