<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>zainuri hanif</title>
	<atom:link href="http://futuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://futuh.wordpress.com</link>
	<description>"Komitmen membutuhkan pembuktian, dan amal adalah bukti konkret sebuah komitmen"</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 02:44:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='futuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/74336a1b263b53b705482763a8af3519?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>zainuri hanif</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/11/06/tuhan-sembilan-senti-2/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/11/06/tuhan-sembilan-senti-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[anti rokok]]></category>
		<category><![CDATA[taufik ismail]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[akhir-akhir ini banyak diskusi yang membahas tentang rokok. Rokok adalah barang haram yang tidak bisa lepas dari lingkungan kita (setidaknya sampai saat ini). Orang yang mengecam rokok dan mengkampanyekan hidup sehat justru dikecam balik, padahal, itu justru menyelamatkannya. buat teman-teman, saudara-saudaraku yang masih merokok, mari renungkan lagi kemanfaatannya&#8230; semoga hidup kita lebih indah tanpa rokok..
&#160;
Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=700&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-702" title="Puisi Taufik" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/11/taufik-ismail1.jpg?w=300&#038;h=207" alt="Puisi Taufik" width="300" height="207" />akhir-akhir ini banyak diskusi yang membahas tentang rokok. Rokok adalah barang haram yang tidak bisa lepas dari lingkungan kita (setidaknya sampai saat ini). Orang yang mengecam rokok dan mengkampanyekan hidup sehat justru dikecam balik, padahal, itu justru menyelamatkannya. buat teman-teman, saudara-saudaraku yang masih merokok, mari renungkan lagi kemanfaatannya&#8230; semoga hidup kita lebih indah tanpa rokok..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tuhan Sembilan Senti</strong> oleh: Taufiq Ismail</p>
<p>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.</p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.</p>
<p><span id="more-700"></span>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.</p>
<p>Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran, di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok.</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.</p>
<p>Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.</p>
<p>Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.<br />
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.</p>
<p>Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.</p>
<p>Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.</p>
<p>Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
Posted in puisi Tagged: anti rokok, taufik ismail, tembakau <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=700&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/11/06/tuhan-sembilan-senti-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/11/taufik-ismail1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Puisi Taufik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/21/agar-birokrasi-di-bawah-menteri-bergerak-cepat/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/21/agar-birokrasi-di-bawah-menteri-bergerak-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dahlan iskan]]></category>
		<category><![CDATA[dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[eselon]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[hari ini, Dahlan Iskan menulis sebuah artikel menarik di headline Jawa Pos. Seperti biasa bos Jawa Pos ini menulis artikel lepas yang lugas, berbobot dan brilian. Barangkali ini juga bisa kita ambil manfaatnya, selamat membaca&#8230;..
Dahlan Iskan: Usul untuk Memfokuskan Kinerja Menko-Menko Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat 
SIAPA pun menterinya, keluhan terbesar selama lima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=696&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>hari ini, Dahlan Iskan menulis sebuah artikel menarik di headline Jawa Pos. Seperti biasa bos Jawa Pos ini menulis artikel lepas yang lugas, berbobot dan brilian. Barangkali ini juga bisa kita ambil manfaatnya, selamat membaca&#8230;..</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-697" title="dahlan iskan bos jawa pos" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/dahlan-iskan-bos-jawa-pos.jpg?w=217&#038;h=300" alt="dahlan iskan bos jawa pos" width="217" height="300" /><strong>Dahlan Iskan: Usul untuk Memfokuskan Kinerja Menko-Menko Agar Birokrasi di Bawah Menteri Bergerak Cepat </strong><br />
<strong>SIAPA</strong> pun menterinya, keluhan terbesar selama lima tahun terakhir ini se­benarnya adalah: bagaimana para men­teri itu bisa menggerakkan eselon I (Dirjen) dan eselon II (direktur) di se­tiap kementeriannya. Menterinya bo­leh baru, tapi birokrasinya barang la­ma. Lengkap dengan berbagai peraturan yang menghambat. Termasuk, per­aturan untuk mengganti para pembuat konsep peraturan itu.</p>
<p>Sehebat apa pun seorang menteri, dia langsung terkerangkeng oleh bawa­hannya. Apalagi, sang bawahan sudah be­gitu ahli menggunakan kerangkeng­nya itu selama berpuluh tahun. Apalagi, sang menteri sendiri tidak bisa be­gitu saja mengganti mereka. Ada pro­sedur yang sulit, lambat, berbelit, dan lama untuk membuat seorang men­teri bisa memilih Dirjen dan direktur yang kecepatan serta kecerdasannya se­suai dengan yang dia inginkan.</p>
<p><span id="more-696"></span>Kalaupun akhirnya mereka bisa digan­ti (biasanya baru terjadi sudah pada tahun kedua masa jabatan para menetri itu), belum jaminan untuk lebih ce­pat berjalan. Jerat peraturan begitu he­batnya. Sedangkan pikiran untuk meng­ubah peraturan itu begitu lambatnya.</p>
<p>Wewenang menteri untuk mengganti atau memindah bawahannya tersebut sangatlah kecil. Ada aturan kepangkatan, ada aturan golongan, ada aturan kepegawaian, ada aturan jabatan, dan ada mekanisme yang sangat rumit di dalamnya. Inilah yang membuat menteri yang ingin cepat berkarya pun harus menyerah pada awal jabatan lalu menikmatinya begitu saja.</p>
<p>Lambannya jalannya birokrasi di bawah menteri itu juga bukan salah mereka. Para Dirjen sudah sangat sibuk mewakili menteri ikut rapat koordinasi antardepartemen. Praktis, negara ini sebenarnya digerakkan oleh para direktur di bawah Dirjen. Bukan oleh para menteri.</p>
<p>Menteri bisa minta &#8221;ba&#8221; atau &#8221;bu&#8221;. Tapi, sangat sering permintaan itu tidak bisa dipenuhi hanya karena munculnya catatan dari seorang direktur bahwa keinginan menteri tersebut tidak mungkin dijalankan karena tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Para direktur sangat ahli membuat catatan panjang yang mengakibatkan sebuah keinginan menteri tidak akan bisa dilaksanakan.</p>
<p>Yang diperlukan pemerintah sekarang ini sebenarnya bukan menteri penertiban aparatur negara. Tapi, pengaturan kembali aparatur negara. Koordinasi kementerian sungguh persoalan yang sangat rumit. Apalagi kalau yang dikoordinasikan, seperti yang terjadi selama ini, terlalu luas. Kesibukan Dirjen dan direktur di tingkat koordinasi ini luar biasa besarnya. Seolah-olah, pekerjaan terbesarnya adalah melakukan koordinasi itu sendiri dan bukan melayani rakyat.</p>
<p>Karena itu, penyederhanaan penge­lompokan menteri koordinator sebaiknya dilakukan. Jumlah koordinatornya memang bertambah dua, tapi persoalan yang dikoordinasikan menjadi lebih fokus. Dengan demikian, rapat koordinasinya tidak terlalu melebar. Waktu yang digunakan juga lebih singkat.</p>
<p>Tegasnya, saya usul ada kelompok baru di luar tiga kelompok yang sudah ada (polhukam, ekuin, dan kesra). Bukankah beberapa departemen sebenarnya memang kurang pas masuk ke salah satu di antara tiga kelopok itu? Saya usul ada kelompok &#8221;infrastruktur dan produksi pangan&#8221; serta ada kelompok &#8221;pelayanan umum&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian, kelompok 1 (ekuin) hanya akan terdiri atas keuangan, perdagangan, industri, pertambangan, penanaman modal, dan BUMN. Kelompok 2 (infrastruktur dan produksi pangan) terdiri atas pekerjaan umum, pertanian, perikanan, kehutanan, koperasi/UKM, bulog, ris­tek, dan LH.</p>
<p>Kelompok 3 (pelayanan umum) adalah perhubungan, telekomunikasi, pendidikan, kesehatan, PAN, perumahan, serta agraria. Kelompok 4 (sosial) adalah agama, wanita, perumahan, pemuda/olahraga, tenaga kerja, sosial, dan daerah tertinggal. Sedangkan kelompok 5 (polhukam) adalah hankam, Mendagri, Menlu, hukum, jaksa agung, dan Polri.</p>
<p>Tentu tidak harus menambah Menko. Bisa saja salah seorang menteri yang paling kapabel di kelompok itu ditugaskan sebagai ketua kelompoknya. Dengan demikian, kesibukan para Dirjen dan direktur dalam berkoordinasi bisa dikurangi hanya untuk koordinasi di bidang yang memang sangat dekat dengan bidangnya. Dengan demikian, bisa menjadi lebih fokus.</p>
<p>Inilah salah satu kunci kalau jalannya birokrasi harus dibuat lebih cepat dan lebih lincah. Sri Mulyani rasanya bisa merangkap jadi ketua kelompok 1. Hatta Rajasa dengan demikian tidak perlu ikut mengurusi makroekonomi yang memang bukan kompetensinya. Hatta akan sangat bagus meng­oordinasikan kelompok pelayanan umum. Apalagi, dia pernah menjadi menteri perhubungan yang sukses. Beban Agung Laksono yang tidak populer itu dengan demikian juga berkurang tinggal hanya mengoordinasikan kelompok sosial.</p>
<p>Kelompok infrastruktur dan produksi pangan akan sangat pas kalau diketuai Kuntoro Mangkusubroto. Atau, kalau Kuntoro diperlukan di bidang lain, Fadel Muhamad sangat punya kemampuan untuk menjadi ketua kelompok ini. Daerah tandus pun sudah dia ubah menjadi produsen jagung. Dia tahu cara-caranya.</p>
<p>Benar sekali. Persoalan dasarnya bukan siapa yang jadi menteri. Tapi, bagaimana cara bisa mengoordinasikan dengan efektif dan bisa mengge­rakkan birokrasi di bawah menteri itu. Ini pun kalau kita sepakat bahwa kita ingin maju dengan cepat. <strong>(*)</strong></p>
<p>sumber : <a href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=96455" target="_blank">jawa pos</a></p>
Posted in artikel Tagged: birokrasi, dahlan iskan, dirjen, eselon, menteri <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=696&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/21/agar-birokrasi-di-bawah-menteri-bergerak-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/dahlan-iskan-bos-jawa-pos.jpg?w=217" medium="image">
			<media:title type="html">dahlan iskan bos jawa pos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang tidak Bangkit dari NOL</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/orang-orang-tidak-bangkit-dari-nol/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/orang-orang-tidak-bangkit-dari-nol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 19:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[outiliers]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Dalam otobiografi yang diterbitkan setiap tahunnya oleh para miliuner/pengusaha/bintang rock/bintang pop/selebriti/olahragawan/negarawan, benang merah ceritanya selalu sama, pahlawan kita dilahirkan dalam kehidupan yang sederhana dan karena kegigihan serta bakatnya, dia kemudian mampu meraih kesuksesan.
Pada saat peresmian patung pahlawan kemerdekaan Amerika, Benjamin Franklin, Robert Winthrop mengatakan kepada khalayak, “Angkat kepalamu, dan lihatlah gambaran orang yang bangkit dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=681&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-682" title="outliers" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/gift_outliers.jpg?w=193&#038;h=300" alt="outliers" width="193" height="300" />Dalam otobiografi yang diterbitkan setiap tahunnya oleh para miliuner/pengusaha/bintang rock/bintang pop/selebriti/olahragawan/negarawan, benang merah ceritanya selalu sama, pahlawan kita dilahirkan dalam kehidupan yang sederhana dan karena kegigihan serta bakatnya, dia kemudian mampu meraih kesuksesan.</p>
<p>Pada saat peresmian patung pahlawan kemerdekaan Amerika, Benjamin Franklin, Robert Winthrop mengatakan kepada khalayak, “Angkat kepalamu, dan lihatlah gambaran orang yang bangkit dari nol, yang kesuksesannya bukan didapatkan dari orang tua atau dukungan orang lain, yang tidak menikmati keuntungan akan pendidikan ratusan kali terbuka bagi kalian, yang banyak melakukan pekerjaan kasar dalam berbagai bisnis yang dijalaninya, tetapi hidup untuk menantang para Raja dan gugur dengan meninggalkan nama yang tidak akan dilupakan dunia.”</p>
<p><span id="more-681"></span>Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers (2009) meyakinkan pembacanya bahwa penjelasan tentang kesuksesan seperti ini TIDAK ADA ARTINYA. Orang-orang tidak bangkit dari NOL. Kita berutang sesuatu kepada orang tua dan dukungan kepada orang lain. Orang-orang yang berani menantang para raja mungkin terlihat superior, gagah dan mungkin terlihat melakukan hal itu sendirian. Tetapi sebenarnya mereka tanpa kecuali, adalah penerima berbagai keuntungan yang tersembunyi, kesempatan yang luar biasa, dan warisan kebudayaan yang membuat mereka bisa belajar dan bekerja keras serta menghadapi dunia ini dalam cara yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.</p>
<p>Tempat dan kapan kita tumbuh besar memiliki pengaruh yang cukup besar. Kebudayaan tempat kita tumbuh besar dan warisan yang diturunkan oleh para pendahulu kita membentuk berbagai pola keberhasilan kita dalam cara yang tidak bisa kita bayangkan. Dengan kata lain tidak cukup untuk menanyakan seperti apa orang sukses itu. Namun dengan menanyakan asal-usul mereka, kita bisa mengungkapkan logika di belakang orang-orang yang meraih kesuksesan dan kegagalan.</p>
<p><em>“Pohon ek tertinggi di hutan menjadi yang tertinggi bukan karena ia tumbuh dari biji pohon yang paling gigih, ia menjadi pohon tertinggi karena tidak ada pepohonan lain yang menghalangi sinar sang surya, tanah di sekelilingnya dalam dan subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya sewaktu masih kecil, dan tidak ada tukang kayu yang menebangnya sebelum ia tumbuh dewasa.”</em></p>
<p><strong>Tidak Perlu Analisis Statistik Rumit</strong></p>
<p>Ada tabel data menarik yang diungkapkan dalam buku <em>Outliers</em> tersebut, yaitu daftar pemain dari tim Medicine Hat Tigers tahun 2007 (tim Hoki di Canada) dan daftar pemain tim sepakbola yunior nasional Cekoslowakia yang mengikuti turnamen Piala Dunia Yunior. Sepintas kilas, ketika saya amati data itu, tidak ada yang aneh, wajar dan seperti data pemain pada umumnya. Namun, jika lebih jeli lagi, ternyata data itu menggambarkan sebuah arti lain yang ketika dibandingkan dengan data lain, dalam tim potensial manapun ada sebuah korelasi yang bisa diambil.</p>
<p>Adalah psikolog Kanada bernama Roger Barnsley yang pertama kali menemukan fenomena usia relatif dan itupun baru terjadi pada tahun 1980-an. Mayoritas pemain itu lahir pada bulan Januari, Februari dan Maret! Barnsley menemukan bahwa pemain di Liga Hoki Junior Ontario yang dilahirkan di bulan Januari sekitar lima setengah kali lebih banyak dari yang dilahirkan di bulan November. Cerita yang sama. Dia melihat komposisi di National Hockey League (NHL) semakin banyak statistik yang dicarinya, semakin besar keyakinannya bahwa ini bukan kebetulan belaka melainkan hukum alam di hoki Kanada. Hoki ada olahraga terpopuler dan mendarah daging di Kanada, layaknya bulutangkis di Indonesia dahulu ketika masih jaya-jayanya J, maupun sepakbola di Inggris atau Brazil.</p>
<p>Di setiap kelompok pemain hoki elit dimana pun juga – para pemain hoki yang paling hebat- 40% dari pemain yang dilahirkan antara Januari dan Maret, 30% antara April dan Juni, 20% antara Juli dan September, dan 10% antara Oktober dan Desember.</p>
<p>Kesuksesan adalah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai KEUNTUNGAN YANG TERAKUMULASI. Para pemain hoki professional memulainya sedikit lebih baik dibandingkan rekannya. Dan perbedaan kecil itu yang menghasilkan sebuah kesempatan yang membuat perbedaan yang awalnya kecil menjadi semakin besar.—dan seterusnya. Dia hanya memulainya dengan sedikit lebih baik. Implikasi kedua dari contoh tersebut adalah system yang kita buat menentukan siapa yang berhak mendapatkan keuntungan efisien.</p>
<p>Penjelasan untuk hal ini sebenarnya cukup sederhana. Hal ini TIDAK ADA hubungannya dengan astrologi ataupun keajaiban di tiga bulan pertama. Penjelasannya adalah batasan umur penerimaan untuk berbagai kelas usia hoki di Kanada adalah tanggal 1 Januari. Seorang anak laki-laki yang berusia sepuluh tahun pada tanggal 2 Januari bisa bermain dengan bersama-sama seseorang yang baru berumur 10 tahun di akhir tahun itu. – pada usia itu (anak-anak 10 tahun), dalam periode praremaja, jarak dua belas bulan bisa membuat fisik yang sangat besar.</p>
<p>Karena hal ini terjadi di Kanada, negara yang paling gila hoki di seluruh dunia, para pelatih mulai melatih para pemain untuk mewakili tim di saat tandang – tim bintang-bintang – pada usia Sembilan atau sepuluh tahun, dan tentu saja kemungkinan besar mereka akan terihat sebagai pemain lebih berbakat, lebih besar, dan lebih hebat, yang memiliki keuntungan pendewasaan selama beberapa bulan lamanya. Dan apa yang terjadi saat seorang pemain dipilih untuk sebuah tim tandang? Dia akan mendapatkan pelatihan yang lebih baik, dan dia akan bermain lima puluh atau tujuh pulih lima pertandingan dalam satu musim dan bukan hanya dua puluh pertandingan dalam satu musim seperti mereka yang ditinggalkan di laga “kandang”.</p>
<p><strong>Outliers</strong></p>
<p>Stephen Covey pernah mengatakan bahwa faktor eksternal hanya berpengaruh 15% pada kesuksesan seseorang, dan sisanya yang 85% ditentukan oleh reaksi seseorang terhadap faktor eksternal tersebut! Tentu teori Stephen Covey tersebut sangat bertentangan dengan Teori Outliers-nya Malcolm Gladwell. Yang mana yang benar? Tentu saja dua-duanya benar karena dua penulis legendaris tersebut memandang sebab musabab kesuksesan seseorang dari dua perspektif yang berbeda. Stephen Covey menekankan pada kerja keras dan pentingnya sikap proaktif. Sedangkan Malcolm Gladwell memandang pentingnya faktor lingkungan dalam kisah orang-orang sukses yang ditelitinya.</p>
<p>Sebelum Outliers, Gladwell memukau pembaca melalui The Tipping Point (2002). Ia menulis betapa sesungguhnya ”hal-hal kecil dapat membuat perbedaan besar”. Caranya, dengan metode ”ketok tular” yang telah teruji dalam sejarah. Selanjutnya, dalam Blink (2005) ia memaparkan kemampuan ”membuat keputusan jitu dalam sekejap” lewat teori cuplikan tipis, yaitu ”dengan mengetahui sedikit, sudah mengetahui banyak”. Gladwell sendiri adalah staf penulis di New Yorker. Sebelumnya, ia wartawan iptek di Washington Post. Ia jurnalis yang rajin melakukan investigasi dan kesimpulan pandangannya banyak didasarkan pada riset para ahli. Tidak heran, setiap bukunya kaya dengan kutipan referensi.</p>
<p>Dalam bukunya The Outliers, Malcolm Gladwell memaparkan bahwa tahun kelahiran seorang Bill Gates dan Steve Jobs pada tahun 1955 (2 tahun sebelum Altair 880 diluncurkan ke pasar) bisa memberikan andil yang sangat besar dalam kisah kesuksesan mereka. Namun perlu diingat pula bahwa di saat yang bersamaan ada jutaan <em>geek</em> di seluruh dunia yang juga lahir pada tahun 1955 tetapi tetap tidak bisa sesukses Bill Gates dan Steve Jobs.</p>
<p><strong>Dilahirkan sebagai Outliers</strong></p>
<p>Tentu dengan demikian Teori Outliers ini memang hanya berlaku untuk 1-2 orang saja dari jutaan <em>sample</em> yang diambil. Oleh karena itu menjadi sangat amat sulit untuk mengalahkan The Outliers apabila Anda memang tidak dilahirkan sebagai Outliers!</p>
<p>Outliers sendiri artinya observasi yang “hasilnya” menyimpang jauh dari data yang lain. Orang-orang Outliers seperti Bill Gates ini bisa begitu jauh meninggalkan orang-orang kebanyakan karena memang bahkan sebelum Bill Gates lahir pun, dia sudah “dimodali” faktor-faktor eksternal yang sangat luar biasa! Tidak banyak yang tahu bahwa kakek buyut Bill Gates, J.W. Maxwell, adalah pendiri Seattle National City Bank, yang akan menjadi cikal bakal permodalan untuk kesuksesan William (Bill) Henry Gates III!</p>
<p>Orangtua Bill Gates juga bukan orang sembarangan, mereka berdua adalah elit finansial terpandang di kota Seattle, kota kelahiran Bill Gates. Ayah Bill Gates, William Henry Gates Jr. adalah seorang pengacara terkemuka sementara ibunya, Mary Maxwell, adalah Komisaris di First Interstate Bank dan Pacific Northwest Bell. Mary Maxwell bersama John Opel (CEO IBM pada saat itu) juga adalah anggota National Board di United Way. John Opel inilah yang akhirnya menyetujui proyek MS-DOS Bill Gates dengan IBM PC.</p>
<p>Sebagai seorang Outliers, Bill Gates tidak boleh membiarkan setiap detik masa kecilnya terbuang dengan percuma. Oleh karena itu, orangtuanya mengirimkan Bill Gates kecil ke Lakeside School, seolah elit yang uang sekolahnya pada tahun 1967 sudah mencapai $5000 (bandingkan dengan uang kuliah di Harvard saat itu yang masih $ 1760!). Tak heran teman-teman sekelas Bill Gates, salah satunya kakak beradik McCaw Brothers bisa menjual lisensi telepon selular (yang mereka dapatkan dari pemerintahan USA) ke AT&amp;T senilai $11.5 biliion pada tahun 1994. Pada saat anak-anak kecil seusianya merengek untuk dibelikan computer pada saai itu, Bill Gates dengan mudahnya sudah bisa bermain-main dengan DEC PDP-10 seharga $3000, mesin yang sama yang digunakan oleh para peneliti di Stanford dan MIT pada waktu itu!</p>
<p>Misteri orang-orang sukses itu dengan berbagai kemampuan, menurut Gladwell, juga bisa dilhat dari tahun ataupun bulan kelahirannya. Seseorang yang lahir di Bulan Januari akan berbeda kemampuannya dengan kelahiran di luar Bulan Januari (contoh kasus di tim hoki Kanada). Bagaimana seorang jenius di bidang revolusi komputer semacam, Bill Gates, Paul Allen, Steve Jobs, Bill Joy (yang bisa membuat kita bisa mengakses internet), mereka terlahir antara tahun 1953 dan 1956.</p>
<p>Bill Gates, mendapatkan akses komputer sejak dini. Menghabiskan banyak waktu menulis program lewat berbagai macam cara dan runtutan kesempatan yang dipastikan membuatnya punya lebih dari sekedar 10000 jam latihan selama 7 tahun.</p>
<p>Steve Jobs, tidak berasal dari keluarga kaya namun dia tumbuh besar di Mountain View, California. Lingkungannya dipenuhi dengan insiyur-insinyur dari HP (Hewlett Packard). Jobs menghirup udara bisnis, dan punya kesempatan langsung berinteraksi dengan ilmuwan pencipta komputer bersama insinyur-insinyur HP.</p>
<p>Tahun 1975, Gates dan Jobs mempunyai usia ideal. Jika mereka lahir beberapa tahun lebih cepat, tentunya mereka sudah punya pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar semacam IBM. Jika mereka lahir lebih lambat, mereka akan jadi terlalu muda untuk memanfaatkan momentum komputer mini.</p>
<p>Dua orang ini adalah contoh outliers. Fenomena yang menyangkal pendapat umum bahwa kesuksesan hanya muncul karena kerja keras, dan bahwa lingkungan dan tempat tinggal kita tak punya pengaruh apa-apa.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kaidah 10.000 jam</strong></p>
<p>Gladwell, sbagai perintis sebuah genre baru buku-buku yang menguak pola rahasia di balik fenomena dalam kehidupan sehari-hari, sekali lagi menghadirkan kejutan, salah satunya apa yang dia sebut sebagai kaidah 10.000 jam. Menurut Gladwell, diperlukan latihan 10.000 jam sebelumnya seseorang mencapai kesuksesannya. Dia menguji teori ini dengan dua kisah sukses yang paling terkenal, yaitu kisah The Beatles dan Bill Gates. Tidak hanya itu, Gladwell juga menggali hubungan antara warisan budaya dengan banyak fenomena yang terjadi, misalnya jatuhnya pesawat terbang. Budaya pertanian padi, misalnya, membuat anak-anak asia selalu mencetak nilai lebih tinggi di bidang matematika ketimbang anak-anak Barat yang berlatar belakang budaya pertanian gandum. Status ekonomi orang tua, di mana kita dilahirkan, warisan budaya tempat kita dibesarkan, dan banyak faktor lingkungan lain, turut menentukan kesuksesan kita.</p>
<p>Di dalam buku ini dituturkan sejumlah ”outliers”, yakni orang yang mencapai prestasi besar dengan melakukan hal-hal di luar kebiasaan umum. Ia mengambil The Beatles dan Bill Gates sebagai contoh. Sekalipun mereka bermain di panggung kehidupan berbeda, tetapi ada ”benang merah” persamaannya.</p>
<p>Mereka meniti karier sejak usia muda. Beatles adalah band rock anak sekolah yang kebetulan dikontrak bermain nonstop di kelab malam di Hamburg. Di sana mereka dipaksa bekerja keras, ada kalanya harus bermain selama delapan jam setiap hari dalam seminggu. Dan itu mereka lakukan selama 270 malam dalam kurun waktu 1,5 tahun. Hikmah dari gemblengan superberat itu besar sekali. Sekembalinya ke Liverpool, mereka menjadi orang yang berubah sama sekali. Disiplin, penuh percaya diri, kemampuan mantap, dan kemahiran memainkan banyak sekali lagu menjadi modal besar untuk suksesnya kelak.</p>
<p>Sementara Bill Gates, anak keluarga kaya di Seattle. Sejak kelas tujuh orangtuanya memindahkan dia ke sekolah elite. Di sana ada klub komputer dengan fasilitas terminal bersama. Kegairahan besar untuk bermain-main dengan komputer membuat Gates menghabiskan waktu sampai larut malam, delapan jam sehari. Agaknya ini yang membuat Gates, saat itu siswa kelas 8 (setara SMP kelas II), sudah mampu membuat program komputer sendiri.</p>
<p>Dari dua contoh di atas, Gladwell ingin menyampaikan, semakin dini seseorang digembleng keras di bidang yang paling diminati, maka jika ia berbakat, suatu saat ia akan menunjukkan kelasnya. Gladwell menyebut mengenai ”Kaidah 10.000 Jam”. Maknanya diperlukan tempaan padat selama minimal 10.000 jam dalam jangka pendek sebelum seseorang dapat sukses sebagai profesional bermutu. Ini berlaku untuk penulis novel, pemain catur, pianis konser, pemrogram komputer, atau apa saja. ”Mereka berlatih sangat jauh lebih keras,” tulis Gladwell.</p>
<p><strong>Budaya</strong></p>
<p>Yang paling menarik dari uraian Gladwell adalah mengenai kaitan kerap jatuhnya pesawat terbang dengan budaya kelompok tertentu. Di sini penulis tak langsung mengurai para ”outliers”, melainkan menelisik warisan budaya yang memengaruhi perilaku suatu kelompok. Umumnya orang menganalisis jatuhnya pesawat udara karena faktor cuaca, keahlian pilot, keadaan pesawat, atau landasan kurang sempurna. Tak pernah disinggung faktor ”Power Distance Index” atau ”Indeks Jarak Kekuasaan” di antara mereka yang berada di kokpit (kapten, kopilot, dan juru mesin). Gladwell meminjam pengertian ini dari Hofstede, psikolog Belanda yang melakukan studi perbedaan antarbudaya. Menghadapi risiko dan ketidakpastian, ada budaya yang mendorong warganya berani bicara terus terang walau mungkin menyakitkan. Pada budaya lain, orang lebih sungkan, terutama kalau menghadapi atasan.</p>
<p>Kecelakaan Korean Air, disimpulkannya sebagai adanya Indeks Jarak Kekuasaan yang lebar di antara mereka di kokpit. Rekaman pembicaraan terakhir di ”kotak hitam” menunjukkan, kopilot dan juru mesin sebelumnya agak sungkan terhadap kapten pilot. Setelah situasi benar-benar gawat mereka berani angkat bicara keras, tetapi tentu saja keadaan sudah tidak tertolong!</p>
Posted in buku Tagged: bakat, buku, outiliers, resensi, sukses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/681/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=681&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/orang-orang-tidak-bangkit-dari-nol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/gift_outliers.jpg?w=193" medium="image">
			<media:title type="html">outliers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petani yang Tidak Pernah Merugi</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/petani-yang-tidak-pernah-merugi/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/petani-yang-tidak-pernah-merugi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 16:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[bank pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Pertanian, Sektor Sensitif
Beberapa waktu yang lalu dalam kesempatan Book Fair di Malang, saya mendapatkan buklet menarik dari Dompet Dhuafa. Meskipun merupakan edisi lama (tahun lalu) beberapa isinya masih relevan dan menarik untuk dijadikan sumber penambah khasanah. Bahasannya mengenai program Dompet Dhuafa unggulan untuk petani dhuafa di beberapa propinsi di ndonesia meliputi Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, Brebes, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=676&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-677" title="11" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="11" width="300" height="225" /><strong>Pertanian, Sektor Sensitif</strong></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu dalam kesempatan Book Fair di Malang, saya mendapatkan buklet menarik dari Dompet Dhuafa. Meskipun merupakan edisi lama (tahun lalu) beberapa isinya masih relevan dan menarik untuk dijadikan sumber penambah khasanah. Bahasannya mengenai program Dompet Dhuafa unggulan untuk petani dhuafa di beberapa propinsi di ndonesia meliputi Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, Brebes, Sukabumi, Bogor dan Banyuasin Sumatera Selatan. Hal yang menarik bagi kita yang sedang bersemangatnya melakukan pembangunan utamanya di sektor pertanian. Saya jadi teringat awal 2009, Badan Litbang Deptan pernah membuat kajian tentang perlunya <a href="http://www.pertaniansehat.or.id/index.php?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=103" target="_blank">Bank Pertanian</a> berdiri yang nantinya akan memudahkan petani dalam mengakses modal untuk mengambangkan lahan pertaniannya. Namun, saat itu, Departemen Keuangan melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi mengangap masih belum waktunya karena  instrument dan SDM yang menanganinya belum ada. Apalagi definisi <a href="http://api.or.id/?p=384" target="_blank">Bank Pertanian belum jelas</a>.</p>
<p>Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Deptan, Gatot Irianto, &#8220;Potensi pembentukan bank pertanian sudah ada. Begitu juga dengan calon nasabah, karena ada 25 juta petani di Indonesia. Tapi, ternyata yang hanya dibutuhkan adalah kemauan politik, mau tidak Presiden (SBY) membentuk segera, karena memang sudah dibutuhkan petani.&#8221;</p>
<p><span id="more-676"></span>Pertanian, kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan India Arun Jaitley, “amat sensitif secara politik, amat penting secara ekonomi, namun amat lemah secara sosial.” Setidaknya ada enam alasan mengapa sektor pertanian menjadi strategis. <em>Pertama,</em> pertanian merupakan sektor yang menyediakan hajat hidup manusia secara universal. <em>Kedua,</em> merupakan penyedia bahan baku bagi sektor industri (agroindustri). <em>Ketiga,</em> memberikan kontribusi bagi devisa negara melalui komoditas ekspor. <em>Keempat,</em> menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga kerja pedesaan. <em>Kelima,</em> untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem dan memperbarui lingkungan. <em>Dan keenam,</em> dengan berbagai nilai strategisnya itu, menjadikan pertanian dapat menjadi alat politik yang efektif dalam tata dunia.</p>
<p>Tidak mengherankan bila berbagai pihak yang berkepentingan melakukan terobosan, penguasaan opini di media dan upaya menarik perhatian demi mendapat perhatian secara politik, sosial kemasyarakatan maupun aspek ekonomi mulai dari politisi, akademisi, pengusaha, pejuang LSM dan pengamat. Hal yang demikian sah-sah saja, selagi masih dalam konteks persaingan ide, gagasan dan terobosan untuk pembangunan pertanian Indonesia. Permasalahan pertanian Indonesia terlalu kompleks untuk diurai dalam waktu yang singkat atau satu periode kepemimpinan saja. Konteks perbaikan yang dilakukan menyangkut koordinasi antardepartemen, <em>good will</em> dari presiden selaku penguasa utama dan adanya perjanjian internasional yang sudah disepakati atau sedang dalam perundingan seperti AFTA, WTO, dll.</p>
<p>Salah satu permasalahan yang timbul adalah timpangnya distribusi hasil pertanian. Badan Pangan Dunia PBB (FAO) memperkirakan, jumlah penduduk dunia yang menderita kelaparan mencapai satu miliar atau 963 juta jiwa, dibandingkan 915 juta jiwa tahun 2008. FAO kemudian menetapkan <em>International Alliance Against Hunger</em> (Aliansi Internasional melawan Kelaparan).  Demikian pentingnya pertanian ini membuat negara maju, seperti Jepang dan Amerika amat gigih membela petaninya. Berbagai bentuk proteksi berupa hambatan tarif dan normatif bagi produk pertanian diterapkan guna mencegah masuknya berbagai komoditas serupa yang berpotensi mematikan bisnis petani lokal. Maka jangan heran bila agenda WTO senantiasa mengalami <em>deadlock</em> karena negara maju tidak mau mengurangi subsidi bagi petaninya.  Selama ini negara maju memberikan proteksi pertaniannya dan melakukan praktik <em>dumping</em> (harga ekspor lebih murah dari dalam negeri) secara terselubung.</p>
<p>Petani kecil di negara-negara berkembang seperti Indonesia sungguh menderita dengan distorsi dari pasar dunia yang diisi produk bersubsidi berlebihan dari negara-negara maju. Sementara mereka memaksakan liberalisasi pasar di negara-negara sedang berkembang. Jadi adalah sangat tidak adil apabila petani kecil dengan kepemilikan luas lahan rata-rata 0,3 hektare harus bertarung di negara sendiri dengan produk impor hasil pertanian korporasi, bahkan <em>Trans National Corporations</em> dari negara maju yang disubsidi.</p>
<p><strong>Motivasi yang Menguatkan</strong></p>
<p>Di tataran elit, alias pengambil kebijakan, tentunya semangat pembangunan dan perbaikan harus senantiasa menyertai semua langkah yang diambil. Motivasi bisa bermacam-macam, seperti yang telah diungkap di atas. Jelas, niat yang bersih dan ikhlas-lah disertai kerja keras yang akan mendatangkan sebuah kerberhasilan jangka panjang. Toh begitu, motivasi yang lebih kuat harus juga dimiliki oleh masyarakat sebagai penggerak utama. Dengan begitu semua sektor mau bangkit dan maju bersama. Tidak hanya segelintir, atau kelompok tertentu saja. Indonesia tidak bisa dibangun oleh segelintir orang yang semangat saja atau sebaliknya banyak orang namun tidak menggugah dan mengubah.</p>
<p><strong>JAMINAN : Tidak akan Pernah Merugi Ia yang Bertani</strong></p>
<p>Pertanian begitu berarti dalam pandangan Islam, sehingga Allah SWT membuat perumpamaan tentang nilai kebajikan dengan kesuburan tanaman. Firman Allah: <em>“Perumpamaan (derma) orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebiji benih yang tumbuh menumbuhkan tujuh bulir, yang tiap bulir mengandung seratus biji. Ingatlah, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.”</em> (Al-Baqarah: 26).</p>
<p>Ketika nabi Muhammad SAW ditanya oleh sahabat mengenai profesi apa yang paling baik, beliau menjawab, <em>“Pekerjaan laki-laki yang mengandalkan tangannya dan semua transaksi jual beli yang baik” </em>(HR. Bazzar), Dalam hadis lain diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW menyatakan bahwa makanan terbaik bagi seseorang adalah dari hasil pekerjaan tangannya. Sungguh, Nabi Dawud as pun makan dari hasil pekerjaan tangannya sendiri.</p>
<p>Bahkan ketika hasil pertanian gagal, itu tetap sesuatu yang berharga. Nabi SAW berwasiat, <em>“Tidak seorang muslim pun yang bercocok tanam, lalu tanamannya dicuri orang, dimakan binatang liar atau burung, ataupun hilang, maka semua itu dianggap sedekahnya.” (HR Bukhari Muslim).</em> Sebagian sahabat bahkan terkenal sebagai pakar pertanian di jamannya, misalnya Ali bin Abi Thalib, Umar Al-Ash, Rafy bin Khadij, dan Zubair bin Awwam. Generasi berikutnya adalah Hunayn ibn Ishak, Abul Hasan Al Qurtubi, Abdullah bin Bassai, Abbas bin Ali, dll.</p>
<p>Karena itu, Prof Afzalur Rahman menyarankan agar umat Islam meneruskan warisan tersebut dengan serius mengkaji semua bidang, termasuk pertanian, pengairan dan perkebunan untuk memantabkan ekonomi ummat. (Ensklipodia Sirah, Jilid 1, 1981).</p>
<p>zainuri hanif</p>
<p>Kota Batu, 19 Oktober 2009</p>
Posted in teknologi pertanian Tagged: bank pertanian, desa, FAO, kelaparan, pangan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/676/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=676&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/19/petani-yang-tidak-pernah-merugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rajin Subuh ke Masjid, Teroris ya?</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/rajin-subuh-ke-masjid-teroris-ya/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/rajin-subuh-ke-masjid-teroris-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 21:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Isu teroris sungguh memojokkan umat Islam. Apalagi di Kota Batu, yang pernah menjadi tempat digrebeknya Dr. Azahari (disini, dan disini), kewaspadaan itu masih terasa. Beruntung aku mendapatkan kost yang lingkungannya bagus dan di samping pak RT. Jadi tidak bermasalah.Apalagi memang komunikasi selama ini terjalin bagus, bahkan sangat bagus.
Nah, ada kejadian menarik. Beberapa waktu yang lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=690&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-691" title="teroris scream" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/111.jpg?w=300&#038;h=187" alt="teroris scream" width="300" height="187" />Isu teroris sungguh memojokkan umat Islam. Apalagi di Kota Batu, yang pernah menjadi <a href="http://cityguide.kapanlagi.com/malang/wisata/1197_rumah_bomb_dr_azahari.html" target="_blank">tempat digrebeknya Dr. Azahari</a> (<a href="http://www.antarajatim.com/lihat/berita/14459/bom-kuningan-buka-memori-tewasnya-azahari" target="_blank">disini</a>, dan <a href="http://www.surya.co.id/2009/07/25/melihat-bekas-kontrakan-dr-azahari-di-batu-apa-kabarnya.html" target="_blank">disini</a>), kewaspadaan itu masih terasa. Beruntung aku mendapatkan kost yang lingkungannya bagus dan di samping pak RT. Jadi tidak bermasalah.Apalagi memang komunikasi selama ini terjalin bagus, bahkan sangat bagus.</p>
<p style="text-align:left;">Nah, ada kejadian menarik. Beberapa waktu yang lalu ketika sholat maghrib di sebuah masjid di Kota Batu (dekat alun-alun), sehabis sholat saat hendak pulang, saya menyempatkan ngobrol sebentar dengan salah seorang jamaah. Ia seorang pemuda, yah kira-kira 30-an tahun umurnya. Ia adalah warga setempat yang sejak sebelum Ramadhan 1430 H yang lalu rajin ke masjid, termasuk sholat Subuh. Setidaknya katanya ada 2 orang lagi yang mulai rajin setelah selama ini jarang mampir ke masjid. Biasanya, sebelumnya mereka memang sering lalai sama sholatnya.</p>
<p><img title="More..." src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-690"></span>Tapi anehnya justru dengan rajinnya ke masjid itulah ia disindir beberapa temannya, &#8220;Eh, Tole (nama samaran), kok sekarang rajin sholat ke Masjid? Subuhannya tertib lagi! Jangan-jangan kalian ikut aliran yang macam-macam itu ya?&#8221; Hati-hati lho nanti jadi teroris! Senengnya ngebom-ngebom! Santai aja, nanti kita siapkan 3 peti mati untuk kalian&#8230; Hahaha&#8221;</p>
<p>Yah, karena masih temen sepermainan, si Tole tadi jawabnya juga santai aja, &#8220;Wah, jangan2 nanti malah buat kalian tuh peti!  walaupun guyonan kampung, Tapi jelas, perasaan hatinya pasti miris. Orang yang mau berubah baik kok justru dicap teroris dan dianggap aneh bin nyleneh. Ciri teroris sungguh sangat dekat dengan umat Islam yang rajin ke masjid pada umumnya, menjadi guru TPA, berpakaian busana muslim, santun, ramah, pintar bergaul, dan jelas rajin ke masjid. Oleh karena itu masyarakat sukanya men-generalisirdari info-info yang kurang lengkap dan akurat.</p>
<p>Oalah&#8230; dunia wis kuwalik!</p>
Posted in kisah Tagged: subuh, teroris <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=690&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/rajin-subuh-ke-masjid-teroris-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/111.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">teroris scream</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Da’wah Dusta</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/da%e2%80%99wah-dusta/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/da%e2%80%99wah-dusta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 20:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jalan cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[Salim A Fillah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[
Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.
Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=687&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-688" title="jalan cinta para pejuang Salim A Fillah" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/jalan-cinta-para-pejuang-salim-a-fillah.jpg?w=210&#038;h=300" alt="jalan cinta para pejuang Salim A Fillah" width="210" height="300" />Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.</p>
<p>Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.</p>
<p>Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.</p>
<p><span id="more-687"></span>Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.</p>
<p>Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.</p>
<p>Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.</p>
<p>Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.</p>
<p>”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”</p>
<p>Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”</p>
<p>”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”</p>
<p>Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”</p>
<p>Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”</p>
<p>”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”</p>
<p>Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”</p>
<p>”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”</p>
<p>Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?</p>
<p>”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”</p>
<p>Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah ”Da’wah dusta!” Da’wah dusta. Da’wah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.</p>
<p>taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama<br />
by Salim A. Fillah</p>
</div>
Posted in buku Tagged: dakwah, jalan cinta, pejuang, Salim A Fillah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/687/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=687&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/17/da%e2%80%99wah-dusta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/jalan-cinta-para-pejuang-salim-a-fillah.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">jalan cinta para pejuang Salim A Fillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masuk Kabinet: Menyalakan Lentera Bersama Abu Yusuf</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/masuk-kabinet-menyalakan-lentera-bersama-abu-yusuf/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/masuk-kabinet-menyalakan-lentera-bersama-abu-yusuf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[PRASYARAT

Pemahaman terhadap rasam  tentang Abu Yusuf ini insyaallah akan lebih baik jika para pembaca tercinta terlebih dahulu membaca rasam kami yang berjudul “Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah”. Tulisan tersebut terdapat dalam arsip CATATAN FB beberapa waktu lalu,  juga kami muatkan di halaman www.fillah.co.cc
HadaanaLlaahu wa iyyakum ajma’iin.
KERAJAAN: DARI ‘UMAYYAH KE ‘ABBASIYAH

Awal-awal, agar pembaca tercinta tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=665&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-669" title="Gedung DPR MPR" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/gedung-dpr-mpr.jpg?w=300&#038;h=127" alt="Gedung DPR MPR" width="300" height="127" />PRASYARAT<br />
</strong><br />
Pemahaman terhadap rasam  tentang Abu Yusuf ini insyaallah akan lebih baik jika para pembaca tercinta terlebih dahulu membaca rasam kami yang berjudul “Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah”. Tulisan tersebut terdapat dalam arsip CATATAN FB beberapa waktu lalu,  juga kami muatkan di halaman www.fillah.co.cc</p>
<p>HadaanaLlaahu wa iyyakum ajma’iin.</p>
<p><strong>KERAJAAN: DARI ‘UMAYYAH KE ‘ABBASIYAH<br />
</strong><br />
Awal-awal, agar pembaca tercinta tak musykil lagi dengan penyebutan ‘kerajaan’ untuk daulah setelah masa Khulafaur Rasyidiin, mari sejenak mengingat kembali hadits Safinah, Maula Rasulillah. Beliau ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Khilafah sepeninggalku tigapuluh tahun lamanya.” Ini lafazh yang diriwayatkan Ibnu Hibban (15/35/6657). Dalam riwayat Ahmad (5/221/21937), At Tirmidzi (4/503/2226), dan Abu Ya’la ada tambahan lafazh “Setelah itu adalah kerajaan.”</p>
<p>Dalam riwayat Abu Dawud (4646, 4647), dicantumkan keterangan Safinah yang berkata, “Mari kita hitung; Abu Bakr memegang urusan selama 2 tahun, ‘Umar selama 10 tahun, ‘Utsman selama 12 tahun, dan ‘Ali selama 6 tahun. Maka genaplah 30 tahun.” Adapun Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah (9/153, 169, dan 210) menegaskan periode Khilafah berakhir ketika Al Hasan ibn ‘Ali menyatukan kaum muslimin dalam kepemimpinan Mu’awiyah ibn Abi Sufyan pada bulan Rabi’ul Awwal 41 H, benar-benar tepat 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah pada Rabi’ul Awwal thn 11 H.</p>
<p><span id="more-665"></span>Adapun faidah tak menyebut masa itu sebagai khilafah di antaranya adalah, agar segala kerusakan dan kezhaliman yang terjadi di masa mereka tak dinisbatkan pada institusi mulia yang kita rindukan itu. Sungguh kita tak ridha pada lisan-lisan yang menodai kesucian khilafah dengan fakta-fakta sejarah yang –sesuai hadits di atas- dilakukan oleh para raja dan terjadi pada masa kerajaan ‘Umayyah dan ‘Abbasiyah. Bukan masa khilafah.</p>
<p>Kita sudah sedikit mengulas tentang kerajaan ‘Umayyah di bawah judul judul ‘Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah’. Dan semoga itu cukup.</p>
<p><strong>-Senja Kerajaan ‘Umayyah<br />
</strong><br />
Yang bisa kita sebut sebagai penguasa mutlak terakhir Bani ‘Umayyah di Damaskus adalah Al Walid ibn Yazid ibn ‘Abdil Malik. Imam As Suyuthi dalam Tarikh-nya (220-221) menulis tentangnya, “Dia fasiq, suka meminum khamr, menikahi Ummu Walad ayahnya, dan menodai syari’at Allah. Pernah ia berangkat haji hanya untuk satu tujuan; meminum khamr di atas Ka’bah.” Imam Al Mawardi dalam Adaabud Dunyaa wad Diin menyatakan, “Satu hari, dia membuka mushhaf secara acak untuk meramal nasib baik baginya. Atas kehendak Allah, yang terbaca olehnya adalah ayat ini;</p>
<p>“..Dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala!” (Ibrahim 15)</p>
<p>Al Walid langsung merobek-robek mushhaf itu dan berteriak, “Apakah engkau mengancam semua yang sewenang-wenang dan keras kepala hah?! Nih, ini aku adah orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala! Di hari penghimpunan nanti katakanlah kepada Rabbmu, ‘Wahai Ilahi, Al Walid telah merobek-robekku!”</p>
<p>Beberapa hari kemudian, sepupunya, Yazid ibn Al Walid ibn ‘Abdil Malik mengobarkan pemberontakan. Kepala Al Walid dipenggal, dipanggang di atas tombak, lalu disalibkan di atas pagar istananya. Demikian ditulis Ad Damiri dalam Hayat Al Hayawan Al Kubra (1/72), dan As Suyuthi dalam At Tarikh (222).</p>
<p>Bersamaan dengan itu, Abul ‘Abbas As Saffah telah memulai gerakannya secara terang-terangan dari Kufah. Adapun Yazid ibn Al Walid hanya berkuasa 6 bulan. Lalu saudaranya Ibrahim ibn Al Walid menggantikan selama 70 hari. Kemudian Bani ‘Umayyah dipimpin Marwan ibn Muhammad yang segera harus menghadapi pasukan ‘Abbasiyah di Zab Zab, dekat Mosul. Marwan kalah. Dia lari ke Mesir dan dibunuh di Abi Shair oleh Shalih ibn ‘Ali, yakni paman Abul ‘Abbas. Menjelang kematiannya dia berteriak, “Kerajaan kami -Bani ‘Umayyah- telah musnah!”</p>
<p><strong>-Gerakan ‘Abbasiyah<br />
</strong><br />
Di bulan Rabi’uts Tsani 132 H, Abul ‘Abbas As Saffah berkhuthbah di Kufah setelah deklarasi gerakan dan pembai’atan dirinya. Setelah menyebut berbagai kezhaliman Bani ‘Umayyah, dia mengatakan, “Dan sungguh aku berharap kalian tidak akan didatangi kezhaliman pada saat kebaikan telah datang kepada kalian, tidak juga oleh kehancuran jika perbaikan telah mengunjungi kalian.”</p>
<p>Lalu berdirilah Dawud ibn ‘Ali, pamannya, yang menyatakan bahwa gerakannya tidak bertujuan menumpuk harta dan kekuasaan, melainkan untuk menumpas kezhaliman, membela keluarga sepupu mereka –keluarga ‘Ali ibn Abi Thalib- dan seluruh rakyat yang teraniaya. “Maka dengan ini kami berjanji”, katanya, “Demi kesetiaan kami kepada Allah dan RasulNya, demi kehormatan ‘Abbas, untuk memerintah sesuai Kitabullah dan berjalan sesuai teladan Rasulullah.” Riwayat kampanye Bani ‘Abbas ini diabadikan oleh Ath Thabari dalam Tarikh-nya (6/82-83), Ibn Al Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh (4/325), dan Ibn Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah (10/41).</p>
<p>Karena kedudukannya sebagai ahli bait Nabi, kampanye ‘Abbasiyah begitu cepat dan luas mempengaruhi masyarakat. Apalagi disokong kemuakan ummat atas kekuasaan Bani ‘Umayyah yang kian hari makin zhalim, Baitul Maal yang tak berfungsi, peradilan yang kacau, dan situasi ekonomi yang timpang. Sungguhpun demikian, tak lama menunggu semua janji itu terbukti hanya kampanye dusta dan penipuan terhadap ummat. Abul A’la Al Maududi mengulas ini dalam Al Khilafah wal Mulk (227).</p>
<p>Lebih dari 50.000 kaum muslimin di kota Damaskus terbantai ketika pasukan Abul ‘Abbas menaklukkannya. Masjid Jami’ ‘Umayyah mereka jadikan kandang kuda. Mereka gali kuburan para penguasa Bani ‘Umayyah, mencambuki jasad dan tulang belulang itu di hadapan khalayak, lalu membakarnya dan menaburkan abunya. Mereka juga membunuhi semua anak-anak Bani ‘Umayyah, menggelar permadani di atas jasad-jasad bergeletaran itu, lalu duduk dan makan di atasnya. Di kota Basrah, Makkah, dan Madinah, jasad-jasad keluarga ‘Umayyah digantung pada lidahnya, dan tubuhnya dipereteli untuk makanan anjing di jalanan. Deskripsi ini bisa kita rujuk dalam karya Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah (10/345), Ibn Al Atsir dalam Al Kamil (4/333-334), dan Ibn Khaldun, At Tarikh (3/132-133).</p>
<p>Dan, tak sebagaimana janji awal mereka, bahkan terhadap sepupu-sepupu merekapun –keturunan ‘Ali ibn Abi Thalib- penindasan yang mereka lakukan tak berbeda dari Bani ‘Umayyah. Sebagai gambaran, penguasa kedua ‘Abbasiyah, Abu Ja’far Al Manshur memerintahkan penangkapan Ibrahim ibn ‘Abdullah ibn Hasan ibn Hasan ibn ‘Ali, memenjarakannya, memperjalankannya dengan rantai dari Madinah ke Baghdad, dan menanamnya hidup-hidup di tembok kota. Mertua yang telah menyembunyikannya ditelanjangi, dicambuk 250 kali, dan dipenggal lalu kepalanya dikelilingkan di Khurasan. Kita bisa seksamai lengkap dan panjangnya kisah ini sebagaimana ditulis Ath Thabari dalam At Tarikh (6/161, 171-180), Ibn Al Atsir dalam Al Kamil (4/370-415), dan Ibnu Katsir dalam Al Bidayah (10/80-82).</p>
<p>Adapun sepupu Ibrahim, Muhammad ibn ‘Abdillah ibn Hasan ibn Hasan ibn ‘Ali dikenal sebagai An Nafsuz Zakiyah. Beliau dibunuh di Madinah, dipenggal kepalanya dan dikelilingkan di berbagai kota, jasadnya digantung di jalanan, lalu dilempar ke pekuburan Yahudi di gunung Sila’. Ibnu Katsir mengisahkannya dalam Al Bidayah (10/90).</p>
<p>Dengan tak ingin memperpanjang kesedihan kita menyeksamai perjalanan sejarah ummat sendiri, izinkan saya sudahi data-data menyesakkan hati ini.</p>
<p>Ya Allah, kami berlindung dari para penjanji yang jauh panggang dari api. Seorang Faqih dari Khurasan, Ibrahim ibn Maimun begitu percaya sehingga mendukung habis-habisan gerakan ‘Abbasiyah ini. Dia menjadi juru kampanye utama bagi panglima besar gerakan, Abu Muslim Al Khurasani. Ketika gerakan berhasil dan dia menuntut ditegakkannya syari’at Allah dan melarang mereka dari tindakan yang melanggar Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, pemerintah ‘Abbasiyah pun membunuhnya. Ibnu Katsir mengkhabarkan ini pada kita dalam Al Bidayah (10/68).</p>
<p>Perubahan politik dari ‘Umayyah ke ‘Abbasiyah tidaklah mengubah kecuali nama dinastinya. Ulasan menarik dibawakan oleh Abul A’la Al Maududi dalam Al Khilafah wal Mulk (230). Sesungguhnya, kata beliau, perpindahan kekuasaan dari ‘Umayyah ke ‘Abbasiyah hanyalah perpindahan sistem pemerintahan kerajaan dari gaya Romawi-Bizantium ke gaya Imperium Persia.</p>
<p>Kerajaan ‘Umayyah yang beribukota Damaskus berdiri di bekas wilayah terpenting Romawi dan begitu dekat dengan Konstantinopel. Sedang ‘Abbasiyah memulai kekuasaannya dari Khurasan dan mendirikan ibukota di Baghdad di mana ribuan tahun kebudayaan dan peradaban Persia berurat berakar. Nilai-nilai lokal tak pelak telah menshibghah mereka dalam sistem kenegaraan, gaya pemerintahan, dan bahkan gaya hidup mewah dan kezhaliman para penguasanya.</p>
<p><strong>TIRANI TANPA HUKUM<br />
</strong><br />
Kerajaan Bani ‘Abbasiyah berdiri semata-mata di atas gerakan politik yang berhasil menebarkan pemikiran dan pengaruh di tengah masyarakat, lalu berdaya merebut kekuasaan. Maka begitu berkuasa; sebuah kekosongan menyeruak; kekosongan hukum dan ketatanegaraan. Mengapa?</p>
<p>Dalam praksisnya, sejak awal, gerakan ‘Abbasiyah menegakkan kekuasaannya dengan rasa takut. Jika Bani ‘Umayyah punya Al Hajjaj ibn Yusuf, ‘Abbasiyah punya Abu Muslim Al Khurasani. Ketakutan yang timbul atasnya bahkan tak hanya dirasakan rakyat, tapi juga oleh Abu Ja’far Al Manshur, penguasa kedua, pengganti As Saffah. Mulanya, Al Manshur berdekat-dekat dengan Abu Muslim untuk menggunakan kekuatannya menstabilkan kekuasaan baginya. Tak lama, begitu merasa kuat, Al Manshur mengeksekusi Abu Muslim. Ath Thabari mencatat hubungan unik mereka dalam At Tarikh (7/471-472).</p>
<p>Pribadi penguasa ‘Abbasiyah pun, terutama Al Manshur, disorot karena kengerian manusia terhadapnya. Adz Dzahabi saat menjelaskan biografi Al Manshur menyebutnya “Orang yang tak tertahankan kezhalimannya jika marah.” Sering keluar ungkapan dari para ‘ulama; “Maka aku melipat bajuku agar tidak terciprat darahnya” saat membersamai rekannya yang berani mengungkapkan kebenaran di hadapan Al Manshur.</p>
<p>Kata-kata ini misalnya dibatinkan Imam Malik ketika membersamai Ibnu Thawus, sebagaimana dicatat oleh Ibnu ‘Abdi Rabbih Al Andalusi dalam Al ‘Aqdul Farid (1/54-55). Juga oleh Abu Hanifah ketika membersamai Ibnu Abi Dzi’b, sebagaimana diriwayatkan Al Kurduri dalam Manaqib Imam Al A’zham (2/15-16).</p>
<p>Karena kejahatannya, maka orang-orang shalih, para ‘ulama yang memahami sunnah dan keadilan sejak hari pertama sudah menghindarkan diri dari Bani ‘Abbasiyah. Mereka menolak terlibat dalam segala tata kenegaraannya karena mereka tahu bahwa jika mereka bergabung, mereka tak bisa sedikitpun membawa perbaikan di bawah ancaman pedang. Kita bisa melihat itu dalam karya Al Khathib Al Baghdadi, Tarikh Baghdad (13/320), juga Al Makki dalam Al Manaqib (2/170).</p>
<p>Sebagai akibatnya, Imam Abu Hanifah dicambuki hingga berlumuran darah, dipenjarakan, diganggu nafkahnya, diasingkan ke rumah khusus hingga meninggalnya. Beliau wafat wajar menurut suatu riwayat, dan diracun menurut riwayat lain. Lengkapnya bisa kita rujuk Al Makki dalam Al Manaqib (2/173-174, 182), Ibnu Khallikan dalam Wafayatul A’yan (5/46), dan Al Yafi’i dalam Miratul Jinan (310).</p>
<p>Adapun Imam Malik, beliau didera dan ditarik lengannya sedemikian rupa hingga patah. Ath Thabari mengisahkan ini dalam At Tarikh (6/190), Ibnu Khallikan dalam Al Wafayaat (3/285), Ibnu Katsir dalam Al Bidayah (10/84), dan Ibnu Khaldun dalam At Tarikh (3/191). Jika kita kini melihat para pengikut madzhab Maliki tidak bersedekap saat shalat, waLlaahu a’alm. Mungkin karena sesudah pematahan tangan itu Imam Malik tak mampu lagi bersedekap dalam shalat, lalu para muridnya mengikuti beliau.</p>
<p>Di tahun 158 H, Al Manshur memerintahkan Wali Makkah memenjarakan Sufyan Ats Tsauri dan ‘Ubbad ibn Katsir. Lalu diapun berangkat berhaji. Orang-orang khawatir bahwa mereka berdua akan dibunuh ketika Al Manshur hadir di Makkah. Sebab, seringkali Al Manshur meminta dihadirkan seseorang untuk dibunuh di hadapannya sebagaimana diriwayatkan dari Mubarak ibn Fadhalah. Tetapi atas kehendak Allah, Al Manshur wafat pada tahun haji itu sehingga kedua ‘ulama besar itu selamat. As Suyuthi mencatat peristiwa ini dalam At Tarikh (229-232).</p>
<p>Keadaan memprihatinkan ini adalah cermin ketiadaan kedaulatan hukum. Dalam taraf lebih rendah, sebagaimana dicatat Al Khathib dalam Tarikh Baghdad (10/309), juga Thasy Kubra Zadeh dalam Miftah As Sa’adah (2/119), seorang hakim di masa ini hampir pasti kehilangan jabatan jika tak berpihak pada kepentingan istana.</p>
<p>Hal lain adalah tampilnya orang-orang Persia, Majusi dan zindiq yang mengisi posisi-posisi penting dalam kerajaan ‘Abbasiyah. Seiring dengan menyingkirnya para ‘ulama dari kekuasaan, mereka mengisi kerajaan ‘machstaat’ ‘Abbasiyah dengan ketatanegaraan Persia yang jahiliah. Mereka banyak menebarkan faham zindiq dan gaya hidup Persia yang rusak, melakukan penindasan dengan fitnah-fitnah terhadap para ‘ulama, menyuap para penguasa itu dengan syair pujian, dan menyelewengkan keuangan negara.</p>
<p>Di masa Al Manshur, orang-orang Persia ini diangkat menjadi mayoritas para panglima dan wali negeri. Imam Al Mas’udi mencatatnya dalam Murujudz Dzahab (2/515), sementara Al Maqrizi mencatatnya dalam As Suluk (1/15). Imam Al Jahizh bakahkan mencatat dalam Risalah-nya (3/42) bahwa kelompok terbesar dalam pejabat sekretariat Negara terdiri atas para zindiq ‘Ajam yang beberapa kali menyusun lembaran Negara untuk membangun keraguan tentang tartib dan penulisan Al Quran.</p>
<p>Salah satu keluarga paling menonjol dari mereka adalah keluarga Al Baramikah, yang beberapa kali sempat memegang posisi Wazir seperti Yahya ibn Khalid Al Barmaki, Ja’far ibn Yahya Al Barmaki dan anak-anaknya. Mereka terus merajalela sampai kelak Harun Ar Rasyid menumpasnya.</p>
<p><strong>AL QADHI ABU YUSUF, SANG LENTERA<br />
</strong><br />
Di tengah kegelapan kerajaan ‘machstaat’ ‘Abbasiyah itu adakah orang yang tak mengutuk gelap, namun menyalakan lentera?</p>
<p>Alhamdulillah, namanya Abu Yusuf. Kelak dialah yang akan mengubah kerajaan itu menjadi ‘rechstaat’. Para pengritik rawi yakni Yahya ibn Ma’in, Ahmad ibn Hanbal, dan ‘Ali ibn Al Madini menilainya sebagai ‘amat tepercaya’. Ini disebutkan oleh Ibnu &#8216;Abdil Barr dalam Al Intiqa&#8217; (172) dan Ibnu Khallikan dalam Wafayaat (5/422).</p>
<p>Dia adalah murid utama Abu Hanifah. &#8220;Dia&#8221;, kata Abu Hanifah, &#8220;Adalah salah satu muridku yang paling banyak menghafal dan memahami ilmu.&#8221; Kata-kata ini diabadikan Al Kurduri dalam Al Manaqib (2/126). “Sekiranya murid Abu Hanifah hanyalah Abu Yusuf seorang, cukuplah itu menjadi kebanggaannya atas seluruh manusia.” Al Makki mencatat kekata Imam Dawud ibn Rasyid ini dalam karyanya Al Manaqib 2/232.</p>
<p><strong>-Madrasah Abu Hanifah<br />
</strong><br />
Semua dimulai ketika Abu Hanifah melihat dia harus bertindak untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam kondisi itu. Untuk kita ketahui, Abu Hanifah termasuk ‘ulama yang menganggap tidak sahnya kepemimpinan zhalim. Dia pernah menyokong pemberontakan Zaid ibn ‘Ali ibn Husain dan An Nafsuz Zakiyah, sebagaimana sikap beberapa ‘ulama lain di masa itu.</p>
<p>Namun beliau sadar, ada yang lebih penting dari kekuasaan politik. Yaitu menyiapkan perangkat lunak berupa sistem hukum dan sumberdaya manusia yang kelak akan digunakan untuk mengatur urusan kaum muslimin. Kelak jika saatnya tiba, dalam kepemimpinan imam yang adil. Maka berdirilah madrasah Abu Hanifah yang di saat wafat beliau telah mengkodifikasikan 83.000 persoalan fiqih yang disusun menurut judul dan subjudul tertentu menjadi Al Fiqhul Akbar. Al Makki menjelaskan hiruk-pikuk madrasah ini dalam Al Manaqib (1/96; 2/132-136).</p>
<p>Ijtihad awal madrasah ini adalah terus istiqamah mencetak kader-kader yang mumpuni dalam fiqih, hukum, dan ketatanegaraan sambil tetap mempertahankan independensi dan menjauh dari kekuasaan. Di bidang ekonomi, Abu Hanifah menekankan gerakannya untuk mandiri, dan dia sendiri memiliki jaringan toko sutera dan wol yang beroperasi dari Mesir hingga Hijjaz. Pabrik sutranya di Kufah begitu besar. Al Yafi’i mencatat ini dalam Miratul Jinan (1/310). Bahkan, begitu kokohnya institusi ekonomi madrasah ini sehingga ketika Abu Hanifah wafat, brankasnya menyimpan amanat modal sebanyak 50 juta dirham sebagaimana dicatat Al Makki dalam Al Manaqib (1/220).</p>
<p>Gerakan ini terus menyusun manhaj, menelaah, mematangkan diri, dan menyiapkan kader-kadernya dengan kemampuan dan kemandirian di berbagai bidang. Hingga satu saat, ketika Abu Hanifah telah wafat dan madrasah dipimpin Abu Yusuf, murid cemerlang ini melihat sebuah celah sejarah untuk menampilkan gerakannya dan mulai mengubah kondisi ummat dengan masuk ke dalam kekuasaan. Celah harapan itu ada pada perubahan politik yang terjadi kemudian, dan terutama pada sosok penguasa kelima kerajaan ‘Abbasiyah; Harun Ar Rasyid.</p>
<p><strong>-Kontrak Politik dengan Harun Ar Rasyid<br />
</strong><br />
Salah satu perubahan politik terpenting yang dilakukan Ar Rasyid adalah digusur dan dibinasakannya keluarga Al Baramikah yang pernah kita sebut di awal. Jelas hal ini membuat para ‘ulama, orang-orang shalih, dan masyarakat umum merasa lega dan terbit harapan besar di hati mereka. Sebaliknya, para zindiq sedikit demi sedikit mulai menahan kelancangan terhadap syari’at yang selama ini mereka pertontonkan dengan bangga ketika menggenggam pemerintahan.</p>
<p>Hal lain yang makin menguatkan Abu Yusuf untuk berijtihad masuk ke dalam kekuasaan adalah pribadi Ar Rasyid. Ia tumbuh dalam bimbingan seorang ‘ulama, Mubarak ibn Fadhalah. Imam As Suyuthi dalam At Tarikh (249-250) menggambarkan karakter Ar Rasyid; “Dia mencintai ilmu dan mengagungkan syiar Islam. Shalatnya sunnahnya 100 raka’at sehari, tak ditinggalkan kecuali saat sakit. Shadaqah hariannya 1000 dirham dari penghasilan pribadi. Dia senantiasa menangis saat bermuhasabah. Suka meminta nasehat ‘ulama dan tertunduk tersedu jika dinasehati. Sangat menyukai pujian dan membalasnya dengan harta berlimpah. Dan suka bersyair.”</p>
<p>Abul Faraj Al Ishfahani dalam Al Aghani (3/178) menyifatinya; “Ar Rasyid adalah orang yang paling banyak menangis jika mendengar nasehat, namun juga yang paling bengis ketika memuncak amarahnya. Tentara yang berwatak keras, raja yang bermewah-mewah, sekaligus hamba Allah yang teguh dan takut padaNya.”</p>
<p>Maka ijtihad Abu Yusuf berbeda dari gurunya disebabkan perbadaan kondisi. Dia menerima dan menduduki jabatan Qadhi Al Qudhat, hakim agung di masa Harun Ar Rasyid dengan mengajukan tiga syarat; adanya kemerdekaan penuh kekuasaan kehakiman yang tidak bisa diintervensi eksekutif; adanya wewenang penuh bagi dirinya sebagai hakim agung untuk mengangkat dan memberhentikan hakim di seluruh wilayah; dan, kewenangan bagi dirinya untuk menyusun sebuah tata-perundangan baru yang akan menjadi pijakan pelaksanaan syari’at Allah dalam kerajaan ‘Abbasiyah.</p>
<p>Ketiga syarat dari jabatan yang belum pernah ada sebelumnya ini diterima oleh Harun Ar Rasyid. Al Makki menuliskannya dalam Al Manaqib (2/311), juga Ibnu Khallikan dalam Wafayaat (5/421).</p>
<p>Syarat yang pertama (pemisahan kekuasaan Eksekutif-Yudikatif); didasarkan pada pandangannya atas berbagai riwayat yang sampai kepadanya tentang praksis di masa Khulafaur Rasyidin. Misalnya bahwa ‘Umar sebagi Qadhi di masa Abu Bakr pernah membatalkan pemberian ta’lif berdasar keputusan Khalifah kepada Al Aqra’ ibn Habis dan ‘Uyainah ibn Hishn. Juga ‘Ali ibn Abi Thalib pun pernah diadili dan kalah dari seorang Nasrani di hadapan Qadhi Syuraih. Ini bisa kita lihat dalam karya Ibnu ‘Asakir, Tarikh Dimasyq (12/377).</p>
<p>Syarat yang kedua membuat Abu Yusuf bisa membawa serta 50 murid terbaik Abu Hanifah yang lain untuk mengisi jabatan kehakiman di berbagai wilayah. Dan syarat ketiga membuatnya bekerja keras menyusun Kitab Al Kharaaj. AlhamduliLlaah.</p>
<p><strong>-Al Kharaaj, Dasar Hukum Kerajaan ‘Abbasiyah<br />
</strong><br />
Kitab yang disusun Abu Yusuf ini meliputi beberapa pembahasan yang sungguh luas dan bermanfaat. Abul A’la Al Maududi dalam Al Khilafah wal Mulk (329-339) menggarisbesarkannya dalam beberapa poin. Izinkan saya hanya meringkasnya saja;</p>
<ol>
<li>Konsep Pemerintahan. Di sini beliau menekankan tanggungjawab penguasa kepada Allah dengan berbagai dalil dan riwayat serta contoh-contoh dari para Khulafaaur Rasyidin.</li>
<li> Jiwa Demokrasi. Bahwa seorang penguasa tak hanya bertanggungjawab kepada Allah, melainkan juga kepada segenap orang yang dipimpinnya. Beliau menyampaikan pentingnya kritik dari ummat kepada seorang penguasa dan bahwa kaum muslimin berhak menuntut dan meminta tanggungjawab atas hak mereka yang ditetapkan oleh syari’at.</li>
<li> Kewajiban-kewajiban Penguasa. Beliau menjelaskannya dengan detail dan terperinci, sedangkan sebelumnya tidak ada job description semacam ini.</li>
<li>Kewajiban-kewajiban Warga Muslim.</li>
<li> Baitul Maal. Beliau menegaskan bahwa Baitul Maal bukanlah milik penguasa; dia adalah amanah dari Allah sekaligus amanah dari masyarakat. Beliau menegaskan larangan penggunaan harta Baitul Maal untuk kepentingan pribadi. Padahal selama ini hal itu dilakukan oleh penguasa ‘Umayyah maupun ‘Abbasiyah.</li>
<li> Prinsip-prinsip Penetapan Pajak dan Distribusi Kemakmuran.</li>
<li> Hak-hak Ahlu Dzimmah.</li>
<li> Penjelasan Lebih Mendetail tentang Tanah dan Pajak.</li>
<li> Penghapusan Kezhaliman.</li>
</ol>
<p>10.   Independensi Peradilan.</p>
<p>11.   Perlindungan Kebebasan Pribadi dan Peninjauan Kembali Berbagai Kasus Lampau.</p>
<p>12.   Perbaikan Kondisi Berbagai Penjara dan Penegasan Hak-hak Bagi Tertuduh dan Terpidana.</p>
<p><strong>KESIMPULAN<br />
</strong><br />
Setelah belajar dari Raja’ ibn Haiwah untuk menghadirkan kepemimpinan yang adil di tengah kondisi yang sulit dan sistem kerajaan yang rusak, kita belajar pada Abu Yusuf untuk menghadirkan perubahan ketika kondisi memungkinkan. Alhamdulillah.</p>
<p>Perubahan yang dibawa Abu Yusuf mungkin belum sempurna. Ya, karena sistem kerajaan masih tetap dengan kekuasaan yang turun-temurun dan diperebutkan internal wangsa ‘Abbasiyah. Tapi kita lagi-lagi belajar, bahkan dalam sistem yang tak kita sukai, entah itu monarki ataupun demokrasi, tetap ada kebaikan yang bisa dihadirkan.</p>
<p>Di masa Orde Baru, para muassis da’wah ini mungkin berijtihad sama dengan Abu Hanifah; menjauhkan diri dari kekuasaan dan membangun tanzhim da&#8217;wahnya. Tapi kini, reformasi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan politik kita sebagaimana perubahan politik dan wajah kekuasaan yang dihadirkan Harun Al Rasyid. Perubahan itu telah menggerakkan Abu Yusuf untuk berijtihad –seolah- menyelisihi gurunya, namun sebenarnya tidak. Dia hanya menimbang hal paling bermanfaat yang bisa dilakukan. Dan dia telah membawa kader-kader Abu Hanifah untuk menduduki jabatan-jabatan penting dan mengubah kerajaan ‘machstaat’ ‘Abbasiyah, menjadi lebih berdasar hukum, dan lebih dekat pada syari’at Allah.</p>
<p>Membandingkan mungkin tidak. Tapi izinkan saya menatap ta’zhim KH Hilmi Aminuddin yang ayahandanya dipenjara dan dizhalimi Orde Lama dan Baru, tapi kini mentaujihkan, “Berdamailah dengan sejarah. Bersiaplah tampil untuk Mihwar Daulah. Karena ummat menanti bukti apakah ketika urusan diserahkan pada syari’at dan orang shalih kehidupan mereka akan menjadi lebih baik.”</p>
<p>Dan, izinkan saya menatap ta’zhim kader-kader da’wah kini yang telah bergerak dan menguasai keahlian dalam berbagai bidang kehidupan; politik, ekonomi, hukum, kedokteran, sosial, budaya, sains, kerekayasaan, dan teknologi. Ya, mari bersama Abu Yusuf menyalakan lentera, terlibatlah segera dalam pelbagai pengelolaan urusan ummat ini. Setidaknya untuk belajar, hingga ketika kelak Khilafah yang kita rindukan benar-benar wujud, ia tak kebingungan mengatur urusan ummat hanya karena tiada sumberdaya. Tragedi awal berkuasanya ‘Abbasiyah, tak boleh terulang lagi.</p>
<p>Dan tentu itu, salah satu bentuk jihad yang utama. Di masa ‘Umar ibn Al Khaththab, salah seorang asisten Gubernur Yaman mengajukan izin untuk berangkat berjihad. Kepadanya ‘Umar menulis keputusan, “Kembalilah engkau pada tugasmu! Sebab bekerja dengan benar dalam pelayanan ummat adalah jihad yang bagus!” Keputusan ‘Umar ini dicatat oleh Abu ‘Ubaid dalam Kitab Al Amwal (590), juga Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (4:68), dan Abu Yusuf dalam Al Kharaaj (180).</p>
<p>Tiada yang saya kehendaki selain menghadirkan kebaikan. Tentu ada yang tak setuju dengan rasam ini, dan ianya memang jauh dari sempurna. Maka nasehat dan masukan yang disampaikan dengan adab Islam selalu saya nantikan. Jika hujjah telah bertemu hujjah, maka tak ada yang lebih layak daripada kesalingfahaman dan terjaganya persaudaraan. Semoga Allah menjadikan kita semua mencintai kebenaran, bergerak bersamanya, untuk menebarkan ‘amal shalih dan manfaat bagi ummat. Saya percaya, dengan itu, kegemilangan yang dinubuatkan itu makin dekat.;)</p>
<p><strong>salim a. fillah –www.fillah.co.cc-</strong></p>
Posted in artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=665&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/masuk-kabinet-menyalakan-lentera-bersama-abu-yusuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/gedung-dpr-mpr.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gedung DPR MPR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyalakan Lilin Bersama Raja’ ibn Haiwah</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/menyalakan-lilin-bersama-raja%e2%80%99-ibn-haiwah/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/menyalakan-lilin-bersama-raja%e2%80%99-ibn-haiwah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”
-Sa’d ibn Abi Waqqash, ketika membai’at Mu’awiyah ibn Abi Sufyan-
Al Imam Ibnul Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 3/405 merekam adegan pembai’atan Mu’awiyah oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ini. Awalnya Mu’awiyah marah. “Apa salahnya Anda memanggilku Amirul Mukminin?”, katanya. “Demi Allah”, kata Sa’d, “Aku tidak suka memperoleh apa yang kau dapat dengan cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=661&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-662" title="Standbeeld_Saladin_Damascus" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/standbeeld_saladin_damascus.jpg?w=300&#038;h=226" alt="Standbeeld_Saladin_Damascus" width="300" height="226" />“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”</p>
<p>-Sa’d ibn Abi Waqqash, ketika membai’at Mu’awiyah ibn Abi Sufyan-</p>
<p>Al Imam Ibnul Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 3/405 merekam adegan pembai’atan Mu’awiyah oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ini. Awalnya Mu’awiyah marah. “Apa salahnya Anda memanggilku Amirul Mukminin?”, katanya. “Demi Allah”, kata Sa’d, “Aku tidak suka memperoleh apa yang kau dapat dengan cara yang kau gunakan!”</p>
<p>Ya, wajar bagi Sa’d mengatakan demikian. Beberapa hari sebelumnya, sang keponakan, Hasyim ibn ‘Utbah ibn Abi Waqqash menghadapnya disertai perwakilan berbagai kabilah. “Demi Allah wahai Paman”, kata Hasyim, “Ada seratus ribu pedang terhunus yang berpendapat bahwa engkaulah yang paling berhak memegang kepemimpinan kaum muslimin!” Sang keponakan mungkin benar. Dari kesepuluh sahabat Rasulullah yang beliau jamin ke surga, tinggal Sa’d ibn Abi Waqqash yang kini masih hidup.</p>
<p>Ketika itu, Sa’d menunduk dan menitikkan air mata. “Demi Allah Ananda”, jawabnya sambil menatap lekat mereka yang hadir dengan mata berkaca-kaca, “Aku hanya menginginkan satu saja dari seratus ribu pedang itu; yang jika kupukulkan pada seorang mukmin pedang itu takkan berdaya; tapi jika kupukulkan pada musuh Allah maka ia akan membelah dengan ketajamannya.” Kata-kata Sa’d, paman kebanggaan Sang Nabi ini, diabadikan oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah 8/72.</p>
<p><span id="more-661"></span>Mungkin sejak itulah, Mu’awiyah menyadari bahwa dia memang seorang raja, dan Daulah ‘Umayyah yang didirikannya adalah sebuah kerajaan. Bukan Khilafah. Apalagi setelah sampai kepadanya riwayat tentang nubuwat Rasulullah yang berbunyi, “Khilafah sepeninggalku tigapuluh tahun lamanya. Setelah itu akan datang masa kerajaan.” Maka satu saat diapun berkata, “Aku adalah raja pertama!” Kalimat ini beserta penjelasannya bisa kita rujuk dalam karya Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/254, dan karya Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah 8/135.</p>
<p><strong>DARI KHILAFAH KE MULK</strong></p>
<p>Maka berakhir sudah masa Khilafah dan datanglah masa kerajaan; Daulah Bani ‘Umayyah. Sistem Mulk atau Monarki, yang telah ribuan tahun mengisi kehidupan manusia –jauh mendahului demokrasi awal yang konon lahir di Athena- dengan berbagai kebaikan dan keburukannya kini menaungi sekaligus mengangkangi kaum muslimin. Sistem ini, yang direpresentasikan dua kekuatan dunia di masa Sang Nabi; Romawi dan Persia, kini memerancah negeri Islam. Segala tata kehidupan yang indah dan meriah di bawah Khilafah berubah drastis sejak berdirinya Daulah ‘Umayyah ini.</p>
<p>Abul A’la Al Maududi dalam Al Khilafah wal Mulk mendata berbagai perubahan itu menjadi pokok-pokok pembahasan yang diuraikan begitu luas dengan berbagai riwayat dan analisis. Beberapa yang bisa kita lihat di sana adalah; perubahan aturan pengangkatan, perubahan cara hidup, perubahan anggaran dan Baitul Maal, hilangnya kebebasan berpendapat, hilangnya kemerdekaan peradilan, berakhirnya pemerintahan berdasar Syuraa, munculnya fanatik kesukuan, dan hilangnya kekuasaan hukum. Penjelasan gamblang oleh beliau bisa kita seksamai dalam Al Khilafah wal Mulk 183-204.</p>
<p>Dari sederet perubahan yang menimbulkan banyak masalah itu, fenomena kebobrokan paling mencolok adalah soal merembakanya kezhaliman. Untuk sekedar mengambil misal, di masa kekuasaan Mu’awiyah terjadilah hal ini: Muhammad ibn Abi Bakr, saudara ‘Aisyah, ipar Sang Nabi, dibunuh dan jasadnya dimasukkan ke dalam bangkai keledai lalu dibakar. Peristiwa menyesakkan ini termaktub dalam karya Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/235; At Thabari, Tarikhul Umam wal Muluk 4/79; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/180; dan Ibn Khaldun, At Tarikh 2/182.</p>
<p>Demikian hal yang tak kalah kejam terjadi pada sahabat kesayangan Nabi, ‘Ammar ibn Yassir, ‘Amr ibn Hamk, dan lainnya sebagaimana diabadikan para ‘Alim sejarawan semisal: Ahmad, Al Musnad 6538, 6929; Ibn Sa’d, Ath Thabaqat 3/253, 6/25; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/48; dan Ibn Hajar Al ‘Asqalani, Tahdzibut Tahdzib 8/24. Juga tentang dikubur hidup-hidupnya seorang ‘alim lagi shalih bernama Hujur ibn ‘Adi yang membuat ‘Aisyah, Hasan Al Bashri, dan para sahabat mulia memprote keras Mu’awiyah; Ini bisa kita lihat dalam anggitan Ath Thabari, At Tarikh 4/190-207; Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab I/135; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/234-242; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/50-55; dan Ibn Khaldun, At Tarikh 3/14.</p>
<p>Di masa Yazid ibn Mu’awiyah, yang ditunjuk oleh ayahnya menjadi penguasa dan menjadi bukti teguh berakhirnya Khilafah dan mulainya Mulk, kita tahu sejarah kekuasaan semakin tak enak dibaca. Katakanlah kita abai atas perdebatan apakah tindakan cucu tercinta Rasulullah Husain ibn ‘Ali itu sah ataukah tidak; apa yang terjadi kemudian sungguh adalah tragedi. Detail pembantaian keluarga mulia dan bagaimana perlakuan kejam itu tidak saya sampaikan di sini; cukup mohon periksa jika ada luang ke halaman-halaman ini; Ath Thabari, At Tarikh 4/309; Ibnu Atsir, Al Kamil 3/282-299; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/170-204.</p>
<p>Kalaupun kita menerima riwayat bahwa Yazid tak punya niat membunuh Al Husain dan menyesali kejadian itu, kita masih bertanya; mengapa dia tak bertindak sedikitpun terhadap para pelakunya? Dan, kejadian paling memilukan di masa Yazid terjadi di tahun 73 H; penyerbuan Madinah, kota yang dijamin Sang Nabi dengan sabdanya dalam riwayat Al Bukhari, Muslim, Ahmad, dan An Nasa’i, “Tak seorangpun memperlakukan Madinah dengan kejahatan melainkan Allah pasti akan lumerkan di dalam neraka seperti lumernya timah hitam.”</p>
<p>Berdasar riwayat Az Zuhri; atas tuduhan pemberontakan yang dipimpin walinya, ‘Abdullah ibn Hanzhalah, kota Madinah ditaklukkan dan para pasukan diizinkan melakukan apapun sesukanya selama tiga hari hingga tiap sudutnya dirampok habis-habisan. Tujuh ribu orang asyraf dari kalangan keluarga Nabi, sahabat dan putra-putranya terbunuh. Ibnu Katsir bahkanmenulis bahwa seribu wanita hamil tanpa pernikahan dari kejadian di hari-hari itu. Rincian kejadian ini bisa kita periksa dalam; Ath Thabari, At Tarikh 4/372-379; Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/310-313; dan Ibn Katsir, Al Bidayah 8/219-221, dan 372.</p>
<p><strong>KONSPIRASI KESHALIHAN DI TENGAH KERUSAKAN</strong></p>
<p>Dengan maksud tak memperpanjang daftar hal-hal yang menggidikkan ini, mari melompat ke saat-saat menjelang tampilnya ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz. Ya, di sana masih ada Al Hajjaj ibn Yusuf Ats Tsaqafi, seorang ‘alim yang punya andil merumuskan sistem harakat untuk mushhaf yang kita baca. Tapi bukankah dia seperti kata ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz sendiri, “Andai ummat-ummat dan bangsa datang dengan segala kejahatan mereka; dan kita Bani ‘Umayyah datang dengan Al Hajjaj seorang, demi Allah takkan ada yang bisa mengalahkan kita.”</p>
<p>Para penulis riwayat menghitung, Al Hajjaj bertanggungjawab atas pembunuhan sekitar 120.000 orang yang kebanyakan adalah ‘ulama dan orang-orang shalih. Belum lagi ketika dia meninggal, masih ada sekitar 80.000 jasad yang ditemukan di penjaranya, mati tanpa peradilan yang hak. Rincian ini bisa kita teliti dalam redaksi Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353 dan 2/571; Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/29 dan 133; Ibn Katsir, Al Bidayah 9/2, 83, 91, 128, 129, dan 131-138; serta Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39.</p>
<p>Di antara mereka yang dibunuh Al Hajjaj, terdapat sahabat-sahabat utama Rasulullah seperti ‘Abdullah ibn Az Zubair ibn Al ‘Awwam, putra Asma’ binti Abi Bakr Ash Shiddiq, An Nu’man ibn Basyir, ‘Abdullah ibn Shafwan, dan ‘Imarah ibn Hazm. Kepala mulia ‘Abdullah yang pernah diciumi Rasulullah itu dipenggal dan dikelilingkan ke berbagai kota; Makkah, Madinah, hingga Damaskus. Jasad-jasad mereka disalibkan di kota Makkah, dijadikan tontonan hingga berbulan lamanya. Keterangan ini bisa kita telusur dalam tulisan Ibn ‘Abdil Barr, Al Isti’aab 1/353-354; Ath Thabari, At Tarikh 5/33-34; Ibn Katsir, Al Bidayah 8/245 dan 332; Ibn Khaldun, At Tarikh 3/39; serta Ibn Sa’d, Ath Thabaqat 6/53.</p>
<p>Selain itu, patut dicatat nama Sa’id ibn Jubair, tabi’in agung, murid kesayangan ‘Abdullah ibn ‘Abbas yang dikuliti dan disayati dagingnya oleh Al Hajjaj. Juga tindakan dan cercaannya yang mengancami ‘Abdullah ibn ‘Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud, Anas ibn Malik, dan Sahl ibn Sa’d As Sa’idi, Radhiyallaahu ‘Anhum. Di masa ini pula para penguasa melaksanakan khuthbah pertama Jum’at sambil duduk, menjadikan caci-maki terhadap ‘Ali ibn Abi Thalib dan keluarganya sebagai rukun khuthbah, dan melangsungkan khuthbah hari raya sebelum shalatnya. Bid’ah-bid’ah yang dahsyat ini bisa kita telusuri dalam anggitan Ibn Al Atsir, Al Kamil 4/119, 300; Ath Thabari, At Tarikh 6/26; dan Ibn Katsir, Al Bidayah 8/258, 10/30-31.</p>
<p><strong>Adakah kerusakan ummat sebesar ini kita temui hari-hari ini?</strong></p>
<p>Itu baru sebagian dari apa yang dilakukan Al Hajjaj. Padahal ada banyak penguasa lain yang menebar kezhaliman pada masa itu. Satu saat, ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziiz mengeluh dalam doanya, “Al Hajjaj di ‘Iraq, Al Walid ibn ‘Abdul Malik di Syam, Qurrah ibn Syirk di Mesir, ‘Utsman ibn Hayyan di Madinah, Khalid ibn ‘Abdullah Al Qashri di Makkah! Ya Allah, sepenuh bumi ini telah penuh dengan angkara murka.. Maka selamatkanlah ummat ini!” Doa dan kesaksian ini direkam oleh Ibn Al Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 4/132.</p>
<p>Alhamdulillah. Segala puji bagiNya. Allah menjawab doa ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz itu dengan dirinya. Menakdirkan untuknya 2 tahun masa kekuasaan yang akan menjadi buah bibir sepanjang sejarah. Dua tahun yang menyelamatkan muka Bani ‘Umayyah di hadapan ummat Rasulullah. Dua tahun yang lahir dari ikhtiyar seorang ‘alim yang tak berputus asa terhadap rahmat Allah di tengah sistem monarki yang bobrok. Dari fakta yang kita baca di atas, hampir-hampir saya berkesimpulan; keadaan ummat saat itu di bawah sistem Mulk, jauh lebih menyedihkan dibanding kita di Indonesia kini di bawah demokrasi.</p>
<p>‘Alim agung yang ingin saya sebut itu adalah Raja’ ibn Haiwah. Betapa gigih upayanya memasukkan nama ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz sebagai pengganti Sulaiman ibn ‘Abdul Malik, konspirasinya agar Bani ‘Umayyah mau menerima, dan siasatnya agar ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz bersedia bisa kita simak dalam karya Imam ‘Abdullah ibn ‘Abdil Hakam, Al Khalifatul ‘Adil ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, Khamisu Khulafaair Raasyidiin, 43-47; Ibn Al Jauzi, Sirah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz; Khalid Muhammad Khalid, Khulafaaur Rasuul, 673-681.</p>
<p>Maafkan, tentang keadilan yang kemudian tergelar, tentang kemakmuran hingga tak seorangpun bersedia menerima zakat, tentang kesejukan yang kemudian dirasakan setiap jiwa, tentang ketenteraman hingga serigalapun enggan memangsa domba, tentang kezhaliman dan bid’ah-bid’ah yang terhapus.. Maafkan, saya tak ingin mengisahkannya lagi. Kita telah tahu dengan setumpuk rindu. Dan semua itu, Allah kehendaki terjadi atas ikhtiyar seorang Raja’ ibn Haiwah; ‘alim yang tahu bagaimana harus bertindak dalam sistem yang rusak dan keadaan yang bobrok.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Kita kemudian sepakat, baik Mulk maupun demokrasi jauh dari ideal yang kita citakan. Keduanya jauh dari Khilafah yang kita rindukan. Tetapi dari ‘alim agung yang bernama Raja’ ibn Haiwah, kita belajar agar tak pernah kehilangan harapan untuk menghadirkan kebenaran, keadilan, dan kemashlahatan dalam sistem dan keadaan yang bagaimanapun rusaknya. Demi Allah, seburuk-buruk pencuri adalah pencuri harapan. Oleh karena itulah Rasulullah menyebutkan dalam redaksi Al Bukhari dan Muslim, “Siapa yang mengatakan manusia telah hancur, maka dialah orang yang paling hancur.”</p>
<p>Kita belajar dari Raja’ untuk mengamalkan kaidah ushul; “Maa laa tudraku kulluhu, fa laa tutraku kulluh. Apa-apa yang tidak bisa kita raih sepenuhnya, jangan kita tinggalkan sepenuhnya.” Dan Raja’ tidak mengutuk sistem Mulk itu sebagai kekufuran warisan Romawi dan Persia betapapun itu fakta dan betapapun seperti apa kerusakan ummat yang ada di sana. Dia tidak meninggalkannya. Dia terus berikhtiyar di dalamnya. Dia mendekati sang raja, Sulaiman ibn ‘Abdul Malik dan mencari peluang menghadirkan kebajikan dalam tiap kebijakan yang akan ditetapkan.</p>
<p>Dan akhirnya, dengan sebuah konspirasi unik, dia hadirkan ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz untuk ummat di tengah sebuah sistem yang rusak dan keadaan yang bobrok. Raja’ dan bahkan ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz sendiri memang tak kuasa mengubah sistem itu. Ya, mereka tak mampu. Setelah ‘Umar wafat, kembalilah kekuasaan diwariskan turun-temurun, Baitul Maa kembali melayani penguasa, foya-foya istana berjaya, dan kezhaliman merebak di mana-mana. Raja’ dan ‘Umar tidak mampu mengubah sistem itu, tapi mereka telah berbuat apa yang mereka mampu. Dan hingga kini ummat mengenang mereka penuh cinta.</p>
<p>Untuk rekan-rekan yang sepakat, mari nyalakan lilin bersama Raja’ ibn Haiwah. Mari lakukan sesuatu. Bukan hanya mengutuk gelap dan sistem yang tak sreg di hati ini. Mari nyalakan lilin bersama Raja’. Siapa tahu Allah karuniakan kepada kita kesempatan untuk menghadirkan ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz di tengah demokrasi dan kondisi bangsa yang sama-sama tak kita suka ini, sebagaimana dulu Allah karuniakan peluang pada Raja’ dan kawan-kawannya di tengah Mulk yang rusak.</p>
<p>Dengan penuh doa, dengan penuh harap padaNya, saya akan gunakan hak pilih saya Rabu besok. Memilih pemimpin untuk negeri ini. Oh iya. Mungkin memang belum ada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz di antara kandidat. Tapi setidaknya saya ingin berbuat. Karena saya yakin kemashlahatan masih bisa dihadirkan. Meski dalam keadaan bagaimanapun. Meski sekecil apapun..</p>
<p>Insyaallah, harapan itu masih ada ^_^</p>
<p>salim a. fillah (www.fillah.co.cc)</p>
Posted in artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=661&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/10/12/menyalakan-lilin-bersama-raja%e2%80%99-ibn-haiwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/10/standbeeld_saladin_damascus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Standbeeld_Saladin_Damascus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/09/29/balai-penelitian-tanaman-jeruk-dan-buah-sub-tropika/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/09/29/balai-penelitian-tanaman-jeruk-dan-buah-sub-tropika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 03:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[Anggur]]></category>
		<category><![CDATA[Apel]]></category>
		<category><![CDATA[Balai]]></category>
		<category><![CDATA[deptan]]></category>
		<category><![CDATA[Jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Lengkeng]]></category>
		<category><![CDATA[Litbang]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Stawbery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Posisi Balitjestro berada pada 4 km dari Kota Batu dan pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Berdasarkan Surat Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 13/Permentan/OT.140/3/2006 Loka Penelitian Jeruk dan Hortikultura Subtropik mengalami peningkatan eselonisasi dari Eselon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=658&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-659" title="Balitjestro1" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/09/balitjestro1.jpg?w=510&#038;h=382" alt="Balitjestro1" width="510" height="382" /></p>
<p>Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Posisi Balitjestro berada pada 4 km dari Kota Batu dan pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Berdasarkan Surat Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 13/Permentan/OT.140/3/2006 Loka Penelitian Jeruk dan Hortikultura Subtropik mengalami peningkatan eselonisasi dari Eselon IV ke Eselon III dengan nama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).</p>
<p>Balitjestro adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) penelitian dan pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.</p>
<p><strong>TUGAS POKOK </strong></p>
<p>Melaksanakan kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika seperti apel, anggur, lengkeng, stawbery dan buah subtropika lain. Komoditas Mandat Balitjestro adalah komoditas prioritas : jeruk, apel dan anggur dan komoditas prospektif: lengkeng.</p>
<p><strong><span id="more-658"></span>FUNGSI</strong></p>
<ol>
<li> Penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Penelitian eksplorasi, konservasi, karakterisasi dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Penelitian agronomi, morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi dan fitopatologi tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Pelayanan teknik kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Penyiapan kerjasama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika.</li>
</ol>
<p><strong>VISI dari BALITJESTRO </strong></p>
<p>adalah : “Menjadi sumber informasi inovasi teknologi penghela kemajuan agribisnis jeruk dan buah subtropika menembus batas nasional”. Sedangkan</p>
<p><strong>MISI BALITJESTRO </strong></p>
<p>adalah :</p>
<ul>
<li>Menciptakan, merekayasa dan mengembangkan inovasi teknologi jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Menjalin jaringan kerjasama nasional dan internasional dalam rangka penguasaan inovasi teknologi jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Membangun sinergis dengan pelaku agribisnis jeruk dan buah subtropika.</li>
<li>Meningkatkan kapasitas dan publisitas Balitjestro.</li>
<li>Mengembangkan potensi sumber daya genetik jeruk dan buah subtropika sebagai pusat wisata agro ilmiah.</li>
</ul>
<p><strong>ARAH DAN STRATEGI PENELITIAN </strong></p>
<p>Strategi penelitian Balitjestro dituangkan dalam Rencana Stratejik sebagai landasan, arah dan pedoman bagi semua unsur internal dalam melaksanakan kegiatan selama 5 tahun ke depan dan mengacu pada Renstra Badan Litbang dan Renstra Puslitbang Hortikultura. Sasaran penelitian adalah mampu menciptakan dan menghasilkan inovasi teknologi terpadu yang dibutuhkan saat ini serta menciptakan trendsetter inovasi teknologi. Renstra Balitjestro memuat program-program penelitian: (1) Pengkayaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sumber genetik hortikultura; (2) Penelitian pemuliaan, perbaikan sistem produksi dan teknologi ekonomi jeruk; (3) Penelitian dan pengembangan komoditas buah subtropika prospektif jangka panjang (Demand Driving); (4) Pengembangan kapasitas benih sumber jeruk dan buah subtropika; (5) Pengembangan model agribisnis terintegrasi secara vertikal untuk komoditas dan produk pertanian bernilai komersial tinggi; (6) Kaji tindak penanganan permasalahan mendesak serta kasus-kasus darurat nasional dan daerah; dan (7) Pengembangan sistem informasi, komunikasi, diseminasi dan umpan balik inovasi pertanian.</p>
<p><strong>LAYANAN TEKNOLOGI </strong></p>
<ul>
<li>Pembersihan pohon induk jeruk varietas unggul dari patogen sistemik.</li>
<li>Indeksing patogen sistemik pada Blok Fondasi dan contoh dari lapang</li>
<li>Penyiapan tenaga terampil pengelolaan benih dan kebun jeruk bebas penyakit.</li>
<li>Penyediaan benih penjenis dan komersial jeruk, apel, anggur, apokat, mangga dan buah subtropik lainnya.</li>
<li>Jaringan Informasi Inovasi Teknologi Jeruk (JIITJ) website : balitjestro.litbang.deptan.go.id</li>
<li>Magang</li>
</ul>
<p><strong>KERJASAMA PENELITIAN </strong></p>
<p>Balitjestro menawarkan dan siap melakukan kerjasama penelitian dengan mitra pengusaha, kelompok tani, pemerintah propinsi maupun kabupaten, perguruan tinggi, balai penelitian / pengkajian lembaga penelitian internasional, organisasi profesi, dan produsen sarana produksi serta pihak lain yang berminat.</p>
<p>alamat : Jl. Raya Tlekung No. 1 Junrejo, Kota Batu 65301 Telp (0341) 592683, Jawa Timur, INDONESIA</p>
Posted in umum Tagged: Anggur, Apel, Balai, deptan, Jeruk, Kota Batu, Lengkeng, Litbang, Penelitian, Stawbery <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/658/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/658/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/658/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=658&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/09/29/balai-penelitian-tanaman-jeruk-dan-buah-sub-tropika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/09/balitjestro1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Balitjestro1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Sejantan ‘Ali</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/mencintai-sejantan-%e2%80%98ali/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/mencintai-sejantan-%e2%80%98ali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 17:49:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[ali]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fatimah]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[oleh : salim-a-fillah




kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=654&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>oleh : salim-a-fillah</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong>
</p>
<p align="center">
<p align="center">kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,</p>
<p align="center">maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,</p>
<p align="center">pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:</p>
<p align="center">selamanya memberi yang bisa kita berikan,</p>
<p align="center">selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.</p>
<p align="center">-M. Anis Matta-</p>
<p align="center">
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-655" title="CN-102" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/08/cn-102.jpg?w=123&#038;h=150" alt="CN-102" width="123" height="150" />Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!</p>
<p>‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.</p>
<p><span id="more-654"></span>”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..</p>
<p>Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.</p>
<p>”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.</p>
<p>Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.</p>
<p>Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.</p>
<p>’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.</p>
<p>Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”</p>
<p>’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.</p>
<p>Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?</p>
<p>”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”</p>
<p>”Aku?”, tanyanya tak yakin.</p>
<p>”Ya. Engkau wahai saudaraku!”</p>
<p>”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”</p>
<p>”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”</p>
<p>’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.</p>
<p>Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.</p>
<p>”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”</p>
<p>”Entahlah..”</p>
<p>”Apa maksudmu?”</p>
<p>”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”</p>
<p>”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”</p>
<p>Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”</p>
<p>Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya.</p>
<p>Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..</p>
Posted in kisah Tagged: ali, Cinta, fatimah, hati <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=654&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/mencintai-sejantan-%e2%80%98ali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/08/cn-102.jpg?w=123" medium="image">
			<media:title type="html">CN-102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Pembangkit Semangat Dunia Islam</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[usamah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Madinah murung.
Mendung tebal serasa menyelimuti seluruh Kota Madinah. Suasana itu hadir di hati seluruh shahabat. Tanpa terkecuali. Semua menundukkan kepalanya. Semua meneteskan air matanya. Semua tersayat hatinya. Dunia kehilangan sumber cahayanya. Rasulullah mulia dipanggil oleh Rabnya.
Pemakaman Nabi menjadi klimaks kesedihan yang tak mampu diurai oleh kata-kata. Saat timbunan tanah, sedikit demi sedikit mengubur jasad mulia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=649&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-651" title="untukusamah_310_230" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/08/untukusamah_310_230.jpg?w=150&#038;h=111" alt="untukusamah_310_230" width="150" height="111" />Madinah murung.</p>
<p>Mendung tebal serasa menyelimuti seluruh Kota Madinah. Suasana itu hadir di hati seluruh shahabat. Tanpa terkecuali. Semua menundukkan kepalanya. Semua meneteskan air matanya. Semua tersayat hatinya. Dunia kehilangan sumber cahayanya. Rasulullah mulia dipanggil oleh Rabnya.</p>
<p>Pemakaman Nabi menjadi klimaks kesedihan yang tak mampu diurai oleh kata-kata. Saat timbunan tanah, sedikit demi sedikit mengubur jasad mulia itu.</p>
<p>Dunia Islam berkabung.</p>
<p><span id="more-649"></span>3 mil dari suasana itu, tepatnya di Juruf (Dari Madinah arah ke Syam), seorang anak muda yang baru berusia 18 tahun menghentikan pasukannya. Pasukan itu telah disiapkan dan diberangkatkan oleh Nabi untuk berjihad melawan Romawi. Hawa sedih Madinah juga sampai kepada mereka. Perjalanan pasukan terhenti. Dihentikan oleh panglimanya. Usamah bin Zaid <em>radhiallahu anhu</em>, karena mendengar Rasul wafat.</p>
<p>Tetapi negara Islam segera sadar, tidak boleh larut dalam kesedihan berkepanjangan. Tugas-tugas besar menanti mereka. Untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan Rasulullah. Negara Islam itu segera membaiat pemimpinnya. Abu Bakar ash-Shiddiq <em>radhiallah anhu</em>.</p>
<p>Kini kendali di tangan Abu Bakar, termasuk pengiriman pasukan Usamah. Saat itu, masalah besar tengah menghajar dunia Islam. Seluruh wilayah Islam murtad. Tidak ada yang tersisa kecuali hanya 3 kota saja: Mekah, Madinah dan Thaif. Semuanya murtad, ada yang mengikuti nabi palsu. Ada yang memisahkan antara syariat shalat dan zakat.</p>
<p>Pengiriman pasukan Usamah ditentang oleh sebagian shahabat senior. Umar di antaranya. Dua pertimbangannya:</p>
<p>1.      Usia Usamah yang masih terlalu muda (18 tahun)</p>
<p>2.      Negara Islam sedang terancam dan Madinah memerlukan pasukan untuk menjaga eksistensinya dari kemungkinan serangan orang-orang murtad</p>
<p>Semua orang boleh menolak dengan alasan paling logis. Termasuk orang secerdas dan sehebat Umar. Tapi semua akan berhadapan dengan Abu Bakar. Termasuk Umar.</p>
<p>Siapa yang tak kenal Abu Bakar. Manusia nomer satu setelah Rasul. Abu Bakar tidak sedang menjadi diktator yang tidak bisa diberi masukan atau kritik. Tetapi inilah Abu Bakar dan rahasia mengapa dia yang menjadi shahabat nomer satu. <em>Ittiba’</em> (mengikut semua yang disampaikan Nabi) tanpa kompromi. Bahkan tanpa logika. Karena ini wahyu. Datang dari manusia terbaik, Rasul terbaik dengan panduan langit.</p>
<p>Abu Bakar dan semua shahabat tahu bahwa pasukan Usamah adalah pasukan yang dibentuk oleh Nabi. Maka inilah ketegasan Abu Bakar yang tergoyahkan oleh apapun, “<em>Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalaupun aku tahu bahwa binatang buas akan memangsaku, aku tetap akan memberangkatkan pasukan Usamah sebagaimana perintah Nabi. Walaupun tak tersisa di wilayah ini kecuali aku seorang diri, pasukan tetap aku berangkatkan!”</em></p>
<p>Umar sempat menjadi juru bicara masyarakat Anshar menyampaikan pesan kepada Khalifah Abu Bakar, “<em>Sesungguhnya Anshar memintaku untuk menyampaikan kepadamu; agar engkau mengangkat panglima yang lebih tua usianya dari Usamah.”</em></p>
<p>Seketika Abu Bakar melompat dari tempat duduknya ke arah Umar sambil menarik jenggot Umar, “<em>Celakalah kamu hai Ibnu Khattab. Dia itu diangkat oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan sekarang kamu memintaku untuk mencopotnya?!”</em></p>
<p>Begitulah, pasukan berangkat dengan diantar langsung oleh Khalifah. Pasukan yang dipimpin oleh panglima termuda itu bertugas selama kurang lebih 40 hari.</p>
<p>Pasukan melaksanakan tugas besarnya. Dimulai dari suku Qudha’ah yang murtad. Usamah menang dan mendapatkan ghanimah. Kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Abil. Kemenangan juga diraihnya dengan membawa pulang ghanimah.</p>
<p>Subhanallah, Usamah mampu membuktikan diri di tengah ketidakpercayaan publik. Anak muda yang baru berumur 18 tahun itu, telah mengukir prestasi internasionalnya.</p>
<p>Bukan hanya itu, dampak dari pengiriman pasukan ini justru di luar dugaan semua orang yang mengkhawatirkan Madinah. Masyarakat Arab yang menyaksikan pergerakan pasukan Usamah mengira Madinah mempunyai kekuatan yang tidak terukur jumlah dan kekuatannya. Buktinya, masih berani mengirim pasukan Usamah keluar Madinah di tengah pemberontakan aqidah berbagai wilayah khilafah. Masyarakat Arab yang tadinya berniat jahat, jadi mengurungkan niatnya.</p>
<p>Subhanallah. Sekali lagi subhanallah&#8230;</p>
<p>Usamah anak muda itu. Sekali jalan, mampu membungkam musuh negara Islam. Dan pulang dengan kemenangan besar berikut ghanimah. Kemenangan itu membangkitkan semangat membara yang menyala di hati setiap muslim di Kota Madinah.</p>
<p>Usamah anak muda 18 tahun itu telah menyumbangkan kebahagiaan dan semangat saat dunia Islam berkabung dengan wafatnya Rasul dan murtadnya sebagian besar wilayahnya.</p>
<p>Kemanakah Usamah-Usamah muda abad 21?</p>
<p>رضي الله عنك يا أسامة</p>
<p><em>(Semoga Allah meridhoimu, Usamah!)</em></p>
<p>http://cahayasiroh.com/index.php?option=com_content&amp;view=category&amp;layout=blog&amp;id=41&amp;Itemid=70</p>
Posted in artikel Tagged: madinah, pemuda, usamah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=649&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/08/27/pemuda-pembangkit-semangat-dunia-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/08/untukusamah_310_230.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untukusamah_310_230</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PNS, Karyawan dan Internet(nya)</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/pns-karyawan-dan-internetnya/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/pns-karyawan-dan-internetnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 10:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[PNS dan Korupsi Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[Pengguna internet di Indonesia dalam waktu dekat akan mencapai 25 juta orang, bila program sistem informasi aplikasi pendidikan (SIAP) diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Menurut General Manajer Unit Enterprise Regional (UNER) II PT Telkom (dalam Tempointeraktif), Ace, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 20 juta orang atau masuk kelompok pengguna besar di Asia setelah Cina [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=645&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengguna internet di Indonesia dalam waktu dekat akan mencapai 25 juta orang, bila program sistem informasi aplikasi pendidikan (SIAP) diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Menurut General Manajer Unit Enterprise Regional (UNER) II PT Telkom (dalam <em>Tempointeraktif</em>), Ace, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 20 juta orang atau masuk kelompok pengguna besar di Asia setelah Cina (210 juta), diikuti Jepang, India, dan Korea kemudian Indonesia.</p>
<p>Nah, salah satu pengguna tersebut tentunya adalah mereka yang bekerja di kantoran, baik itu swasta maupun pegawai pemerintah alias PNS. Beberapa kantor teman saya yang merupakan perusahaan swasta memblokir internet untuk email, milis, YM, FB, dan fasilitas pribadi lainnya. Yang lain justru membuka selebar-lebarnya fasilitas itu untuk kepentingan kerja dan kenyamanan bekerja karyawannya bahkan ditambah telepon gratis dari kantor.</p>
<p><span id="more-645"></span>Ada memang dengan alasan produktifitas semua kebutuhan karyawan dipenuhi. Perusahaan seperti ini memandang bahwa kinerja itu berbanding lurus dengan fasilitas. Kenyamanan dan kesenangan kerja karyawan akan berimbas berkali lipat bagi perusahaan. Asal kerja beres dan target tercapai, maka penggunaan fasilitas kantor tidak masalah. Sehingga ada kantor yang juga memfasilitasi penggunaan telepon. Jika dia di telpon di jalan oleh teman/keluarganya, maka segera membalas, “nanti saya telpon dari kantor saja” dan hal ini di beberapa kantor seperti sebuah Koran nasional terkemuka menerapkannya. Mereka bebas menelpon keluarga, teman, dll harapannya memang supaya betah di kantor. Dan nyatanya kantor tidak dirugikan, perusahaan terus berkembang.</p>
<p><strong>Kerja… Kerja… Jangan Ngenet Terus!</strong></p>
<p>Pernah, beberapa kali saya dikirimi YM tulisannya, “Kerja… Kerja… Jangan Ngenet Terus!” ketika YM saya aktifkan saat kerja. Teman yang lain PNS pun sering menerima teguran seperti itu. Bagi pengirim pesan, ngenet bagi PNS adalah korupsi! Mungkin begitu pula dengan beberapa teman saya yang kerja di swasta. Ngenet saat kerja korupsi? Betulkah? Bagaimana yang kerjaannya emang di depan internet? Sebagai dosen, peneliti, atau pranata data, dll. Apakah jika sedang OL nggak boleh buka situs yang sifatnya pribadi (YM, email, FB, dll) ? Harus “mlototi” kerjaan melulu?</p>
<p>Tentu kita harus lebih bijak dalam memandang masalah ini. Apalagi kemudahan fasilitas sudah membuat internet itu mudah diakses. Saya sendiri membagi PNS menjadi dua, yang berhubungan dengan pelayanan dan yang tidak.</p>
<p>Nah, yang berhubungan dengan pelayanan, tentunya aneh jika dia sering ngenet. Misalnya PNS di Pemda, Pemprov, dll yang terikat waktu untuk senantiasa berhadapan dengan masyarakat meskipun itu menggunakan fasilitas pribadi, HP, modem, blackberry, dll.  Nah, bagaimana jika kemudian ketika selesai pelayanan itu, di waktu senggangnya kemudian ia buka-buka internet. Apa korupsi juga? Bagaimana jika di kantor swasta yang lain? Apa korupsi juga?</p>
<p><a href="http://youngmuslimsindo.multiply.com/journal/item/19/Menggunakan_Internet_Fasilitas_Kantor_Bolehkah">Jawaban</a> ust. Ahmad Sarwat, Lc. di Eramuslim sungguh bijak.</p>
<blockquote><p>Korupsi dan tidaknya perkara ini, akan terpulang kepada aturan yang berlaku. Apabila secara tegas disebutkan bahwa jenis tindakan itu terlarang dan termasuk kategori korupsi, maka hukumnya memang tidak boleh.Sebaliknya, bila tidak ada kejelasan aturan, kembali kepada &#8216;urf atau kebiasaan. Namun tentunya dengan pertimbangan banyak hal. Salah satunya misalnya tentang biaya koneksi. Kalau kantor anda menggunakan koneksi unlimited (tanpa batas), di mana penggunaan banyak atau sedikit tidak akan berpengaruh kepada harga yang harus dibayarkan perusahaan, tentunya tidak akan berpengaruh apapun. Perusahaan tidak dirugikan secara finansial.</p>
<p>Sebaliknya, bila menggunakan koneksi yang limited bahkan dihitung per byte atau per menit, tentu saja penggunaan internet di luar kepentingan kantoritulangsung membebani perusahaan. Kira-kira sama dengan pemakaian pulsa telepon, di mana perusahaan harus membayar per tiga menit yang dibulatkan ke atas.</p>
<p>Dari kedua perbedaan ini, kita bisa melihat dari segi kerugian yang ditimbulkan sangat berbeda. Penggunakan koneksi unlimited itu cenderung tidak akan membebani perusahaan, sebaliknya bila dihitung per byte atau menggunakan dial up, akan sangat berpengaruh.</p>
<p>Namun bila ada kejelasan dari pihak perusahaan tentang kebolehan karyawan menggunakan beberapa fasiltas untuk hal-hal yang terkait dengan urusan pribadi, mungkin dengan batas margin tertentu, akan menjadi jelas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.</p>
<p>Pendeknya, semua hal yang terkait dengan hal ini adalah kejelasan peraturan. Sebab tiap perusahaan punya disiplin dan etika serta peraturan yang spesifik, tidak bisa ditarik garis sama.</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p>PNS dan karyawan kantor sekarang memang diberi kemudahan fasilitas internet, hendaknya menggunakannya dengan “se-bertanggungjawab mungkin”. Gunakan dengan tidak mengkesampingkan amanah utama. Pinsipnya, kerjaan tetap nomor satu.</p>
Posted in artikel Tagged: internet, PNS dan Korupsi Kantor <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/645/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/645/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/645/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=645&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/pns-karyawan-dan-internetnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arah Reformasi Birokrasi</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/arah-reformasi-birokrasi/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/arah-reformasi-birokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 06:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi birokrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar ahli dan praktisi pembangunan Indonesia tampaknya sepakat, reformasi birokrasi merupakan hal pokok untuk memperbaiki kesejahteraan.
Masalahnya, bagaimana menghasilkan birokrasi yang kompeten, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun pelayanan penyediaan? Prinsip apa yang harus diambil, mulai dari mana?
Perbaikan birokrasi tidak hanya upaya mencari sistem yang efisien. Upaya ini harus dilihat dalam konteks strategi pembangunan, dengan masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=643&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagian besar ahli dan praktisi pembangunan Indonesia tampaknya sepakat, reformasi birokrasi merupakan hal pokok untuk memperbaiki kesejahteraan.</p>
<p>Masalahnya, bagaimana menghasilkan birokrasi yang kompeten, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun pelayanan penyediaan? Prinsip apa yang harus diambil, mulai dari mana?</p>
<p>Perbaikan birokrasi tidak hanya upaya mencari sistem yang efisien. Upaya ini harus dilihat dalam konteks strategi pembangunan, dengan masalah tarikan ekonomi politik. Reformasi birokrasi selalu harus memperhitungkan ketersediaan sumber daya untuk melakukannya.</p>
<p><span id="more-643"></span>Dalam pembaruan birokrasi, kekuatan politik amat menentukan, terlebih pada negara-negara demokrasi baru seperti Indonesia. Maka, keliru hanya memakai resep teknokratis yang sering hanya mengagungkan prinsip rasionalitas dan efisiensi, bahkan plus demokrasi seperti dalam prinsip <em>good governance.</em></p>
<p><strong>Contoh dari Taiwan-Korea</strong></p>
<p>Bagian berikut adalah pelajaran amat berharga yang diambil dari pembaruan birokrasi di Taiwan dan Korea yang mengantarkan pada kemajuan ekonomi, lalu pada konsolidasi demokrasi.</p>
<p>Pelajaran pertama, reformasi birokrasi merupakan proyek politik yang serius. Kebobrokan birokrasi ditandai eksploitasi birokrasi oleh kelompok dan organisasi politik, ketertutupan pengelolaan sumber daya, perekrutan, pelaksanaan kerja, dan promosi yang tak terlalu didasarkan pada kinerja. Secara keseluruhan, akibatnya, birokrasi kehilangan orientasinya sebagai organisasi masyarakat paling penting untuk pembangunan. Reformasi birokrasi Taiwan merupakan proyek politik AS yang berkepentingan mencegah penguatan komunisme. Pemerintah AS memfasilitasi pengiriman studi ke AS bukan hanya untuk rencana pembangunan, tetapi juga pemimpin partai agar berpikiran progresif sekaligus teknokratis. Sementara reformasi Korea amat dipengaruhi otoritarianisme Park Chung Hee yang dengan tangan besi mengubah organisasi negara dan ekonomi untuk menjamin pertumbuhan.</p>
<p>Pelajaran kedua, terus serius mengembangkan sistem dan mekanisme baru. Pengembangan ini dilakukan oleh institusi pemerintah yang mempunyai kompetensi dan independensi. Di Taiwan, tugas ini dilakukan lembaga perencana — <em>The Council on International Economic Cooperation and Development</em> (CIECD), <em>The Economic Planning Commission</em> (EPC), dan <em>The Council on Economic Planning and Development</em> (CEPD) — yang tidak terikat struktur birokrasi. Badan-badan ini sekaligus menjalankan fungsi koordinasi untuk pelaksanaan di tingkat ”sektoral” dan hanya bertanggung jawab kepada penguasa politik tertinggi. Di Korea, Park Chung Hee menggunakan <em>Economic Planning Board</em> guna menguatkan aspek teknokratis. Keterlibatan militer bukan hanya untuk mengukuhkan kekuasaan Presiden Park, tetapi mampu menjalankan fungsi koordinasi dan pengendalian kinerja. Sejalan penguatan kedudukan Park, perwira militer (termasuk 55 jenderal) dipecat karena tuduhan kolusi dan korupsi.</p>
<p>Pelajaran ketiga, pemerintah mempunyai visi jelas tentang kelompok ekonomi mana yang akan diperkuat lebih dahulu. Visi ini dihasilkan dari analisis yang dilakukan para akademisi. Dengan demikian, pilihan kebijakan ekonomi tidak terseret debat (tampaknya) ideologis, misalnya antara kapitalisme, (neo) liberalisme, dan populisme. Pilihan didasarkan kompetensi sektoral negara saat itu. Jika perekonomian Taiwan dibangun atas penguatan industri menegah, Korea memilih memperkuat industri besar untuk pasar dunia.</p>
<p>Pelajaran keempat, di antara kompetensi yang dimiliki badan perencana pemerintah adalah kemampuan berdialog dengan pelaku ekonomi. Tujuannya agar pemerintah bisa memfasilitasi pertumbuhan kelompok ekonomi ini, selain bernegosiasi agar kesejahteraan lebih umum dapat dihasilkan. Dialog berhasil karena tertanam dalam institusi sebagai mekanisme dengan tujuan jelas, bukan hanya cadar politik untuk menarik simpati.</p>
<p><strong>Manfaat untuk Indonesia</strong></p>
<p>Indonesia bisa menarik pelajaran dari negara-negara itu baik tentang dukungan politik pemimpin nasional, kompetensi staf birokrasi, konsistensi sistemik, dan komunikasi pembangunan. Untuk Indonesia, pelajaran ini harus diterapkan dengan beberapa cara.</p>
<p>Pertama, pembaruan birokrasi harus memfasilitasi pertumbuhan ekonomi bukan hanya perbaikan pelayanan. Beri para investor kemudahan dan kepastian. Selanjutnya, mereka harus mendukung pemerintah menguatkan ekonomi kerakyatan. Contoh, berbagai perusahaan besar memiliki bengkel kerja yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi sederhana.</p>
<p>Kedua, program perluasan ekonomi terpilih. Misal, kini biaya transaksi kredit UMKM masih terlalu tinggi. Perbaikan bukan hanya dalam birokrasi perbankan. Stimulus kredit juga harus diberikan dengan sasaran yang jelas dan metode dukungan spesifik, selain oleh bank dan pemerintah daerah. Hal ini membutuhkan perbaikan dalam kompetensi birokrasi.</p>
<p>Badan perencana nasional tidak hanya berfungsi koordinatif dan menghasilkan standar kompetensi birokrasi. Ia juga harus menghasilkan skema terukur tentang peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam program pengembangan sektoral. [<strong>Meuthia Ganie-Rochman</strong> <em>Sosiolog Organisasi di Universitas Indonesia - Kompas</em>]</p>
Posted in artikel Tagged: reformasi birokrasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/643/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=643&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/08/15/arah-reformasi-birokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepasang Suami-Istri Teladan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/07/28/sepasang-suami-istri-teladan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/07/28/sepasang-suami-istri-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 05:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=641&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.</p>
<p>Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:</p>
<p><span id="more-641"></span>Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.</p>
<p>Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”</p>
<p><strong>Rasulullah Suami Teladan</strong></p>
<p>Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.</p>
<p>Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”</p>
<p>Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.</p>
<p>Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”</p>
<p>Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”</p>
<p>Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”</p>
<p>Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.</p>
<p>Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”</p>
<p>Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.</p>
<p>Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.</p>
<p><strong>Khadijah Istri Teladan</strong></p>
<p>Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.</p>
<p>Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.</p>
<p>Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.</p>
<p>Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.</p>
<p>Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab <em>Musnad</em>-nya)</p>
<p>Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.</p>
<p>Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.</p>
<p>Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. <em>Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.”</em> (Bukhari)</p>
<p>Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.</p>
<p><strong>Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim</strong></p>
<ol>
<li>Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.</li>
<li>Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan <em>tsiqah</em> (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.</li>
<li>Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.</li>
<li>Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (<em>israf</em>), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.</li>
<li>Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.</li>
<li>Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.</li>
</ol>
<p>http://www.dakwatuna.com/2008/sepasang-suami-istri-teladan/</p>
Posted in artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/641/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/641/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/641/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=641&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/07/28/sepasang-suami-istri-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Memberi</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/indahnya-memberi/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/indahnya-memberi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[anis matta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.
Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=638&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<p>Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.</p>
<p>Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.</p>
<p><span id="more-638"></span>Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemu dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.</p>
<p>Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon yang tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena Itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. Tiba-tiba ada ruang besar yang kosong tidak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.</p>
<p>Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pencinta sejati atau pencinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab ra. ini : hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat; merasa bebas dari beban hidup atau meresa kehilangan tempat bergantung. Sekarang bertanyalah pada pasangan hidup anda tanpa ia ketahui: jika aku mati sekarang, apakah engkau merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasa kehilangan, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. Jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap kepergianmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.<br />
<strong></strong></p>
<p>Oleh M. Anis Matta, Lc</p></div>
</div>
Posted in anis matta  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=638&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/indahnya-memberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keuletan Jiwa</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/keuletan-jiwa/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/keuletan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 06:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[anis matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[Semangat penanggungan dan naluri keulungan adalah gelora moral dan jiwa sekaligus yang hanya mungkin metahirkan bunyi cinta yang nyaring kalau ia menggaung dalam ruang kepribadian yang ulet.
Ulet. Pribadi yang ulet. Itu semua tentang daya tahan untuk terus memberi dan kemampuan untuk terus bertumbuh. Keuletan adalah ciri pribadi yang kuat dan kokoh. Kerja-kerja batin dalam suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=632&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semangat penanggungan dan naluri keulungan adalah gelora moral dan jiwa sekaligus yang hanya mungkin metahirkan bunyi cinta yang nyaring kalau ia menggaung dalam ruang kepribadian yang ulet.</p>
<p>Ulet. Pribadi yang ulet. Itu semua tentang daya tahan untuk terus memberi dan kemampuan untuk terus bertumbuh. Keuletan adalah ciri pribadi yang kuat dan kokoh. Kerja-kerja batin dalam suatu tindakan cinta seperti memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi hanya mungkin dilakukan oleh jiwa-jiwa yang ulet: jiwa-jiwa yang selalu mampu menembus ketidakmungkinan, jiwa-jiwa yang selalu sanggup melawan kebosanan, jiwa-jiwa yang selalu bisa memecahkan kebekuan dan kemalasan, jiwa-jiwa yang selalu dapat mengalahkan kelelahannya sendiri.</p>
<p><span id="more-632"></span></p>
<p>Menjadi ulet adalah karakter utama yang diperlukan untuk menjadi pencinta sejati. Menumbuhkan dan merawat suatu hubungan jangka panjang, katakanlah sampai dua puluh lima atau lima puluh tahun, tentu saja membutuhkan daya tahan mental dan kemampuan untuk mempertahankan produktivitas hidup yang tinggi.<br />
Lihatlah berapa lama waktu yang diperlukan para nabi untuk menyampaikan dakwahnya dengan hasil yang tidak dapat dipastikan? Lihatlah berapa lama waktu yang diperlukan para pemimpin bangsa untuk membangun bangsanya? Dalam kehidupan keluarga yang berlangsung hingga seperempat atau setengah abad, bagaimanakah kita mempertahankan kehangatan emosi melalui perhatian, penumbuhan, perawatan dan perlindungan terus menerus?<br />
Keuletan adalah kesabaran pada maknanya yang progresif. Di sini bertahan tidak berarti berhenti. Di sini menanti tidak berarti melamun. Di sini mengalah tidak berarti mundur. Ulet adalah kata tentang geliat tanpa henti. Ulet adalah kata tentang pergerakan jiwa dalam dunia kebajikan yang tak selesai.<br />
Jika ada latihan paling berat untuk menjadi pencinta sejati, maka inilah dia latihan itu: melatih jiwa menjadi ulet, meiatih jiwa untuk tetap dan terus bergerak di tengah semua kesulitan, melatih jiwa melawan kebosanan dan kemalasan serta kelelahan, melatih jiwa melawan kesedihan dan keputusasaan serta ketakutan, melatih jiwa untuk mempertahankan kegembiraan dan keriangan serta kesenangan dalam semua situasi, melatih jiwa untuk tetap produktif daiam semua rintangan, melatih jiwa untuk tetap optimis dan progresif menghadapi waktu.<br />
Tidak mudah memang. Tapi jalan cinta selalu begitu; itu adalah cerita panjang tentang kebajikan yang tak dapat dikalahkan oleh waktu. Para pencinta sejati selalu mampu menembus dinding waktu itu ketika mereka menjeima menjadi pribadi-pribadi yang ulet, yang selalu bergeliat dan bergerak dalam kebajikan tanpa henti. Tidak mudah memang. Tapi jalan cinta selalu begitu.<br />
(Serial Cinta Anis Matta Majalah Tarwabi edisi 153, 12 April 2007 M)</p>
Posted in anis matta Tagged: Cinta, jiwa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/632/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=632&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/keuletan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang dan Cinta</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/perang-dan-cinta/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/perang-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[anis matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[John Lennon adalah trauma. Lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: “If God in our side, He’ll stop [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=629&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>John Lennon adalah trauma. Lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena <em>hyppies</em>. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: “If God in our side, He’ll stop the next war.”</p>
<p>Sejarah perang moderen adalah mimpi buruk terpanjang umat manusia. Api. Debu. Darah. Air mata. Terlalu mengerikan. Perang moderen jadi tragedi kemanusiaan karena ia lahir dari dendam, keserakahan, megalomania dan kesunyian.</p>
<p><span id="more-629"></span>Imperealisme Eropa ke timur adalah riwayat dendam dan keserakahan. Perang dunia pertama dan kedua adalah kisah keserakahan dan megalomania. Napoleon, Hitler dan Mussolini adalah legenda megalomania dan kesunyian: perang adalah cara mereka menyebar kemeranaan mereka. Sebab itu perang moderen adalah brutalisme, sadisme, kanibalisme: saat-saat panjang tanpa kasih, dari orang-orang yang menemukan kepuasan pada tetes-tetes darah dan air mata.</p>
<p>Tapi perang tidak hanya punya satu wajah. Perang punya wajah lain yang lebih agung, etis dan manusiawi. Perang adalah takdir manusia. Kamu suka atau tidak suka. Perang itu niscaya. Bedanya hanya dalam dua hal: <em>siapa musuhmu, dan dengan cara apa kamu melawannya.</em><br />
Siapa musuhmu menentukan atas nama apa kamu berperang. Caramu melawan menggambarkan watak perang yang kamu lakoni. Di dasar batinmu yang mendalam sebenarnya kamu tahu atas nama siapa kamu berperang: kebenaran atau kebatilan. Angkara murka yang lahir dari kebatilan niscaya melahirkan dendam, keserakahan, megalomania, sadisme, brutalisme dan kanibalisme. Habis itu kesunyian yang panjang: dan darah yang terus mengalir tanpa kasih.</p>
<p>Maka begitu Hitler menyadari kekalahannya, ia bunuh diri. Darahnya dan darah korban-korbannya sama saja: merah! Tapi Khalid justru menangis karena mati di atas kasur: bukan di medan laga! Tapi mengapa revolusi Chili jadi nyanyian Pablo Nerudo? Mengapa Khalid bin Walid mengatakan: “Berjaga pada sebuah malam dingin, di tengah deru peperangan, lebih aku suka daripada berada di sisi seorang gadis di malam pengantin.”? Mengapa Abu Bakar mengatakan: “Carilah kematian agar kamu menemukan kehidupan.”?</p>
<p>Jika kamu berperang di bawah bendera kebenaran, cinta mengendalikan motifmu dan caramu berperang. Tetap ada kekerasan. Darah. Tapi cinta membuatnya jadi agung. Etis. Manusiawi.<br />
Perang–atau revolusi adalah drama kemanusiaan. Di sana kita menyabung nyawa, karena ada yang kita cintai di sini: Tuhan, hidup, tanah air, bangsa, keluarga, diri sendiri. Perang bukan kebencian. Maka mereka yang tidak terlibat dalam perang tidak boleh dijadikan korban: anak-anak, orang tua, wanita, tumbuhan, hewan dan lingkungan hidup.<br />
Jika kebutuhan biologismu tersumbat selama perang, kamu bisa jadi sadis. Atau bahkan kanibalis. Maka, prajurit perang–dalam islam–harus kembali ke keluarganya setiap empat bulan: biar jihad jadi lebih dekat kepada cinta, tidak berubah jadi benci.</p>
<p>Perang semacam ini menciptakan kehidupan dari kematian. Hanya perang semacam ini yang dapat menghentikan perang dengan perang.</p>
<p>***</p>
<p><em>sumber: serial Cinta Anis Matta majalah Tarbawi</em></p>
Posted in anis matta Tagged: Cinta, perang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=629&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/06/08/perang-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Menambah tanpa Mengurangi</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/05/17/jangan-menambah-tanpa-mengurangi/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/05/17/jangan-menambah-tanpa-mengurangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 02:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Konsep ini diperkenalkan oleh Francis Keppel yang merupakan komisioner pendidikan di era Presiden Kennedy. Pada tahun 1950-an, Frank diangkat menjadi dekan fakultas pendidikan di Harvard. Pada waktu itu, fakultas yang dipimpinnya tidak lebih dari rata-rata. Para staf pengajar cenderung menambah mata kuliah untuk mendongkrak nilai penting dan upah mereka. Untuk memperkuat kurikulum, Frank menetapkan aturan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=626&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-625" title="plus minus" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/plus-minus.jpg?w=150&#038;h=150" alt="plus minus" width="150" height="150" />Konsep ini diperkenalkan oleh Francis Keppel yang merupakan komisioner pendidikan di era Presiden Kennedy. Pada tahun 1950-an, Frank diangkat menjadi dekan fakultas pendidikan di Harvard. Pada waktu itu, fakultas yang dipimpinnya tidak lebih dari rata-rata. Para staf pengajar cenderung menambah mata kuliah untuk mendongkrak nilai penting dan upah mereka. Untuk memperkuat kurikulum, Frank menetapkan aturan baru: Tidak boleh menambah mata kuliah tanpa mengurangi mata kuliah lainnya. Aturan itu dirancang untuk membuat staf pengajar berpikir dua kali mengenai kualitas dan relevansi suatu mata kuliah baru dan mengenai mata kuliah mana yang menurut mereka lebih jelek dan bisa dihapus,</p>
<p>Aturan Keppel ini berlaku pada semua bidang. Dalam kehidupan kita juga mengalami hal tersebut. Dalam bentuk fisik khususnya, kita dibenturkan dengan pilihan ketika menambah harus mengurangi yang sudah dipunyai. Tempat menyimpan barang kita terbatas, oleh karena itu barang lama harus dikurangi. Misalnya karena setiap hari koran langganan di rumah senantiasa bertambah, pada akhirnya yang lama harus dijual. Begitu pula dengan pengalaman kemarin ketika hardisk eksternal 160 Gg yang saya punya penuh dengan file pemberian teman, pilihannya adalah menambah (beli lagi) atau mengurangi yang sudah ada. Karena memang tidak semua file yang ada itu penting, maka pilihan terbaik adalah menghapus yang tidak penting daripada membeli. Setelah ditonton habis, beberapa serial film favorit seperti Heroes, Prison Break dan film2 action harus dihapus yang totalnya bisa mencapai 80 Gg, jadi saya masih menyisakan 80 Gg untuk hal lainnya.</p>
<p>Untuk kasus yang non fisik, John Naisbitt dalam bukunya Mind Sett menceritakan bahwa dalam proses menulis bukunya ia memulai dengan 27 pola pikir yang selama bertahun-tahun membantunya berpikir tentang masa depan. Jumlah itu rasanya terlalu banyak. Jadi ia berpikir ulang, pola pikir mana saja yang paling membantunya. Akhirnya ia memilih 10 dan mulai menulis tentang mereka. Dalam prosesnya akhirnya ia menambahkan pola pikir yang ke-11 yang setelah dikaji tidak kalah penting dengan yang lainnya. Akhirnya buku yang ditulisnya ketika saya baca kemarin, penilaian saya adalah sangat lugas, fokus dan berbobot. Fakta-fakta masa lalu dan sekarang yang digunakan untuk memprediksikan masa depan adalah fakta yang terpilih yang mampu membuat pembaca mengolahnya tanpa banyak ‘beban’ data.</p>
<p>Dalam olahraga prinsip ini senantiasa berlaku. Bola basket membatasi 12 pemain aktif dalam tiap tim di daftarnya. Sepakbola membatasi 11 pemain setiap tim yang bermain di lapangan. Jika sebuah tim menambah pemain, tim itu senantiasa harus berpikir keras siapa yang akan dilepas. Sedangkan Jack Welch memiliki aturan di GE bahwa setiap tahun, setiap unit harus menyingkirkan 10% karyawan yang berada di deret bawah yang dapat diganti dengan para kandidat yang lebih menjanjikan. Pola pikir ini membantu GE tetap konsisten dan berlaku di banyak bidang agar tetap fokus.</p>
<p>Sebagai seorang yang suka tantangan, sekian target hidup telah dicanangkan. Dan untuk meraihnya sebaiknya memang lakukan sekian target terlebih dahulu, fokus dan konsekuen dalam menjalankannya. Kebanyakan orang ingin melakukan banyak hal sekaligus. Namun pada akhirnya ia kewalahan dalam menjalani setiap proses untuk mencapai target yang juga harus diperjuangkan secara bersamaan.</p>
Posted in opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=626&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/05/17/jangan-menambah-tanpa-mengurangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/plus-minus.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">plus minus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Futsal&#8230;</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/05/08/futsal/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/05/08/futsal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 13:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini kami menyempatkan untuk berkumpul untuk Futsal yang sudah dilakukan setidaknya dua kali bersama temen-temen alumni SMA 1 Jogja, mayoritas pernah aktif di KSAI Al Uswah. Kalo adik-adik pengurus KSAI sekarang sering futsal, bahkan ada klubnya, kami yang sedikit lebih senior tidak mau kalah. Mbentuk tim juga. Walau tidak mudah karena mayoritas temen-teman sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=621&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-622" title="futsal" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/futsal.jpg?w=150&#038;h=100" alt="futsal" width="150" height="100" />Baru-baru ini kami menyempatkan untuk berkumpul untuk Futsal yang sudah dilakukan setidaknya dua kali bersama temen-temen alumni SMA 1 Jogja, mayoritas pernah aktif di KSAI Al Uswah. Kalo adik-adik pengurus KSAI sekarang sering futsal, bahkan ada klubnya, kami yang sedikit lebih senior tidak mau kalah. Mbentuk tim juga. Walau tidak mudah karena mayoritas temen-teman sudah melanglang buana, kerjanya tidak di Jogja.</p>
<p>Alhamdulillah, ada kesempatan di waktu-waktu rehat ketika sebulan sekali pulang ke Jogja kita bisa berkumpul dengan menyamakan waktu pulangnya (ke Jogja). Olahraga yang dilakukan pun akhirnya plus-plus, selain sehat, kita juga mengeratkan lagi tali silaturrahim, membuat teman bisa beramal karena mentraktir (hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , berbagi informasi, pengalaman kerja dan dunia baru.</p>
<p>Di pertemuan pertama, tanggal 10 April 2009, lumayan banyak yang ikut. Sayang, saat itu pas kebetulan ndak bisa hadir. Katanya hampir 20-an orang. Ada mas Rois, Igun, Hifni, Ratio, Riza, Rafie, Tyas, dan banyak adik-adik 2006. Kalau yang kemarin 3 Mei 2009 juga lumayan, bisa mendatangkan alumni yang pertemuan sebelumnya tidak bisa ikut. Kebetulan sebagian besar baru pekan depan pulang ke Jogja. Ahad kemarin ada mas Chanief, Igun, Jaya, Rafie, Iqbal, Hananto, Nuri, Pugo, dll. Beberapa seperti mas Agung, Aldi, Fauzan, Denis, Duo Imam, dll ijin karena terlanjur sudah ada agenda lain… Semoga lain kali lebih rame lagi.</p>
<p>Kagiatan yang mungkin sepele, tetapi banyak manfaatnya. Sekarang memang ada sebuah trend baru. Dimana banyak hal bisa dibisniska. Termasuk lapangan futsal ini. Menyewa selama 2 jam tidak murah. Bayangin dulu waktu kecil sering sepakbola berjam-jam gratis. Sekarang lapangan sudah jarang kalau tidak mau diakatakan tidak ada. Kalau di Jogja, masih lumayan (menurut temenku yang kerja di Jakarta). Di sini masih Rp 100-an ribu perjamnya untuk lapangan rumput sintetis.. Di Jakarta yang bagus antara Rp 200-250an ribu perjam. Memang, peluang bisnis yang menggiurkan. Tak heran jika dimana-mana menjamur.</p>
Posted in umum  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=621&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/05/08/futsal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/futsal.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">futsal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klub Film</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/05/04/klub-film/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/05/04/klub-film/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 12:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang suka film, tapi banyak pula yang berhenti hanya pada sekedar rasa suka itu. Padahal, kalau dikemas dalam sebuah kegiatan yang lebih tertata (terkoordinasi), misalnya dalam wadah klub film, rasa suka itu berbuah kemanfaatan yang lebih.
Berawal dari klub pecinta filmnya Pro U, masSalim, Denis, Zudi, dkk mengembangkannya menjadi lebih terbuka untuk umum dengan bedah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=614&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-615" title="film" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/42.jpg?w=150&#038;h=112" alt="film" width="150" height="112" />Banyak orang suka film, tapi banyak pula yang berhenti hanya pada sekedar rasa suka itu. Padahal, kalau dikemas dalam sebuah kegiatan yang lebih tertata (terkoordinasi), misalnya dalam wadah klub film, rasa suka itu berbuah kemanfaatan yang lebih.</p>
<p>Berawal dari klub pecinta filmnya Pro U, masSalim, Denis, Zudi, dkk mengembangkannya menjadi lebih terbuka untuk umum dengan bedah film di Edmart Boocafe yang lokasinya tepat di depan rumah mas Denis, Karangwaru Lor, Tegalrejo. Belajar <em>teamworking, </em>nilai-nilai persaudaraan dari film terasa lebih asyik dan mengena. Film yang terakhir kemarin dibedah adalah Warriors of Heaven &amp; Eeart. Di ruang yang sudah di-<em>setting</em> ala bioskop, kami menonton dengan ditemani berbagai suguhan tuan rumah.</p>
<p>Sabtu, 3 Mei 2009, Acara di mulai tepat pukul 16.00 sesuai undangan. Film yang durasinya hampir dua jam dipending ketika adzan maghrib hendak berkumandang. Acara dilanjutkan kembali dan diteruskan dengan diskusi. Sayang kemarin pas Mahgrib saya dan Tyas keburu cabut karena ada agenda lain dengan teman-teman remaja masjid, jadi tidak bisa cerita lebih banyak lagi, maaf… hehehe J</p>
Posted in umum  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=614&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/05/04/klub-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/42.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">film</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cuma Butuh Penggerak</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/05/02/cuma-butuh-penggerak/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/05/02/cuma-butuh-penggerak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 13:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Banyak niat baik tidak bisa terlaksana karena tidak ada yang mau muncul sebagai penggerak atau penghubung yang mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan sebuah rencana kegiatan. Misalnya saja, sering di beberapa kesempatan beberapa senior seperti pak Ardianto, pak Syafi’i, pak Rosyid, pak Idam, dll ingin silaturrahmi ke guru-guru SMA dulu. Tapi mungkin karena tidak ada yang muncul sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=617&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-618" title="bunga-bungaan" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/1208183791.jpg?w=150&#038;h=112" alt="bunga-bungaan" width="150" height="112" />Banyak niat baik tidak bisa terlaksana karena tidak ada yang mau muncul sebagai penggerak atau penghubung yang mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan sebuah rencana kegiatan. Misalnya saja, sering di beberapa kesempatan beberapa senior seperti pak Ardianto, pak Syafi’i, pak Rosyid, pak Idam, dll ingin silaturrahmi ke guru-guru SMA dulu. Tapi mungkin karena tidak ada yang muncul sebagai penggerak, akhirnya niat itu lama diwujudkan. Beruntung kemarin mas Salim mangajak banyak pihak untuk silaturrahim lagi, termasuk senior-senior kami. Dimulai dari rumah pak Muhammad Zar’an.</p>
<p>Menjadi penggerak sebetulnya tidak begitu sulit. Kalau sekarang sih paling cuma berkorban sedikit pulsa, semua beres. Hanya saja sedikit orang yang mau mengambil peran ini dengan berbagai alasan. Kalau niat baik untuk kumpul melakukan suatu hal yang bermanfaat itu sudah ada, sebenarnya semua lebih mudah untuk diatur.</p>
Posted in opini Tagged: silaturrahim <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=617&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/05/02/cuma-butuh-penggerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/05/1208183791.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bunga-bungaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kadang, Selesaikan Masalah dengan Melupakannya</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/kadang-selesaikan-masalah-dengan-melupakannya/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/kadang-selesaikan-masalah-dengan-melupakannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 09:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[lupa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[tarbawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Hidup kita memang tidak akan pernah lepas dari masalah, seperti yang sudah kita maklumi. Bahkan, tidak jarang keceriaan yang kita nikmati dalam waktu yang sesaat, justru meninggalkan luka berkepanjangan. Namun, hidup tentu tidak hanya kumpulan masalah. Karena kita hidup hanya sebentar, dan untuk itu ia harus dinikmati. Keceriaan dan kebahagiaan harus lebih mendominasi hidup ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=601&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-602" title="retakan" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/182.jpg?w=120&#038;h=96" alt="retakan" width="120" height="96" />Hidup kita memang tidak akan pernah lepas dari masalah, seperti yang sudah kita maklumi. Bahkan, tidak jarang keceriaan yang kita nikmati dalam waktu yang sesaat, justru meninggalkan luka berkepanjangan. Namun, hidup tentu tidak hanya kumpulan masalah. </span>Karena kita hidup hanya sebentar, dan untuk itu ia harus dinikmati. <span lang="DA">Keceriaan dan kebahagiaan harus lebih mendominasi hidup ini daripada masalah yang hanya memangkas jatah usia. Dan untuk menghilangkan masalah itu, kadang kita perlu dan harus melupakannya. Bagaimana cara melupakannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan dengan Membiarkan Hari-hari terus Berputar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Yakinlah bahwa zaman tak akan berada pada kondisi yang sama terus menerus. Hari-hari pasti berganti. Kegagalan akan segera berganti dengan keberhasilan, begitu juga keberhasilan tidak selamanya bersama kita., sebab Allah SWT berfirman, ”Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia.” (QS. Ali Imran : 140)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> <span id="more-601"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan dengan Memaafkan Kesalahan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="DA">Melupakan juga bisa dilakukan dengan cara memaafkan, baik dengan memaafkan diri sendiri, ataupun orang lain yang mungkin punya kontribusi nyata dalam masalah berat kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan dengan Meninggalkan Masalah itu dan Menghapus Jejaknya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Tidak mudah memang menghapus masalah dari ingatan buruk kita di hari-hari kelabu bersamanya. Sebab kesan dan pikiran yang terlanjur terukir di benak kita memang sulit untuk dihapus begitu saja. Bahkan seolah ia terus membelenggu kaki dan tangan kita sehingga kita seperti tak kuasa melakukan apa-apa untuk keluar dari masalah tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Sahabat Umar bin Khattab adalah orang yang banyak melakukan kesalahan di masa jahiliyahnya. Kita tahu bahwa sebelum masuk Islam, ia pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Ia juga terkenal dengan sifatnya yang emosional dan acapkali membuat onar. Dalam perlombaan-perlombaan minum arak, ia bahkan kerap menjadi pemenangnya. Tapi setelah keislamannya, ia mendatangi semua tempat di mana ia dulu ia pernah melakukan kesalahan, lalu menyampaikan kebenaran di sana untuk menghapus masa lalunya yang kelam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Meski demikian, ia masih kerap saja mengingat masa lalunya, hingga terkadang ia menangis dan terkadang pula tersenyum sendiri karenanya. Tetapi ia tidak pernah berhenti mengubur masa lalu dengan menghapus jejak-jejak kesalahannya, dengan segala cara dan kekuatan dan keutamaan ytang Allah berikan kepada-Nya, demi mengangungkan Islam agama barunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Termasuk cara menghapus jejak masa lalu adalah dengan meninggalkan atau menjauhi orang-orang yang pernah membantu kita melakukan kesalahan itu. Karena jika kita tetap berada dalam lingkaran mereka, jejak-jejak kesalahan itu tidak mustahil akan menyeret kita kembali ke sana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan dengan Merelakan Masalah Kita Kepada Allah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Jika kita mendapat cobaan yang sulit, tak ada yang pantas kita lakukan kecuali berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Allah, tentu dengan tetap melakukan hal-hal yang lain secara serius. Seperti halnya kesalahan dan kealpaan yang akan mendapat balasan berupa siksa, dan segera terhapus setelah kita bertaubat, maka masalah-masalah yang kita hadapi akan segera lenyap dan berlalu setelah kita memperbaiki diri dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sebab semua masalah itu ada di tanganNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Ada seorang laki-laki dari suku Bani Abbas meninggalkan desanya untuk mencari beberapa ekor untanya yang tersesat. Selama tiga hari ia pergi meninggalkan rumahnya. Dia adalah orang kaya yang Allah karuniai banyak biantang ternak; unta, kambing, dan sapi, dan juga karunia keluarga yang besar. Kekayaannya demikian melimpah. Kesenangan dan kebahagiaan meliputinya dan keluarganya, seolah-olah bencana tidak akan pernah menimpa dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Di malam itu, seluruh keluarganya tertidur lelap tanpa dirinya. Lalu Allah mengirimkan banjir besar yang membawa bebatuan. Seketika rumahnya hancur dan seluruh keluarganya binasa tak tersisa, lenyap seakan mereka belum pernah ada sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Setelah tiga hari, lelaki itu kembali ke rumahnya. Dia hanya mendapai tanah kosong yang menunjukkan bekas-bekas kehidupan. Ia terkejut, dan selang beberapa saat ia sadar bahwa ia telah kehilangan semua keluarga dan harta miliknya. Cobaan tidak hanya berhenti di situ, ketika ia berusaha menangkap seekor untanya yang hendak kabur, sebelah kaki unta itu menendang kedua belah matanya sehingga ia mengalami kebutaan. </span>Tinggal ia di gurun luas seorang diri, seraya berteriak minta tolong.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Tak lama, seorang Badui mendengar teriakannya, lalu orang itu membawanya kepada Al Walid bin Abdul Malik, Khalifah Damaskus saat itu. Ketika ditanya perasaannya mendapat musibah yang luar biasa itu, jawabannya sangat singkat, “Aku ridha kepada Allah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kalimat itu adalah kalimat dahsyat yang diucapkan seorang Muslim yang mengamalkan ajaran kebenaran tauhid dalam hatinya, sehingga Allah membuatnya lupa dengan penderitaan yang baru saja menimpanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Begitulah seharusnya sikap seorang Muslim yang ingin terbebas dari masalahnya; melupakan masalahnya dengan merelakannya kepada Allah SWT, bukan menjadi orang yang dikatakan Allah, <em>“Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” </em><em><span lang="DA">(QS. Al Hajj : 15)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan dengan Menghibur Diri dengan Aktifitas yang Disukai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Masalah itu akan semakin berat kita rasakan jika ia begitu menguasai diri kita, menguasai perhatian, pikiran, hati, perasaan, dan jiwa kita. Seakan kita tidak mempunyai perasaan lain terhadap sesuatu selain kepada masalah itu. Karena itu kita perlu penyeimbang, dan perlu sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian kita dari masalah tersebut, yang membuat jiwa dan perasaan senang dan beristirahat. Inilah cara lain kita melupakan masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Ibnu Taimiyah rahimahullah menceritakan, bahwa ia pernah jatuh sakit dan dokter yang menanganinya mengatakan kepadanya bahwa aktifitas membaca dan memberi ceramah akan memperburuk kondisi tubuhnya. ”Aku katakan kepadanya bahwa aku tidak mungkin meninggalkan kebiasaanku itu. Dan kalau pun mungkin, aku ingin menguji ilmu dokter itu, ” Kata Ibnu Taimiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Ia bertanya kepada dokternya, ”Bukankah jika jiwa berbahagia, rasa sakit pun akan hilang.” Dokter itu mengiyakan. Karena itu dia mengatakan, ”Jiwaku menemukan kesenangan, kedamaian dalam membaca dan memberi ceramah, dan ilmuku bertambah.” Dokter itu pun berseru dan mengakui bahwa kondisi sang imam di luar jangkaun ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span></span>Seperti itulah masalah yang kita hadapi. Ia akan semakin berat dan menyiksa kita, jika kita sendiri menempatkannya pada posisi yang ”terhormat: dalam jiwa kita. Tetapi jika kita menyepelekannya, lalu mengalihkan perhatian kita pada hal-hal yang kita sukai, maka dengan sendirinya ia akan mengecil dan menghilang secara perlahan-lahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dari Tarbawi 189</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
Posted in artikel Tagged: lupa, masalah, tarbawi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=601&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/kadang-selesaikan-masalah-dengan-melupakannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/182.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">retakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugerah Lupa</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/anugerah-lupa/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/anugerah-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 09:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah. daya pikir]]></category>
		<category><![CDATA[lupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Di surga yang tanpa lapar dan tanpa ketelanjangan, pada mulanya Adam hidup damai dan tenteram. Ditemani istrinya, yang diciptakan untuk mengusir sepi dan membuat hidupnya tidak sendiri. Adam benar-benar dalam puncak kebahagiaan, “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=584&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-585" title="adik bayi" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/anne026.jpg?w=128&#038;h=96" alt="adik bayi" width="128" height="96" />Di surga yang tanpa lapar dan tanpa ketelanjangan, pada mulanya Adam hidup damai dan tenteram. Ditemani istrinya, yang diciptakan untuk mengusir sepi dan membuat hidupnya tidak sendiri. <span lang="DA">Adam benar-benar dalam puncak kebahagiaan, “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.” (QS. Thoha: 118-119).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Tetapi sesudah itu, Adam, bapak kita dan pemula seluruh umat manusia megawali sejarah penting kehadirannya di bumi dengan lupa. Allah berfirman, ”Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” </span>(QS. Thoha: 115). Jadi lupa adalah salah satu identitas terpenting kemanusiaan kita. Kita manusia maka kita lupa. Kita lupa maka kita manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-584"></span>Adam lupa karena ia diciptakan sebagai manusia. Ini adalah lupa prosedural. Maksudnya, lupa itulah jalan yang harus ia lalui sebelum menjalankan tugas di muka bumi. Maka, dalam hadits shahih riwayat Bukhari, ketika suatu saat Musa menyalahkan Adam dalam sebuah dialog, Adam menegaskan posisinya sebagai bagian dari skenario besar Allah. Dan Musa pun tidak berkutik dengan jawaban itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasulullah SAW bersabda, “Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: “Wahai Adam, engkau adalah nenek moyang kami, engkau telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: “Engkau Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku?” Rasulullah bersabda: “Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesudah itu manusia-manusia pilihan yang diangkat Allah menjadi Rasul juga pernah lupa. Musa lupa dengan komitmen untuk tidak bertanya kepada Khidir. “Musa berkata: ‘Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.” (QS. Al Kahfi: 73).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasulullah SAW, suatu saat pernah lupa shalat dhuhur lima rakaat. Itu lupa yang kemudian melahirkan syariat ibadah. Yaitu bagaimana tatacara ibadah bila ada yang lupa. Dalam fikih kita kemudian mengenal yang disebut dengan sujud sahwi, artinya sujud karena ada yang lupa kita lakukan, karena kelebihan atau kurang<span> </span>dalam shalat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Lupa Konstruktif dan Dekstruktif</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Lupa memiliki dua dimensi, lupa konstruktif dan lupa dekstruktif. Lupa konstruktif adalah anugerah. Bahkan menjadi salah satu karunia terbesar yang diberikan Allah kepada kita. Dengan lupa kita tidak selamanya teringat keburukan yang telah dilakukan orang lain kepada kita. Kita lupa agar kita memberi maaf, saling berbagi dan merelakan. Lupa adalah anugerah yang membuat kita bisa menjauhkan amarah yang bisa bersemayam abadi. Lupa adalah anugerah yang membuat kita bisa lari dari syaitan yang terus mengobarkan dengki. Lupa adalah anugerah, yang membuat kita bisa memulai banyak hal baru bersama orang lain, dengan suasana baru yang lebih segar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Lupa adalah anugerah, yang membuat kita tidak terlampau mengingat-ingat kebaikan yang telah kita perbuat. Yang bisa membuat kita riya’, sombong dan berbangga berlebihan. Sesuatu yang menghalangi seseorang dari surga. Lupa adalah anugerah, yang membuat kita tidak terbelenggu oleh ingatan akan kelelahan dan kepayahan hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Alangkah sengsaranya orang yang tidak bisa lupa. Seperti mereka yang terkena penyakit <em>hyperthymestic syndrome.</em> </span>Yaitu suatu penyakit di mana orang bisa mengingat secara detail seluruh peristiwa yang pernah dialaminya. Bila disebut suatu tanggal dari bulan tertentu, maka ia akan menjelaskan semua yang pernah ia alami atau lakukan. Di dunia ini konon ada tiga orang. Yaitu Brad Williams, seorang perempuan berinisial A.J, keduanya di California, dan satu orang lagi laki-laki di Ohio. A.J merasa sangat tertekan dengan kondisinya karena ia ingin melupakan hal-hal yang remeh dan tidak penting yang pernah ia saksikan. Dr. James, yang menangani terapinya, pernah menanyakan apa yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1987, dan A.J menjawab dengan baik, termasuk menjawab apa yang sedang terjadi di dunia seperti yang ramai diberitakan oleh media pada hari itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Lupa destruktif adalah lupa yang melahirkan kerusakan. Dan itu harus dijauhi. Lupa destruktif biasanya adalah akumulasi dari mental dan perilaku menyimpang. Seperti perasaan malas beribadah, angkuh kepada Allah, menyukai kefasikan, akhirnya perlahan-lahan semua itu melahirkan kelupaan kepada kewajiban. Puncak dari semua kefasikan yang melupakan adalah lupa akan hari akhir, lupa akan hari perhitungan, dan itulah seburuk-buruk lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
Posted in artikel Tagged: anugerah. daya pikir, lupa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=584&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/04/18/anugerah-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/anne026.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">adik bayi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Melupakan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/mengapa-harus-melupakan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/mengapa-harus-melupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[lupa]]></category>
		<category><![CDATA[tarbawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Agar tidak Terjebak pada Masalah yang Sama
 Jalan licin sehabis diguyur hujan seringkali menyebabkan kita tergelincir dan terjatuh lebih dari satu kali. Kenapa itu terjadi? Sebabnya karena seringkali kita selalu menoleh ke tempat kita terjatuh, kemudian lalai memperhatikan jalan licin yang masih panjang, yang terbentang di hadapan kita. Seharusnya kita tidak lagi terus menoleh ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=606&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-607" title="alam indah" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/48.jpg?w=120&#038;h=96" alt="alam indah" width="120" height="96" />Agar tidak Terjebak pada Masalah yang Sama</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Jalan licin sehabis diguyur hujan seringkali menyebabkan kita tergelincir dan terjatuh lebih dari satu kali. Kenapa itu terjadi? Sebabnya karena seringkali kita selalu menoleh ke tempat kita terjatuh, kemudian lalai memperhatikan jalan licin yang masih panjang, yang terbentang di hadapan kita. Seharusnya kita tidak lagi terus menoleh ke tempat itu, melainkan melangkah lebih berhati-hati karena penyebab kita terjatuh masih ada jalan yang licin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Mengingat Masalah hanya Akan Mengacaukan Hidup Kita, Maka Biarkan Ia Berlalu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Dengan selalu mengingat-ingat masalah serta tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya, maka kita akan mengalami kegoncangan jiwa, penyakit yang akan menghancurkan kekuatan kita untuk tetap bertahan hidup. Lilitan hutang, tanggung jawab memberi nafkah, tagihan-tagihan yang harus dibayar, misalnya, semua berperan menjadi penyebab kesedihan dan kekhawatiran, yang jika kita terus mengingatnya akan membuat hidup kita semakin kacau. Padahal, orang-orang yang memiliki tujuan yang kuat dalam hidupnya, mereka telah berhasil melampaui masalahnya dan melupakan kejadian apapun yang menimpanya, kemarin dan saat ini, dan tidak mau menoleh pada cahanyanya yang temaram. Sebab dengan terus mengingat masalah itu, hanya akan menciptakan ruang yang gelap di dalam hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> <span id="more-606"></span></span>Terlebih jika masalah itu telah berlalu, maka ia lebih tidak pantas untuk selalu kita ingat. Sebab, episode masa lalu itu telah berakhir. Kesedihan tak akan mampu memperbaikinya. Banyak mengenang masa lalu adalah penghamburan masa kini. Maka, ketika Allah menerangkan kondisi bangsa-bangsa terdahulu, Dia Yang Maha Perkasa berfirman, <em>”Itu adalah umat yang lalu.” (QS. Al Baqarah : 134)</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Yang Penting dalam Hidup ini, adalah Keridhaan dan Penerimaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Kita mempunyai tugas suci untuk menyerahkan diri dengan apa yang telah Allah putuskan untuk kita. Jika kita penuhi tugas ini, maka kita akan berhasil dalam perjalanan panjang yang penuh dengan masalah ini. Salah satunya jalan keluar bagi kita adalah dengan mempercayai takdir, karena apa yang telah ditentukan tidak dapat dielakkan lagi. Pasti akan terjadi. Tidak ada dalih atau cara yang bisa meindungi kita darinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Melupakan Sama dengan Menata Ruang Kebahagiaan di dalam Jiwa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"><span> </span>Di antara anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada seorang hambaNya adalah hati yang tenang, tenteram, dan bahagia dalam keadaan apapun. Karena dalam kebahagiaan akal menjadi terang dan mendorong seseorang menjadi pribadi yang produktif. Dikatakan, bahwa kebahagiaan adalah seni yang harus dipelajari. Jika kita mempelajarinya, maka akan mendapatkan berkah dalam hidup ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
Posted in artikel Tagged: lupa, tarbawi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=606&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/mengapa-harus-melupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/48.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">alam indah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Golongan Darah</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/psikologi-golongan-darah/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/psikologi-golongan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 09:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[
OOT, sekedar untuk refreshing saja, jangan terlalu dipikir serius   
Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?
 
SIFAT SECARA UMUM
A : terorganisir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=590&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-591" title="golongan darah" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/blood_cells-copy.jpg?w=127&#038;h=95" alt="golongan darah" width="127" height="95" />OOT, sekedar untuk refreshing saja, jangan terlalu dipikir serius </span><span style="font-family:Wingdings;color:black;"><span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="color:black;">SIFAT SECARA UMUM</span></strong><span style="color:black;"><br />
A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin orang mudah sebel,kecenderungan politik: “destra”<br />
B : nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: “sinistra”<br />
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderungan politik: “centro”<br />
AB : unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> <span id="more-590"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="color:black;" lang="DA">BERDASARKAN URUTAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="color:black;" lang="DA">Yang paling gampang ngaret soal waktu :</span></strong><strong><span style="color:black;" lang="DA"><br />
<strong>1. B = karena nyantai terus</strong><br />
<strong>2. </strong></span></strong><strong><span style="color:black;">O = karena flamboyan</span></strong><span style="color:black;"><br />
<strong>3. AB = krn gampang ganti program</strong><br />
<strong>4. A = krn gagal dalam disiplin)</strong></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :<br />
1. A = karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar<br />
2. B = karena easy going tapi juga easy judging<br />
3. AB = karena asal beda<br />
4. O = easy judging tapi juga easy pardoning</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Yang paling bisa dipercaya :<br />
1. A = krn konsisten dan taat hukum<br />
2. O = demi menjaga balance<br />
3. B = demi menjaga kenikmatan hidup<br />
4. AB = mudah ganti frame of reference</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Menurut survey, golongan darah yg paling disukai untuk jadi teman :<br />
1. </span><span style="color:black;">O = orangnya sportif<br />
2. A = selalu on time dan persis<br />
3. AB = kreatif<br />
4. B = tergantung mood</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Kebalikannya, teman yg paling disebelin/tidak disukai :<br />
1. B = egois, easy come easy go, maunya sendiri<br />
2. AB = double standard<br />
3. A = terlalu taat dan scrupulous<br />
4. O = sulit mengalah</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="color:black;">MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling mudah kesasar/tersesat :<br />
1. B<br />
2. A<br />
3. O<br />
4. AB</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga :<br />
1. O = jago olah raga<br />
2. A = persis dan matematis<br />
3. B = tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B<br />
4. AB = alergi pada setiap jenis olah raga</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin :<br />
1. </span><span style="color:black;">O = karena berjiwa leadership dan problem-solver<br />
2. A = karena berpribadi “minute” dan teliti<br />
3. B = karena sensitif dan mudah ambil keputusan<br />
4. AB = karena kreatif dan suka ambil resiko</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling kuat ingatannya :<br />
1. O<br />
2. AB<br />
3. A<br />
4. B</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="color:black;">MENYANGKUT KESEHATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling panjang umur :<br />
1. O = gak gampang stress, antibody nya paling joss!<br />
2. A  = hidup teratur<br />
3. B = mudah cari kompensasi stress<br />
4. AB = amburadul</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling gampang gendut :<br />
1. O = nafsu makan besar, makannya cepet lagi<br />
2. B = makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak<br />
3. A = hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet<br />
4. AB = makan tergantung mood, mudah kena anoressia</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Yang paling gampang flu/demam/batuk/pilek :<br />
1. </span><span style="color:black;">A = lemah terhadap virus dan pernyakit menular<br />
2. AB = lemah terhadap hygiene<br />
3.O = makan apa saja enak atau nggak enak<br />
4. </span><span style="color:black;" lang="DA">B = makan, tidur nggak teratur</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Apa yg dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :<br />
1. </span><span style="color:black;">O = banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an<br />
2. A = ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna<br />
3. B = suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb<br />
4. AB = hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yang paling cepat botak :<br />
1. O<br />
2. B<br />
3. A<br />
4. </span><span style="color:black;" lang="DA">AB</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :<br />
1. B = tetap mendengkur meski ada Tsunami<br />
2. </span><span style="color:black;">AB = jika lagi mood, sleeping is everything<br />
3. A = tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum<br />
4. O = baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Yang paling cepet tertidur :<br />
1. B = paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur<br />
2. O = kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah kena ngantuk<br />
3. AB = tergantung kehendak<br />
4. A = tergantung aturan dan orario</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Penyakit yg mudah menyerang :<br />
1. A = stress, majenun/linglung<br />
2. B = lemah terhadap virus influenza, paru-paru<br />
3. O = gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut<br />
4. AB = kanker dan serangan jantung, mudah kaget</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;" lang="DA">Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :<br />
1. A = karena terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius<br />
2. B = karena terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur<br />
3. O = karena daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan<br />
4. AB = karena gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:#666666;" lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="color:black;">Yg paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian :<br />
1. A<br />
2. B<br />
3. O<br />
4. AB</span></p>
Posted in artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=590&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/03/18/psikologi-golongan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/blood_cells-copy.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">golongan darah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi (lagi) SMA 1 yang Penuh Kenangan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/02/24/mengunjungi-lagi-sma-1-yang-penuh-kenangan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/02/24/mengunjungi-lagi-sma-1-yang-penuh-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 14:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 1 Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[ 
Beberapa waktu kita (Aku, Tyas dan Shofwan+istri) menyempatkan silaturrahmi ke SMA 1 Jogja, Sekolah kami tercinta. Berawal dari sebuah acara di Masjid Al Falah yang menyelenggarakan penggalangan dana Palestina se-Nopela (Nologaten, Tempel dan Ambarrukumo), sosok akrab dan besar itu (hehe), ternyata ikut juga dalam acara di masjid utara Ambarrukmo Plaza ini, dia adalah Shofwan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=566&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-567" title="guru sma 1 jogja" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/guru2.jpg?w=300&#038;h=232" alt="guru sma 1 jogja" width="300" height="232" />Beberapa waktu kita (Aku, Tyas dan Shofwan+istri) menyempatkan silaturrahmi ke SMA 1 Jogja, Sekolah kami tercinta. Berawal dari sebuah acara di Masjid Al Falah yang menyelenggarakan penggalangan dana Palestina se-Nopela (Nologaten, Tempel dan Ambarrukumo), sosok akrab dan besar itu (hehe), ternyata ikut juga dalam acara di masjid utara Ambarrukmo Plaza ini, dia adalah Shofwan yang datang dengan mas Fanni Pro U dan ayahnya, Pak Jazir. <span lang="DA">Segera saja kukabari akh Tyas yang ternyata langsung meluncur juga ke lokasi. Subhanallah, sigap juga nih anak. Singkat cerita, esok paginya kami berencana ke sekolah dan guru-guru untuk silaturrahim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Sudah lama kami tidak menginjak sekolah ini. Sudah banyak pula perubahan yang terjadi, mulai kantin barat yang sudah menjadi tempat parkir motor, karena saking banyaknya siswa sekarang yang naik motor, gedung bahasa yang ditingkat di dekat lapangan basket dan ruang-ruang kelas yang sudah tidak sama lagi ketika kami masih menjadi siswa SMA dulu. Banyak yang sudah berubah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-566"></span>Yang tidak kalah berubah juga adalah banyaknya bapak-ibu guru baru. Beberapa guru senior juga sudah pensiun, seperti pak Zar’an, pak Wasis, bu Datun, pak Narlan yang masih diperbantukan, dll. Kepala sekolahnya sekarang juga sudah ganti bukan pak bashori lagi, yaitu pak Bambang yang tukeran menjadi kepala sekolah. Sebelumnya pak bambang adalah kepala sekolah SMA 3 Jogja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-pai" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-pai.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-pai" width="480" height="360" />Di ruang guru, kita bertemu dengan pak Syahrul (guru PAI), pak Iskandar (guru Kesenian), pak Basuki (guru Fis), pak Andar Rujito (guru Kewarganegaraan), pak Sigit (guru Bio), pak Aris (guru OR), pak Dion (guru BI), pak Priyoto (guru BP), pak Didik (guru sejarah), bu Darwiyati (guru tari) bu Esti (guru BP), bu Umi (guru Ekonomi) dll (banyak guru baru yang belum kenal juga).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang menarik adalah ketika pak Andar mengingat kita, khususnya Shofwan yang begitu mbandel saat itu. Ya, pak Andar memang sering dapet protes ketika mengajar PPKn dengan Pancasila dan UUD 45-nya&#8230; hehe, maklum pak, masih muda ^_^ (sekarang juga masih muda dink, hehehe). Malahan beliau minta dari Shofwan bahan ajar baru, inovasi pengajaran atau alat bantu untuk meningkatkan pengajaran Kewarganegaraan. Shofwan yang lulusan HI UI ini, sedang menempuh S2-S3 di Jepang. <span lang="DA">Cerita ”kebandelan” ketika SMA pun banyak diceritakan pak Andar kepada kami&#8230; hehehe </span><span style="font-family:Wingdings;" lang="DA"><span>J</span></span><span lang="DA"> . <em>Peace </em>ya pak!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Kalau pak Syahrul, guru agama Islam yang lemah lembut ini mengingat kita sebagai aktivis Rohis yang akrab dan banyak ngrepotin. Lha sejak SMA kita sering dibantu dan dibela kalau ada masalah, bahkan sampai alumni. Jazakallah pak Syahrul. Beliau berharap bahwa komunikasi dengan adik-adik. Insya Allah&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Sedangkan pak Iskandar, guru Seni Rupa yang pinter bahasa jawa, juga sebagai pembina THA ini masih tampak kalem dan kelihatan segar dan semangat. Guru-guru senior kami yang lain juga begitu, masih terlihat semangat mengajar, apalagi ketika bunyi bel berbunyi tanda waktu istirahat pertama selesai, ruang guru itu perlahan-lahan mulai sepi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Dalam kesempatan itu pula, guru-guru secara umum memang berharap bahwa lebih banyak alumni yang sering silaturrahim dan nengok SMAnya dulu. Jangan khawatir akan dimintai sumbangan&#8230;hehehe ^_^ (nyatanya kita nggak kok, tahu kalau belum punya banyak kali ya&#8230; hehehe, nggak dink!). Terkadang memang, seseorang akan lebih pedhe jika sudah sukses kemudian ”turun gunung” lagi. Wah, kalau begitu lama donk? Hubungan sosial jadi terkesan lebih materialistis. Padahal, kapanpun ’jasa’ beliau-beliau tidak akan bisa diganti dengan apa yang kita punya. Beliau-beliau senang sekali, bahwa alumni-alumninya masih ingat dan mau berbagai (ilmu khususnya), sedangkan kita sendiri juga senang, kangennya terobati, juga do’a dari beliau senantiasa menyertai kita. Ohya, bagi temen-temen yang sekolah di LN, info dan jaringan itu dibutuhnkan oleh pihak sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DA">Jalan-jalan Muter-muter. Wah, Betul! Banyak yang Sudah Berubah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Nah, salah satu tujuan kita ke SMA ini juga melihat perkembangannya. Terutama Shofwan yang mau menge</span>nalkan sekolahnya dulu ke istrinya. Memang banyak yang sudah berkembang, sekarang sudah <em>moving class,</em> kayak mahasiswa. Siswanya yang pindah-pindah kelas. Sedangkan ruang sie otonom sudah tampak lebih seragam bentuk dan warna catnya. Ruang Sigma yang juga menjadi sie-nya Shofwan dulu penuh tempelan. TJRC (PMR) semakin eksis juga. Teringat masa-masa perjuangan dengan Yuli Budi Sasangka (ketua TJRC ‘03) meminta MPK pindah ruang, sehingga ruangan TJRC menjadi utuh. Di TJRC ini, saya dan Tyas mengenang lomba PMR se- DIY di Alun-alun utara dulu yang diselenggarakan oleh PMRnya SMA 6 Jogja dalam rangka HUT sekolahnya. Kita mendapat juara 1 dari bawah! Gara-garanya salah membalut lengan. Soal kasusnya yang patah lengan kanan, eee ternyata yang dibalut sama Tyas malah lengan kiri. Juga ada teman kami Arif Kurnia Timur yang mematahkan rintangan bambu karena badannya yang besar. Padahal, rintangan bambu yang dibuat seperti rintangan balap kuda itu baru kami tim pertama yang memakai, akhirnya panitia repot juga. Ditambah kepulan asap debu sepanjang 50-an meter akibat kita terburu-buru membawa pasien yang luka. <span lang="DA">Seharusnya, tetap dengan pasian tidak boleh ‘kasar’ begitu membawa pasien. Lha teman kami yang menjadi pasiennya sampai batuk-batuk je, nggak bisa napas&#8230; ^_^</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitu juga dengan TSC, sie tempat kami bertiga bernaung. Sticker EXACTA buatan Shofwan juga masih nempel di kotak obat. Juga lemari yang berantakan, masih seperti dulu ^_^. <span lang="DA">Dari TSC 2003 inilah dulu, pengurus OBTB dan Sie Otonom lainnya berasal. Mulai dari Ketua OSIS (Imam Muktiadi dan Tyas Ikhsan), PH OSIS, Ketua Rohis, Ketua MPK (Heru Nurinto), dll. <span> </span>Di TSC sendiri ada orang-orang hebat seperti Riza Zakaria, Ratio Fitra Maliki, Anggrieni Wisni, Nur Aini Ananda, Mukaromah, Naima Lassie, Fia Adhi, Bimo, Hifni Mukhtar Ariyadi, Bondan Irtani Cahyadi, Hervina, Bagus Panuntun, Wijaya Adhi Surya, A.M. Raf’ie, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sie Otonom berikutnya Scout (Pramuka), mau masuk ternyata ruangnya dikunci. Yah, nggak bisa lihat dalamnya. Kita dulu memang tidak ada pembatasan sie otonom, jadi sebisa mungkin ikut sebanyak-banyaknya, cari banyak ilmu, banyak pengalaman dan banyak teman. Kenangan yang menarik di Scout adalah ketika saya dulu ikut PDT (Pengembaraan Desember Tradisional) yang saat itu berjalan dari Playen (GK) ke Balai Kota, selama 4 hari 3 malam) dengan berbagai kegiatan pendampingnya. Saat itu yang ikut ada Herdi, Bachtiar, Aul, Yaniek, mba Prima, mas Evan, dll. Ketika masuk sekolah lagi, ternyata teman-teman agak kaget, kita jadi hitam manis ^_^<span> </span>Lha wajah kita menghitam karena kepanasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ke Rumah pak Zar’an</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menjelang Dhuhur, kita sempatkan juga ke rumah pak Zar’an. <span lang="DA">Alhamdulillah beliau ada di rumah. Adzan Dhuhur pun berkumandang dan kita sholat di masjid, tepat depan rumah beliau. Masjid At Taqwa yang dibangun dengan swadaya oleh pak Zar’an dan masyarakat sekitar. Semoga menjadi amal jahriyah yang senantiasa mengalir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA">Pak Zar’an sekarang tampak begitu kurus, kita sampai pangling dibuatnya. Setelah operasi katarak mata kanan dan juga mata kiri, beliau sekarang masih harus cuci darah 3X dalam sepekan di RS PKU Muhammadiyah. Ujiannya luar biasa. Untuk naik motor, beliau juga sudah tidak berani jauh-jauh. Tapi tetap, beliau masih semangat mengisi kajian disana-sini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Epilog</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alhamdulillah, dalam kesempatan ini juga, tak lupa akh Tyas mentraktir kami makan di Soto Kadipiro lengkap dengan jajanan-jajanannya. Yah, semoga besok gantian ya akh! Maksudnya, ganti tempatnya, hehehe ^_^…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Insya Allah besok gentian ane yang traktir deh….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tak sengaja, ketemu juga mas Agung 2001, ketua KSAI.. Hari itu kami dapat berjumpa banyak orang dan merajut silaturrahim lagi. Senangnya …Banyak petuah-petuah dan pelajaran yang bisa kami petik. Silaturrahim memang membawa banyak manfaat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>zainuri hanif</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ambarrukmo 2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-570" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1.jpg?w=480&#038;h=640" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1" width="480" height="640" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">bersama pak Andar Rujito</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-571" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">bersama bu Esti, paling kanan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-572" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tyas Ikhsan di ruang SIGMA</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">di ruangsie Otonom  TJRC</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-577" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini nih ruang TSC tercinta, masih memelihara budayanya&#8230; ^_^</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-578" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">majalah dindingnya TSC</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-579" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai.jpg?w=480&#038;h=640" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai" width="480" height="640" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">bersama pak Zar&#8217;an di masjid depan rumah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-580" title="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52.jpg?w=480&#038;h=360" alt="silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52" width="480" height="360" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pak Shofwan dan bu Shofwan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
Posted in perjalanan Tagged: SMA 1 Jogja, Teladan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=566&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/02/24/mengunjungi-lagi-sma-1-yang-penuh-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/guru2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">guru sma 1 jogja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-pai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-0_bersama-pak-syahrul-pai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-1_bersama-pak-andar-ppkn1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-2_bersama-bu-esti-bp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-27_tyas-sok-cakep-_</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-32_bulan-sabit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-38_masih-saja-berantakan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-36_tsc_sie-favorit2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-59_bersama-pak-zaran-pai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/04/silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silaturrahmi-ke-sma-1_hanifshofwantyas-52</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagia</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/bahagia/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[tip & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Ada 5 hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia.
 
Pertama, adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai. Anda sudah memiliki pekerjaan tetap, dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi masih saja merasa kurang. Anda merasa bahagia jika memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil bagus, berbagai tempat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=552&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-553" title="kue bahagia" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/1211189644.jpg?w=128&#038;h=96" alt="kue bahagia" width="128" height="96" /></strong>Ada 5 hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pertama,</strong> adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai. Anda sudah memiliki pekerjaan tetap, dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi masih saja merasa kurang. Anda merasa bahagia jika memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil bagus, berbagai tempat yang sudah dijelajahi, koleksi barang antik lengkap, dan lain sebagainya. Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda. Padahal, Anda tidak akan bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dna bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span id="more-552"></span>Kedua,</strong> Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang apabila Anda berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitar Anda. Anda tak bahagia karena teman, tetangga, atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik. Kepercayaan ini salah. Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang lain. Bukannya berarti Anda harus menyerah, silahkan terus lakukan usaha Anda untuk mengubah orang lain. Namun, jangan tempatkan kebahagiaan Anda di sana. Yakinlah bahwa yang dinilai oleh Allah SWT bukan hasilnya, tapi proses yang dijalani. Anda hanya perlu berusaha maksimal, masalah perubahan itu datanga tau tidak, serahkan pada Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ketiga,</strong> keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau semua keiinginan Anda terpenuhi. Padahal keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustasi, cemas, gelisah, dan takut. Terpenuhinyakeinginan Anda tersbut paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat. Itu tak sama dengan kebahagiaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Keempat,</strong> Anda tak bahagia karena cenderung membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain. Ada seorang eksekutif yang berkali-kali pindah kerja hanya karena kawan akrabnya selama kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih besar darinya. Karena itu, setiap ada tawaran kerja (pindah) yang dilihat apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan kawannya. Ia bahkan tak perduli apabila harus berganti karir dan pindah ke bidang lain. Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya “mengejar” sahabat karibnya. Sejak itulah ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan kemampuannya dan tak pernah lagi ingin tahu mengenai penghasilan sahabatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kelima,</strong> Anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan. Anda terlalu terobsesi pepatah “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Kapan Anda bahagia? “Nanti, kalau sudah jadi manajer,” Padahal ketika menjadi manajer Anda tambah sibuk dan waktu menjadi begitu sempitnya. “Saya akan bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen di departemen, gubernur, menteri, presiden,” Nah, daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang. Tapi Anda tak juga bahagia. Kalau demikian yang terjadi adalah, “bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang entah kapan?” Kebagahiaan telah diletakkan di tempat yang jauh. Padahal sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan dapat Anda nikmati di sini, sekarang ini juga!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Apa yang terjadi pada kita mungkin serupa dengan pengalaman 2 ekor ikan berikut ini. Ikan yang muda bertanya kepada ikan yang lebih senior (besar). “Anda lebih berpengalaman dari saya. Di manakah saya dapat menemukan samudera kebahagiaan? Saya sudah mencarinya kemana-mana, tetapi sia-saia saja!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Samudera adalah tempat engkau berenang sekarang ini,” ujar ikan yang senior.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Hah? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah samudera,” sangkal ikan yang muda. Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya ke tempat lain. Hal itu juga dapat terjadi pada Anda. Padahal kebahagiaan itu tak perlu Anda cari. Anda hanya perlu menumbuhkan kesadaran dan menikmati apa pun yang sedang Anda lakukan. Dengan demikian Anda akan menemukan kebahagiaan itu sekarang. Saat ini juga!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diringkas dari majalah SWA, Mei 2002</p>
Posted in artikel, tip &amp; trik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=552&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/1211189644.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">kue bahagia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyalahkan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/menyalahkan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/menyalahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berantem]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[menyalahkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[ Ketika ada anak kecil sedang bermain dan tiba-tiba tanpa diduga terjadi kecelakaan, misalnya jatuh hingga berdarah, memecahkan kaca jendela sehingga pecah, kaki atau tangan terjepit, lantas siapa yang disalahkan? Anak kecil itukah? Tentu saja tidak! Tentu kita semua sepakat menunjuk hidung orang tuanyalah yang kurang mengawasi. Jadi apapun yang terjadi dengan anak kecil, orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=548&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--> <span><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-549" title="marah" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/marah.jpg?w=128&#038;h=87" alt="marah" width="128" height="87" /></span>Ketika ada anak kecil sedang bermain dan tiba-tiba tanpa diduga terjadi kecelakaan, misalnya jatuh hingga berdarah, memecahkan kaca jendela sehingga pecah, kaki atau tangan terjepit, lantas siapa yang disalahkan? Anak kecil itukah? Tentu saja tidak! Tentu kita semua sepakat menunjuk hidung orang tuanyalah yang kurang mengawasi. Jadi apapun yang terjadi dengan anak kecil, orang tuanyalah yang salah. “Kenapa anak ini sakit dan kurus? Kenapa kurang gizi? Kenapa giginya hitam dan keropos? Kenapa anaknya nakal?” Bukan sang anak yang salah, tapi orang tuanya. Orang tuanya tidak bisa mendidik dan merawat dengan baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span id="more-548"></span>Sekarang yang terjadi dengan kita, “Kenapa tidak lulus-lulus?” Dengan mudah kita menjawab, “Dosennya <em>killer,</em> dosennya sulit ditemui (super sibuk), bahannya sulit”. Orang bertanya, “Kenapa sie bagian Anda tidak jalan?” Dengan mudah pula dijawab, “Ketuanya kurang memberi arahan, teman-teman sulit diajak kumpul, sedang sibuk kerjaan lain”. “Kenapa rapat yang sudah diagendakan tidak datang?” dengan mudah pula dijawab, “karena tidak diingatkan lagi.” Dan seabrek alasan lain. Bahasa yang digunakan adalah senantiasan menyalagkan orang lain dan mencari faktor eksternal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Tentu dengan cara seperti itu, tidak ada bedanya dengan anak kecil. Memang baru sebegitu saja tingkat kedewasaan kita. Semua yang terajdi mencerminkan pilihan-pilihan yang diambil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kenapa tidak segera lulus? Karena sering tidak fokus. Padahal kegiatan organisasi atau kebutuhan mencari penghasilan bisa sejalan seiring dengan akademis. Atau terkadang terlalu asyik dengan kegiatan yang sebetulnya itu juga sudah bukan porsinya, alias porsi dari junior dan penerusnya. Kalau masalah dosen yang terlalu sibuk, bisa melobi jurusan untuk diganti dosen lain yang leobih kooperatif. Semua ada jalan keluar. Kenapa program kerja tidak jalan? Bisa jadi karena porsi koordinasi kurang sehingga masing-masing merasa sudah dikerjakan orang lain. Jadi beban terasa menumpuk banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Menyalahkan orang lain terhadap hal yang menimpa diri kita pada dasarnya adalah menciptakan energi negative bagi diri kita sendiri. Menyalahkan orang lain membutuhkan energi besar. Kita akan kehilangan kontrol atas diri kita dan menjadi tidak berdaya (powerless). Kebahagiaan kita menjadi bergantung kepada orang lain yang tidak dapat dikontrol. Kita menjadi korban, menjadi objek bukannya subjek. <strong>[] zh-23/01/09</strong></p>
Posted in artikel Tagged: berantem, marah, menyalahkan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=548&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/menyalahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/marah.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">marah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proaktif</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/proaktif/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/proaktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kurcaci]]></category>
		<category><![CDATA[proaktif]]></category>
		<category><![CDATA[sigap]]></category>
		<category><![CDATA[stimulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[ Proaktivitas seringkali diartikan sebagai sikap atau kemampuan untuk bebas memilih tanggapan atau respon terhadap rangsangan (stimulus) apa pun yang masuk. Pemahaman seperti ini tidak salah, tapi kurang lengkap. Kekurangannya terletak pada asumsinya, seolah-olah orang yang proaktif hanyalah orang yang dapat memberikan respon terhadap stimulus yang datang kepadanya. Ini mengandaikan bahwa kita hanya mempunyai kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=543&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--> <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-544" title="proaktif" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/35215.jpg?w=128&#038;h=84" alt="proaktif" width="128" height="84" />Proaktivitas seringkali diartikan sebagai sikap atau kemampuan untuk bebas memilih tanggapan atau respon terhadap rangsangan (stimulus) apa pun yang masuk. Pemahaman seperti ini tidak salah, tapi kurang lengkap. Kekurangannya terletak pada asumsinya, seolah-olah orang yang proaktif hanyalah orang yang dapat memberikan respon terhadap stimulus yang datang kepadanya. Ini mengandaikan bahwa kita hanya mempunyai kemampuan merespon. Padahal orang yang proaktif seharusnya juga mulai berpikir untuk menciptakan stimulus itu sendiri!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span id="more-543"></span>Proaktif ada dua level. Level pertama sering kita lakukan, yaitu bagaimana mengelola respon. Level kedua, adalah bagaimana menciptakan stimulus itu sendiri. Untuk dapat menciptakan stimulus, kita perlu memperluas lingkaran pengaruh sehingga mempunyai power yang cukup untuk mengendalikan keadaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Orang yang proaktif adalah orang yang senantiasa memperluas pengaruhnya pada orang lain. Pertanyaan yang sering muncul adalah “what” (apa), “Apa yang dapat saya lakukan dalam keadaan seperti ini?”<span> </span>Sedangkan orang yang reaktif seringkali mengajukan pertanyaan “why” (mengapa). Sebagaimana dikisahkan dalam buku “Who Moved My Cheese”. Pada suatu pagi, kedua ekor tikus Sniff dan Scurry tidak menemukan keju di tempat biasa. Tapi mereka tidak pusing, karena mengajukan pertanyaan “what” , “Apa yang bisa kita lakukan sekarang?” Tanpa banyak cingcong mereka langsung mencari keju di tempat yang abru. Tapi tidak demikian halnyad engan kedua orang kurcaci. Mereka saling menyalahkan dan mengajukan pertanyaan berawalan “why” , “Mengapa hal ini terjadi?” , “Mengapa kamu tidak memeprhatikan bahwa cadangan keju kita telah lama menipis?”, “Mengapa ada orang yang begitu jahat dan ingin mempermainkan kita?”. Berhari-hari mereka menganalisa permasalahan itu, akhirnya mereka kelaparan karena tidak berhasil menemukan keju yang dicari. Bagaimana dengan tikus-tikus itu? Ternyata, mereka sudah tambah gemuk karena kekenyangan makan keju.<strong> [] zh-23/01/09</strong></p>
Posted in artikel Tagged: kurcaci, proaktif, sigap, stimulus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=543&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/proaktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/35215.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">proaktif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan</title>
		<link>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/pilihan/</link>
		<comments>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[tip & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futuh.wordpress.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Manusia amat unik. Sebagai peminpin di muka bumi ini, manusia dikaruniai kemampuan dan kesempatan untuk memilih. Namun kemampuan ini tidaklah otomatis membuat manusia menempati posisi di atas hewan dan tumbuhan. Justru terkadang, karena pilihan yang diambil manusia terjerumus pada hal hina, nista, dan terpuruk dalam lembah kegelapan. Manusia punya prevelege untuk memilih: mau jadi baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=538&subd=futuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-539" title="batu pilihan" src="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/211125526_5cf6572aaf_o.jpg?w=128&#038;h=96" alt="batu pilihan" width="128" height="96" /></span>Manusia amat unik. Sebagai peminpin di muka bumi ini, manusia dikaruniai kemampuan dan kesempatan untuk memilih. Namun kemampuan ini tidaklah otomatis membuat manusia menempati posisi di atas hewan dan tumbuhan. Justru terkadang, karena pilihan yang diambil manusia terjerumus pada hal hina, nista, dan terpuruk dalam lembah kegelapan. Manusia punya <em>prevelege </em>untuk memilih: mau jadi baik atau jahat, mau jadi efektif atau efisien, mau bekerja di perusahaan atau berwirausaha, mau menikah sekarang atau nanti, mau menetap di Jogja atau Jakarta, mau menjadi politikus atau negarawan, dan lain sebagainya. Plihan yang tersedia juga tidak dikotomis seperti itu. Ada banyak pilihan. Ibarat mau makan siang, kita bisa memilih makan apa dan dimana saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> <span id="more-538"></span></span>Keunggulan manusia yang satu dibandingkan yang lain dapat dilihat dari pilihan-pilihan yang diambilnya dalam hidup. Salah satu pilihan yang dapat diambil adalah menjalani hidup sesuai dengan hukum alam. Ini berarti memilih hidup sesuai dengan hakekat kemanusiaan, yaitu terpenuhinya kebutuhan fisik, social emosional, mental dan spiritual sekaligus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ada teman yang sampai sekarang memilih untuk tidak lulus. Ia bukannya tidak punya plihan. Tapi memang ia memilih untuk tidak lulus. Ada saja alasan yang disampaikan ketika ditanya. Masalah dosennya yang sangar, sulit ditemui, skripsi yang sulit, dll. Semua cenderung menyalahkan pihal lain. Sampai akhirnya sekarang ia begitu serius mengerjakan skripsinya karena teman-temannya sudah lulus dan ia merasa “tertinggal” dengan temannya yang siap dan telah memasuki fase hidup selanjutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ada juga orang yang tidak puas walau sudah digaji sangat besar di perusahaan pertambangan dan perkebunan. Ia merasa bahwa ia tidak punya pilihan lain. Bagaimana bisa dengan gaji yang besar, ia merasa tidak puas dan merasa tidak punya pilihan lain? Ternyata memang manusia tidak butuh materi saja, ia butuh ketentraman, kenyamanan, nilai-nilai sosial, cinta dan kasih sayang istri dan keluarga, juga nilai-nilai spiritual. Orang-orang seperti itu sebenarnya punya pilihan banyak, tapi ia memilih untuk tidak memilih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Arvan Pradiansyah mengungkapkan dalam bukunya “You are A Leader!” Manusia memiliku pilihan yang beragam diantaranya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pilihan pertama</em></strong> yang diambil adalah mengutamakan kebutuhan fisik. Inilah orang yang mementingkan kekuatan dan kebugaran, penampilan fisiknya, serta pemilikannya terhadap benda-benda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pilihan kedua</em></strong> adalah yang mengutamakan kebutuhan social dan emosional. Inilah orang-orang yang senang bersosialisasi dan bergaul. Orang seperti ini mempunyai banyak kawan dan jaringan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pilihan ketiga</em></strong> adalah mementingkan kebutuhan belajar. Inilah orang yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Mereka senantiasa melihat hidup ini sebagai kesempatan belajar. Mereka adalah pembelajar seumur hidup (long life learner).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pilihan keempat</em></strong> adalah mementingkan kebutuhan spiritual. Inilah orang yang senantiasa melakukan pencarian makna dan tujuan hidup di dunia. Salah satu bentuknya adalah dengan cara beribadah dan melakukan banyak amal dakwah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pilihan yang pertama dan kedua masih belum membedakan manusia dengan hewan. Pilihan ketiga dan keempat membuat manusia memliki kelebihan daripada hewan. Namun, pilihan ketiga dan keempat saja tidak akan membuat manusia sempurna. Manusia tetap membutuhkan pilihan pertama dan kedua, yaitu dimensi fisik dan sosial. Yang terbaik adalah memilih keempatnya sekaligus. Inilah yang disebut manusia paripurna dan manusia seutuhnya.<span> </span><strong>[] zh-23/01/09</strong></p>
Posted in artikel, tip &amp; trik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futuh.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futuh.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futuh.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futuh.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futuh.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futuh.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futuh.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futuh.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futuh.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futuh.wordpress.com/538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futuh.wordpress.com&blog=1371030&post=538&subd=futuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futuh.wordpress.com/2009/01/24/pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff2988c066c454f938124c99aacc24f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futuh.files.wordpress.com/2009/01/211125526_5cf6572aaf_o.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">batu pilihan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>