<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>pindah ke &#34;zainurihanif.com&#34;</title>
	<atom:link href="http://futuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://futuh.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Komitmen membutuhkan pembuktian, dan amal adalah bukti konkret sebuah komitmen&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 03:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='futuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/74336a1b263b53b705482763a8af3519?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>pindah ke &#34;zainurihanif.com&#34;</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://futuh.wordpress.com/osd.xml" title="pindah ke &#34;zainurihanif.com&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://futuh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bismillah&#8230;PINDAH ke BLOG baru</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/04/04/pindah-ke-blog-baru/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/04/04/pindah-ke-blog-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 09:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim mulai saat ini blog baru saya di http://zainurihanif.com/     Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1054&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Bismillahirrahmanirrahim<br />
mulai saat ini blog baru saya di<br />
<strong><a href="http://zainurihanif.com/" target="_blank">http://zainurihanif.com/</a></strong> <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/04/04/pindah-ke-blog-baru/closed-sign/" rel="attachment wp-att-1095"><img class="wp-image-1095 aligncenter" title="closed-sign" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/closed-sign.jpg?w=300&#038;h=223" alt="http://zainurihanif.com/" width="300" height="223" /></a></p>
<address> </address>
<h1 style="text-align:center;"><strong> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8-)' class='wp-smiley' /><br />
</strong></h1>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1054/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1054&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/04/04/pindah-ke-blog-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/closed-sign.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">closed-sign</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talenta Terbaik Lari ke Sektor Keuangan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/04/02/talenta-terbaik-lari-ke-sektor-keuangan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/04/02/talenta-terbaik-lari-ke-sektor-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 00:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[IPK]]></category>
		<category><![CDATA[job fair]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[telanta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Ketika SMA, kita sudah diharuskan menentukan profesi apa yang akan kita geluti. Walau memang banyak pula yang sudah menentukan pilihan itu jauh sebelumnya. Ketika ditanya, apa cita-citamu sewaktu kecil? Banyak yang menjawab jadi pilot, tentara atau dokter. Sedikit yang bisa &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/04/02/talenta-terbaik-lari-ke-sektor-keuangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1046&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1047" href="http://futuh.wordpress.com/2010/04/02/talenta-terbaik-lari-ke-sektor-keuangan/hijrah-pindah-merantau/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1047" title="hijrah pindah merantau" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/hijrah-pindah-merantau.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a>Ketika SMA, kita sudah diharuskan menentukan profesi apa yang akan kita geluti. Walau memang banyak pula yang sudah menentukan pilihan itu jauh sebelumnya. Ketika ditanya, apa cita-citamu sewaktu kecil? Banyak yang menjawab jadi pilot, tentara atau dokter. Sedikit yang bisa menyebutkan jadi dosen, guru, professor, pengusaha atau bahkan menjadi presiden.</p>
<p>Sewaktu TK, aku pun ingin menjadi pilot. Kagum melihat ABRI saat itu begitu gagah. Apalagi melihat serunya perang Teluk di tahun 1991. Kecanggihan teknologi pesawat, kapal perang dan senjata membuat anak-anak seusiaku pada saat itu sangat antusias. Beranjak ke SD, cita-cita berubah ingin menjadi dokter. Melihat dokter sangat ramah dan baik hati, apalagi ketika merawatku sewaktu sakit atau ketika harus mencabut gigiku yang gigis, keropos kebanyakan permen dan coklat. Ketika SMP, aku pengin menjadi pemain sepak bola, gara-gara sering baca serial komik offside dan shot dan kelasku penggila bola semua, kelasku juara satu sekolah juga J. Nah, sewaktu SMA ketika ditanya ingin masuk jurusan mana, jawabannya beda lagi. Lebih idealis!</p>
<p><strong><span id="more-1046"></span>Realistis Idealis</strong></p>
<p>Ketika SMA itulah, cita-cita yang diinginkan biasanya lebih banyak terwujud. Hal itu bisa perwujudan dari cita-cita kecilnya yang sejak lama terpendam atau menemukan hal baru sesuai potensinya.</p>
<p>Kenyataan sekarang, banyak potensi muda anak bangsa yang semangat dan tertarik masuk ke dunia sektor keuangan. Tidak hanya di Indonesia saja. Di luar negeri khususnya Amerika hal yang sama juga terjadi. Gaji eksekutif di sektor keuangan menjadi dambaan tersendiri. Talenta-talenta terbaik bangsa banyak tertarik di sektor ini.</p>
<p>Sejumlah studi menyebutkan, sejak lama telah muncul keluhan bahwa sektor keuangan menyedot talenta terbaik. Hal ini membuat talenta terbaik berpaling dari sektor lain yang memberi gaji lebih rendah. ”Pada perekonomian yang didominasi jasa keuangan, sayangnya telah menyebabkan para pekerja terbaik lebih tertarik memasuki jasa keuangan karena tergiur kompensasi besar,” demikian AFP mengutip pernyataan Stiglitz ekonom AS, peraih Nobel Ekonomi 2001 di hadapan Kongres AS pada Januari 2010 lalu. ”Biaya dari misalokasi talenta yang tak proporsional ini terhadap masyarakat kita sungguh tak terhitung,” kata Stiglitz. (Kompas)</p>
<p>Kalau direnungkan lebih mendalam, semua sektor itu punya keterkaitan kuat. Memang sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada di sektor perdagangan. Nah, untuk mempunyai barang dagangan harus ada barang riil yang diproduksi, dan itu melibatkan banyak sektor.</p>
<p>Amerika sekarang mengalami sebuah ancaman keruntuhan karena pijakan ekonominya yang rapuh. Sistem bonus pada sektor keuangan misalnya didasarkan pada penjualan produk keuangan, bukan pada kinerja perusahaan. Misalnya, semakin banyak surat utang terjual semakin besar potensi bonus. Hal ini menyebabkan para eksekutif keuangan tidak peduli dengan keamanan investasi yang ditawarkan pada para pemilik dana. Pembenahan dengan memangkas gaji dan bonus sektor keuangan pasca krisis sedang dilakukan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bisnis/'>bisnis</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/ipk/'>IPK</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/job-fair/'>job fair</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/keuangan/'>keuangan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/perdagangan/'>perdagangan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/telanta/'>telanta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1046/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1046&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/04/02/talenta-terbaik-lari-ke-sektor-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/hijrah-pindah-merantau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hijrah pindah merantau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Talenta Terbaik</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/04/01/menjemput-talenta-terbaik/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/04/01/menjemput-talenta-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 01:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[cumlaude]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[peneliti]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[”Di masa lalu, para pekerja dengan talenta terbaik memasuki banyak bidang seperti kedokteran, sektor pemerintahan, riset, dan perusahaan,” (Stiglitz , ekonom AS peraih Nobel Ekonomi 2001) Sewaktu lulus, beberapa teman di Teknik UGM dengan IP cumlaude mendapat tawaran langsung bekerja &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/04/01/menjemput-talenta-terbaik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1034&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>”Di masa lalu, para pekerja dengan talenta terbaik memasuki banyak bidang seperti kedokteran, sektor pemerintahan, riset, dan perusahaan,” (Stiglitz , ekonom AS peraih Nobel Ekonomi 2001)</em></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1035" href="http://futuh.wordpress.com/2010/04/01/menjemput-talenta-terbaik/catur-strategi-perang-aksi/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1035" title="catur strategi perang aksi" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/catur-strategi-perang-aksi.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Sewaktu lulus, beberapa teman di Teknik UGM dengan IP <em>cumlaude </em>mendapat tawaran langsung bekerja di perusahaan besar luar negeri seperti Exxon Mobil, TOTAL, Schlumberger, dll. Ada pula yang mendapat tawaran beasiswa S2 ke Prancis dengan biaya TOTAL. Sementara yang lain tak kalah pamornya yaitu sebelum lulus langsung ditawari kerja Freeport.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan sektor pemerintahan, dalam hal ini PNS dan pegawai BUMN? Apakah pemerintah dengan antusias menjemput bola talenta terbaik bangsa ini ke sumbernya? Ah, jangan ditanya! Kita sama-sama tahu kawan. Tanpa mencari pun sudah banyak yang memburunya. Test CPNS diserbu puluhan bahkan puluhan ribu orang. Di salah satu Kementrian yang melakukan rekruitmen beberapa waktu lalu dengan kuota 300 yang dibutuhkan, yang mendaftar 30.000-an ribu orang. Lebih ketat daripada UMPTN (SPMB). Alasan klasik, PNS aman, nyaman dan sulit di PHK. Cekckckc… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1034"></span>Pola rektuitmennya masih amburadul. Masih ada yang sekedar menampung tanpa membuat renstra yang matang. Sebuah contoh nyata di Kota Batu. Dalam gedung megah yang beranggotakan 25 anggota dewan itu, ada 100 PNS. Artinya 1 anggota dewan dilayani 4 orang PNS. Di satker lain bahkan ada yang kursi dan meja 1 untuk dua orang PNS. Belum lagi menggaji tenaga honorer yang berjumlah 900 orang yang setahun menghabiskan APBD 6 M tanpa suatu kerja yang relatif produktif (Jawa Pos). Sesuatu hal yang HARAM di swasta.</p>
<p>Dengan tantangan yang monoton, birokrasi yang berbelit-belit dan gaji yang tidak kompetitif, PNS sangat tidak menarik bagi talenta muda terbaik itu. Apa yang akan didapat? Bagi teman saya yang saat ini masih di swasta, menjadi PNS sangat tidak menantang dan bergengsi. Yang pasti kata bu Menkeu jadi birokrat tidak mungkin bisa kaya. Jadi kalo mau mencari kekayaan jangan jadi abdi rakyat, pegawai pemerintah. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong><br />
Disetarakan dengan Swasta</strong></p>
<p>Reformasi birokrasi itu sudah digulirkan sejak awal tahun 2000-an. Dan sejak 2008 sudah dilakukan pilot project-nya di Kementrian Keuangan. Dari sisi tantangan, gaji, efisiensi dan produktfitas mulai disetarakan dengan swasta. Misalnya dalam hal gaji eselon 1 di kementrian bisa jadi sama dengan gaji level GM atau Manajer di perusahaan bonafit seperti Medco, Astra, atau Bakrie. Sekian PNS harus diberhentikan karena dianggap berlebih pegawainya. Akan lebih baik jika berani potong satu generasi. Lakukan tanpa gejolak, seperti yang dilakukan Kuntoro Mangunsubroto pada PT Timah dengan logika kapal tua yang mau tenggelamnya. Efek kebijakan ini adalah membuat “organisasi raksasa” yang mengayomi ratusan juta nasib rakyat bangsa ini bisa digerakkan oleh orang-orang kompeten yang punya keahlian di bidangnya dengan lincah dan efisien. Orang-orang yang berintegritas harus direkrut dan HRD konsen dengan pengembangan SDM itu.</p>
<p>Berikutnya adalah ancaman resiko juga harus besar. Sebanding dengan gaji yang sudah diperoleh. Jangan sampai pembolos, pemalas, penipu, koruptor, yang saat ini masih lekat dengan citra PNS hanya memperoleh SP 1, 2, 3 dan teguran-teguran (kayak sapaan) saja. Apalagi ada yang berzina, selingkuh tapi tetap dibiarkan saja dengan alasan sulit memecat PNS. Apa kata akhirat?</p>
<p><strong>Tikus Harus Dibunuh, Tapi Lumbung Padi Jangan Dibakar</strong> (saran dari mas Atma dan Zudi di <a href="http://www.facebook.com/zainurihanif?v=feed&amp;story_fbid=113827135295686" target="_blank">thread sebelah diterima</a> :p)</p>
<p>Emosi! Marah! Nggak masuk dinalar! Mungkin itulah yang banyak dialami oleh orang-orang yang gemas akan kasus Gayus yang menjadi pemberitaan media akhir-akhir ini. Gaji udah gedhe, bahkan 6x lipat dari PNS pada umumnya, kok bisa-bisanya? Itulah kalau manusia lengket dengan harta. Apapun yang didapat tidak akan puas. Bukankah yang penting adalah apa yang bisa kita nikmati dan kita syukuri, bukan apa yang bisa kita dapatkan?</p>
<p>Karena kegeraman itu, sampai-sampai ada gerakan boikot bayar pajak. Ketika saya menanyakan hal ini kepada teman saya yang kebetulan lulusan STAN dan kerja di Ditjen Pajak, tanggapannya sangat enteng. “Ya nggak papa, orang-orang yang memboikot bayar pajak itu memang sedang menemukan momentum yang tepat mengungkapkan kegeramannya selama ini. Mungkin saja sebagiannya selama ini memang tidak membayar pajak. Tapi jelas, hal ini tidak akan dibiarkan dalam waktu yang lama. Kecewa boleh, tapi tidak harus diungkapkan dengan hal yang tidak produktif. Kita bernegara punya aturan yang harus ditegakkan, bagi kami juga tentunya, dan bagi masyarakat pada umumnya”.</p>
<p>Ini memang momentum yang tepat bagi semua untuk berbenah. Kita sepakat bahwa tikus itu harus dibersihkan dan kita harusnya tidak perlu sampai membakar lumbung itu. Kita sepakat akan zero tolerance yang harus ditegakkan kepada semua abdi rakyat yang digaji oleh rakyat. Kalau perlu hukuman mati bagi penghianat itu. Korut telah menghukum mati 2 pejabatnya, Pak Nam Gi (Kepala Departemen Perencanaan dan Keuangan) dan Seo Gwan Hee (Menteri Pertanian) di tahun 1997 karena dinilai gagal menjalankan programnya. Pak Nam Gi karena jadi kambing hitam atas devaluasi mata uang yang membuat rakyat marah, sedangkan Seo Gwan Hee karena tidak berhasil mengatasi kelaparan. Terlepas dari unsur politis, orang tidak akan begitu mudahnya menerima jabatan, apalagi berebut mencarinya. Akal sehat akan digunakan berpikir sekian kali dalam menerima amanah itu.</p>
<p>Saya masih yakin dan percaya bahwa masih banyak orang-orang baik yang terus berusaha berbuat baik dan berjuang disana, disini dan di semua tempat. Kadangkala mereka menang, kadangkala mereka kalah. Namun seringnnya kalahnya bukan karena salah, tapi karena harus ikut menanggung kesalahan. Kalau ada anjuran bijak bilang, orang boleh salah tapi nggak boleh bohong. Orang yang keteraluan itu sudah salah, bohong lagi! Toh begitu, tantangan itu tidak harus membuat mundur yang jelas hanya terbentang lorong gelap di belakang sana. Di depan samar-samar cahaya itu berpendar.</p>
<p>Teruslah berjuang kawan!</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bumn/'>BUMN</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/cumlaude/'>cumlaude</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/dosen/'>dosen</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pajak/'>pajak</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/peneliti/'>peneliti</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pns/'>pns</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1034/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1034&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/04/01/menjemput-talenta-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/04/catur-strategi-perang-aksi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">catur strategi perang aksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inovasi, Kapan Beranjak dari Wacana?</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/inovasi-kapan-beranjak-dari-wacana/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/inovasi-kapan-beranjak-dari-wacana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 04:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[badan litbang]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[iptek]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peneliti]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Wapres M Jusuf Kalla termasuk yang kritis terhadap lembaga penelitian dan penelitiannya. Tatkala membuka LIPI Expo 2008 (4/8/2008), ia mengkritik LIPI dan lembaga penelitian lain yang belum menghasilkan riset penting bagi kemajuan bangsa. Sebelum mantan Wapres juga sudah ada &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/inovasi-kapan-beranjak-dari-wacana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1031&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- end judul + lead --> <!-- end headline --> <!-- isi berita -->Mantan  Wapres M Jusuf Kalla termasuk yang kritis terhadap lembaga penelitian  dan penelitiannya. Tatkala membuka LIPI Expo 2008 (4/8/2008), ia  mengkritik LIPI dan lembaga penelitian lain yang belum menghasilkan  riset penting bagi kemajuan bangsa. Sebelum mantan Wapres juga sudah ada  sindiran, kalau makalah hasil seminar di Indonesia ditumpuk, mungkin  tingginya bisa mencapai Bulan saking banyaknya. Namun, yang  mengecewakan, setelah begitu banyak seminar diselenggarakan, Indonesia  tak kunjung maju.</p>
<p>Kali ini, topik seminar yang dapat diangkat  dengan kekhawatiran sama adalah yang berkisar tentang inovasi. Senin  (29/3) di Jakarta, berlangsung Lokakarya Terpadu Sistem Inovasi yang  diselenggarakan bersama antara Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek)  dan Bundesministerium fur Bildung und Forschung (Kementerian Pendidikan  dan Riset Negara Jerman).</p>
<p><span id="more-1031"></span>Selain seminar dan lokakarya, sebenarnya  gema inovasi juga sudah terdengar melalui Program Kementerian Ristek  melalui Business Innovation Center (BIC) yang tahun 2009 menjaring 101  inovasi. Ada pula tokoh penganjur, seperti Prof Zuhal, yang dalam  Lokakarya pada Senin lalu meluncurkan buku Knowledge &amp; Innovation: Platform Kekuatan Daya  Saing. Jangan lupakan pula tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang  pada September 2009 mengumpulkan sejumlah pemikir inovasi kemudian  mencanangkan rencana pembentukan Komite Inovasi Nasional dalam  Silaturahim Presiden dan Ilmuwan Indonesia di Puspiptek Serpong, 20  Januari 2010.</p>
<p>Sementara itu tempus fugit (waktu terbang) melaju kencang. Setelah  sejumlah tekad, seminar, dan program inovasi dicanangkan dan digelar,  inovasi Indonesia belum lepas landas (tetapi masih tinggal di landasan).</p>
<p><strong>Jerman  dan Kita</strong></p>
<p>Kementerian Ristek melalui lokakarya terpadu  tampak mencoba mencari jalan untuk menggerakkan roda inovasi. Dengan  menggandeng Jerman—yang sudah menjalin kerja sama ilmu pengetahuan dan  teknologi (iptek) dengan RI secara intens selama tiga dasawarsa  terakhir—diharapkan kita bisa menyerap tidak saja ide, tetapi juga  cara-cara praktis tentang bagaimana inovasi dimunculkan.</p>
<p>Duta  Besar Jerman Norbert Baas dalam sambutannya mengatakan keyakinannya  bahwa Indonesia sekarang ini sedang bergerak ke arah inovasi iptek.  Tidak bisa lain karena inovasi merupakan motor penggerak ekonomi.  Diyakinkan, melalui inovasi iptek yang telah membawa Jerman menjadi  kekuatan ekonomi keempat di dunia (belum lama ini masih nomor tiga  sebelum dilampaui China) dapat dicapai pertumbuhan dan berikutnya  kemakmuran.</p>
<p>Namun, agar bisa mencapai keunggulan, hingga produk  yang dibuat bisa menembus dan menguasai pasar, dibutuhkan pula  kewirausahaan. Di sisi lain, rendahnya anggaran riset (sekitar 0,05  persen PDB) dan jumlah wirausahawan (menurut pengusaha Ciputra hanya  0,08 persen jumlah penduduk) banyak dilihat sebagai kendala nyata bagi  lahirnya produk inovasi yang komersial dan juga usahawan yang  memperdagangkannya.</p>
<p>Sering pula kita mengangkat isu bahwa negara  maju enggan berbagi atau mengalihkan teknologi. Menjawab ini, Dubes  Jerman menegaskan bahwa sains pada dasarnya bersifat internasional dan  bebas. Apalagi pada era internet, informasi apa pun bisa dicari dan  baca. Jadi, kalau mau, orang bisa mendapatkan—kalau bukan semua, hampir  semua—informasi yang ia inginkan.</p>
<p>Akan tetapi, seperti dikemukakan  Direktur VDI/VDE Innovation + Technik GmbH Gerd Meier zu Kocker yang  ikut berbicara di lokakarya, ada sejumlah faktor kunci sukses bagi  sistem inovasi nasional, seperti adanya komitmen pembuat kebijakan  nasional terhadap investasi inovasi jangka panjang dan adanya fokus  strategi inovasi nasional yang berfokus pada keunggulan kompetitif satu  bangsa.</p>
<p>Jika Menristek Suharna Surapranata menegaskan kembali  pentingnya sinergi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG), ini  pun masih sinkron dengan salah satu kunci sukses yang dikemukakan  Direktur VDI/VDE di atas. Namun, siapa pertama-tama yang disebut dengan  pemerintah di sini?</p>
<p>Prof Zuhal gamblang menyebutkan bahwa orkestra  inovasi—agar berhasil—harus dipimpin oleh presiden.</p>
<p>Kepemimpinan,  menurut Zuhal, merupakan ekosistem inovasi yang tak tergantikan bersama  kebijakan, pendanaan, pendidikan, dan kultur. Dapat disimpulkan, tanpa  kepemimpinan yang mengambil langkah aksi, berbagai kendala inovasi  nasional tak akan tertanggulangi. Kondisi yang menurut Zuhal masih  sampai pada tahap pemetaan dan konsep boleh jadi akan tetap seperti itu  sampai kapan pun.</p>
<p>Deputi Menristek Bidang Pendayagunaan dan  Pemasyarakatan Iptek Idwan Suhardi menjelang lokakarya menguraikan,  program seperti lokakarya memang menambah lagi wacana tentang inovasi.  Namun, selain wacana, program ini juga bagian dari upaya membangun massa  kritis inovasi, antara lain dicerminkan dengan memasukkan dimensi  inovasi daerah.</p>
<p>Pengalaman memperlihatkan bahwa banyak hal yang  mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Konsep Triple Helix atau ABG  tak terkecuali.</p>
<p>Apa pun argumennya, inovasi Indonesia harus  segera lepas landas. Apabila dua-tiga tahun lagi kita tidak menghasilkan  contoh inovasi yang mampu berkontribusi terhadap perekonomian, dalam  ukuran sedang atau kecil, kita harus berani mengakui bahwa kita tidak  serius atau bahkan gagal dalam upaya inovasi.</p>
<p style="text-align:right;">oleh : Ninok Leksono | sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/31/04034521/inovasi.kapan.beranjak.dari.wacana" target="_blank">Kompas</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/badan-litbang/'>badan litbang</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/ilmuwan/'>ilmuwan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/iptek/'>iptek</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/peneliti/'>peneliti</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/riset/'>riset</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1031/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1031&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/inovasi-kapan-beranjak-dari-wacana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>World Cup</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/world-cup/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/world-cup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 02:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[klaten]]></category>
		<category><![CDATA[piala]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar lagu World Cup terbaru, Memoriku kembali ke beberapa waktu lalu&#8230; Tidak terasa hampir 4 tahun sudah jago-jago kami berlaga di World Cup 2006. Saat itu kami sedang KKN Tematik Bencana UGM di Muruh, Klaten. Tentu dalam suasana Gempa-Jogja 2006 &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/world-cup/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1027&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/world-cup/"><img src="http://img.youtube.com/vi/DIlXITKRZSw/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Mendengar lagu World Cup terbaru, Memoriku kembali ke beberapa waktu lalu&#8230;</p>
<p>Tidak terasa hampir 4 tahun sudah jago-jago kami berlaga di World Cup 2006. Saat itu kami sedang KKN Tematik Bencana UGM di Muruh, Klaten. Tentu dalam suasana Gempa-Jogja 2006 itu suasananya tidak begitu riang gembira karena memang banyak yang berduka. Toh begitu, dalam bertugas harus senantiasa ceria.</p>
<p>Salah satu yang dilakukan di sela-sela kegiatan adalah main winning eleven. Saat itu Raf&#8217;ie dengan kreatifnya mendownload versi terbaru tim yang berlaga di world cup 2006 dari kampusnya. Persis sama dengan tim yang berlaga. Jadinya dibuatlah kompetisi. Meniru tim yang berlaga saat itu. Pertandingan dilakukan di malam hari, dan berhenti ketika pertandingan sebenarnya di TV berlangsung. Tentu pake mesin disel, urunan beli bensinnya.</p>
<p><span id="more-1027"></span>Tentu sebagai orang awam di dunia PS dan Game aku banyak kalah di awal pertandingan dan sejak dini jadi penonton <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Beda dengan meraka yang ahli, wah semakin banyak mainnya. Tapi beberapa kesempatan bisa mengalahkan Naufal, membuat gol di timnya Sunu, Raf&#8217;ie, Alan, dll sangat menghibur. Walau jagoku saat itu kalah adu pinalti (England), ya diterima aja. lagipula saat itu kami pas malam-malam jam 02.00 harus mengantar anak Dosen Pembimbing yang nangis dari Klaten ke Jogja. Anaknya nangis terus, kangen ibunya. Ia memang menginap bersama kami tidak mau pulang kerika ibunya nengok pulang. Karena saat itu seru-serunya, nganterin tuh adik ya setelah pertandingan selesai. Untung ada simbah yang &#8220;ngeneng-ngenengi&#8221;.  Jam 02.00 bersama Sunu saya ke Jakal dan habis itu makan pagi di Grha Sabha UGM. Saat-saat yang cukup berkesan dengan <a href="http://wibirama.com/" target="_blank">MasDab Sunu.</a></p>
<p>Sekarang di 2010 ini akan mulai lagi world Cup di Afrika Selatan. Dan sebagaimana sejak dulu (sejak EURO 1996), saya tetap pegang England <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>***</p>
<p><strong>Piala Dunia (Official Theme Song World Cup 2010) Knaan Wavin Flag Lyrics</strong></p>
<blockquote><p>Ooooooh Wooooooh</p>
<p>Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher</p>
<p>See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud</p>
<p>In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,</p>
<p>Celebration its around us, every nation, all around us</p>
<p>Singin forever young, singin songs underneath that sun</p>
<p>Lets rejoice in the beautiful game.</p>
<p>And together at the end of the day.</p>
<p>WE ALL SAY</p>
<p>When I get older I will be stronger</p>
<p>They&#8217;ll call me freedom Just like a wavin&#8217; flag</p>
<p>And then it goes back</p>
<p>And then it goes back</p>
<p>And then it goes back</p>
<p>When I get older I will be stronger</p>
<p>They&#8217;ll call me freedom</p>
<p>Just like a wavin&#8217; flag</p>
<p>And then it goes back</p>
<p>And then it goes back</p>
<p>And then it goes</p>
<p>Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/kisah/'>kisah</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bola/'>bola</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/jogja/'>jogja</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/kkn/'>KKN</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/klaten/'>klaten</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/piala/'>piala</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/world-cup/'>world cup</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1027&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/31/world-cup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Impian</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/17/menjemput-impian/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/17/menjemput-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 01:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[kenangan terentang bagai lukisan terpanjang, tak pernah bertepi, slalu ada dan menggoda, bagi tergurat, direlung hati, dan takkan kutahan sekarang aku harus pulang&#8230;. aku rindu ibu, wibawa ayah dan suasana yang ada, yang pernah singgah (Dik Doan–Pulang–) Ayo Merantau! Kalimat &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/17/menjemput-impian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1016&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1017" href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/17/menjemput-impian/ws_the_babylon_gardens_1680x1050/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1017" title="pemandangan desa" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/03/ws_the_babylon_gardens_1680x1050.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a><em>kenangan terentang bagai lukisan terpanjang, tak pernah bertepi, slalu ada dan menggoda, bagi tergurat, direlung hati, dan takkan kutahan sekarang aku harus pulang&#8230;. aku rindu ibu, wibawa ayah dan suasana yang ada, yang pernah singgah (Dik Doan–Pulang–) </em></p>
<p><strong>Ayo Merantau!</strong></p>
<p>Kalimat itu menjadi sebuah harapan bagi semua orang untuk mengadu nasib. Bahkan menjadi kalimat seruan Baliho di Gunung Kidul, wilayah yang paling kering di DIY. Ajakan itu menjadi sebuah solusi atas masalah di kampung halaman, tapi ternyata disisi lain justru menjadi problema di kota besar, seperti Jakarta. Begitu macetnya Jakarta sehingga banyak waktu terbuang di jalan. Setidaknya 3-4 jam sehari. Dalam survey terakhir yang dilakukan Menko Perekonomian Bidang Transportasi, dari keseluruhan waktu di jalanan, hanya 40 persen waktu digunakan untuk bergerak. Artinya 60 persen waktu dijalan dihabiskan untuk diam sambil mengebulkan asap, membuang-buang bensin, mencemari udara, memekakkan telinga.</p>
<p>Dilematis memang, tapi itulah realitanya. Begitu bersemangatnya orang memperbaiki nasib, namun secara kumulatif karena tidak terfasilitasi dan terencana dengan baik oleh pengampu kebijakan tidak sedikit juga harapan-harapan besar itu justru membuat pening kepala semua orang. Ada seorang teman yang bertekad berdagang menaklukkan Jakarta karena disitulah barometernya, kalau Jakarta saja bisa takluk, daerah lain tentu lebih mudah. Entahlah, bisa jadi benar begitu.</p>
<p>Dahlan Iskan memberi pesan : “Bacalah buku kecil mengenai 10 momentum yang membuat Ir Ciputra sukses besar. Salah satunya adalah apa yang selama ini juga saya yakini: merantau! Tentu tidak semua orang yang merantau otomatis akan sukses. Banyak juga yang di perantauan hanya jadi beban orang lain. Sering juga jadi beban sesama perantau dari satu daerah asal.”</p>
<p><span id="more-1016"></span></p>
<p>Bahkan agama Islam menganjurkan kita untuk merantau, pergi meninggalkan kampung halaman, berjalan ke negeri lain, menjalin silaturahmi dengan bangsa dan golongan lain, saling bertukar pengetahuan, pemandangan-pemandangan, belajar kebudayaan dan senantiasa berinteraksi. <em>“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al- Hajj 46</em>).</p>
<p><strong>Antara Terpaksa dan Pilihan</strong></p>
<p>Tidak semua orang yang merantau karena kemauan. Ada juga yang terpaksa merantau. Entah karena tugas dinas (ini yang biasanya PNS pusat dan karyawan swasta), pekerjaan yang memang ada di suatu tempat tertentu, dan karena alasan melarikan diri. Yang terakhir ini pilihan yang menyedihkan tapi sering terjadi.</p>
<p>Seorang nenek satu kampung yang biasa jual tahu, tempe, sayur dan bumbu-bumbuan dapur beberapa hari ini tutup berjualan. Usut punya usut ternyata rumahnya telah dijual sang anak yang akhirnya “kabur” ke Jakarta. Karena modal dan tempat usaha sekarang tidak ada, apalagi terjerat renternir, ia akhirnya tutup buku, eh gulung tikar alias bangkrut. Ironis! Kita pun kena imbasnya juga, mau beli-beli bumbu jadi susah, hehe&#8230; padahal juga jarang masak J.</p>
<p>Kisah lain, ada seorang ibu yang bertekad menjadi TKI ke Hongkong untuk membayar utang yang menumpuk sampai puluhan juta. Training tiga bulan pun dilakoninya. Sebelumnya, karena tuntutan gengsi hidup, ia berani berhutang kesana-kemari untuk membangun rumah yang sebetulnya tidak perlu mewah dan bertingkat. Bahkan sebagai bendahara, uang arisanpun disambernya, sampai-sampai bertemu dengan siapapun di jalan, di pasar dan di rumah, merasa takut dan tidak enak hati karena selalu ada “tagihan berjalan” alias dimana-mana minta dilunasi. Listrik pun akhirnya minta tetangga karena diputus oleh PLN. Suami pun sudah berusaha tapi tetap saja gaji sebagai koki rumah makan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Karena tuntutan hidup dan himpitan utang, empat orang anak yang masih kecil akhirnya ditinggalkannya. “Aku harus merantau!” begitu tekadnya.</p>
<p>Duh, kalau melihat anaknya yang paling kecil kira-kira usianya 3 tahunan sedang bermain di sekitar rumah, terbersit kasihan. Apalagi sewaktu rebutan mainan, ada anak lain yang bilang, “ini punyaku, minta ibumu sana!”. Maklum, anak-anak polos itu tidak paham. Tidak paham akan masalah keluarga teman mainnya. Apalagi anaknya yang lebih besar (TK), lebih kasihan lagi, sudah tidak lagi mau bermain bersama anak-anak sebaya, tidak PD lagi. Anak-anakpun merasakan imbas tingkah polah orang tuanya. Untunglah akhirnya sang ibu memutuskan pulang setelah berbulan-bulan pergi, karena satu alasan, yaitu anak-anaknya.</p>
<p><strong>Lebih Baik disini, di Kampung Sendiri</strong></p>
<p>Banyak contoh orang yang kembali ke kampung halaman untuk membangun daerahnya. Ada mantan menteri, anggota DPR dan perantauan yang pulang menjadi pimpinan kepala daerahnya. Seakan apa yang diperbuatnya di level nasional masih kurang, sehingga perjuangan pun ingin diteruskan lewat daerah asalnya, di kampung kelahirannya.</p>
<p>Tapi memang tidak semua harus merantau. Harus ada yang tetap di daerahnya. Ibaratnya ada yang pergi berperang, harus ada pula yang belajar. Kalau ini dibalik, kita yang diperantauan sedang belajar, dan yang tetap tinggal sedang “beperang” dengan keterbatasan dan tantangan yang ada. J hehe.</p>
<p>Sukses tidaknya seseorang bukan karena merantau atau tidaknya. Masing-masing dari kita berusaha menjemput impian. Ada memang yang harus loncat kesana kemari dan nantinya bertekad kembali, namun ada juga yang harus ditekuni sejak dini di kampung sendiri. Kalau bisa memilih, kuingin berkiprah di kampung halaman. [zh10]</p>
<p>♥♥♥</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Selamat tinggal sahabatku, ku kan pergi berjuang. Menegakkan cahaya Islam, jauh di negeri seberang. Selamat tinggal sahabatku, ikhlaskanlah diriku. Iringkanlah doa restumu. Allah bersama selalu. Kalau tak lagi jumpa usahlah kau berduka. Semoga tunai cita-cita, raih gelar syuhada. Ku kan berjanji dalam hati untuk segera kembali. Menjayakan negeri ini, dengan ridho ilahi. Selamat tinggal sahabatku. (Izzatul Islam)</em></p>
<p>buat Sunu, Tyas, Shofwan, dll.. semoga jejakmu banyak menginspirasi!</p>
<p><em> </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/desa/'>desa</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/impian/'>impian</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/merantau/'>merantau</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/rindu/'>rindu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1016/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1016/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1016&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/17/menjemput-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/03/ws_the_babylon_gardens_1680x1050.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pemandangan desa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memburu Teri Kehilangan Kakap</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/15/memburu-teri-kehilangan-kakap/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/15/memburu-teri-kehilangan-kakap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 03:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akherat]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Boleh jadi Anda pernah melihat Kebun Raya Bogor, atau minimal pernah mendengar tentang taman itu. Sebuah taman yang luas, dipagari besi keliling, dengan pohon-pohon tinggi dan rindang. Di dalamnya terdapat istana yang dikelilingi padang rumput hijau dengan kijang-kijang cantik yang &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/15/memburu-teri-kehilangan-kakap/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1014&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh jadi Anda pernah melihat Kebun Raya Bogor, atau minimal pernah  mendengar tentang taman itu. Sebuah taman yang luas, dipagari besi  keliling, dengan pohon-pohon tinggi dan rindang. Di dalamnya terdapat  istana yang dikelilingi padang rumput hijau dengan kijang-kijang cantik  yang dilepas bebas merumput di atasnya. Masih ada lagi, di dalam kebun  yang beraneka pohon itu melintas sungai yang airnya gemericik mengalir  tanpa henti.</p>
<p>Kebun Raya Bogor dengan istana di dalamnya adalah salah satu surga  dari surga-surga di dunia. Kebun seperti itu mengingatkan kita tentang  surga yang sebenarnya di akhirat. Ada mahligai, kebun-kebun dengan  pohon-pohon yang rindang, dan sungai-sungai yang airnya mengalir di  dalamnya. Surga-surga dunia seperti itu menjadi dambaan banyak orang.</p>
<p>Banyak orang di dunia ini yang mengejar-ngejar surga dunia itu. Pergi  pagi pulang malam, gedebak-gedebuk membanting tulang, badannya tidak  pernah istirahat, lupa anak dan istri, bahkan terkadang lupa makan, demi  meraih surga dunia dambaannya itu. Apabila surga dunia belum dapat  diraih dengan cara-cara yang legal, tidak sedikit orang mengejarnya  dengan cara-cara ilegal.</p>
<p>Padahal, sebesar-besar surga di dunia, belum apa-apa bila dibanding  dengan surga akhirat. Sabda Nabi Muhammad SAW, seperti diriwayatkan oleh  Imam Muslim, &#8221;Sekecil-kecil kavling di surga adalah sebesar dunia ini  ditambah sepuluh kali lipatnya.&#8221; Artinya, penghuni surga yang paling  &#8216;melarat&#8217; adalah yang kavlingnya sebesar sebelas kali lipat dunia ini.  Subhanallah. Itu baru kavlingnya, bagaimana fasilitasnya?</p>
<p>Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda,  &#8221;Fasilitas terendah yang diberikan kepada penghuni surga adalah  seseorang yang diberi pembantu sebanyak 80 ribu orang.&#8221; Belum cukup  sampai di situ. Kata Beliau lagi, masih riwayat Imam Ahmad bin Hanbal,  &#8221;Fasilitas terkecil bagi penghuni surga adalah seseorang yang  dijodohkan oleh Allah SWT dengan 72 bidadari selain istrinya di dunia.&#8221;   Ya, salam . Dalam riwayat Imam al-Bukhari, Nabi SAW bersabda, &#8220;Apabila  wanita surga itu meludahi dunia, maka dunia ini akan harum seluruhya.&#8221;</p>
<p>Apalah artinya surga dunia dibandingkan dengan surga akhirat. Kita  sampai-sampai tidak mampu membayangkan surga di akhirat karena  keluarbiasaannya. Kendati begitu, banyak orang yang justru mengejar  surga dunia dengan cara-cara yang dilarang oleh Allah SWT. Ia mengejar  yang kecil dan kehilangan yang amat besar. Ibaratnya, ia mengejar teri,  tetapi kehilangan kakap. Atau dalam pepatah Jawa  mburu uceng kelangan  deleg .</p>
<p>Oleh <a href="http://www.republika.co.id/berita/106332/memburu-teri-kehilangan-kakap" target="_blank">Prof Dr Ali Mustafa Yaqub</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/akherat/'>akherat</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bidadari/'>bidadari</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/dunia/'>dunia</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pahala/'>pahala</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/surga/'>surga</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1014&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/15/memburu-teri-kehilangan-kakap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mencetak Anak Jadi penulis</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/13/tips-mencetak-anak-jadi-penulis/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/13/tips-mencetak-anak-jadi-penulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 06:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[tip & trik]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Isa Alamsyah Seringkali kami, terutama istri saya Asma Nadia, mendengar pertanyaan bagaimana caranya membuat anak bisa menulis. Kebetulan anak kami Putri Salsa buku pertamanya diterbitkan ketika usia 8 tahun dan kini di kelas 2 SMP sudah 5 buku &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/13/tips-mencetak-anak-jadi-penulis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1011&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Isa Alamsyah</p>
<p>Seringkali kami, terutama istri saya Asma Nadia, mendengar pertanyaan bagaimana caranya membuat anak bisa menulis. Kebetulan anak kami Putri Salsa buku pertamanya diterbitkan ketika usia 8 tahun dan kini di kelas 2 SMP sudah 5 buku diterbitkan. Bukunya Cool Skool dan Best Friend Forever, tahun ini best seller setiap bulan di toko buku. Lucu dan menghibur! Begitu juga Adam, di usia 5 tahun sudah mulai menulis cerpen di antalogi &#8220;Tangan Mungil Melukis Langit&#8221;, di usia 7 tahun mengalahkan bundanya Asma Nadia dalam lomba menulis surat cinta di Gramedia Depok, dan Adam yang kini baru kelas 4 SD sudah menyelesaikan buku pertamanya dan insya Allah terbit bulan depan.</p>
<p>Apakah mereka bisa menulis karena bakat?</p>
<p>Kalau jawabannya &#8220;YA&#8221; maka sebaiknya Anda tidak baca tulisan ini dan sebaiknya saya juga berhenti menulis artikel ini.</p>
<p>Untung saja jawabannya bukan bakat. Anak-anak kami bisa menulis bukan karena mereka berbakat. Ayah dan bundanya Asma Nadia tidak bisa menulis, tapi kenapa Asma bisa menulis? Artinya bukan bakat yang membuat Asma Nadia bisa menulis, dan bukan bakat juga yang bisa membuat Putri Salsa dan Adam Putra Firdaus bisa menulis. Saya juga melihat banyak penulis cilik lain yang ayah bundanya bukan penulis. Lalu apa kuncinya? Latihan, lingkungan dan pendidikan.</p>
<p>Apa yang bisa Anda lakukan?</p>
<p><span id="more-1011"></span></p>
<p>Tips 1 &#8212; Perkaya dulu kosa kata anak sejak bayi.</p>
<p>Selalu ngobrol dengan anak, sekalipun masih bayi. Jangan diam saja. Perkaya kosa kata mereka, selalu bicara dengan mereka, terangkan apa yang kita lakukan di depan mereka, terangkan kenapa kita begini kenapa kita begitu, ngomong aja terus kalau dekat mereka. Jangan pilih kata-kata mudah, pilih kata-kata yang beragam, jangan khawatir, mereka akan mengerti. Setiap kata baru akan merangsang pertumbuhan otak dan memperkaya kosa katanya. Kalau lagi memandikan anak, sekalipun masih bayi bicaralah topik yang berbeda, hari ini bicara tentang sabun, besok bicara tentang air, lusa bicara tentang keramik, dsb. Mereka bisa mendengar dan mengolah informasi yang Anda ucapkan, walaupun belum merespon.</p>
<p>Tip 2 &#8212; Berdayakan dahulu budaya lisan.</p>
<p>Setelah anak-anak mendengar kita mengoceh terus sejak bayi, dijamin mereka punya kemampuan berbicara lebih cepat dan lebih aktif daripada anak yang tidak dirangsang.</p>
<p>Setelah mereka mulai bisa berbicara maka kita harus rangsang mereka untuk sering bercerita. Ketika kita pulang kantor tanya pada mereka &#8220;Hari ini ananda ngapain aja? Ada yang seru nggak, coba ceritakan?&#8221; Ketika mereka pulang sekolah tanya &#8220;Di sekolah belajar apa saja, bagaimana rasanya?&#8221; dan lain lain</p>
<p>Jangan biasakan yes or no question. &#8220;Tadi pelajaran di sekolah enak nggak&#8221; jawabannya &#8220;Ya&#8221; selesai. Pertanyaan yes or no tidak membuat anak belajar bicara. Pilihlah kata bagaimana, kenapa, coba ceritakan, dsb.</p>
<p>Tip 3 &#8212; Budayakan kebiasaan membaca.</p>
<p>Setelah banyak menguasai kosa kata dan suka bercerita, buat anak anak suka membaca.</p>
<p>Cara pertama dengan sering membacakan cerita. Cara kedua, buat ceritanya tidak selesai, buat anak penasaran jangan dihabiskan. Lalu pura-pura sibuk atau apapun yang bisa membuat anak tidak sabar menyelesaikan ceritanya sendiri. Jadi mereka akan membaca, lalu suka membaca. Kalau anak tetap tidak suka baca, cari apa yang disukai, dan cari buku yang berhubungan dengan apa yang disukai. Ketika mendidik Salsa kami tidak terlalu kesulitan membuatnya suka membaca. Caca (panggilan Salsaa kecil) bisa melahap Harry Potter yang teubuaaaal banget hanya dalam 1 -2 hari. Saya saja nggak sanggup. Tapi Adam tidak tertarik membaca. Setiap kali kita ajak baca, dia hanya tertarik gambar mobil yang ada di buku, bahkan gambar mobil yang kecil sekalipun. Suatu hari bundanya ketemu buku berbentuk mobil dan ada rodanya. Asma langsung membeli dan memberikannya pada Adam. Adam suka sekali, sesekali buku dibukanya, dan dia penasaran dengan tulisannya. Seingat saya, sejak itu ia jadi suka baca.</p>
<p>Tip 4 &#8212; Lakukan permainan yang merangsang imaginasi bahasa</p>
<p>Kami biasanya melakukan permainan cerita bersambung. Permainan lainnya adalah bercerita tanpa vokal A atau tanpa konsunan B, dsb. Ada juga permainan scattergories, atau ABC lima dasar, dengan katagori binatang, kota dsb. Kita juga bisa main adu cepat lawan kata dsb. Permainan menulis pesan di punggung, atau pesan berantai dipunggung. Permainan pesan berantai juga bisa. Kalau Anda bisa membawakannya menarik pasti anak akan ketagihan main ini. Mereka tidak sadar bahwa mereka sedang belajar.</p>
<p>Tip 5 &#8212; Ajak anak menganalisa film.</p>
<p>Kalau nonton film dengan anak, selain bicara moral film kita juga bisa bicara penceritaan film. Misalnya, &#8220;Adam tahu nggak kenapa ada temannya yang jahat di cerita itu?&#8221; Itu karena film menarik kalau ada yang antagonis. Menciptakan konflik. &#8220;Apa menurut kalian kekurangan film ini?&#8221; &#8220;Menurut kamu film ini sama itu bagusnan mana? Kenapa?&#8221;</p>
<p>Kita bisa bicara tentang alur, klimaks, dsb tentang film. Jangan khawatir, satu dua film Anda diskusi dengan anak, ke tiga keempat mereka bisa PD kasih komentar.</p>
<p>Tip 6 &#8212; Biasakan anak-anak dekat lingkungan yang merangsang membaca dan menulis.</p>
<p>Ajak anak-anak ikut launching buku anak. Belikan buku anak yang ditulis oleh anak, sehingga mereka sadar kalau mereka juga bisa, karena anak lain bisa. Membeli buku yang ditulis oleh anak lain juga membangkitkan semangat anak Indonesia untuk berkarya.</p>
<p>Salsa punya semangat menulis karena merasa terusik sepupunya Faiz yang bisa menulis, Adam merasa harus bisa menulis karena kakak dan sepupunya bisa menulis. Asma Nadia sendiri suka menulis karena dorongan kakaknya Helvy Tiana Rosa. Saya sendiri PD menulis karena dikoreksi Asma. Jadi lingkungan ini membuat kita bisa percaya diri menulis.</p>
<p>Ini sedikit tips yang saya berikan, semoga bermanfaat.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=253151348087&amp;topic=17937" target="_blank">http://www.facebook.com/topic.php?uid=253151348087&amp;topic=17937</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/tip-trik/'>tip &amp; trik</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/baca/'>baca</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bakat/'>bakat</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/menulis/'>menulis</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/tips/'>tips</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1011/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1011&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/13/tips-mencetak-anak-jadi-penulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketahuilah</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/11/ketahuilah/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/11/ketahuilah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 00:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah kawan, Apapun yang terjadi kita tidak selamanya bisa menghindar Ujian hidup itu senantiasa terhampar Sepintar apapun kita berkelit dan beralasan Bentuk lainnya akan datang tanpa diundang Hidup ini bagaikan tangga ujian Ada tahapan, level atau tingkatan bagai sebuah permainan &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/11/ketahuilah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=986&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketahuilah kawan,</p>
<p>Apapun yang terjadi kita tidak selamanya bisa menghindar<br />
Ujian hidup itu senantiasa terhampar<br />
Sepintar apapun kita berkelit dan beralasan<br />
Bentuk lainnya akan datang tanpa diundang</p>
<p>Hidup ini bagaikan tangga ujian<br />
Ada tahapan, level atau tingkatan bagai sebuah permainan<br />
Jika satu ujian kita tidak lulus, gagal maupun menyerah<br />
Maka ujian serupa akan terus menghadang</p>
<p>Semakin tinggi iman dan kualitas seseorang<br />
Semakin tinggi pula cobaan dan ujian yang diberikan</p>
<p>Duhai diriku,</p>
<p>Lihatlah setiap orang yang berjibaku dengan hidupnya<br />
Mereka ada yang punya banyak pilihan dan keluasaan<br />
Mengembangkan bakat sesuai bidang keahlian<br />
Mengasah, melatih, mempertajam, dan senantiasa menambah</p>
<p>Lihatlah pula lebih banyak yang tidak punya pilihan<br />
Apapun asal bisa membuatnya bertahan, ia kerjakan<br />
Meskipun bagi kita nampak suram<br />
Baginya itu tetaplah secercah masa depan</p>
<p>Hiasilah hidupmu dengan semangat bertarung<br />
Semangat menaklukkan<br />
Pantang menyerah<br />
Penuh gelora</p>
<p>Duhai Sobat,</p>
<p>Orang banyak berdebat tentang apa yang harus dilakukan<br />
Membenarkan dan juga menyalahkan<br />
Lupa, ya kebanyakan kita lupa<br />
Lupa bahwa yang banyak ini tidak bisa dipikul segolongan saja</p>
<p>Esok, jika semua sudah luluh lantak semua baru tersadar<br />
Bahwa semua sia-sia</p>
<p>Duhai jiwa</p>
<p>Apa yang kauharap?<br />
Sudahkah benar kau mengharap?<br />
Inikah jalan yang seharusnya ditempuh?<br />
Mengapa mereka begitu?<br />
Ah, janganlah kau tiru<br />
Berimanlah dan Istiqomahlah<br />
Semua tindakan akan mendapat balasannya<br />
Yakin!</p>
<p>| zainuri hanif | kota batu | 250210 |<br />
﻿</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/puisi/'>puisi</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/renungan/'>renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=986&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/11/ketahuilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Perselisihan Orang-orang Besar</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/belajar-dari-perselisihan-orang-orang-besar/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/belajar-dari-perselisihan-orang-orang-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[perselisihan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan kita di dunia ini tak lepas dari berbagai masalah dan perselisihan. Masing-masing orang mempunyai beragam cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Penyelesaian masalah itulah yang menjadi tolok ukur sebijak apakah kita dalam menentukan warna warni kehidupan kita menjadi seindah pelangi. &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/belajar-dari-perselisihan-orang-orang-besar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=994&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1000" href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/belajar-dari-perselisihan-orang-orang-besar/photoshop-wallpapers-16/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1000" title="tanda cinta" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/03/photoshop-wallpapers-16.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Kehidupan kita di dunia ini tak lepas dari berbagai masalah dan perselisihan. Masing-masing orang mempunyai beragam cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Penyelesaian masalah itulah yang menjadi tolok ukur sebijak apakah kita dalam menentukan warna warni kehidupan kita menjadi seindah pelangi. Mari ikuti sepercik perjalanan orang-orang besar yang menyelesaikan perselisihan dalam bingkai ketulusan cinta.</p>
<p>Dahulu, Abu Dzar radhiyallahu’anhu pernah menghina Bilal bin Rabbah dengan menyebut orang tuanya. Bilal mengadu kepada Rasulullah dan Abu Dzar menyesal sejadi-jadinya atas perkataannya kepada Bilal. Ia lalu menempelkan pipinya ke tanah sambil berucap kepada Bilal, “Demi Allah, aku tidak akan angkat pipiku dari tanah sampai engkau injak pipi ini dengan kakimu.” Akhirnya kedua sahabat itu berpelukan dan saling memaafkan.</p>
<p>Mereka, orang-orang besar itu, bukan tak pernah berselisih dan bukan tak pernah tersulut emosinya. Perselisihan antara mereka juga terjadi, bahkan kemarahan antara mereka juga telah tersulut. Tapi lihatlah bagaimana mereka menyelesaikan masalah antara mereka. Lihatlah bagaimana kaum Muhajirin dan Anshor, ketika kedua kelompok sahabat Rasalullah shallallahu’alaihis wassalam hampir saja berbaku hantam dan saling bunuh karena diingatkan masa lalu mereka yang berperang. Masing-masing kelompok telah menghunus pedang mereka dan siap untuk berperang.</p>
<p><span id="more-994"></span>Dalam situasi kritis itu Rasulullah shallallahu’alaihis wassalam melerai mereka dengan mengatakan, “Wahai kaum muslimin apakah karena seruan jahiliyah ini (kalian hendak berperang) padahal aku ada ditengah-tengah kalian. Setelah Allah memberi hidayah Islam kepada kalian. Dan dengan Islam itu Allah muliakan kalian dan Allah putuskan urusan kalian pada masa jahiliyah. Dan dengan Islam itu Allah selamatkan kalian dari kekufuran. Dan dengan Islam itu, Allah pertautkan hati kalian.” Maka kaum Anshor itu segera menyadari bahwa perpecahan mereka itu adalah dari syaithon dan tipuan orang kafir sehingga mereka menangis dan berpelukan satu sama lain. Lalu mereka berpaling kepada Rasulullah shallallahu’alaihis wassalam dengan senantiasa siap mendengar dan taat…(Sirah Ibnu Hisyam 1/555)</p>
<p>Setelah Rasulullah shallallahu’alaihis wassalam wafat pun, diantara para sahabat pun pernah terjadi perselisihan. saat itu, Muawiyah memiliki sepetak kebun di Madinah dan sejumlah karyawannya. Ibnu Zubair memiliki kebun yang letaknya disamping kebun milik Mu’awiyah. Mu’awiyah ketika itu adalah seorang kalifah yang menguasai lebih dari 20 wilayah. Sedangkan Ibnu Zubair hanyalah salah seorang rakyatnya. Keduanya juga mempunyai persoalan di masa lalu. Tukang kebun milik Mu’awiyah datang dan masuk ke kebun milik Ibnu Zubair, lalu Ibnu Zubair menuliskan surat kepada Mu’awyiah dengan anda marah. Surat itu bertuliskan,</p>
<blockquote><p><em>“Bismillahirrahmanirrahiim.</em> Dari Abdullah bin Zubair, putra penolong Rasul(Zubai bin Marwan) dan putra Dzatun Nuthaqain (Asma binti Abu Bakar yang mempunyai gelar itu), kepada Mu’awiyah binti Hindun, anak yang memakai hati hati paman rasulullah. Ketahuilah tukang kebunmu masuk ke kebunku. Demi Allah kalau engkau tidak segera melarang mereka, aku akan mempunyai urusan denganmu!”</p></blockquote>
<p>Muawiyah membaca surat dari Ibnu Zubair dengan lapang dada dan menerimanya dnegan tenang. Ia lalu memanggil anaknya yang bernama Yazid yang kebetulan karakternya emosional. Muawiyah menyodorkan surat itu dan bertanya, “Apakah kita perlu menjawabnya?” Yazid bin Mu’awiyah menjawab, “Menurutku ayah ahrus mengirimkan pasukan dengan kekuatan yang besar yang barisan terdepannya ada di Madinah dan barisan terakhirnya ada di Damaskus. Mereka harus datang kembali dengan membawa kepala Ibnu Zubair.”</p>
<p>Muawiyah menjawab, “Tidak. Ada yang lebih baik dari itu.” Ia lalu menuliskan surat balasan kepada Ibnu Zubair dengan mengatakan,</p>
<blockquote><p><em>” Bismillahirrahmanirrahim</em>. Dari Muawiyah bin Abi Sufyan kepada Abdullah bin Zubair putra penolong Rasul dan putra Dzatun Nuthaqain. Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wabarakatuh. Jika ada bagian dari dunia milikku dan milkmu, lalu kemudian engkau memintanya, niscaya akan aku berikan itu semuanya untukmu. Jika suratku ini sampai kepadamu, ambillah kebunku itu seluruhnya menjadi milikmu. Termasuk tukang kebunku juga menjadi milikmu. Wassalam.”</p></blockquote>
<p>Surat itu akhirnya sampai ke Abdullah bin Zubair. Membaca surat itu Ibnu Zubair menitikkan air mata dan pergi ke Mu’awiyah di Damaskus. Ia memeluk Mu’awiyah dan berkata, “Semoga Allah menjaga akalmu. Dan Allah telah memilihmu diantara orang-orang Qurais untk menduduki tempat ini yakni jabatan khalifah.”</p>
<p>Kemudian pada perang jamal, Aisyah, Thalhah dan Zubair beserta sejumlah sahabar radiallahu anhum keluar untuk berperang dengan menghunus pedang. Sementara dipihak lawan, Ali radiallhu anhu dan para sahabat dari ahli Badar juga berangkat untuk berperang. Seseorang berkata kepada Amir Asy Sya’bi, “Allahu akbar. Para sahabat saling berperang dengan pedan dan masing-masing tidak ada yang menghindari?!” Amir Asy Sya’bi mengatakan, ” Para penghuni surag juga bertemu. Tapi mereka masing-masing merasa malu dengan yang lain.”</p>
<p>Ketika Thalhah gugur di medan perang Jamal, dalam posisi menentang Ali radiallhu anhu, justru Ali turun dari kudanya dan menangggalkan pedangnya. Ia berjalan kaki menuju Thalhah. Melihatnya telah gugur bersimbah darah. Ali tahu, Thalhah adalah salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam. Ali radiallhu anhu membersihkan tanah dari janggut Thalhah sambil mengatakan, “Aku sangat gusar melihatmu seperti ini wahai Abu Muhammad. Tapi aku akan meminta kepada Allah subhanahu wata’ala agar menjadikan antara diriku dan dirimu sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an, “Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr 47)</p>
<p>Dan kemudian lihatlah bagaimana kisah Imam Al-Ghazali, tentang Hasan Al Bashri yang pernah di datangi seseorang dengan mengatakan, “Wahai Abu Sa’id, seseorang melakukan ghibah atasmu.” Hasan Al Bashri menjawab, “Kemarilah.” Ketika orang itu datang, Hasan Al Bashri memberinya beberapa kurma lalu mengatakan, “Pergilah ke orang itu dan katakanlah kepadanya, “Engkau telah memberikan kebaikanmu untukku. Dan karenanya aku memberimu kurma.” Orang itu lalu memberikan kurma kepada orang yang menggibahi Hasan Al Bashri.<br />
Saudaraku, Semoga kita bisa belajar dari orang-orang besar itu.</p>
<p>Tarbawi edisi 199</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/category/renungan/'>renungan</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/damai/'>damai</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/konflik/'>konflik</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pemimpin/'>pemimpin</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/perselisihan/'>perselisihan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/politik/'>politik</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/rukun/'>rukun</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/994/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=994&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/belajar-dari-perselisihan-orang-orang-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/03/photoshop-wallpapers-16.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tanda cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabiat Membandingkan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/tabiat-membandingkan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/tabiat-membandingkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 06:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[taujih]]></category>
		<category><![CDATA[banding]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tabiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Tabiat membandingkan seumur dengan usia keberadaan manusia. Ketika iblis merasa lebih baik dari Adam, ketika Qobil merasa lebih baik daripada Habil. Berlanjut hingga kelak bumi ini menutup bentang usia, karakter sifat ini akan selalu ada. Membandingkan ibarat dua sisi mata &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/tabiat-membandingkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=983&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabiat membandingkan seumur dengan usia keberadaan manusia. Ketika iblis merasa lebih baik dari Adam, ketika Qobil merasa lebih baik daripada Habil. Berlanjut hingga kelak bumi ini menutup bentang usia, karakter sifat ini akan selalu ada.</p>
<p>Membandingkan ibarat dua sisi mata uang. Ia baik manakala ada di dalam orang yang beriman, orang punya prinsip mulia. Ia akan melecut diri menjadi lebih baik dari hari ke hari, lebih aktif dan produktif juga semakin bersyukur pada limpahan karunia yang telah diterima. Ia akan menjadi pribadi yang menghargai.</p>
<p>Sebaliknya, tabiat membandingkan bisa menjadi racun, jika hal ini bersemayam pada orang-orang yang susah untuk bersyukur. Membandingkan dalam hal ini akan menemukan temannya yaitu hasad, iri, dan dengki.</p>
<p>Ibnul Qoyyim berkata, “Letak kebahagiaan manusia ialah pada semangatnya untuk meraih perkara yang bermanfaat bagi dirinya, baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya.”</p>
<p>Tuntutannya jelas, jiwa yang selalu mau belajar! Agar muncul nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat minimal untuk diri sendiri. Menjadi bijak itu pekerjaan seumur hidup.</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/category/taujih/'>taujih</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/banding/'>banding</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/syukur/'>syukur</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/tabiat/'>tabiat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/983/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=983&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/03/10/tabiat-membandingkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fajar Kemenangan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/26/fajar-kemenangan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/26/fajar-kemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 07:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[fajar]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[nasyid]]></category>
		<category><![CDATA[SP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Musim semi kini telah tiba Bunga &#8211; bunga bermekaran (harum mewangi) Dispanjang jalan warna berganti Segar asri berseri (dihati) Kuntum yang layu Kuncup yang beku Dahan daunan membiru Menahan dingin salju Pupus sudah berlalu Masa sulit kelabu Tertiup angin songsong &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/26/fajar-kemenangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=973&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Musim semi kini telah tiba<br />
Bunga &#8211; bunga bermekaran (harum mewangi)<br />
Dispanjang jalan warna berganti<br />
Segar asri berseri (dihati)</p>
<p>Kuntum yang layu<br />
Kuncup yang beku<br />
Dahan daunan membiru<br />
Menahan dingin salju</p>
<p>Pupus sudah berlalu<br />
Masa sulit kelabu<br />
Tertiup angin songsong hidup baru<br />
<span id="more-973"></span><br />
Dunia ibarat sebuah terminal<br />
Hanya tempat persinggahan (bagi manusia)</p>
<p>Bersabarlah hadapi ujian<br />
takkan lama kan tinggal<br />
Cobaan hidup bagi manusia<br />
isyarat cintanya bagi kita semua</p>
<p>Ketahuilah kawan<br />
tentang sebuah jalan<br />
Menuju fajar terbit nan terang</p>
<p>back to *<br />
Mahkota kemenangan<br />
Yang dijanjikan<br />
Buat keimanan<br />
Hadiah dari Tuhan<br />
(tiada Tuhan Selain Alloh&#8230; Alloh)</p>
<p>Gelegar kemenangan<br />
Terdengar di penjuru alam<br />
Semilir angin berhembus<br />
Gempalkan wajah pucat pirus<br />
Menahan kesebaran<br />
Tuk meraih kemenangan<br />
Gemeratak tulang belulang<br />
Hancurkan kedzoliman</p>
<p>Alloh tujuan hidup kami<br />
Muhammad tauladhan kami<br />
Al Qur&#8217;an penuntun kami<br />
Jihad jalan kami<br />
Syahid di jalan Ilahi<br />
Cita kami tertinggi<br />
Menuju Keabadian<br />
Romah robbi izzati</p>
<p>Dunia ibarat sebuah terminal<br />
Hanya tempat persinggahan (bagi manusia)<br />
Bersabarlah hadapi ujian<br />
takkan lama kan tinggal<br />
Cobaan hidup bagi manusia<br />
isyarat cintanya bagi kita semua<br />
Ketahuilah kawan tentang sebuah jalan<br />
Menuju fajar terbit nan terang</p>
<p></em></p>
<p><em>(Lirik Nasyid Suara Persaudaraan)<br />
</em></p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/fajar/'>fajar</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/menang/'>menang</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/nasyid/'>nasyid</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/sp/'>SP</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=973&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/26/fajar-kemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Temukan Diri Sendiri di Kala Pagi</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/temukan-diri-sendiri-di-kala-pagi/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/temukan-diri-sendiri-di-kala-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 00:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[fajar]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita menghitung berapa jumlah hari yang sudah kita lalui dalam hidup ini? Barangkali kebanyakan kita menjawab, tidak. Kita kurang peduli dengan bilangan hari, karena kita lebih banyak menghitung usia hidup melalui hitungan tahun, bukan hitungan hari. Wajarlah jika hari &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/temukan-diri-sendiri-di-kala-pagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=969&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita menghitung berapa jumlah hari yang sudah kita lalui dalam hidup ini? Barangkali kebanyakan kita menjawab, tidak. Kita kurang peduli dengan bilangan hari, karena kita lebih banyak menghitung usia hidup melalui hitungan tahun, bukan hitungan hari. Wajarlah jika hari ulang tahun menjadi begitu spesial. Padahal hari demi hari adalah rahasia nilai hidup kita.</p>
<p>Satu hari, selalu dimulai dengan datangnya pagi. Dan kualitas kita memulai awal hari, biasanya sangat menentukan perjalanan kita pada hari itu. Pagi hari, adalah keberkahan karena kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat berprestasi dengan baik. Ingatlah, waktu pagi adalah berkah seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw<em>, “Umatku diberkahi pada waktu paginya” (HR Thabrani).</em></p>
<p><span id="more-969"></span></p>
<p>Untuk menggapai kekuatan dan menangguk berkah luar biasa di pagi hari, berikut beberapa langkahnya: <strong></strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Dekaplah Keheningan di Waktu Pagi</strong></p>
<ol></ol>
<p>Bergembiralah dengan kemenangan kita bangun pagi. Rasakan kemenangan ini. Kita telah menang melawan kantuk yang membius kesadaran kita untuk menyambut rahmat Allah SWT. Rasakanlah kita telah berhasil mengalahkan syaitan yang membelenggu, lalu bangkit dengan kuat memenuhi panggilan Allah SWT. Rasulullah berkomentar tentang orang yang tidur semalam suntuk hingga pagi hari dengan ucapan, <em>“orang-orang itu telah dikencingi syaitan di kedua telinganya.” (HR. Muslim)</em></p>
<p>Sehari hanya ada dua puluh empat jam, tidak bisa kurang atau bertambah. Untuk memiliki waktu yang lebih panjang, satu-satunya jalan yaitu setiap hari bangun lebih awal, sebelum memulai pekerjaan dan kegiatan rutin. Syukurilah karena kita masih diberikan kesempatan menghirup udara yang begitu bersih dan segar. Syukurilah karena kita masih dibukakan kesempatan menghirup udara yang kita hirup dengan begitu nyaman. Nikmatilah keheningan yang mendamaikan itu secara seksama. <strong></strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Memandang Langit yang Luar Biasa</strong></p>
<ol></ol>
<p>Pandanglah langit, perhatikanlah ke Maha Kuasaan Allah disana. Ini adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan Rasulullah saw. Tataplah langit itu agar kita bisa menyibak rahasia dahsyat di pagi hari. Rasulullah mengajarkan kita untuk mengarahkan pandangan ke kerajaan langit dan bumi. Menggerakkan akal pikiran kita supaya suka mengenang serta merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Fitrah kita dibangunkan agar jiwa kita dapat menerima suasana keimanan yang semakin kuat dengan merasakan suatu alam lain yang ada di balik alam semesta yang ada pada saat pagi. Karena pada waktu pagi, suasana alam sangat hening dan kondisi jiwa dalam keadaan bersih.</p>
<p>Seperti disebutkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah pada pagi dini hari ini kerap membaca firman Allah SWT surat Ali Imran ayat 90 yang artinya, <em>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”</em> Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah diriwayatkan membaca ayat-ayat itu sambil memandang langit pada waktu pagi. <strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Segeralah Membuka Pintu-pintu RahmatNya</strong></p>
<ol></ol>
<p>Jangan terlambat memperoleh rahmat Allah SWT pada waktu pagi. Allah SWT membukakan pintu rahmatNya yang amat luas pada pagi hari hingga terbitnya matahari. <em>Albarakatu fi bukuriha</em>. Berkah itu ada pada waktu pagi. Begitu arti pepatah yang kerap disebutkan di kalangan orang-orang Arab. Waktu pagi, memang menyimpan banyak keutamaan. Salah satunya zikir pagi yang dianjurkan untuk memperoleh banyak rahmat Allah SWT. Allah SWT berfirman, dalam surat Al Kahfi Ayat 28, yang artinya, <em>“Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhoan-Nya…”</em></p>
<p>Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sebuah hadits marfu’ bahwa Rasulullah saw bersabda, <em>“Barangsiapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah swt sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh dengan sempurna, sempurna dan sempurna.”</em> <strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Sapalah Orang-orang yang Kita Cintai di Waktu Pagi</strong></p>
<ol></ol>
<p>Menyapa orang-orang yang kita cintai di waktu pagi, menanamkan banyak kesan yang indah. Banyak di antara kita yang memiliki kenangan indah saat-saat pagi bersama keluarga. Sungguh indah sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan, <em>“Jika seorang suami membangunkan istrinya untuk shalat pada waktu malam, lalu mereka berdua mendirikan shalat dua rakaat atau mereka shalat dua rakaat berjamaah, maka mereka akan ditulis termasuk dalam kelompok adz dzaakiriin dan adzaakiraat (orang-orang yang berdzikir)” (HR. Abu Daud)</em></p>
<p>Sapalah orang-orang yang kita cintai di pagi hari. Ajaklah mereka untuk sama-sama menikmati detik-detik emas dalam memulai hari. Bersama orang tua, suami, istri, anak-anak dan orang-orang yang kita cintai. Ingat-ingatlah, bagaimana kerinduan begitu menggelayuti kita mendengar suara lembut ibu yang dahulu setia membangunkan kita, atau suara gedor pintu ayah yang sedang membangunkan kita atau adik.</p>
<p>Anak-anak adalah genarasi baru, yang bangun tidurnya umumnya selalu lebih terlambat disbanding orang tuanya. Keterlambatan itu jangan pernah ditafsirkan sebagai kemalasan. Anak butuh terus ditengok, disayangi, bahkan sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Maka kesempatan ini tak boleh kita lewatkan. Sapalah mereka dan bangunkan mereka dengan kegembiraan. Dengan menggoda, bercanda, dan menularkan kesegaran yang telah lebih dulu ia dapatkan.</p>
<p>Tataplah hati dengan sepenuh pengharapan, semangat, gairah dan kehendak baru.</p>
<p>|Zainuri Hanif| Dirangkum dari Tarbawi 103| Maret 2005 |</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/fajar/'>fajar</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pagi/'>pagi</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/subuh/'>subuh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/969/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=969&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/temukan-diri-sendiri-di-kala-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap Waktu punya Kewajibannya Sendiri-sendiri</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/setiap-waktu-punya-kewajibannya-sendiri-sendiri/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/setiap-waktu-punya-kewajibannya-sendiri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 00:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua kita bisa melewati pagi sebagaimana yang diinginkan. Terkadang, ada saja peristiwa yang menyebabkan kita tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Saat berpergian, saat dihadang oleh kesibukan yang mendesak, saat terlalu lelah, saat sakit atau semacamnya. Hal yang lebih &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/setiap-waktu-punya-kewajibannya-sendiri-sendiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=966&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua kita bisa melewati pagi sebagaimana yang diinginkan. Terkadang, ada saja peristiwa yang menyebabkan kita tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Saat berpergian, saat dihadang oleh kesibukan yang mendesak, saat terlalu lelah, saat sakit atau semacamnya. Hal yang lebih ironis lagi jika kita terbiasa untuk tidak bisa memanfaatkan waktu pagi karena kebiasaan rutin sebagaimana di kota-kota besar, khususnya Jakarta. Ketika di Depok, sewaktu sholat subuh deru kendaraan yang bergerak ke kota sudah terdengar, kendaraan pun mulai memenuhi jalanan.</p>
<p>Meski keinginan untuk memanfaatkan subuh cukup kuat, seringkali keadaan yang tidak memungkinkan mewujudkan keinginan itu. Yah, jangan sampai kesempatan emas di waktu pagi hari luput kira raih. Jangan sampai!</p>
<p>Banyak amal yang bisa kita lakukan ketika pagi, meski banyak halangan. Yang penting lakukan saja secara rutin. <em>“Jika seseorang hamba menderita sakit atau berpergian, maka ia tetap dituliskan pahala untuknya sebagaimana ketika ia sedang tidak berpergian dan dalam keadaan sehat.” (HR. Bukhori)</em></p>
<p>Ada banyak amal saleh yang bisa dilakukan tidak hanya di waktu tertentu. Karena ada banyak rentang waktu yang harus kita isi dalam hidup ini. Bukan hanya mengisinya untuk menggantikan kekurangan di waktu lain. Tapi juga karena setiap waktu punya kewajibannya sendiri-sendiri.</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pagi/'>pagi</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/waktu/'>waktu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/966/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/966/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=966&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/25/setiap-waktu-punya-kewajibannya-sendiri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat &#8211; Menasehati</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/nasehat-menasehati/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/nasehat-menasehati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 02:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Bicara nasihat menasehati, tentu itu menjadi kebutuhan kita semua. Namun seringkali nasihat baik dan tulus tidak diterima sebagaimana mestinya. Terlalu banyak ego yang harus dipertahankan dan kepentingan di baliknya. sebagai teman, justru menjadi orang pertama yang harus menasehati jika tidak &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/nasehat-menasehati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=955&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-959" href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/nasehat-menasehati/a_closer_look_hdtv_wide_by_digitalphenom/"><img class="alignleft size-medium wp-image-959" title="A_Closer_Look_HDTV_WIde_by_DigitalPhenom" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/02/a_closer_look_hdtv_wide_by_digitalphenom.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Bicara nasihat menasehati, tentu itu menjadi kebutuhan kita semua. Namun seringkali nasihat baik dan tulus tidak diterima sebagaimana mestinya. Terlalu banyak ego yang harus dipertahankan dan kepentingan di baliknya. sebagai teman, justru menjadi orang pertama yang harus menasehati jika tidak mau saudaranya tergelincir.</p>
<p>Menjadi aneh jika yang dinasehati justru marah-marah. Mario Teguh baru-baru ini memberi statemen yang bagus di Twitternya, namun justru mendapat banyak hujatan. kalimatnya kurang lebih begini :</p>
<blockquote><p><strong>Wanita yg pas u/ teman pesta,clubbing,brgadang smp pagi,chitchat yg snob,mroko,n kadang mabuk – tdk mungkin direncanakan jadi istri.</strong></p></blockquote>
<p>Ironis jika justru banyak yang mengkritik beliau. Padahal esensinya benar. Kalau melihat secara jernih dan juga postingan berikutnya semua terangkai dengan indah.  Toh begitu beliau tetap meminta maaf.  setelah meminta maaf, banyak pula dukungan kepada beliau, lebih banyak daripada yang menghujat. Kata-kata menarik beliau kepada istri yang mempertanyakan permintaan maafnya adalah:</p>
<blockquote><p><strong><span id="more-955"></span>Benar atau salah, tetapi jika orang merasa tidak damai karena kebenaran yang kita sampaikan, kita harus meminta maaf.</strong></p>
<p><strong>Kegundahan orang lain kepada kita, saat kita menyampaikan kebenaran, adalah perintah untuk memperbaiki cara dalam menyampaikan kebenaran.</strong></p>
<p><strong>Kita tidak boleh memaksakan cara dalam menyampaikan kebenaran, karena itu akan mengakibatkan orang yang membutuhkan perbaikan hidup itu justru mencemoohkan kebenaran.</strong></p>
<p><strong>Kita tidak boleh meminta maaf atas kebenaran yang kita sampaikan, tetapi kita harus meminta maaf jika kekurang-mampuan kita dalam menyampaikannya mengganggu kedamaian orang lain.</strong></p>
<p><strong>Kita tidak boleh menjadi penyampai kebenaran yang justru membuat orang menjauhi kebenaran.</strong></p></blockquote>
<p>Dalam bukunya Anis Matta pernah mengungkapkan bahwa umat Islam sekarang butuh pembuktian. Ketika bicara dan protes mengenai standar ganda Amerika di Bosnia, yang berujung pembantaian muslim di Kosovo itu, umat Islam memprotes dan meminta AS dan sekutunya tidak menerapkan standar ganda itu dan menolong umat Islam disana. Dan mendesak pula supaya AS konsisten dengan statusnya sebagai &#8220;polisi dunia&#8221; dan &#8220;pembela HAM&#8221;. Alih-alih marah, dubes (pejabat Amerika) hanya menjawab, &#8220;aneh betul umat Islam, ia merasa saudaranya didzolimi, tapi ia menyuruh kami (orang lain) untuk mengirim pasukan dan mengorbankan darah putra-putri (tentara) terbaik kami disana. Mengapa bukan mereka sendiri yang berangkat dan membela saudaranya yang ada disana. Jangan hanya bisanya menyuruh orang lain.&#8221;</p>
<p>Ya, patut kita renungkan sebelum banyak bicara dan menuntut orang lain. Tataplah diri sendiri dulu. Namun begitu, jangan pula menunggu sempurna untuk menasehati orang lain. Karena sampai kapan kita sempurna? tidak akan pernah bisa! Kita dalam berilmu harus menganut kaedah tidak pernah puas. Tidak pernah berlimu secara permanen dan karenanya selalu ingin belajar.</p>
<p><strong>Jangan Keras dan Kasar</strong></p>
<p>Seorang senior saya berulangkali mengisahkan cara memberi nasehat yang baik, jangan keras dan kasar. Nabi Musa saja diminta menyampaikannya dengan lembut.   “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS. Thahaa: 43-44). Jelas, saudara kita itu Insya Allah lebih baik dari Fir&#8217;uan yang mengaku Tuhan. Biarlah Alllah membalasnya sampai-sampai taubatnya tidak diterima walau Fir&#8217;aun berkata,<em> &#8220;Amantu bi robbi Musa wa Haruna&#8221;. </em>Nyawanya sudah di kerongkongan, maka tertolaklah taubatnya.</p>
<p>Imam Syafi’i menjelaskan uslub yang terbaik dalam menyampaikan nasehat:</p>
<blockquote><p><em>“Biasakanlah nasihatmu (disampaikan) dalam kesendirianku. Dan hindarilah (menyampaikan) nasehat di perkumpulan orang. Karena sesungguhnya nasehat di tengah orang banyak merupakan salah satu bentuk penghinaan yang tidak aku relakan untuk mendengarnya. Jika engkau menyalahi dan melanggar ucapanku ini, maka janganlah kecewa (kesal) jika tidak ditaati (nasehatmu)”</em></p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/category/opini/'>opini</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/category/renungan/'>renungan</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/nasihat/'>nasihat</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pesan/'>pesan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/955/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=955&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/nasehat-menasehati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/02/a_closer_look_hdtv_wide_by_digitalphenom.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">A_Closer_Look_HDTV_WIde_by_DigitalPhenom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberkahan Yang Tak Pernah Pudar</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/keberkahan-yang-tak-pernah-pudar/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/keberkahan-yang-tak-pernah-pudar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[fajar]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[rejeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Pagi adalah bagian dari waktu-waktu Allah yang terus berputar. Ia juga ungkapan yang sangat lekat dengan makna kesegaran, keceriaan, semangat, dan hidup baru. Begitu banyak makna positif yang memberi spirit dan optimisme dalam hidup yang datang menyertai pagi. Mungkin banyak &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/keberkahan-yang-tak-pernah-pudar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=952&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi adalah bagian dari waktu-waktu Allah yang terus berputar. Ia juga ungkapan yang sangat lekat dengan makna kesegaran, keceriaan, semangat, dan hidup baru. Begitu banyak makna positif yang memberi spirit dan optimisme dalam hidup yang datang menyertai pagi. Mungkin banyak lagi hikmah dan keistimewaan d balik pujian Allah terhadapnya, <em>“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (QS. At Takwir: 18)</em>, yang mungkin belum dapat kita ungkap karena keterbatasan ilmu kita.</p>
<p>Bertemu pagi adalah keniscayaan. Tetapi mengambil manfaat dari keistimewaannya adalah sesuatu yang harus diupayakan. Jalannya hanya satu, bangun lebih pagi. Lalu mengintip apa saja kebaikan-kebaikan yang dapat kita petik pagi itu.</p>
<p><span id="more-952"></span></p>
<p><strong>Karena Suatu Pagi Bisa Merubah Hidupmu</strong></p>
<p>Waktu adalah wadah pembentukan. Di sanalah garis edar hidup kita, tumbuh dan menjadi dewasa, dari lahir hingga kembali ke hadiratNya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Waktu memiliki tiga makna dan dilandaskan pada tiga derajat. Di antara makna-makna itu adalah saat mampu dan benar, karena melihat cahaya karunia yang ditarik kebersihan harapan, atau karena ada perlindungan yang ditarik kebenaran ketakutan, atau karena kobaran rindu yang ditarik cinta.” (Madarijus Salikin)</p>
<p>Satu di antara bagian waktu yang menghimpun makna-manka itu, yang memiliki urgensi pembentukan adalah pagi. Ia adalah simbol permulaan dan perubahan, kepada dan terhadap apa saja, termasuk babak-babak kehidupan kita.</p>
<p><strong>Karena Kehidupan Pagi adalah Ciri Orang Shalih</strong></p>
<p>Tidur, bagi manusia adalah sifat kesempurnaan. Orang yang tidak bisa tidur berarti memiliki kekurangan; kesehatan fisiknya sedang terganggu. Tetapi, memperpanjang jatah tidur juga bukan ciri manusia yang baik. Tidur berlama-lama akan membuat badan terasa berat, membuang waktu secara percuma, membentuk jiwa yang lalai dan malas, serta banyak hal negatif lainnya. Karena itu, hidup ini perlu keseimbangan.</p>
<p>Manusia terbaik di muka bumi ini adalah mereka yang beriman kepada Allah. Mereka yang mendisiplinkan waktunya, mengatur antara hak dan kewajibannya. Ketika malam tiba, mereka bersegera tidur supaya di penghujung malam bisa terbangun dan bercengkerama dengan keindahan dan kedamaian pagi. Muawiyah bin Qurrah menirukan nasehat bapaknya ketika mereka sekeluarga telah melaksanakan sholat Isya, “Wahai anak-anakku, tidurlah sekarang. Semoga Allah menganugerahkan kepada kalian kebaikan malam ini.”</p>
<p>Ada banyak hal yang dilakukan orang-orang shalih di kala pagi. Setelah mereka mendirikan shalat malam, mereka duduk berdoa dan bermunajat “menagih” janji-janji Allah, membaca dan mentadabburi Al Qur’an. Fudhail bin Iyad pernah menceritakan, “Aku menjumpai suatu kaum yang malu kepada Allah di kegelapan malam karena kemalaman tidur, Pasalnya, mereka terbiasa hanya rebahan dan jika terjaga mereka berkata, “Ini bukanlah untukmu, maka bangkitlah untuk mengambil bagianmu di akhirat.”</p>
<p>Tidur bagi mereka hanyalah sisa waktu yang sangat dibatasi dan melakukan amal-amal ketaatan di pagi hari adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kehilangan pagi, bagi mereka adalah kerugian yang bisa memunculkan banyak sekali dugaan keburukan. Sampai-sampai Ibnu Umar mengatakan, “Jika kami kehilangan seseorang pada sholat Subuh dan Isya (di masjid), kami mempunyai prasangka buruk kepadanya.”</p>
<p><strong>Karena Ilmu-ilmu Allah Turun Pada Waktu Pagi</strong></p>
<p>Setiap fase waktu, antara siang dan malam yang telah dibentangkan Allah SWT untuk kita, memiliki klasifikasi dan keistimewaan yang tak tergantikan dengan fase-fase waktu yang lain. Antara mencari nafkah, ibadah, belajar, dan beristirahat semua telah diatur oleh Allah. Hanya saja, kita terkadang tidak memahami hikmah di balik ketentuan-ketentuan itu, atau bahkan sengaja tidak memperdulikannya dengan bermacam alasan, sehingga seringkali kita melakukan sesuatu yang tidak mendatangkan hasil maksimal, yang tentu saja hal itu akan merugikan kita sendiri.</p>
<p>Di balik heningnya suasana pagi, ada banyak hikmah yang mendalam. Diantaranya; berlimpahnya pahala dari Allah, kesegaran udara subuh yang menyegarkan fisik, konsentrasi pikiran dan daya ingat yang kuat untuk menyambut datangnya hikmah dan ilmu-ilmu Allah SWT. Kemuliaan pagi serta mudahnya akal menyerap ilmu di saat itu, pernah pula diingatkan Lukman Al Hakim kepada putranya, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu mash mendengkur tidur hingga matahari terbit.” (Tafsir Al Qurtubi)</p>
<p><strong>Karena Pagi Tidak Berubah, Yang Berubah Adalah Kita</strong></p>
<p>Pagi seperti tak pernah bosan menyapa kita. Kala kita sakit, bersedih, berduka, atau sedang bersuka cita, pagi selalu datang dengan berjuta optimisme dan harapan. Tanpa kita sadari, ternyata pagi telah mengantarkan kita pada usia yang sekarang. Usia yang barangkali tidak lagi bisa dikatakan muda, karena kekuatan fisik yang dulu kita banggakan kini semakin melemah, ketampanan dan kecantikan mulai memudar, ketajaman mata mulai berkurang. Rambut mulai berganti warna, dan anak-anak di sekitar kita pun sudah besar. Itu semua menjadi pertanda bahwa kita semakin tua, meskipun belum tentu dewasa.</p>
<p><strong>Karena Pagi Adalah Sumber Keberkahan</strong></p>
<p>Kesegaran subuh tidak hanya menemani kekhusyukan ibadah kita, atau mengiringi terkabulnya untaian doa dan munajat kita, atau mengasah ketajaman akal dan kemampuan berpikir kita. Tetapi kesegaran tubuh juga membuka pintu-pintu rezeki yang telah Allah hamparkan di hari itu. Karena itu, Islam mengajak kita untuk berlomba menyambut dan mendapatkan rezeki Allah dengan bersegera bangun pagi.</p>
<p>Fatimah ra, putri Rasulullah saw pernah bercerita , “Ayahku lewat disampingku, sedang aku masih berbaring di waktu pagi. Lalu beliau menggerakkan badanku dengan kakinya dan berkata, “Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hambaNya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)</p>
<p>Aisyah ra berkata, “Rasulullah bersabda, “berpagi-pagilah mencari rezeki, karena sesungguhnya berpagi-pagi itu membawa berkah dan menghasilkan kemenangan.”</p>
<p>Kunci keberkahan dimulai dari membiasakan diri mendirikan shalah subuh berjamaah di masjid. Dan bisa dibayangkan, jika setiap Muslim di negeri ini melakukan shalat subuh berjamaah di masjid dan mereka rajin melakukan zikir, maka keberkahan akan muncul dimana-mana. Karena itu, carilah keberkahan dan kemenangan di waktu pagi, dan hindarilah tidur disaat itu, karena sebenarnya kebiasaan itu hanya akan menjauhkan kita dari rezeki Allah SWT.</p>
<p>(dirangkum dari Tarbawi 103)</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/berkah/'>berkah</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/fajar/'>fajar</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pagi/'>pagi</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/rejeki/'>rejeki</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/952/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=952&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/24/keberkahan-yang-tak-pernah-pudar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecenderungan Harga Pangan yang Menggelisahkan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/22/kecenderungan-harga-pangan-yang-menggelisahkan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/22/kecenderungan-harga-pangan-yang-menggelisahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[karet]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 50 tahun pertanian dunia dibuat gelisah dengan tren harga pangan dan komoditas pertanian dunia pada umumnya yang terus menurun. Mungkin sudah banyak yang lupa bahwa pada 1960 harga minyak sawit mentah masih 1.102 dollar AS per ton, harga &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/22/kecenderungan-harga-pangan-yang-menggelisahkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=948&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih  dari 50 tahun pertanian dunia dibuat gelisah dengan tren harga pangan  dan komoditas pertanian dunia pada umumnya yang terus menurun. Mungkin  sudah banyak yang lupa bahwa pada 1960 harga minyak sawit mentah masih   1.102 dollar AS per ton, harga karet alam  3.77 dollar AS per kg, dan  harga beras  519 dollar AS per ton. Pada 2000 harga sawit turun menjadi  307 dollar AS per ton, harga karet 68 sen dollar AS per kg, dan harga  beras menjadi 201 dollar AS per ton.</p>
<p>Penurunan  harga tersebut terjadi dalam situasi penduduk dunia yang terus  meningkat dari sekitar 2 miliar penduduk pada 1950 menjadi lebih dari 6  miliar penduduk dunia pada awal 2000-an.</p>
<p>Artinya, dalam tempo  lebih dari 50 tahun produksi pangan dunia melampaui kebutuhan yang  meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan tingkat kesejahteraan  dunia sehingga tren harga riil pangan di pasar dunia menurun terus.</p>
<p><span id="more-948"></span>Sekarang  kondisi sedang berubah. Kecenderungan harga pangan yang menurun  tersebut sudah berbalik menjadi naik. Sebagai gambaran, indeks harga  pangan (IHP) dunia pada 2000 adalah 90, meningkat menjadi 115 pada 2005,  dan kemudian meningkat menjadi 172 pada Desember 2009. Peningkatan IHP  tertinggi berlaku untuk gula dengan nilai IHP 334, yang diikuti  berturut-turut produk peternakan 216, bijian 171, minyak dan lemak 169,  serta daging 119 pada Desember 2009 (IHP tahun 2002-2004 &gt; 100) (FAO,  2009).</p>
<p><strong>Bergerak paradoksal </strong></p>
<p>Kejadian tren meningkatnya harga pangan periode terakhir ini akan  memberikan dampak yang berarti terhadap berbagai sendi kehidupan,  khususnya untuk kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang, di  mana porsi pengeluaran pangannya bisa lebih dari 50 persen dari total  pengeluaran rumah tangganya. Bandingkan dengan pangsa pengeluaran pangan  untuk masyarakat di negara maju yang  kurang dari 10  persen.</p>
<p>Karena  itu, kenaikan harga pangan akan sangat memberatkan kehidupan kelompok  keluarga berpendapatan rendah dengan proporsi yang jauh lebih besar  dibandingkan dengan kelompok masyarakat berpendapatan tinggi.</p>
<p>Sebaliknya,  harga pangan yang tinggi mestinya menggairahkan para petani untuk  meningkatkan produksi dan produktivitas usaha taninya. Hal inilah  sebetulnya yang semestinya mengundang kegelisahan kita, yaitu perbedaan  produktivitas sektor pertanian antara negara berkembang dan negara maju  adalah sekitar 72 kali (Restucia, Yang, dan Zhu (2008) dalam Agriculture  and Aggregate Productivity: A quantitative Cross-country Analysis).</p>
<p>Sejalan dengan ini kita menyaksikan rata-rata luas lahan per petani  di negara maju meningkat, sedangkan jumlah petaninya menurun sepanjang  waktu. Hasilnya adalah luas lahan per petani di Amerika Serikat sudah  mencapai 200 hektar.</p>
<p>Dapat menjadi catatan bahwa jumlah petani  dan tenaga kerja pertanian di negara-negara maju hanyalah 3 persen dari  angkatan kerja, sedangkan di negara-negara berkembang jumlahnya sangat  besar, yaitu sekitar 80 persen (Cai, 2009).</p>
<p>Bandingkan dengan  skala usaha tani di Indonesia yang kecenderungannya makin menggurem. Hal  ini menunjukkan telah terjadinya transformasi ekonomi nasional kita  yang arahnya paradoksal dengan evolusi yang terjadi di negara-negara  yang lebih maju.</p>
<p>Gambaran bahwa sektor pertanian tidak  mendapatkan prioritas di negara berkembang dapat diperlihatkan, antara  lain, oleh kecenderungan nilai agriculture relative development index  (ARDI), yaitu indeks yang menunjukkan hubungan proporsional antara rasio  nilai produk pertanian terhadap populasi tenaga kerja pertanian dan  rasio pendapatan nasional dengan populasi dari suatu negara.</p>
<p>Makin  tinggi nilai ARDI, dapat ditafsirkan bahwa sektor pertanian telah  mendapatkan prioritas. Ziqiang, Jing, Qi1, dan Yansui (2009) menunjukkan  bahwa makin maju suatu negara, makin tinggi nilai ARDI-nya. Hasil riset  tersebut menunjukkan bahwa di seluruh negara maju nilai ARDI-nya dalam  periode 1980 ke 2004 terus meningkat.</p>
<p>Bahkan, untuk Israel nilai  ARDI pada 1980 adalah 0,4543, meningkat menjadi 1,2246 pada 2004, dan  ARDI untuk Selandia Baru  meningkat dari 0,6313 pada 1980 menjadi 1,0265  pada 2004. Adapun nilai ARDI Indonesia menurun dari 0,4634 pada 1980  menjadi 0,3675 pada 2004. Fenomena seperti Indonesia ini berlaku untuk  semua negara berkembang.</p>
<p>Yang lebih merepotkan lagi apabila  penurunan ARDI tersebut disebabkan oleh penurunan produktivitas ekonomi  nasional secara keseluruhan. Adamopoulos dan Restuccia (2009) dalam The  Size Distribution of Farms and International Productivity Differences  menunjukkan bahwa setiap 75 persen penurunan dalam produktivitas  nasional (economy-wide productivity) akan menyebabkan peningkatan  persentase tenaga kerja pertanian dari 2,5 persen sampai 53 persen, dan  penurunan rata-rata skala usaha pertanian dan produktivitas tenaga kerja  pertanian dengan kelipatan lebih dari 20 kali.</p>
<p>Padahal, Gollin  et al, (2002) menunjukkan bahwa pertumbuhan produktivitas pertanian  (bukan produksi) yang tinggi merupakan prasyarat tingginya pertumbuhan  ekonomi nasional.</p>
<p><strong>Peningkatan peran riset</strong></p>
<p>Hasil riset Adamopoulos dan Restuccia (2009) serta Gollin et al,  (2002) masing-masing memberikan implikasi kebijaksanaan yang sangat  penting: betapa pentingnya pencapaian produktivitas ekonomi nasional  secara keseluruhan agar transformasi ekonomi dapat terwujud dan betapa  pentingnya pula mewujudkan tingkat pertumbuhan produktivitas pertanian  yang tinggi.</p>
<p>Sumber utama peningkatan produktivitas adalah riset  dan inovasi. Fuglie et al, (1996) menunjukkan bahwa  manfaat  dari  adanya riset pertanian dan investasi dalam sumber daya manusia (social  rates of return to agricultural R&amp;D, extension, and education)  sebagai berikut.</p>
<p>Social rates of return untuk semua riset dan  pengembangan (R &amp; D) di bidang pertanian 40-60 persen, ilmu dasar  60-90 persen, R &amp; D swasta 30-45  persen, penyuluhan 20-40 persen,  dan pelatihan petani 30-45 persen. Namun, negara-negara berkembang pada  umumnya tidak memberikan prioritas untuk melakukan investasi di bidang  ini.</p>
<p>Sebagai ilustrasi dapat diambil kasus dalam bidang kelapa  sawit, yang dalam tiga dekade terakhir berkembang pesat di Indonesia.  Abiola Adebowale menyatakan bahwa sampai dengan 1971, Nigeria merupakan  pengekspor utama kelapa sawit dunia.</p>
<p>Namun, Nigeria mengalami  stagnasi ekonomi dan posisinya itu disusul oleh Malaysia pada 1971.  Penyebabnya adalah kurangnya perhatian Pemerintah Nigeria kepada kelapa  sawit karena pengaruh negatif dari booming minyak bumi pada waktu itu.</p>
<p>Sebaliknya Malaysia konsisten dalam kebijakannya, khususnya dalam  investasi di bidang R &amp; D dan sumber daya manusia sehingga sekarang  industri berbasis kelapa sawit di Malaysia sudah menjadi industri yang  berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Untuk mencapai posisi  tersebut, sebagai ilustrasi, pada 2002 Malaysia mengeluarkan biaya  investasi dalam R &amp; D sekitar 95,2 juta dollar AS untuk sawit dengan  jumlah peneliti 188 orang dan 19,1 juta dollar AS untuk karet dengan  peneliti 33 orang (Stads et al, 2005).</p>
<p>Di Malaysia pengeluaran  per ilmuwan mencapai 500.000 dollar AS per tahun pada 2007, meningkat  dari 344.000 dollar AS per tahun pada 2002 (Abiola Adebowale).  Bandingkan dengan tenaga peneliti kelapa sawit dan karet di Indonesia  pada 2009 adalah masing-masing hanya berjumlah 57 orang dan 74 orang,  dengan dukungan pembiayaan masing-masing hanya Rp 19,6 miliar dan Rp 7,2  miliar (Wicaksono, 2010).</p>
<p>Dari seluruh uraian di atas dapat  diambil kesimpulan bahwa persoalan struktural dan persoalan rendahnya  kapasitas pertanian merupakan persoalan kompleks yang saling berkaitan  satu sama lain.</p>
<p>Apabila pada era 1970-an solusi kekurangan pangan  diatasi dengan revolusi hijau, pada era mendatang persoalannya jauh  lebih kompleks, bukan sekadar membangun infrastruktur dan menerapkan  teknologi produksi, melainkan menuntut adanya perubahan struktural dan  kultural yang menyeluruh.</p>
<p>Gagasan pengembangan food estate perlu  diterjemahkan dalam konteks upaya menyeluruh dalam transformasi ekonomi  yang bisa dan kuat membalik arus paradoksal di atas melalui rancang  bangun struktural dan kultural yang mampu menangkap unsur-unsur  kompleksitas zaman yang akan datang.</p>
<p>Agus Pakpahan</p>
<p><em>Pengamat Ekonomi Pangan. <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/22/03460055/kecenderungan.harga.pangan.yang.menggelisahkan">Sumber Kompas</a></em></p>
<div>
<div>
<div>
<div><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/22/03460055/kecenderungan.harga.pangan.yang.menggelisahkan#"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/3701688p.jpg" alt="" /></a></div>
<blockquote>
<div><em>KOMPAS/ARUM  TRESNANINGTYAS</em></div>
<div><em>Carik (42)  menabur pupuk urea  bersubsidi di sawah miliknya di Desa Tegalluar,  Kabupaten Bandung, Jawa  Barat, Rabu ( 2 0/ 1 ) .</em></div>
</blockquote>
</div>
</div>
<p><!-- judul + lead --></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/teknologi-pertanian/'>teknologi pertanian</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/harga/'>harga</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/karet/'>karet</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pangan/'>pangan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/penelitian/'>Penelitian</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/pertanian/'>pertanian</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/sawit/'>sawit</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/948/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=948&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/22/kecenderungan-harga-pangan-yang-menggelisahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/3701688p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keluarlah Saudaraku</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/17/keluarlah-saudaraku/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/17/keluarlah-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 02:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku kau tahu bencana datang lagi Porak lagi negeri ini Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil Keluarlah keluarlah saudaraku Dari kenyamanan mihrabmu Dari kekhusukan i’tikafmu Dari keakraban sahabat-sahabatmu Keluarlah saudara-saudaraku Dari &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/17/keluarlah-saudaraku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=944&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Saudaraku kau tahu bencana datang lagi<br />
Porak lagi negeri ini<br />
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap<br />
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu<br />
Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil</p>
<p>Keluarlah keluarlah saudaraku<br />
Dari kenyamanan mihrabmu<br />
Dari kekhusukan i’tikafmu<br />
Dari keakraban sahabat-sahabatmu</p>
<p>Keluarlah saudara-saudaraku<br />
Dari keheningan masjidmu<br />
Bawalah roh sajadahmu ke jalan-jalan<br />
Ke pasar-pasar ke majlis dewan yang terhormat<br />
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambilan keputusan</p>
<p>Keluarlah-keluarlah saudaraku<br />
Dari nikmat kesendirianmu<br />
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini<br />
Kumpulkan kembali tenaga-tenaga yang tersisa<br />
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih<br />
Di tengah badai gurun kehidupan</p>
<p>Keluarlah-keluarlah saudaraku<br />
Berdirilah tegap di ujung jalan itu<br />
Sebentar lagi sejarah kan lewat<br />
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya</p>
<p>Sambut saja dia<br />
Engkaulah yang ia cari</p>
<p><em>&gt;&gt; Anis Matta dalam Dari Gerakan ke Negara﻿</em></p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/puisi/'>puisi</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/bencana/'>bencana</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/keluar/'>keluar</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/musibah/'>musibah</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/perjuangan/'>perjuangan</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/944/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=944&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/17/keluarlah-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segala Yang Berlebihan Akan Berakhir Mengecewakan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/02/08/segala-yang-berlebihan-akan-berakhir-mengecewakan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/02/08/segala-yang-berlebihan-akan-berakhir-mengecewakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 05:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ghuluw]]></category>
		<category><![CDATA[tarbawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Di hari-hari permulaan agama ini, pelajaran tentang sikap dan perilaku telah ada. Bahkan berlebih-lebihan akan berakhir mengecewakan. Kata kuncinya pada kemengertian dan pemahaman. Dan di situ biasanya masalah besar kita. Kita tidak mengerti, tetapi merasa tahu. Kita tidak tahu, tapi &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/02/08/segala-yang-berlebihan-akan-berakhir-mengecewakan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=941&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di hari-hari permulaan agama ini, pelajaran tentang sikap dan perilaku  telah ada. Bahkan berlebih-lebihan akan berakhir mengecewakan. Kata  kuncinya pada kemengertian dan pemahaman. Dan di situ biasanya masalah  besar kita. Kita tidak mengerti, tetapi merasa tahu. Kita tidak tahu,  tapi merasa menguasai. Lalu dari situ keluar segala sikap berlebihan  muncul.</p>
<p>Saat ini, kita berhadapan dengan otoritas yang tidak sempurna, secara  pribadi maupun secara kelembagaan. Secara pribadi kita berinteraksi  dengan orang biasa. Sebab kita bukan Rasulullah. Secara kelembagaan kita  berinteraksi dengan lembaga biasa buatan manusia, bukan lembaga  kenabian atau kerasulan yang diangkat oleh Allah dan terhindar dari  kekeliruan. Sebaik apapun orang yang kita duga baik, pasti punya  kesalahan.</p>
<p>Karena itu, kita harus selalu memberi ruang di dalam hati kita akan  adanya lubang hitam (black hole) yang memberi cacat di dalam kepribadian  kita secara personal maupun secara kolektif. Berlebihan, bahkan dalam  isu kebaikan, sekalipun bisa keliru.</p>
<p>Kita yang bukan Nabi, bukan Rasul, tidak mungkin bisa berbuat adil  secara sempurna. Tetapi kita yang melihat orang lain, juga tidak bisa  merasa lebih sempurna dari yang lain. Itu juga berlebihan. Tak hanya  soal adil. Sebab ada ratusan nlai yang kita anut dan menjadi pilar  penting kehidupan kita. Semua nilai itu harus kita sikapi secara benar.</p>
<p>Jiwa kita akan selalu berada di antara dua sifat yang saling tarik  menarik. Sehebat apapun otoritas dan kemampuan kita, mungkin saja kita  salah. Tak ada yang lebih indah dari nasehat Imam Syafi’i, “Pendapat  orang lain salah, tapi mungkin mengandung kebenaran. Pendapatku benar,  tapi mungkin mengandung kesalahan.”</p>
<p>Lebih buruk dari itu semua, bila kita menjadi penggembira yang tak  pernah tahu apa sesungguhnya inti permasalahannya. Berlebihan dalam hal  apa saja, akan berakhir dengan sangat mengecewakan.</p>
<p>(Majalah Tarbawi edisi 216 th.11, Dzulhijjah 1430 H/ 3 Desember 2009 M)</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/artikel/'>artikel</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/ghuluw/'>ghuluw</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/tarbawi/'>tarbawi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/941/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=941&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/02/08/segala-yang-berlebihan-akan-berakhir-mengecewakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Buah Kedengkian</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/30/delapan-buah-kedengkian/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/30/delapan-buah-kedengkian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 00:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, kedengkian itu bisa membawamu menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Artinya engkau sedih jika orang lain mendapat nikmat, dan merasa senang jika orang lain mendapat musibah. Ini termasuk perbuatan orang munafik. Kedua, engkau semakin memendam kedengkian di dalam batin &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/30/delapan-buah-kedengkian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=936&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-938" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/30/delapan-buah-kedengkian/marah-dengki-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-938" title="marah dengki" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/marah-dengki1.jpg?w=300&#038;h=133" alt="" width="300" height="133" /></a>P</strong><strong>ertam</strong><strong>a,</strong> kedengkian itu bisa membawamu menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Artinya engkau sedih jika orang lain mendapat nikmat, dan merasa senang jika orang lain mendapat musibah. Ini termasuk perbuatan orang munafik. <strong>Kedua,</strong> engkau semakin memendam kedengkian di dalam batin sehingga engkau merasa bergembira atas musibah yang menimpa orang lain. <strong>Ketiga,</strong> engkau menjauhi dan memutus orang itu sekalipun dia datang kepadamu dan mencarimu. <strong>Keempat,</strong> engkau berpaling darinya karena engkau merendahkannya. <strong>Kelima,</strong> engkau membicarakannya dengan pembicaraan yang tidak dibenarkan, seperti dusta, ghibah, menyebarkan rahasia, menodai harga dirinya, dan lain sebagainya. <strong>Keenam,</strong> engkau menirukannya sebagai pelecehan dan penghinaan terhadapnya. <strong>Ketujuh,</strong> engkau menyakitinya dengan memukul dan hal yang menyakiti badannya. Dan <strong>kedelapan,</strong> engkau menghalangi haknya seperti pembayaran utang atau silturahim. Semuanya ini adalah haram. (Imam Al Ghazali)</p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/936/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=936&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/30/delapan-buah-kedengkian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/marah-dengki1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">marah dengki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Praktis Membangkitkan Buah Nusantara di Pasar Domestik dan Ekspor</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/29/solusi-praktis-membangkitkan-buah-nusantara-di-pasar-domestik-dan-ekspor/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/29/solusi-praktis-membangkitkan-buah-nusantara-di-pasar-domestik-dan-ekspor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 00:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[mangga]]></category>
		<category><![CDATA[manggis]]></category>
		<category><![CDATA[mekarsari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang Merangkum dari para pembicara sebelumnya, kendala-kendala yang dihadapi buah nusantara dalam usahanya untuk &#8216;bangkit&#8217; dan lebih eksis di pasar domestik dan ekspor dapat dikelompokkan sebagai berikut: Kenyataan bahwa keanekaragamanhayati buah-buahan nusantara merupakan salah satu yang terbesar di dunia, &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/29/solusi-praktis-membangkitkan-buah-nusantara-di-pasar-domestik-dan-ekspor/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=931&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-932" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/29/solusi-praktis-membangkitkan-buah-nusantara-di-pasar-domestik-dan-ekspor/oranges_1680-x-1050-widescreen/"><img class="alignleft size-medium wp-image-932" title="buah jeruk" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/oranges_1680-x-1050-widescreen.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a>Latar Belakang</strong></p>
<p><strong> </strong>Merangkum dari para pembicara sebelumnya, kendala-kendala yang dihadapi buah nusantara dalam usahanya untuk &#8216;bangkit&#8217; dan lebih eksis di pasar domestik dan ekspor dapat dikelompokkan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kenyataan bahwa keanekaragamanhayati buah-buahan nusantara merupakan salah      satu yang terbesar di dunia, tetapi produksi dan pemasarannya masih terkesan      &#8216;seadanya&#8217;.</li>
<li>Sentra produksi buah-buahan tertentu menurut kecocokan agroklimatnya mulai      berkembang dalam 15 tahun terakhir, tetapi belum dapat mencukupi jumlah permintaan      dan kontinuitas pasokan buah ke pasar.</li>
<li>Penanganan pascapanen, pengemasan, transportasi dan distribusi      buah-buahan yang sangat mudah rusak (<em>perishable</em>)      pada umumnya belum dilaksanakan dengan baik.</li>
<li>Sangat sedikit varietas &#8216;mapan&#8217; buah nusantara yang dikenal luas oleh masyarakat,      kebanyakan adalah varietas &#8216;tak bernama&#8217;, sehingga mutu buah di pasar tidak bisa konsisten. Sebaliknya buah-buahan impor datang lengkap      dengan segala atribut dan merek dagangnya.</li>
<li>Informasi dan publikasi mengenai buah-buahan nusantara unggulan masih      sulit didapat dan kurang gencar dipromosikan, sehingga baru sebagian kecil      masyarakat awam yang mengetahuinya.<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span id="more-931"></span>&#8216;Potret&#8217;  Kondisi Buah Nusantara saat ini</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Berbicara mengenai buah nusantara, kita perlu mengetahui posisinya saat ini dari kacamata masyarakat awam yang membeli dan mengonsumsinya.  Tempat yang paling awal untuk mengenal buah nusantara adalah dengan mendatangi pasar buah, baik itu penjual buah pikulan, pasar tradisional, gerai/toko buah, pasar swalayan, hingga ke hotel.</p>
<p><strong> </strong>Pada umumnya para pedagang/penjual buah hanya mengenal buah dari jenis/ spesiesnya seperti papaya-mangga-pisang-jambu, tetapi jarang yang mengenal varietasnya secara tepat. Contohnya yang seringkali salah kaprah adalah papaya Dampit dijual dengan nama papaya Bangkok, mangga Gadung tertukar dengan Arumanis, pisang Sereh disebut pisang Susu, dan jambu Citra dinobatkan sebagai jambu Thailand.  Memang sampai saat ini yang mengenal betul perbedaan varietas-varietas buah nusantara adalah para peneliti atau praktisi hortikultura. Masyarakat awam kurang mendapatkan informasi dan pengetahuan yang memadai mengenai keanekaragaman buah nusantara yang sangat banyak ini.</p>
<p>Kelemahan ini masih ditambah dengan kenyataan di pasar tradisional bahwa mutu, ukuran, dan penampilan dari satu varietas buah sangat beragam. Semuanya tampil dalam kondisi sangat &#8216;bersahaja&#8217; dipadukan dengan kiat berdagang yang <em>tricky</em>, misalnya:</p>
<ol>
<li>Buah memar, lebam atau penyok karena pengemasan yang tidak memadai.      Diperkirakan lebih dari 30% buah menjadi afkir karena rusak atau busuk.</li>
<li>Getah berlelehan atau embun jelaga mengotori permukaan kulit buah</li>
<li>Buah dipanen muda atau diperam sehingga rasanya masam dan manisnya tidak      maksimal.</li>
<li>Beberapa buah berukuran besar diletakkan &#8216;di atas&#8217; untuk mengelabui      konsumen, sedangkan semakin &#8216;ke bawah&#8217; tumpukan ukuran buah semakin kecil.</li>
<li>Aneka varietas durian bertumpuk menjadi satu gundukan dijajakan di      tepi jalan. Negosiasi awal adalah &#8216;bicara manis&#8217; (tidak manis, tidak      bayar), tetapi seringkali berakhir dengan bersitegang urat leher karena      perbedaan persepsi &#8216;rasa manis&#8217; itu seperti apa.</li>
</ol>
<p>Semua ini bermuara kepada kesimpulan bahwa buah nusantara itu Kecil-Kusam-Dekil-Masam (KKDM), sehingga pada akhirnya konsumen enggan (atau lebih tepatnya: <em>kapok</em>!) membeli buah nusantara.</p>
<p>Ironisnya, hal sebaliknya terjadi pada buah-buahan impor. Nama-nama apel Fuji/ Washington, anggur Red Globe/Thomson seedless, jeruk Sunkist/Kino mandarin, pir Yang Lie, bahkan durian Monthong sudah sangat melekat dibenak konsumen.  Penampilan bentuk, ukuran, warna, dan rasa buah sangat seragam sehingga mudah diingat, mudah dicari, dan mudah diperoleh. Konsumen dimudahkan dan dimanjakan, tidak repot memilih dan tidak perlu bertengkar.  Mahal sedikit, <em>cincay</em>-lah!  Nasionalisme rendah?  Tidak juga!</p>
<p>Tetapi mengatakan bahwa buah nusantara selalu kalah dari buah Thailand, nah itu pertanda rendah diri, <em>minder</em>, atau &#8216;kurang <em>Pe-De</em>&#8216;. Kenyataannya durian Monthong, papaya Bangkok, dan jambu air Citra yang kesohor, semua asal-usulnya dari Indonesia!</p>
<p>Thailand lebih pandai memanfaatkan kelambanan kita dengan &#8216;menyalip ditikungan&#8217; dan mendapatkan ketenaran nama dan keuntungan secara komersial.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa yang mau Dibangkitkan?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Tentunya buah nusantara kesayangan dan kebanggaan kita ini yang akan dibangkitkan. Kalau harus dibangkitkan, berarti sekarang sedang jatuh, tidur, atau minimal &#8216;duduk santai&#8217;. Akibatnya buah-buahan impor malang-melintang di bumi yang <em>gemah ripah loh jinawi </em>ini.</p>
<p>Untuk membangkitkan buah nusantara ini maka banyak hal yang harus dibenahi, dilaksanakan, dan ditingkatkan mulai dari:</p>
<ol>
<li>Pemilihan jenis buah: (a) yang diminati pasar domestik,  (b) yang dikehendaki pasar ekspor; sebaiknya difokuskan hanya beberapa jenis buah pilihan utama dulu.</li>
<li>Penyediaan benih unggul dari jenis/varietas buah yang diminati pasar tadi, sebaiknya bibit dari Pohon Induk Tunggal yang sudah resmi ditetapkan oleh Pemerintah.</li>
<li>Pengembangan Sentra Produksi di wilayah yang cocok agroklimatnya dengan jenis buah tadi, dan memiliki kecocokan dengan budaya masyarakat/petani setempat.</li>
<li>Pengetahuan terapan tentang cara bertanam yang baik (<em>Good Agricultural Practices</em>), penanggulangan hama dan penyakit, pengairan dan pemupukan, hingga ke usaha membuahkan di luar musim.</li>
<li>Proses pascapanen, sortasi, <em>grading</em>, pengemasan, transportasi, hingga distribusi ke pasar konsumen akhir masih harus terus dibenahi.</li>
<li>Promosi yang berkesinambungan, rutin dan terjadwal tentang buah-buahan nusantara kepada masyarakat awam melalui mass media, pameran, bursa, festival, pariwisata, kuliner, lomba, dan beraneka kegiatan lainnya.</li>
</ol>
<p>Dari butir (1) bisa diambil contoh buah mangga. Untuk pasar domestik, mangga Arumanis masih merupakan favorit utama konsumen lokal. Rasa manis yang kuat, aroma harum, dan tekstur daging buah yang lembut tidak berserat menjadi kekuatan utama dari varietas ini. Bila orang awam ditanya: &#8220;Mangga apa yang paling anda sukai?&#8221;  Maka 8 dari 10 orang Indonesia akan menjawab: &#8220;Arumanis&#8221;. Artinya varietas ini sudah menjadi <em>&#8220;Top of mind</em>&#8220;, yaitu secara otomatis menjadi jawaban pertama yang diingat dan terekam dalam benaknya. Untuk pasar ekspor, tampaknya mangga Gedong Gincu menjadi andalan yang lebih tepat.</p>
<p>Pasar Eropa menghendaki mangga yang berukuran seragam kecil-sedang (100-150 gram), kulit berwarna menarik (merah, oranye), rasa manis dengan sedikit asam, tahan lama disimpan, serta mudah penyajiannya atau cara makannya.  Kriteria ini cocok dengan deskripsi varietas Gedong Gincu. Karena itu tidak sesuai jika kita memaksakan kehendak bahwa mangga Arumanis itu yang paling enak (menurut kita) dan layak diekspor, padahal konsumen berbeda selera perihal kriteria buah yang &#8216;paling enak&#8217;.</p>
<p>Pengembangan Sentra Produksi Buah menjadi pilihan prioritas untuk berkebun buah-buahan nusantara, dengan memperhatikan dua hal utama:  kecocokan lahan/agro-klimat, serta budaya masyarakat petani yang &#8216;terbiasa&#8217; menanam buah-buahan tertentu.  Sentra Produksi Buah adalah suatu hamparan/kesatuan wilayah yang cocok untuk ditanami jenis buah-buahan tertentu, misalnya: mangga di pantai utara Jawa Timur, rambutan di Kab. Subang, manggis di Kab. Bogor, jambu air di Kab. Demak. Luasan dari sentra produksi ini menjanjikan hasil panenan yang cukup besar untuk memenuhi pasar-pasar kota besar di sekitarnya. Dengan adanya sentra produksi, banyak kegiatan yang dapat diefisienkan dan disinergikan antara lain:  ketersediaan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan sarana produksi pertanian (pupuk, pestisida), pembentukan Koperasi, pengangkutan hasil panen, penanganan pascapanen, hingga ke faktor keamanan kebun.  Faktor terakhir inilah yang masih menjadi kendala besar bagi perusahaan swasta atau pengusaha perkebunan yang berniat membuka kebun buah berskala komersial.</p>
<p>Bila Pemerintah ingin mendorong pembukaan perkebunan buah berskala komersial maka salah satu alternatif yang dapat dilaksanakan adalah dengan &#8216;menitipkan&#8217; embrio perkebunan buah ini kepada perusahaan perkebunan besar (sawit, karet, kopi, kakao) yang sudah sukses beroperasi.  Dengan mencanangkan konversi 1% saja dari lahan perkebunan besar tadi menjadi lahan perkebunan buah-buahan, maka dari setiap 10.000 hektar perke-bunan sawit misalnya, harus ada &#8216;embrio&#8217; perkebunan buah-buahan seluas 100 hektar. Sistem manajemen skala perkebunan, modal yang memadai, dan faktor keamanan hasil panen, relatif sudah tertangani dengan baik pada perusahaan perkebunan besar, sehingga menangani &#8216;embrio&#8217; kebun buah bukan merupakan pekerjaan yang terlalu sulit. Kesuksesan embrio ini diharapkan akan &#8216;menggetok tular&#8217; kepada masyarakat di sekitar perkebunan, sehingga akhirnya dapat berkembang menjadi Sentra Produksi Buah yang baru.</p>
<p>Kecocokan lahan dan agroklimat merupakan salah satu syarat terpenting untuk menjamin keberhasilan produksi buah-buahan. Banyak masyarakat awam atau &#8216;petani kota&#8217; yang masih gemar mencoba-coba (<em>trial and error</em>) menanam jenis buah di tempat yang kurang sesuai dengan karakter tanamannya. Hal ini merupakan pemborosan biaya, waktu, dan tenaga, padahal sumberdaya untuk memulai suatu usaha kebun buah tidak sedikit dan memerlukan waktu lama.</p>
<p>Begitu juga dengan budaya masyarakat petani yang sudah secara turun-temurun bercocok tanam pohon buah-buahan akan lebih menjamin keberhasilan dari pada memaksakan perubahan pekerjaan dari petani palawija menjadi pekebun tanaman keras.  Suatu contoh yang sukses adalah perubahan petani buah di Demak yang dahulu bertanam belimbing dan kini berganti menjadi bertanam jambu air.  Kedua jenis buah ini mempunyai karakter yang sama yaitu berkulit tipis sehingga mudah diserang lalat buah.  Namun bagi petani buah Demak, keahlian membungkus buah sudah diwariskan turun-temurun sehingga merubah kebiasaan membungkus belimbing menjadi membungkus jambu air tidak menjadi hambatan.  Dengan harga jual jambu air yang mencapai tiga kali lipat harga belimbing, maka lambat laun seluruh kebun dan pekarangan petani berubah menjadi sentra produksi jambu air.  Dua varietas yang terkenal adalah jambu Delima dan jambu Citra. Pada tahun 2007, bapak Menteri Pertanian Dr. Anton Apriantono bahkan sempat melakukan panen perdana pada saat panen raya di kelurahan Betokan, Demak.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Perbedaan Tingkat Kesiapan Buah Menuju Pasar </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setiap jenis buah seperti papaya-mangga-pisang-jambu mempunyai tingkat kesiapan yang berbeda menuju pasar, baik itu pasar domestik, apa lagi pasar ekspor.  Papaya dan pisang adalah buah tanpa musim yang setiap saat tersedia di pasar.  Masalah-nya adalah pada tingkat mutu buah yang diminta oleh segmen pasar yang berbeda.  Sebagai contoh: pasar tradisional dapat menerima segala macam tingkat mutu papaya yang ada di pasar, karena segmen pembelinya selalu ada. Tetapi di toko-toko buah atau swalayan, mutu papaya lebih terseleksi dan harga jualnya kepada konsumen menjadi lebih mahal. Yang paling mahal adalah mutu paling tinggi disertai dengan kontinuitas ketersediaan setiap saat, seperti kontrak pembelian untuk restoran atau hotel.</p>
<p>Mangga Gedong Gincu seperti contoh di atas adalah buah yang siap menuju pasar ekspor. Selain kriteria ukuran-warna-rasa-daya simpan yang diminta konsumen, sentra produksi juga sudah terbentuk dan berkembang sesuai dengan meningkatnya permintaan pasar. Contoh lain yang justru &#8216;kedodoran&#8217; masuk pasar ekspor antara lain adalah manggis. Permintaannya demikian besar dan tidak pernah tercukupi, tetapi sentra produksi belum siap memenuhi permintaan karena berbagai kendala yang masih ada. Kendala ini mulai dari penyediaan benih tanaman unggul terbatas, pertumbuhan tanaman yang sangat lambat, musim panen buah yang singkat, penyakit getah-kuning pada daging buah, serta penampilan kulit buah yang sering <em>blurik</em>.  Padahal dari data ekspor buah Indonesia ke mancanegara, manggis termasuk jenis yang paling tinggi setelah nenas.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Solusi Praktis <em> </em></strong></p>
<p>Dalam usaha membangkitkan buah-buahan nusantara menjadi &#8216;raja di negeri sendiri&#8217;, tidak ada solusi praktis yang dapat menyelesaikan semua permasalahan dengan segera. Tetapi salah satu solusi yang bisa dipraktekkan dengan dampak cukup signifikan adalah  promosi buah-buahan nusantara yang berkesinambungan, rutin dan terjadwal.</p>
<p>Salah satu usaha memperkenalkan buah-buahan varietas baru di Taman Wisata Mekarsari adalah dengan mengundang sebanyak mungkin peliputan melalui mass media, ataupun mendatangkan pengunjung dengan kemasan acara-acara yang menarik.</p>
<p>Tahun lalu di bulan Nopember ketika Simposium Internasional Buah-buahan Tropis diselenggarakan di Bogor, sebanyak 150 peserta dari 28 negara berkunjung ke Mekarsari untuk menyaksikan pelepasan varietas baru &#8216;Nangkadak&#8217; yaitu persilangan antar spesies nangka &gt;&lt; cempedak.  Usaha promosi seperti ini mengharumkan tidak saja nama Mekarsari, tetapi sekaligus Indonesia sebagai salah satu penghasil buah-buahan tropika terdepan di dunia.  Seyogyanya momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong produksi buah nusantara ke pasar ekspor mancanegara, tentunya dengan membenahi berbagai kendala yang menjadi hambatan pada saat ini.</p>
<p>Dari waktu ke waktu secara konsisten Mekarsari berusaha menyajikan berita tentang varietas buah yang baru dihasilkan atau baru ditemukan (dari hutan), maupun hasil introduksi. Hal ini perlu untuk mengingatkan masyarakat bahwa sebenarnya surga buah-buahan tropika itu ada di Indonesia, dan kita belum sepenuhnya mengenal, apa lagi memanfaatkan karunia alam tersebut.</p>
<p>Berbagai kegiatan seperti pameran, festival, lomba, bursa diselenggarakan secara berkala, sehingga sepanjang tahun tidak pernah sepi dari kegiatan promosi buah-buahan. Bahkan acara hiburan seperti panggung musik bersama grup band atau penyanyi yang sedang &#8216;naik daun&#8217;, juga dititipi dengan pesan memperkenalkan buah nusantara. Sesuai dengan motto:  &#8220;Tiada hari tanpa buah&#8221;, maka gebrakan promosi buah nusantara ini seharusnya diangkat ke tingkat nasional melalui kerjasama berbagai <em>stakeholder</em> yang berkepentingan kepada bangkitnya buah nusantara.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>&gt;&gt;Makalah ini </em><em>dibawakan pada &#8220;Seminar Nasional Buah Nusantara&#8221; di Bogor, 28-29 Oktober 2009 yang lalu oleh </em><strong><em>Dr. Ir. Mohamad Reza Tirtawinata, MSm, </em></strong><em> Pakar buah tropika PT Mekar Unggul Sari, Taman Wisata MEKARSARI, Cileungsi, Bogor</em><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://futuh.wordpress.com/category/teknologi-pertanian/'>teknologi pertanian</a> Tagged: <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/buah/'>buah</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/ekspor/'>ekspor</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/hortikultura/'>hortikultura</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/impor/'>impor</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/jeruk/'>Jeruk</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/mangga/'>mangga</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/manggis/'>manggis</a>, <a href='http://futuh.wordpress.com/tag/mekarsari/'>mekarsari</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/931/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=931&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/29/solusi-praktis-membangkitkan-buah-nusantara-di-pasar-domestik-dan-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/oranges_1680-x-1050-widescreen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buah jeruk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersusah-susah dahulu&#8230;</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/bersusah-susah-dahulu/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/bersusah-susah-dahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 01:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah keinginan besar dan cita-cita tinggi, memang tak bisa diperoleh dengan sedikit usaha atau perjuangan setengah-setengah. “Para pemikir di seluruh generasi sudah menyimpulkan, suatu kenikmatan tidak akan bisa dicapai melalui sesuatu yang nikmat juga. Barang siapa yang banyak utamakan Istirahat, &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/bersusah-susah-dahulu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=917&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-916" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/bersusah-susah-dahulu/vol75-009/"><img class="alignleft size-full wp-image-916" title="kerja keras berat sama dipikul ringan sama dijinjang" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/vol75-009.jpg?w=584" alt=""   /></a><em>Sebuah keinginan besar dan cita-cita tinggi, memang tak bisa diperoleh dengan sedikit usaha atau perjuangan setengah-setengah. “Para pemikir di seluruh generasi sudah menyimpulkan, suatu kenikmatan tidak akan bisa dicapai melalui sesuatu yang nikmat juga. Barang siapa yang banyak utamakan Istirahat, maka ia akan didatangi oleh peristirahatannya sendiri. Sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelezatan yang dirasakan.” [Ibnul Qayyim Al Jauziah]</em></p>
<br />Posted in renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/917/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=917&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/bersusah-susah-dahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/vol75-009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kerja keras berat sama dipikul ringan sama dijinjang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengoptimalkan Daya Ubah</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/mengoptimalkan-daya-ubah/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/mengoptimalkan-daya-ubah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 01:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[daya]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[ubah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[file ini dah lama tersimpan, menceritakan tentang investasi masa depan yang orientasinya adalah ilmu. sungguh sebuah tabungan yang sangat berharga karena khasiatnya, pahalanya akan terus mengalir, Insya Allah&#8230; *** Mengoptimalkan Daya Ubah Mengubah perilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh, &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/mengoptimalkan-daya-ubah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=914&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>file ini dah lama tersimpan, menceritakan tentang investasi masa depan yang orientasinya adalah ilmu. sungguh sebuah tabungan yang sangat berharga karena khasiatnya, pahalanya akan terus mengalir, Insya Allah&#8230;</em></p>
<p>***</p>
<p><strong>Mengoptimalkan Daya Ubah</strong></p>
<p>Mengubah perilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh, akan tetapi kita juga harus mau mendidik, melatih, dan membina secara sistematis, berkesinambungan, dan terus menerus. Seorang pemimpin haruslah punya kesabaran dalam mendidik, membimbing, melatih, dan membina yang dipimpinnya dengan penuh kasih sayang. Bahkan dia harus memiliki kesabaran pangkat tiga. Sabar, sabar, dan sabar. Sungguh, proses itu adalah bagian dari perubahan, pepatah mengatakan ‘ala bisa karena biasa’. Karenanya, daripada membeli barang-barang di rumah yang mahal-mahal dan tidak terlalu diperlukan, lebih baik uangnya digunakan untuk mendidik anak, melatih anak ita supaya mampu hidup lebih baik.</p>
<p><span id="more-914"></span></p>
<p>Sebuah illustrasi, suatu waktu ada sebuah keluarga sederhana yang sungguh sangat mengesankan. Di rumahnya tidak banyak barang berharga, tidak ada barang mewah, tapi semua anak-anaknya ternyata bisa menyelesaikan kuliah S-1, S-2, bahkan S-3 dengan baik. Akhlaknya juga bagus. Ketika ditanya, &#8220;Saya lihat penghasilan Bapak lebih dari cukup, tapi kenapa keluarga Bapak nampak begitu sederhana?&#8221;. Si Bapak ini menjawab terus terang, &#8220;Penghasilan yang saya dapat selama ini saya kumpulkan supaya anak-anak saya bisa belajar terus menerus, bisa berlatih terus menerus dan bisa terdidik terus menerus. Prioritas keluarga kami bukan membeli barang-barang yang bagus. Yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak kami punya kesempatan untuk terus melatih diri.&#8221;</p>
<p>Subhanallaah, demikian indahnya kebersamaan sebuah keluarga yang memiliki komitmen yang luar biasa akan penambahan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Sembari mendidik dan melatih, maka semestinya kita buat pula aturan atau sistem. Buatlah aturan di rumah kita, di kantor kita, di organisasi kita, atau dimana pun agar orang lain bisa terbantu untuk berubah sesuai yang diinginkan. Suatu sistem akan segera hancur berantakan jika tidak memiliki aturan main. Jalan raya yang tanpa aturan, akan kacau balau, macet dimana-mana. Setiap orang berebutan, saling mendahului, dan berhenti dimana saja. Tanpa aturan, semua berantakan. Karenanya semua harus ada aturannya.</p>
<p>Begitu pun rumah tangga yang tidak memiliki aturan main yang benar, yakin sekali rumah tangga yang semacam ini akan segera hancur. Anak tidak dididik agama secara serius, ibadah dibiarkan semaunya, dan tidak diberi contoh yang benar oleh orang tuanya. Saat-saat bersama di rumah tidak ada aturannya. Tidak punya aturan yang real bagaimana mendidik anak menjadi lebih baik. Karenanya rumah tangga yang tidak punya komitmen untuk sebuah aturan bahkan lagi tidak tahu aturan, akan cenderung saling menyakiti, saling melukai, dan saling menghancurkan.</p>
<p>Tegakkanlah aturan yang adil, yang dibuat atas kesepakatan bersama. Lingkungan kerja kita harus merupakan sistem yang kondusif yang dapat membantu orang berubah menjadi lebih baik. Haruslah terjadwal jam berapa baca Al Qur’an, jam berapa bersama memecahkan masalah, jam berapa bertukar pikiran, jam berapa harus bersilaturahmi, jam berapa harus bercengkerama, dan lain sebagainya. Kita harus membuat aturan yang jelas. Yakinlah bahwa rumah tangga yang tidak punya aturan, tidak punya sistem yang bagus, lambat laun akan berantakan dan menderita. <strong>[Aa Gym]</strong></p>
<br />Posted in artikel Tagged: daya, ilmu, investasi, pendidikan, tabungan, ubah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/914/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=914&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/28/mengoptimalkan-daya-ubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dipaksa Kreatif</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/26/dipaksa-kreatif/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/26/dipaksa-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[dinamis]]></category>
		<category><![CDATA[genius]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[senjata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Perang dunia telah membawa akibat melebihi apa pun yang mungkin terjadi dalam sejarah dunia untuk menunjukkan betapa sia-sianya sikap memaksa sebagai cara memengaruhi pikiran manusia. Kita tahu bahwa pemaksaan merupakan dasar filosofi negara yang terlibat perang. Penyebab Perang Dunia II &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/26/dipaksa-kreatif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=892&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-893" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/26/dipaksa-kreatif/ws_tank_hdr_1680x1050/"><img class="alignleft size-medium wp-image-893" title="tank perang dunia" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/ws_tank_hdr_1680x1050.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a>Perang dunia telah membawa akibat melebihi apa pun yang mungkin terjadi dalam sejarah dunia untuk menunjukkan betapa sia-sianya sikap memaksa sebagai cara memengaruhi pikiran manusia. Kita tahu bahwa pemaksaan merupakan dasar filosofi negara yang terlibat perang. Penyebab Perang Dunia II adalah pemaksaan negara pemenang Perang Dunia I kepada negara-negara yang kalah perang. Jerman, Italia adalah negara yang teraniaya dan melawan hegemoni dan kerakusan negara yang kemudian diserangnya beberapa tahun setelah perundingan damai.</p>
<p>Tubuh manusia memang bisa dipenjara atau dikendalikan oleh kekuatan fisik, tapi tidak demikian dengan pikiran manusia. Pikiran manusia melayang menembus batas-batas dimensi. Setidaknya itu juga yang saya lihat ketika senior saya membuat skripsi tentang hitungan tak berwujud di Matematika UGM tujuh tahun yang lalu. Seperti Stepen Hawking-lah, njelimet, mumet. Nggak nyampai bayanginnya… hehe  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-892"></span></p>
<p>Ada sebuah ungkapan, <strong>“Berjalan dengan kaki sampai satu pulau, berjalan dengan pikiran sampai ke ujung semesta.”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam kondisi terpaksa, sebagaimana dalam perang dunia, anomali kadang terjadi. Tapi lebih bersifat kebetulan ketimbang sungguh-sungguh. Terbangkitnya seseorang atas dasar kesadaran penuh, yang membuatnya menemukan kekuatan sejati dalam diri dan cara menggunakannya dalam konteks pengembangan industri dan profesi. Jreng.. Dan lahirlah seorang genius!</p>
<p>Tak usah ditanya, dalam kondisi itu peralatan dan strategi militer mencapai puncak kreativitasnya. Muncul strategi penyergapan sebagaimana <em>Easy Company</em> pasukan divisi penerbangan Divisi 101 yang diterjunkan di Normandy, Prancis. Apa yang dilakukannya, dijadikan standar yang baku setidaknya sampai saat ini, walau saat itu tidak terpikirkan oleh <em>crew easy company</em> yang luar biasa mengalami moment bersejarah karena selalu di garda terdepan penyerangan.</p>
<p>Di luar itu, berkembang pula ilmu manajemen logistik yang sampai saat ini terus berkembang. <em>Supply Chain Management (SCM)</em> menjadi salah satu mata kuliah yang kita jumpai di dunia kampus.</p>
<p><strong>Setiap Satu Temuan Akan Merangsang Temuan Lain</strong></p>
<p>Banyak sudah penelitian yang dilakukan oleh anak bangsa ini, tapi sampai sekarang belum juga mampu menginspirasi dan membangkitkan lebih banyak orang. Temuan-temuan itu mengonggok, mangkrak di perpustakaan universitas dan lembaga juga badan penelitian. Padahal, diantara seabrek itu, pasti ada yang bermanfaat dan setidaknya mampu merangsang dan menginspirasi temuan lain. Temuan yang lebih hebat dan mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa.</p>
<p>Adalah kebodohan yang amat sangat jika penelitian, ide-ide, terobosan bahkan percobaan kecil-kecilan ditolak, diremehkan dan dicemooh gara-gara tidak orisinil. Ya, tidak orisinil! Lalu, adakah penelitian yang murni orisinil? Tidak terinspirasi atau terkait dengan suatu apapun? Tidak terinspirasi oleh alam? Dan juga tidak melanjutkan penemuan-penemuan berikutnya? Newton menemukan teori gravitasi karena apel yang jatuh. Begitu juga dengan James Watt dan juga Wright bersaudara yang dikenal sebagai orang paling berjasa di era revolusi industri. Penemu-penemu besar itu adalah sosok yang berjasa besar karena sentuhan akhirnya, penyempurnaan ide sebelumnya atau penjelasan yang lebih lengkap, terstruktur dan mudah dipahami orang awam. Mereka manjadi pahlawan karena pahlawan yang tidak dikenal di sekelilingnya dan jasa-jasa orang-orang sebelumnya.</p>
<p>Kondisi sekarang ini, memang ada sebuah keprihatinan mendalam dimana perhatian semua pihak dalam hal ini pemerintah khususnya sangat kurang pada sektor pendidikan dan sektor litbang. Bangsa Spanyol terpinggirkan dari peran internasionalnya karena meremehkan sektor ini dan tidak ada perhatian pada pemudanya. Mereka terlena pada kejayaan dan kesuksesan penjelajahan dunia yang sudah diraih. Bangsa Jepang sebaliknya, terkapar kalah perang, namun mampu segera bangkit dengan prioritas pada guru, dosen dan penelitinya.</p>
<p>Kick Andy dalam edisi “Berprestasi di Negeri Orang” menampilkan anak bangsa yang sukses, berjaya dengan penemuan dan peran strategis di tanah orang. Pendidikan, sarana dan prasarana di Indonesia menjadi alasan mereka merantau dan dilanjutkan dengan berkiprah di negeri orang. Mereka menyatakan siap untuk kembali ke Indonesia suatu saat nanti. Dan siapakah yang “menyiapkan” itu? Tentunya kita semua dan mereka juga. <strong>[zh]</strong></p>
<br />Posted in opini Tagged: dinamis, genius, hidup, humanis, kreatif, peradaban, perang, senjata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/892/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=892&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/26/dipaksa-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/ws_tank_hdr_1680x1050.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tank perang dunia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilematis, Jika Harus Menjadi Wanita Karir</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/dilematis-jika-harus-menjadi-wanita-karir/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/dilematis-jika-harus-menjadi-wanita-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 03:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[prada]]></category>
		<category><![CDATA[tabloid]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[Ciri kesuksesan wanita karir adalah ketika ia mengalami masalah dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dan jika hubungan dengan suami sudah dalam puncak konflik (maksudnya cerai), itulah ciri puncak karir segera dicapai. Setidaknya, itulah kesimpulan dalam film The Devil Wears Prada, film &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/dilematis-jika-harus-menjadi-wanita-karir/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=897&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-898" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/dilematis-jika-harus-menjadi-wanita-karir/the-devil/"><img class="alignleft size-medium wp-image-898" title="wanita karir The Devil Wears Prada" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/the-devil.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a>Ciri kesuksesan wanita karir adalah ketika ia mengalami masalah dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dan jika hubungan dengan suami sudah dalam puncak konflik (maksudnya cerai), itulah ciri puncak karir segera dicapai. Setidaknya, itulah kesimpulan dalam film The Devil Wears Prada, film yang beberapa waktu lalu tak sengaja kutonton <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Film ini mengisahkan jalannya bisnis tabloid fashion Rupert Murdoch, Raja Media Internasional. Film ini mengisahkan dinamika wanita karir di majalah fashion yang dimilikinya. Miranda Priestly (Meryl Streep) wanita sang CEO yang mempunyai anak kembar yang nakal bahkan sudah cerai-nikah 3 kali dan senantiasa memiliki masalah rumit dengan suami. Kepemimpinannya memang berselera tinggi, tegas, keras dan semena-mena. Tangan besi itulah yang membuat karyawan begitu segan dan takut, bahkan tidak ada asisten yang bisa bertahan lebih dari satu tahun walau sepintar apapun. Tapi toh ia tidak gusar, jutaan wanita cantik dan cerdas lainnya menginginkan posisi itu, tidak perlu menunggu waktu lama posisi itu pasti akan terisi kembali. Terkadang ia meminta sesuatu yang aneh dan mustahil. Misalnya, si asisten tadi &#8211;Andy Sachs (Anne Hathaway), diminta mencari kisah lanjutan Harry Potter untuk dua anak kembarnya dengan cara apapun yang sulit didapat bahkan jika harus minta pada JK Rowling sekalipun. Jika sampai pukul 15.00 sore naskah itu tidak didapat, maka ia didepak.</p>
<p>Wanita yang sangat berhasil dan mandiri seringkali tidak memiliki pasangan karena mereka tidak menyadari (lambat menyadari) mengapa mereka membutuhkan pria. Secara statistic, semakin berhasil seorang wanita dalam hal keuangan, semakin rendah kemungkinan dia menikah, dan semakin tinggi kemungkinan untuk bercerai. Kebanyakan perceraian tersebut merupakan inisiatif wanita. Statistik berubah saat wanita belajar merasakan kebutuhan akan pria dan menghargai apa yang diberikannya.</p>
<p><span id="more-897"></span></p>
<p>Edward O. Wilson, ahli sosio-biologi ternama dari Harvard University secara sistematis telah mengamati kecenderungan gender kita. Dia menemukan bahwa wanita lebih banyak mencari empati dan rasa aman daripada pria dan mempunyai kemampuan verbal dan sosial yang lebih tinggi. Sementara itu, pria cenderung lebih mandiri, agresif dan dominan serta menunjukkan kemampuan spasial dan matematis yang lebih tinggi. Situasi yang seharusnya sederhana ini menjadi sangat rumit dan melelahkan kalau kita tidak memahami dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada.</p>
<p><strong>Mengapa Kita Stres?</strong></p>
<p>Sumber stres yang dramatis selama lima puluh tahun terakhir ini adalah perubahan peran pria dan wanita. John Gray dengan jitu menggambarkannya sebagai berikut: Dulu, pria bekerja mencari nafkah bagi keluarga. Kebanggan dan keberhasilan yang dirasakan, ditambah dengan kasih sayang dan dukungan yang didapat di rumah, membantunya mengatasi berbagai stres sehari-hari.</p>
<p>Dahulu wanita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus rumah dan keluarga sembari berteman dan berkontribusi kepada masyarakat. Meski menjadi ibu rumah tangga itu cukup berat, tersedianya waktu yang cukup untuk memfokuskan pada hal-hal yang perlu dikerjakan memungkinkan wanita untuk menyesuaikan irama hidupnya sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir stres. Ada pekerjaan pria dan adapula pekerjaan wanita. Tidak banyak tuntutan lain terhadap pasangan selain menjadi pencari nafkah, dan biasanya yang berkaitan dengan urusan mengangkat-ngangkat barang berat.</p>
<p>Dengan meningkatnya biaya hidup dewasa ini, gaya hidup tersebut tidak lagi menjadi pilihan banyak wanita. Semakin banyak wanita ikut mencari nafkah. Bersamaan dengan itu, gerakan wanita telah menyadarkan para wanita dan menginspirasi lebih banyak diantara mereka untuk memilih karir yang memuaskan agar dapat mengembangkan seluruh potensi dan bakat mereka. Ketika wanita pulang dari kerja dan merasa berkewajiban menjaga kerapian rumah dan keluarga, dia harus melakukannya di sela-sela tuntutan pekerjaan. Ini merupakan stres baru dan membutuhkan dukungan pemecahan yang baru. Tidak mengherankan kalau wanita merasa bingung antara tuntutan pekerjaan  dan rumah tangga.</p>
<p>Sekarang ini, kita menghadapi efek samping dari perubahan wanita yang semakin menjadi seperti pria dalam lingkungan kerja. Keberhasilannya dalam lingkungan kerja sering menuntut banyak pengorbanan bagi banyak wanita.</p>
<p>Pria tidak lagi cukup sekedar pencari nafkah. Kalau wanita bekerja di luar rumah, agar adil maka pria juga harus membantu pekerjaan di dalam rumah dan bersikap suportif dalam hubungan mereka. Muncullah tuntutan kalau wanita melakukan “pekerjaan tradisional” pria, maka pria juga harus melakukan “pekerjaan tradisional” wanita. Kedengarannya cukup bagus, tapi ada lagi sudut pandang lain. Seperti wanita yang mengharapkan pria untuk berubah, pria pun mengharapkan wanita untuk berubah. Kebanyakan pria, hingga kadar tertentu, menginginkan pasangan mereka menjadi dewi rumah tangga seperti ibu-ibu mereka dahulu. Pria ingin pulang ke rumah dan mendapatkan dukungan istri yang menyayanginya. Karena ia melakukan apa yang dilakukan ayahnya, sang istri pun harus melakukan apa yang dilakukan ibunya. Tanpa menyadari kerepotan mengurus rumah tangga yang berjalan mulus, pria mengharapkan sesuatu yang mustahil dari wanita.</p>
<p><strong>Setara Bukan Berarti Sama</strong></p>
<p>Untuk memberikan penghargaan yang sama, kita harus menyadari bahwa kita berbeda dan saling mendukung adanya perbedaan tersebut. Penghargaan artinya menghormati seseorang sebagai dirinya sendiri dan secara terbuka mengapresiasi keadaannya. Wanita berperan menjaga cinta kasih, keluarga, dan hubungan. Ketika wanita tak lagi menjadi wanita dan terlalu stres untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut, kita semua dalam kesulitan. Wanita mengingatkan pria tentang hal-hal penting dalam hidup ini. Wanita menjaga kebijakan dan menginspirasi pria untuk menghayati tindakannya. Pria bisa saja mempunyai visi yang besar, tetapi wanitalah yang memberi fondasi yang bermakna. Ketika wanita tidak bahagia, tak ada orang yang bahagia.</p>
<p>Untuk mengatasi sumber konflik ini, pria dan wanita perlu saling lebih memahami. Pria harus mengerti apa yang dialami wanita. Wanita sudah cukup mengalami tekanan internal berkaitan dengan urusan rumah tangga. Tekanan lain dari pria bisa dengan mudah membuatnya gusar. Wanita pun perlu mengenali dan memahami apa yang bisa dan tidak bisa diberikan pria sebagai dukungan.</p>
<p><strong>Pekerjaan Idaman Wanita</strong></p>
<p>Tidak ada larangan secara mutlak wanita dalam berkarir. Bahkan perannya dibutuhkan dalam membangun sebuah peradaban. Sentuhannya diperlukan agar hidup ini lebih humanis. Perannya begitu istimewa. Yang perlu adalah melakukan penyesuaian terhadap peran yang sekarang ini mulai menjauhkan dari kodrat asasinya.</p>
<p>Banyak wanita yang ingin berkarir setinggi-tingginya untuk mengembangkan potensi dan bakatnya atau bahkan mencari status sosial. Tapi sungguh mengagumkan masih banyak pula yang bercita-cita luhur dengan lebih mementingkan keluarga. Ada teman yang ingin menjadi guru, walau jurusan tidak sesuai. Ia mendambakan waktu yang longgar untuk keluarga, waktu libur lebih banyak karena ketika siswa libur, maka sang guru ikut pula liburan. Ya, alasannya <em>simple</em>, ingin lebih banyak waktu untuk keluarga. Ada juga yang menolak posisi yang diidam-idamkan banyak orang sebagai auditor dan memilih menjadi pegawai struktural yang dipandang tidak lebih sibuk. Peran wanita selalu ada dalam setiap masa. Di balik seorang pahlawan hebat, ada seorang wanita hebat dibelakangnya. Pria bisa saja mempunyai visi yang besar, tetapi wanitalah yang memberi fondasi yang bermakna. Ketika wanita tidak bahagia, tak ada orang yang bahagia.  <strong>[zh]</strong></p>
<p><strong>artikel terkait di blog ini, klik <a href="http://futuh.wordpress.com/2008/12/22/perempuan-pilar-kebangkitan-bangsa/" target="_blank">disini</a> </strong></p>
<h1>Perempuan, Pilar Kebangkitan Bangsa</h1>
<br />Posted in opini Tagged: bisnis, fashion, ibu, karir, prada, tabloid, wanita <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=897&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/dilematis-jika-harus-menjadi-wanita-karir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/the-devil.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">wanita karir The Devil Wears Prada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menatap Wajah-wajah Kita yang Bingung</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/menatap-wajah-wajah-kita-yang-bingung/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/menatap-wajah-wajah-kita-yang-bingung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 02:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bingung]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[tahta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Bingung. Semoga kata ini tidak berlebihan untuk menggambarkan wajah-wajah kita hari ini. Wajah-wajah yang terkadang bersikap dan bertindak di luar kewajaran, ketika menghadapi atau menghendaki sesuatu. Beragam peristiwa yang kita saksikan, seringkali membuat hati kita miris, sudah sedemikian jauhkah cara &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/menatap-wajah-wajah-kita-yang-bingung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=874&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-875" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/menatap-wajah-wajah-kita-yang-bingung/ws_directions_1680x1050/"><img class="alignleft size-medium wp-image-875" title="bingung tanda arah petunjuk arah" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/ws_directions_1680x1050.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a>Bingung. Semoga kata ini tidak berlebihan untuk menggambarkan wajah-wajah kita hari ini. Wajah-wajah yang terkadang bersikap dan bertindak di luar kewajaran, ketika menghadapi atau menghendaki sesuatu. Beragam peristiwa yang kita saksikan, seringkali membuat hati kita miris, sudah sedemikian jauhkah cara kita menyelesaikan persoalan?</p>
<p>Tidak sulit mencari sebab dan fakta untuk mengatakan ini, dan beberapa hal berikut barangkali bisa mewakili:</p>
<p><strong>Interaksi yang “Liar” dengan Allah</strong></p>
<p>Mengenal Tuhan yang menciptakan kita itu penting. Sangat penting. Karena salah dalam bertuhan, alamat hidup akan sengsara. Selamanya.</p>
<p><span id="more-874"></span></p>
<p>Kita bersyukur karena Allah SAT menakdirkan kita sebagai Muslim hari ini. Dan semoga kita tetap dalam status itu sepanjang hayat kita. Tak ada yang memalingkan kita darinya. Karena keyakinan kita menyebutkan, hanya ketika kita menjadi seorang Muslim maka kita menemukan Tuhan yang sebenarnya; Tuhan yang tidak terbagi, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan; <em>Allah azza wa jalla.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Masalahnya, seringkali kita tidak mampu berinteraksi dengan Allah SWT secara benar, sehingga membuat rapuh keimanan dan membahayakan keislaman kita. Itulah salah satu sebab yang menjadikan wajah kita hari ini terlihat bingung, hidup dalam kekacauan dan kepanikan, sehingga tidak mampu membedakan hal-hal yang terlarang dan yang dibolehkan dalam aturan syariat. Terutama ketika menghadapi persoalan-persoalan pelik hidup ini, dimana kita merasa tidak sanggup menanggungya, atau tidak cukup sabar untuk segera keluar dari belenggunya.</p>
<p>Fenomena pengobatan batu ala Ponari, SMS jodoh, ramalan, pengasih, penglaris, jabatan dan karir, menunjukkan bahwa interaksi dengan Allah  SWT memang harus diperbaiki. Maka tataplah wajah kita. Dalam-dalam. Lalu renungkan. Wajah itu memang tampak lusuh. Bingung. Dan kacau karena interaksi dan hubungan yang salah dengan Allah SWT.</p>
<p>Kalau pun kita tidak masuk pada kelompok itu, maka tataplah lebih dalam lagi. Barangkali kita terjebak dalam hal lain. Coba kita rasakan misalnya, betapa lamanya waktu satu jam di masjid, dan betapa singkatnya waktu dua jam ketika menikmati makanan di kafe, pemutaran film di bioskop, berkumpul dengan senda gurau maupun di depan komputer. Betapa susahnya merangkai kata-kata untuk dipanjatkan saat berdoa, dan betapa mudahnya mencari bahan obrolan, isu dan gossip bila sedang berkumpul dengan teman. Betapa sabarnya kita menyaksikan perpanjangan waktu dalam final sebuah pertandingan sepak bola, dan betapa bosannya kita mendengarkan ceramah atau khutbah yang sedikit kepanjangan. Jika kita tidak menemukan kenikmatan saat beribadah, barangkali memang itu suatu bukti bahwa interaksi dengan-Nya sedang bermasalah. Maka renungkanlah, dan tataplah selalu wajah-wajah kita, mungkin kita sedang kebingungan.</p>
<p><strong>Hubungan dengan Sesama yang Semakin Terkoyak</strong></p>
<p>Wajah-wajah kita yang kebingungan juga terlihat dari rusaknya interaksi kita dengan sesama manusia, yang bisa jadi merupakan implikasi negative dari rusaknya interaksi kita dengan Allah SWT. Sebab memang, interaksi kita yang rusak dengan Allah akan melahirkan banyak sekali kerusakan-kerusakan lain.</p>
<p>Jiwa kemanusiaan kita saat ini seakan tak pernah berhenti tercabik-cabik oleh munculnya aksi terorisme dan radikalisme, yang kian merebak dan memenuhi ruang pengap kondisi masyarakat kita beberapa tahun terakhir. Proses dehumenisasi sejalan dengan mengentalnya arus modernitas yang menerpa dan menghantam stabilitas kemanusiaan di muka bumi. Interaksi kemanusiaan kita berada dalam ruang hampa.</p>
<p><strong>Kontradiksi-kontradiksi yang Membuat Jengah</strong></p>
<p>Kontradiksi adalah kesemrawutan lain yang membuat wajah-wajah kita semakin terlihat bingung. Keseharian kita sulit dilepaskan dari pertentangan-pertentangan yang membuat jengah. Yang paling mudah diidentifikasi adalah perilaku kita sendiri. Banyak orang yang melakukan pekerjaan yang sebenarnya mereka benci. Namun ironisnya, sesuatu yang dibenci itu tetap dilakukan berulang-ulang. Tidak hanya sekali. Tidak butuh analisis stratifikasi social untuk melihat ini, karena semua orang dan semua golongan kemungkinan pernah melakukan kontradiksi dalam hidupnya.</p>
<p>Banyak manusia mengkampanyekan ajaran-ajaran untuk kebaikan, tapi mereka sendiri tidak secara tulus dan ikhlas melakukan kebaikan. Kalimat-kalimat indah tetapi melangit hanyalah kontradiksi yang semakin memperburuk keadaan menipiskan kepercayaan di antara manusia.</p>
<p>Kontradiksi, sebenarnya adalah bentuk lain dari fenomena dunia yang semakin miskin keteladanan. Ilmuwan mengklaim salah satu penyebabnya adalah modernisasi. Dalam konteks ini, modernisasi lebih jauh dianggap sebagai penyeban ‘individualisme’ paling efektif bagi manusia. Sebagaimana Peter L.Berger dan Handsfried Kellner (1985) menyebutkan, bahwa modernitas telah memasuki tahap kritis dalam sejarahnya, dan bahwa krisis semakin mendalam.</p>
<p>Berbagai perkembangan di bidang tertentu, tidak selalu diikuti oleh bidang yang lainnya. Peningkatan kualitas teknologi tidak diikuti oleh peningkatan kualitas iman dan perilaku. Itulah kemiskinan keteladanan. Dan karena itu, Ibnu Khaldun mengingatkan kita, bahwa kita sudah seyogyanya tidak melupakan pencipta.</p>
<p><strong>Terperangkap dalam jebakan-jebakan Duniawi</strong></p>
<p>Dunia memang paling banyak menjebak manusia. Menjadikan mereka berlomba dan terus berlomba mengejar kemewahannya. Tanpa pernah berhenti sebelum mereka dihentikan oleh ajal.</p>
<p>Bagi yang tidak menyadari ini, mereka akan terjebak. Mereka seperti orang-orang yang mabuk kelimpungan tidak memiliki pegangan untuk berdiri tegak. Mereka laksana orang-orang bingung yang tak mengerti kemana arah tujuan perjalannya. Gambaran yang diberikan Allah SWT bagi orang yang mengejar harta dengan praktek riba adalah “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan karena gila.” (QS. Al Baqarah: 275)</p>
<p>Dimana-mana kita menyaksikan orang melakukan penyimpangan demi memenuhi kebutuhan dunianya. Tak penting apakah ulahnya itu merugikan orang lain atau tidak. Betapa sering sudah aparat penegak hokum mengungkap kasus-kasus korupsi, namun para pejabat seakan tidak mengambil pelajaran dari rekannya yang tertangkap. Penyelewengan-penyelewengan kian merebak dan tak terkendali. Menyisakan rakyat yang tak terurus kesejahteraannya. [tarbawi 199]</p>
<p>﻿</p>
<br />Posted in artikel Tagged: bingung, dunia, harta, hubungan, iman, interaksi, masalah, tahta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=874&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/25/menatap-wajah-wajah-kita-yang-bingung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/ws_directions_1680x1050.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bingung tanda arah petunjuk arah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koin Penentu Kemenangan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/24/koin-penentu-kemenangan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/24/koin-penentu-kemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 03:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[tip & trik]]></category>
		<category><![CDATA[koin]]></category>
		<category><![CDATA[logam]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Isa Alamsyah Menjelang sebuah pertempuran besar, para prajurit terlihat sangat gelisah. Betapa tidak, mereka akan menghadapi musuh yang mempunyai kekuatan 10x lipat jumlahnya. Melihat gelagat yang tidak baik ini panglima meminta seluruh prajurit berdoa, bersamanya, agar sang panglima mendapat &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/24/koin-penentu-kemenangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=882&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-883" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/24/koin-penentu-kemenangan/uang-logam/"><img class="alignleft size-full wp-image-883" title="uang logam" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/uang-logam.jpeg?w=584" alt=""   /></a>Oleh Isa Alamsyah</p>
<p>Menjelang sebuah pertempuran besar, para prajurit terlihat sangat gelisah. Betapa tidak, mereka akan menghadapi musuh yang mempunyai kekuatan 10x lipat jumlahnya. Melihat gelagat yang tidak baik ini panglima meminta seluruh prajurit berdoa, bersamanya, agar sang panglima mendapat petunjuk. Setelah lama berdoa, maka panglima berujar. &#8220;Wahai prajuritku, aku sudah dapat petunjuk!&#8221;  Lalu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah koin emas. &#8220;Koin emas ini akan menunjukkan nasib kita. Jika gambar kepala yang muncul maka kita akan menang, dan jika ekor yang muncul kita akan kalah!&#8221; Lalu koin tersebut dilempar ke udara dan dibiarkan jatuh ke lantai.</p>
<p><span id="more-882"></span></p>
<p>Semua prajurit menahan napas, menantikan koin yang berputar cukup lama. Ternyata yang muncul adalah &#8220;KEPALA&#8221;. Serentak seluruh prajurit bersorak sorai dan bergegas menuju medan perang. Tidak berselang lama, mereka memenangkan pertempuran tersebut dan membuat musuh lari tunggang langgang. Raja sangat gembira mendengar kemenangan ini, dan ia bertanya apa rahasianya. Dengan tersenyum Panglima memberikan koin itu kepada raja. Raja tersenyum melihat koin tersebut.<br />
&#8220;Sebuah koin emas dengan dua sisi yang sama, bergambar kepala!&#8221;</p>
<p>Apa hikmahnya?</p>
<p>Ini adalah kisah yang menunjukkan kekuatan suggesti. Kekuatan kepercayaan dan kekuatan keyakinan. Bukan koin itu yang membuat mereka menang, akan tetapi keyakinan mereka akan menang yang membuat mereka menang. Semakin besar kepercayaan kita pada sugesti yang kita berikan maka semakin besar kemungkinan kita mencapainya.</p>
<p>Pada perang dunia II Hitler mengumandangkan &#8220;Deutschland über alles&#8221; yang berarti &#8220;Bangsa Jerman di atas yang lainnya&#8221; Saat itu bangsa Jerman sangat percaya diri dan hasilnya bukan main. Mereka bisa menjajah hampir semua negara penjajah, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh kekuatan sekutu.</p>
<p>Jepang juga dengan semangat &#8220;Hakkō ichiu&#8221; atau &#8220;seluruh dunia dalam satu atap&#8221; di bawah kekuasaan Jepang bisa menjadi kekuatan paling menakutkan di Asia.</p>
<p>Inggris dengan semboyannya &#8220;British role the wave&#8221; nya juga menguasai hampir seperempat dunia.</p>
<p>Muslim di masa lalu yang meyakini &#8220;Kuntum Khaoiru Ummah&#8221; juga pernah membuktikannya sebagai ummat terbaik, bukan karena kekuasaannya tapi karena amalnya.</p>
<p>Ketika sugesti diyakini dengan kuat, maka akan mempengaruhi pemikiran, otak, dan action. Jika sugesti belum berpengaruh pada action berarti belum kuat.</p>
<p>Jika ingin sukses, maka langkah petama paling penting adalah percaya bahwa kita bisa sukses.</p>
<p>Karena itu grup ini bernama &#8220;BISA!&#8221; karena kalau kita percaya kita &#8220;BISA!&#8221; maka kita akan &#8220;BISA!&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>bergabunglah dengan Komunitas bisa! klik <a href=" Koin Penentu Kemenangan  Oleh Isa Alamsyah   Menjelang sebuah pertempuran besar, para prajurit terlihat sangat gelisah. Betapa tidak, mereka akan menghadapi musuh yang mempunyai kekuatan 10x lipat jumlahnya. Melihat gelagat yang tidak baik ini panglima meminta seluruh prajurit berdoa, bersamanya, agar sang panglima mendapat petunjuk. Setelah lama berdoa, maka panglima berujar. &quot;Wahai prajuritku, aku sudah dapat petunjuk!&quot;  Lalu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah koin emas. &quot;Koin emas ini akan menunjukkan nasib kita. Jika gambar kepala yang muncul maka kita akan menang, dan jika ekor yang muncul kita akan kalah!&quot; Lalu koin tersebut dilempar ke udara dan dibiarkan jatuh ke lantai.  Semua prajurit menahan napas, menantikan koin yang berputar cukup lama. Ternyata yang muncul adalah &quot;KEPALA&quot;. Serentak seluruh prajurit bersorak sorai dan bergegas menuju medan perang. Tidak berselang lama, mereka memenangkan pertempuran tersebut dan membuat musuh lari tunggang langgang. Raja sangat gembira mendengar kemenangan ini, dan ia bertanya apa rahasianya. Dengan tersenyum Panglima memberikan koin itu kepada raja. Raja tersenyum melihat koin tersebut. &quot;Sebuah koin emas dengan dua sisi yang sama, bergambar kepala!&quot;  Apa hikmahnya?  Ini adalah kisah yang menunjukkan kekuatan suggesti. Kekuatan kepercayaan dan kekuatan keyakinan. Bukan koin itu yang membuat mereka menang, akan tetapi keyakinan mereka akan menang yang membuat mereka menang. Semakin besar kepercayaan kita pada sugesti yang kita berikan maka semakin besar kemungkinan kita mencapainya.   Pada perang dunia II Hitler mengumandangkan &quot;Deutschland über alles&quot; yang berarti &quot;Bangsa Jerman di atas yang lainnya&quot; Saat itu bangsa Jerman sangat percaya diri dan hasilnya bukan main. Mereka bisa menjajah hampir semua negara penjajah, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh kekuatan sekutu.  Jepang juga dengan semangat &quot;Hakkō ichiu&quot; atau &quot;seluruh dunia dalam satu atap&quot; di bawah kekuasaan Jepang bisa menjadi kekuatan paling menakutkan di Asia.   Inggris dengan semboyannya &quot;British role the wave&quot; nya juga menguasai hampir seperempat dunia.  Muslim di masa lalu yang meyakini &quot;Kuntum Khaoiru Ummah&quot; juga pernah membuktikannya sebagai ummat terbaik, bukan karena kekuasaannya tapi karena amalnya.  Ketika sugesti diyakini dengan kuat, maka akan mempengaruhi pemikiran, otak, dan action. Jika sugesti belum berpengaruh pada action berarti belum kuat.  Jika ingin sukses, maka langkah petama paling penting adalah percaya bahwa kita bisa sukses.  Karena itu grup ini bernama &quot;BISA!&quot; karena kalau kita percaya kita &quot;BISA!&quot; maka kita akan &quot;BISA!&quot;">disini</a></p>
<br />Posted in tip &amp; trik Tagged: koin, logam, menang, optimis, uang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/882/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=882&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/24/koin-penentu-kemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/uang-logam.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">uang logam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Link Organisasi Pertanian Internasional</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/19/link-organisasi-pertanian-internasional/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/19/link-organisasi-pertanian-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[Agriculture in the Classroom Informasi tentang lembaga, materi pelajaran pertanian untuk guru, permainan tentang pertanian untuk anak-anak. American Society of Animal Science (ASAS) Informasi tentang pertemuan dan program ASAS, laporan ASAS, newsletter ASAS, abstrak dari Journal of Animal Science. CAB &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/19/link-organisasi-pertanian-internasional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1081&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.agclassroom.org/" target="_blank">Agriculture in the Classroom</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, materi pelajaran pertanian untuk guru, permainan tentang pertanian untuk anak-anak.</p>
<p><a href="http://www.agclassroom.org/" target="_blank"></a></p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.asas.org/index.asp?autotry=true" target="_blank">American Society of Animal Science (ASAS)</a></li>
<p>Informasi tentang pertemuan dan program ASAS, laporan ASAS, newsletter ASAS, abstrak dari Journal of Animal Science.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.cabi.org/" target="_blank">CAB International (Commonwealth Agricultural Bureau)</a></li>
<p>Berita-berita pertanian umum terbaru, laporan pertemuan CABI dan sebagainya. Database Bioscience, Proyek yang dilakukan, program dan sebagainya. Produk-produk CABI, buku, CD ROM, internet, journal, abstrak hasil-hasil penelitian dan pelatihan-pelatihan.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.cgiar.org/" target="_blank">Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR)</a></li>
<p>Berita-berita pertanian dan newsletter, poster, brosur, laporan tahunan, database dokumen dan paper-paper hasil penelitian terbitan CGIAR dan sebagainya. Kalender pertemuan dan acara-acara. Galeri foto tentang perikanan, komoditas-komoditas pertanian (nanas, kacang-kacangan, kentang, ubi dan sebagainya) kehutanan, peternakan dan sebagainya.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.cifor.cgiar.org/" target="_blank">Center for International Forestry Research (CIFOR)</a></li>
<p>Berita-berita kehutanan terbaru, informasi tentang CIFOR, directori staf, kegiatan, seminar dan sebagainya. Software untuk klasifikasi kriteria dan indikator vegetasi. Panduan- panduan pengelolaan hutan berkelanjutan dan sebagainya. Katalog online dari perpustakaan, publikasi, newsletter, buku, jurnal, informasi bibliografis, artikel dan laporan tahunan CIFOR.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.csiro.au/" target="_blank">Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)</a></li>
<p>Informasi tentang profil lembaga CSIRO, penelitian yang dilaksanakan, berita-berita tentang Australia dan CSIRO.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.fao.org/" target="_blank">Food and Agriculture Organization (FAO)</a></li>
<p>Database statistik dalam bidang perairan dan pertanian kehutanan, pangan, potensi lahan dan sumberdaya, dan sebagainya berdasarkan negara anggota. Profil kehutanan, perikanan, proyek, nutrisi negara anggota. Berita-berita pertanian, sosial ekonomi, nutrisi, kehutanan secara umum. Perpustakaan virtual yang berisi katalog, publikasi dan sebagainya.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.fftc.agnet.org/" target="_blank">Food and Fertilizer Technology Center (FFTC)</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, seminar dan pertemuan. Informasi mengenai masalah-masalah pertanian di Asia serta artikel penelitian dan teknologi pertanian praktis dari buletin dan newsletter</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.cirad.fr/en" target="_blank">French Agricultural Research Centre for International Development (The Centre De Cooperation Internationale En Recherche Agronomique Pour Le Developpement/CIRAD)</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, seminar dan pertemuan. Informasi mengenai masalah-masalah pertanian di Asia serta artikel penelitian dan teknologi pertanian praktis dari buletin dan newsletter</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.potatonews.com/" target="_blank">Global Potato News</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, layanan klinik tanaman yang tersedia, artikel tentang penyakit tanaman, serta berita pertanian terbaru.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.iatp.org/" target="_blank">The Institute for Agricultural and Trade Policy (IATP)</a></li>
<p>Mempromosikan keluarga tani, komunitas pedesaan dan ekosistem melalui penelitian, pendidikan, ilmu dan teknologi serta advokasi. IATP buletin, berita-berita pertanian terbaru, informasi tentang buku pedoman, buku-buku pertanian, laporan-laporan pertanian dan IATP dalam bentuk full-text. Program-program, pertemuan dan kegiatan.IATP.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.ifad.org/" target="_blank">International Fund for Agricultural Development (IFAD)</a></li>
<p>Dokumen-dokumen tentang IFAD, laporan-laporan tahunan dan kajian tentang rural poverty di Asia, Africa, publikasi-publikasi dan dokumen-dokumen tentang nutrisi dan pangan. Acara dan pertemuan IFAD. Gallery foto IFAD, press release, brosur acara dan pertemuan tentang pembangunan pedesaan dan dokumen proyek dari negara-negara penerima proyek IFAD.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.ifoam.org/" target="_blank">International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM)</a></li>
<p>Informasi tentang kegiatan program IFOAM dan laporan-laporan. Berita pertanian organik terbaru, informasi tentang pertanian organik dan publikasi tentang pertanian organik.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.iita.org/" target="_blank">International Institute of Tropical Agriculture (IITA)</a></li>
<p>Informasi tentang IITA, program penelitian, berita terbaru pertanian, kerjasama dan beasiswa yang ditawarkan. Pertemuan, konferensi dan lokakarya serta pelatihan yang diselenggarakan IITA. Publikasi IITA, katalog online, newsletter, materi training, laporan penelitian dan proyek IITA.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.isapindia.org/" target="_blank">Indian Society of Agribusiness Profesionals</a></li>
<p>Informasi mengenai lembaga, layanan yang diberikan serta newsletter.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="https://www.ifama.org/Default.aspx" target="_blank">International Food and Agribusiness Management Association (IFAMA)</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, kalender kegiatan dan konferensi yang diadakan, fulltext dari newsletter, dan abstrak dan fulltext jurnal International Food and Agribusiness Management Review.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://beta.irri.org/index.php/Home/Welcome/Frontpage.html" target="_blank">International Rice Research Institute (IRRI)</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, program penelitian dan proyek serta pelatihan. Laporan, abstrak penelitian, foto, statistik serta artikel tentang padi. Sumberdaya informasi tentang padi, database dan link ke situs lembaga padi lain.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.knowledgebank.irri.org/" target="_blank">IRRI Knowledge Bank</a></li>
<p>Informasi tentang alat diagnostik dan pengelolaan untuk pertanaman padi, materi penelitian padi, metode transfer teknologi di bidang padi serta sumberdaya informasi padi lainnya.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/" target="_blank">National Center for Biotechnology Information (NCBI)</a></li>
<p>Tentang NCBI, kegiatan, beasiswa, handbook, NCBI newsletter. Database DNA, GenBank, Database molekuler, Protein Sequences, dan sebagainya. Proyek yang dilakukan, database literatur. Koleksi genom species dll.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.nal.usda.gov/" target="_blank">National Agricultural Library (NALUSDA)</a></li>
<p>Informasi tentang publikasi dari pusat-pusat informasi dari NAL. Database pertanian online tentang kesehatan hewan. Pendidikan pertanian untuk anak-anak sekolah dan guru, serta program-program untuk anak-anak. Koleksi-koleksi perpustakaan, katalog online, katalog Agricola, index journal dalam Agricola, dan manual pengkatalogan.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://proseanet.org/prosea/" target="_blank">Plant Resources of South East Asia (Prosea)</a></li>
<p>Berita-berita terbaru, informasi tentang lembaga, publikasi (textbook, CD-ROM, bibliografi) terbitan Prosea, katalog online yang berisi artikel, gambar dan ilustrasi tanaman dari buku terbitan Prosea.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.ipni.net/ipniweb/portal.nsf" target="_blank">International Plant Nutrition Institute (IPNI)</a></li>
<p>Informasi tentang organisasi, berita terbaru tentang pemupukan P dan K, database proyek penelitian yang dilaksanakan. Informasi mengenai publikasi yang diterbitkan, artikel mengenai pemupukan P dan K, serta artikel lengkap dari buku, majalah yang diterbitkan seperti Better Corps, Better Corps International, Oil Palm Management for Large and Sustainable Yileds.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.riceonline.com/" target="_blank">Rice Online</a></li>
<p>Informasi mengenai industri padi dan beras, yang meliputi informasi pemasaran, harga direktori perusahaan produsen, penggilingan dan industri padi di seluruh dunia.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.sare.org/" target="_blank">Sustainable Agriculture Research and Education</a></li>
<p>Informasi tentang lembaga, publikasi, buletin, proyek pembangunan, program pendidikan untuk petani, serta jadwal pertemuan dan kalender kegiatan.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.asiarice.org/" target="_blank">The Asia Rice Foundation</a></li>
<p>Informasi mengenai lembaga, berita terbaru tentang padi, peta penyebaran padi, budaya yang berkaitan dengan padi serta informasi mengenai padi di Asia.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.avrdc.org/" target="_blank">The World Vegetable Center</a></li>
<p>Informasi mengenai lembaga, berita terbaru tentang pertanian, pusat belajar dan tutorial secara online tentang teknologi budidaya sayuran, hama penyakit dan sebagainya.</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.daff.gov.au/" target="_blank">The Australian Departement of Agriculture, Fisheries and Forestry</a></li>
<p>Berita-berita tentang pertanian terbaru, media center, newsletter, konferensi, pertemuan dan publikasi</p></blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.usda.gov/wps/portal/usda/usdahome" target="_blank">United States Department of Agriculture (USDA)</a></li>
<p>Berita-berita terbaru pertanian, newsletter, informasi pertanian, database dan statistik pertanian Amerika, laporan data-data graphic dan peta produksi tanaman, komoditas pertanian dan peternakan. Luasan lahan, harga produk dan sebagainya. Publikasi USDA dalam versi lengkap, informasi tentang acara dan pertemuan serta lembaga-lembaga di bawah USDA dan programnya.</p></blockquote>
</ul>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/1081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/1081/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=1081&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/19/link-organisasi-pertanian-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejak Dini Cinta Negeri</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 01:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak tk]]></category>
		<category><![CDATA[darmawisata]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Melihat ratusan anak-anak kecil yang berseragam TK berlarian dengan sesekali ibunya melarang ini-itu di sebuah kantor apalagi kantor pemerintah adalah hal yang langka. Apalagi selama ini kesan kantor itu formal, tenang dan tempat orang dewasa bersliweran. Namun tidak begitu halnya &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=810&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-809" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/dscf9079/"><img class="alignleft size-medium wp-image-809" title="pendidikan anak sejak dini" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/dscf9079.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Melihat ratusan anak-anak kecil yang berseragam TK berlarian dengan sesekali ibunya melarang ini-itu di sebuah kantor apalagi kantor pemerintah adalah hal yang langka. Apalagi selama ini kesan kantor itu formal, tenang dan tempat orang dewasa bersliweran. Namun tidak begitu halnya dengan kantor kami yaitu Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika). Justru beberapa kali kantor ini yang menyatu dengan kebun koleksi buah menjadi ajang rekreasi anak-anak untuk mengenal buah dan cara menanamnya. Mulai dari jeruk, apel, anggur dan lengkeng. Sedangkan stroberi ada di kebun lain yang terpisah yang masih satu kota yaitu di Kliran, Kota Batu.</p>
<p><span id="more-810"></span></p>
<p>Beberapa waktu lalu ketika menonton televisi, sebuah pusat penelitian LIPI juga dikunjungi banyak adik-adik, tapi yang ini anak-anak SD. Mereka dikenalkan dengan berbagai fasilitas penelitian dan beberapa koleksi yang ada di LIPI. Mulai dari ikan purba, jenis-jenis laba-laba dan lain-lain. Lengkap!</p>
<p>Liburan kemarin memberi kesempatan yang luar biasa bagi banyak keluarga mengajak semua anggotanya untuk berwisata ke Mekarsari. Wisata buah tentunya. Dengan membayar seharga tertentu misalnya, selama 30 menit bisa bebas memakan durian sebanyak-banyaknya. Tentu bagi penggemar durian ini tawaran yang menarik. Apalagi sebenarnya durian kita tidak kalah daripada durian Monthong Thailand. Kita lebih banyak variasinya dan keunikannya. Tinggal promosi dan budidaya secara massal saja. Dan hal itu sudah dilakukan Kementrian Pertanian dengan program 66 Kawasan Pengembangan Hortikultura yang dimulai di tahun 2008 kemarin untuk beberapa komoditi buah unggulan yaitu buah-buahan ekspor utama antara lain pisang, nenas, alpukat, jambu biji, mangga, manggis, jeruk, pepaya, rambutan, langsat/duku, durian, semangka, melon dan buah-buahan lainnya.</p>
<p><strong>Ajari Sejak Dini Cinta Negeri Ini</strong></p>
<p>Pengenalan ‘cinta’ terhadap produk lokal (dalam negeri) dan potensi bangsa ini memang seyogyanya diterapkan kepada anak-anak. Instrumen yang bisa digunakan sangat banyak, mulai dari keluarga, sekolah (TK, SD, SMP, SMA), organisasi kemasyarakatan dan edukasi dalam bentuk media (buku, televisi, iklan, baliho, dll). Keberhasilan industri sapi perah di Thailand tak lepas dari program ini. Setelah sang Raja Thailand tersebut berkunjung ke Eropa dalam studi banding industri sapi perah, Thailand kemudian mengambil kebijakan dengan menggratiskan susu sapi untuk anak-anak SD. Hal itu menjamin produk dari peternak terserap pasar karena semua hasil produksi dijamin pemerintah pasti terbeli. Selain itu asupan gizi buat anak juga meningkat. Dan ketika dewasa kebiasaan minum susu itu terbawa sehingga akhirnya peternakan sapi perah bergairah dalam jangka panjang.</p>
<p>Indonesia bisa saja melakukan itu semua. Industri sapi perah dan perkebunan buah-buahan, kerajinan tradisional, dll perlu dirangsang agar jangka panjang bisa mandiri. Saat ini industri susu lebih memilih impor dari Australia dan Selandia Baru daripada menyerap susu dari peternak lokal, alasannya karena harga tidak kompetitif. Secara bertahap kita perlu mengajak generasi baru, yang sekarang masih kecil-kecil ini untuk peduli dan menggairahkan industri lokal dalam jangka panjang. Karena untuk memperoleh harga yang kompetitif dengan produk luar negeri, pola usaha dan skalanya harus diubah, lebih besar.</p>
<p>Kunjungan dan darma wisata ke museum, lapang, lokasi penelitian, objek wisata untuk generasi imut-imut ini harus sering dilakukan. Tidak hanya menjadi bentuk refresing tetapi anak-anak menjadi tahu dan peduli pada apa yang dimakannya dan bagaimana prosesnya (jika ke kebun/ladang). Kalau perlu sering-sering saja diajak menanam padi dan merasakan langsung asyiknya berladang. Sehingga mereka lebih menghargai dan tergerak secara massal untuk ikut terjun menyukseskannya secara langsung (dengan bergelut di agrobisnis) maupun tidak langsung, menjadi konsumen yang tenggang rasa terhadap harga yang naik sewaktu-waktu. Bagaimanapun juga, petani juga butuh sejahtera ^_^ <strong>[zh]</strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-811" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/dscf9075/"></a><a rel="attachment wp-att-811" href="http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/dscf9075/"><img class="alignleft size-full wp-image-811" title="belajar ke kebun" src="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/dscf9075.jpg?w=584" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<blockquote><p><em>&gt;&gt; foto koleksi balitjestro</em><strong><br />
</strong></p></blockquote>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />Posted in artikel Tagged: anak tk, darmawisata, kebun <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=810&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2010/01/14/sejak-dini-cinta-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/dscf9079.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pendidikan anak sejak dini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2010/01/dscf9075.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">belajar ke kebun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Survey KPK: Deptan Tertinggi Dalam Skor Integritas</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/12/30/survey-kpk-deptan-tertinggi-dalam-skor-integritas/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/12/30/survey-kpk-deptan-tertinggi-dalam-skor-integritas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 02:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[deptan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[suswono]]></category>
		<category><![CDATA[wbk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dalam hal upaya pencegahan korupsi dan penegakkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, Departemen Pertanian kembali mendapat apresiasi dari KPK. Berdasarkan hasil Survey Integritas Sektor Publik 2009 secara nasional oleh KPK, Deptan meraih peringkat I (pertama) untuk &#8230; <a href="http://futuh.wordpress.com/2009/12/30/survey-kpk-deptan-tertinggi-dalam-skor-integritas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=790&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-791" href="http://futuh.wordpress.com/2009/12/30/survey-kpk-deptan-tertinggi-dalam-skor-integritas/suswono-menteri-pertanian-ri/"><img class="alignleft size-medium wp-image-791" title="suswono menteri pertanian" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/12/suswono-menteri-pertanian-ri.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" width="300" height="190" /></a>JAKARTA &#8211; Dalam hal upaya pencegahan korupsi dan penegakkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, Departemen Pertanian kembali mendapat apresiasi dari KPK. Berdasarkan hasil Survey Integritas Sektor Publik 2009 secara nasional oleh KPK, Deptan meraih peringkat I (pertama) untuk dua katagori dan peringkat IV (keempat) untuk satu katagori.</p>
<p>Dari survey terhadap 11.413 responden pengguna jasa layanan publik, KPK mengumumkan Deptan mendapat skor integritas tertinggi sebagai Instansi Pusat  dan skor integritas tertinggi sebagai Unit Pelayanan Publik dalam aspek Izin Pemasukan dan Pengeluaran Benih. Selain itu, Deptan juga apresiasi dengan menduduki peringkat IV untuk katagori Unit Pelayanan Publik dengan integritas tinggi dalam aspek Pengadaan Barang dan Jasa.</p>
<p><span id="more-790"></span>&#8220;Alhamdulillah,&#8221; ungkap Mentan Suswono mengomentari hasil survey KPK. Hasil survey tersebut memberi indikasi bahwa upaya dalam pencegahan KKN dan penegakkan good and clean governance mulai membuahkan hasil yang baik. &#8220;Kita sudah berada pada track yang benar. Selamat dan terima kasih kepada segenap staf dan pejabat instansi terkait yang telah bekerja keras selama ini.&#8221; Mentan berpesan, “mari kita jadikan apresiasi ini sebagai modal sekaligus spirit agar kita lebih baik lagi ke depan.&#8221;</p>
<p>Ucapan selamat juga disampaikan oleh Irjen Deptan Dr. Mulyanto. &#8220;Ini semua adalah prestasi dari seluruh staf dan pejabat Deptan untuk reformasi birokrasi, menjadikan pelayanan publik sebagai lahan pengabdian dan integritas aparat sebagai keniscayaan perilaku publik. Kami menganggap hasil survey ini adalah penghargaan KPK terhadap Deptan agar kita  dapat menjaga dan meningkatkan pelayanan publik dan integritas  aparat dimasa datang.&#8221;</p>
<p>Sebelumnya, pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, 9 Desember 2009, Deptan tercatat sebagai satu dari dua lembaga penerima Apresiasi KPK 2009. &#8220;KPK memberikan apresiasi kepada Departemen Pertanian sebagai penyelenggara kegiatan WBK (Wilayah Bebesdari dari Korupsi) Vaganza 2009 dan atas tekad, upaya dan dorongan bagi pemberantasan korupsi di Indonesia,&#8221; ungkap Wakil Ketua KPK Haryono Umar saat itu.</p>
<p>Kala itu (9 Des), Deptan juga mendapat dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Yang pertama anugrah MURI kepada Deptan selaku penyelenggara pencanangan pembinaan anti korupsi pada PBNS melalui metode Tafakur – Hisab – Dzikir (THD) dan anugrah MURI 2009 kepada Dr. Mulyanto (Irjen Deptan) selaku pelopor pencanangan pembinaan anti korupsi pada PBNS melalui metode Tafakur – Hisab –Dzikir (THD).</p>
<p>Dalam siaran persnya, KPK menulis bahwa dalam rangka optimalisasi pencegahan korupsi, KPK berupaya menelusuri akar permasalahan korupsi di sektor pelayanan publik serta mendorong dan membantu lembaga publik mempersiapkan upaya-upaya pencegahan korupsi yang efektif pada wilayah dan layanan yang rentan terjadinya korupsi. Salah satu caranya dengan melakukan survei integritas sektor publik. Hari ini, bertempat di Gedung KPK, Kuningan,Jakarta, KPK mengumumkan hasil survei integritas sektor publik untuk tahun 2009 yang dipresentasikan oleh Mochammad Jasin, Wakil Ketua KPK.</p>
<p>Survei yang berlangsung pada April-September 2009 tersebut dilakukan terhadap 371 unit layanan yang berada 98 Instansi, terdiri dari 39 instansi tingkat pusat, 10 pemerintah provinsi dan 49 pemerintah kota/kabupaten, dengan melibatkan jumlah responden pengguna layanan sebanyak 11.413 orang yang terdiri dari 4.592 orang responden di tingkat pusat, 1.039orang responden di tingkat pemprov, dan 5.782 orang responden ditingkat pemkot/pemkab. Seluruh responden merupakan pengguna langsung dari layanan publik yang disurvei. Mulai tahun ini, survei integritas sektor publik telah memasukkan standar minimal integritas yangditetapkan olehKPK sebesar 6,00.(dj)</p>
<p>sumber : <a href="http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=632">http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=632</a></p>
<p>Cuplikan Media : <a href="http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1107">KPK Umumkan Hasil Survei Integritas Sektor Publik 2009 (</a><a href="http://www.kpk.go.id/modules/news/index.php?storytopic=3">Siaran Pers KPK)</a></p>
<p>﻿</p>
<br />Posted in artikel Tagged: deptan, korupsi, kpk, pangan, pemerintahan, pertanian, pns, prestasi, suswono, wbk <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/790/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/790/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&amp;blog=1371030&amp;post=790&amp;subd=futuh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/12/30/survey-kpk-deptan-tertinggi-dalam-skor-integritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/12/suswono-menteri-pertanian-ri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">suswono menteri pertanian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
